Skip to main content

Jangan Asal Menebak

 Kamis, 08 Oktober 2015 / 24 Dzulhijjah 1436

Lain ladang lain belalang. Pepatah klasik ini rupanya masih berlaku di zaman sekarang. Setidaknya itulah yang di alami oleh Muhammad Luthfi Zuhdi, salah seorang staf Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi.

Dalam suatu silaturahim dengan peserta Daurah Shafiyah Peningkatan Metodologi Mengajar Bahasa Arab Universitas Ummul Qura utusan Indonesia di Makkah Juli 2012 silam, Luthfi menceritakan pengalaman hidupnya selama bertahun-tahun menetap di kota Riyadh.

  "Jangan sering menebak-nebak atau iseng berkata di negeri Arab. Sebab jika tidak berhati-hati, justru hal itu bisa menjadi awal petaka bagi Anda disini," pesan Luthfi kepada Suara Hidayatullah.

   Alkisah, kata Luthfi, seorang Tenaga Kerja Indonesia (iseng) berkata kepada sang majikan, jika tak lama lagi anak majikan akan segera pulang dari rantau. Tanpa di duga, rupanya anak itu benar-benar pulang tanpa ada informasi sebelumnya. Pekan berikutnya, tanpa disangka anak itu tiba-tiba demam tinggi yang membuat panik seluruh keluarga sang majikan.

  Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Rupanya tebakan iseng itu berbuntut panjang. Menurut sang majikan, sakit anaknya itu masih terkait dengan tebakan pembantunya tadi. Tentu saja sang TKI menolak mentah-mentah tuduhan tersebut.

  Karena merasa dipermainkan, sang majikan langsung naik pitam dan memecat TKI itu begitu saja tanpa mau membayar gajinya. Majikan berkilah jika dirinya hendak disihir oleh pembantu tersebut. Tebakan TKI adalah bagian dari sihir menurut majikan. Wah, gawat juga ya?!

Masykur/Suara Hidayatullah

Suara Hidayatullah September 2012/Syawal 1433

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…