cookieChoices = {};
Home » , » Ruqyah "Extra Time", Perlukah ?

Ruqyah "Extra Time", Perlukah ?

Written By Rumah Ruqyah on 2015-09-07 | 12:24:00 PM

Senin, 23 Dzulqoidah 1436 - 07 September 2015

Pernah mengalami  proses ruqyah yang memakan waktu 2 jam, 5 jam bahkan setengan hari ? Bahkan ada berita beredar, pasien diruqyah dari Isya sampai Shubuh. Yang lucu, dua peruqyah gantian ship saat menangani satu pasien.

   Ketika peruqyah yang satu ngantuk digantikan oleh peruqyah pengganti. Semacam ada waktu "turun minum". Hehehe. Ini fakta dan saya pikir diantara teman FB punya pengalaman atau setidaknya pernah mendengar atau menyaksikan.

    Perlukah meruqyah sedemikian lama? Ada yang menjawab "Tergantung kondisi pasien",  saya katakan bahwa ruqyah itu cukup 15 sampai 20 menit. Jika terjadi reaksi, paling lama 45 menit atau buatlah 1 jam. Itu sudah maksimal banget ! 

   Yang paling penting bagi seorang peruqyah adalah mengetahui permasalahan pasien.Tidak mesti menghabiskan semua hafalan ayat-ayat ruqyah sambil menunggu dan berharap pasien reaksi. Ruqyah Syar'iyyah tidak mesti ada reaksi-reaksi frontal atau setidaknya muntah.

   Jangan pernah berharap bahwa pasien akan reaksi agar terlihat ada pengaruh bacaan kita. Itu niat yang salah.  Bagaimana pasien terlepas dari bebannya adalah tujuan utama seorang peruqyah. "Siapa yang mampu memberi manfaat pada saudaranya, maka lakukanlah", demikian makna Sabda Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam dalam konteks ruqyah.

   Jangan sampai anda membaca ayat lama sekali hingga pasien tertidur, terus anda memvonis bahwa jinnya yang membuat tidur. Lagi-lagi jin disalahin, padahal anda yang terlalu berharap ada reaksi sehingga anda tidak mau berhenti sampai betul-betul ada reaksi!

    Itu cara salah dalam etika meruqyah.Selain itu, jangan paksakan meruqyah saat pasien dalam kondisi capek, letih, ngantuk dan termasuk anda juga. Saat anda capek, letih dan lelah, terus memaksakan diri meruqyah. Itu tidak maksimal bahkan dapat menjadi fitnah.

    Meruqyah tengah malam juga kurang pas dan dapat mengganggu tidur orang lain. Kecuali dalam kondisi terpaksa, pasien kesurupan dan sebagainya, barulah anda turun tangan. Itu pun pandai-pandai melihat situasi dan kondisi.

    Situasi dan kondisi yang tidak tepat dan tidak bersahabat dapat menjadi pukulan telak bagi anda yang terlalu bersemangat menjadi "pahlawan kemalaman". Sekali lagi, sebagaimana kita diperintahkan berhemat, maka dalam menggunakan waktu dan energi dalam meruqyah juga perlu berhemat.

    Dianjurkan lebih banyak pencerahan akidah, ibadah dan akhlak sebelum dan sesudah proses ruqyah. 5 menit sebelum ruqyah, berikan pengertian yang benar tentang makna sakit dan sehat, ujian dan cobaan, kesabaran, cara-cara mencari ikhtiar kesembuhan yang dibenarkan, makna ruqyah yang syar'i dan kaitannya dengan akidah serta keimanan.

    10-15 menit proses ruqyah dan 5 menit setelah ruqyah berikan bimbingan terkait kondisi pasien saat diruqyah dan melakukan perubahan hidup ke arah yang lebih baik dalam bimbingan Islam. Jadi, semuanya hanya memakan waktu sekitar 20 sampai 25 menit.... Hemat, bukan ?
Ustadz Musdar Bustamam Tambusai

Direktur Rumah Sehat Thibbun Nabawi Al Iman, Medan

Dikutip ulang dari status beliau, dengan sedikit redaksi tanpa mengurangi tujuan tulisan.


RRIAds - RRI Calls 
Share this article :

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran

 
Support : Public Relation Rumah Ruqyah Indonesia
Copyright © 2011. Rumah Ruqyah Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger