Herbal untuk Bayi

Herbal untuk Bayi
Selasa, 13 Oktober 2015 - 29 Duzlhijjah 1436

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya ingin menanyakan beberapa hal sebagai berikut:

1. Herbal apa untuk penyakit yang sering terjadi pada bayi, seperti demam, diare, dan batuk pilek, sementara bayi masih ASI ekslusif?

2. Bagaimana pendapat Dokter tentang vaksinasi/imunisasi?

3. Putri saya lahir prematur. Alhamdulillah saat ini usia 4 bulan, sehat dan berat badan sudah seperti bayi lahir berat badan normal. Makanan apa yang dapat diberikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh sebagai pengganti vaksinasi?

4. Bagaimana dengan tahnik? Kurma jenis apa yang baik untuk tahik? Adakah waktu yang baik untuk mentahnik bayi? Siapa yang paling baik untuk mentahnik?

Demikian pertanyaan yang saya sampaikan. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Aji Rakhmayanto

Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

  Bapak Aji yang dirahmati Allah, kami sangat bangga Anda membawa keluarga dalam pengobatan ala Nabi (thibbun nabawi) dan herbal. Semoga keluarga Anda diberikan kesehatan.

  Pertama, untuk sakit diare banyak herbal yang bisa kita gunakan sebagai obat, antara lain: secang, daun jambu biji, teh pekat, habbatussauda, air kelapa, dan madu. Namun, jika bayi Anda masih mengonsumsi ASI, usahakan ibunya saja yang mengonsumsi herbal-herbal tersebut.

   Kedua, soal vaksinasi sudah sering kami bahas dalam beberapa kesempatan. Pada intinya, saya setuju dengan vaksinasi, asal yang halal, thayyib, dan telah dilakukan uji klinis sebelumnya sehingga vaksin tersebut dinyatakan aman. Tidak mengandung bahan-bahan haram yang terkandung di dalamnya.

   Ketiga, semua jenis makanan sehat yang Allah ciptakan untuk manusia bisa dipakai sebagai sumber nutrisi dan imunitas bagi bayi. Ada madu, spirullina, kurma, minyak zaitun, habbatussauda, dan Omega 3.

  Ada juga tumbuh-tumbuhan dan sayuran yang sehat. Semuanya itu pada akhirnya menyehatkan bayi. Kekebalan tubuh seseorang itu tercipta dari apa yang yang ia makan dan minum dalam kesehariannya.

   Jadi, usahakan apa yang dimakan itu menjadi obat dan obat yang dimaksud tersebut menjadi makanan harian. inilah filosofi dasar dalam pengobatan alami.

   Keempat, tahnik merupakan salah satu metode "vaksinasi" yang dilakukan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam kepada bayi yang baru lahir. Saat ini memang baru dilakukan penelitian tentang tahnik, namun kita beriman bukan penelitiannya, melainkan kita beriman pada apa yang dilakukan dan disabdakan oleh Rasulullah, yakni bayi-bayi yang baru lahir beliau langsung yang mentahniknya.

   Men-tahnik terbaik adalah sang Ayah yang melakukannya langsung. Memang tidak disebutkan memakai kurma apa, tapi jika memungkinkan menggunakan kurma ajwa. Mengenai masalah waktu, setahu saya tidak ada batasan waktunya, kapan saja boleh.

Wallahu'alam bi shawab.

dr Zaidul Akbar.

Praktisi dan Konsultan Nabawi dan Bekam

Suara Hidayatullah, September 2012 - Syawal 1433

Sumber Gambar: Cahayatwinz.blogspot.com

Comments