Skip to main content

Meruqyah Bayi terkena 'Ain

Bayi Kesambet (‘Ain)
Selasa, 10 Dzulqoidah 1436 H - 25 Agustus 2015


Mas, nyuwun bacaan ato doa pencegah ain.pada anak,trus sbrp rutin hrs dibacakan?apakah ad sunnah lain pencegah ain?maturnuwun

Affan – Tuban

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Kesambet, itulah orang jawa menyebutnya. Dalam bahasa arab, ini disebut penyakit ‘ain.

Karena ‘ain seseorang bisa mengalami sakit. Hidupnya tidak normal, dan ada penurunan secara fisik.

Ummu Salamah menceritakan,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – رَأَى فِى بَيْتِهَا جَارِيَةً فِى وَجْهِهَا سَفْعَةٌ فَقَالَ « اسْتَرْقُوا لَهَا ، فَإِنَّ بِهَا النَّظْرَةَ »

  Nabi shollallohu alaihi wa sallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya (Ummu Salamah), wajahnya terlihat kusam dan pucat. Lalu Beliau memerintahkan,

“Ruqyah wanita ini, karena dia terkena ‘ain.” (HR. Bukhari 5739)

Pada anak, terutama yang masih balita, penyakit ‘ain bisa menyebabkan dia menangis tidak normal.

A’isyah menceritakan,

دَخَلَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِىٍّ يَبْكِى فَقَالَ: مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا يَبْكِى فَهَلاَّ اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنَ الْعَيْنِ

   Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumahku. Tiba-tiba Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar jeritan bayi nangis. Kemudian Beliau bersabda,

    “Kenapa bayi ini menangis terus? Mengapa kalian tidak segera meruqyahnya untuk mengobatinya dari penyakit ‘ain.” (HR. Ahmad 24442)

Upaya Pencegahan

   Ada upaya pencegahan, ada upaya pengobatan. Hal yang terpenting untuk kita lakukan adalah mencegah sebelum terjadi. Alhamdulillah, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan ini dengan rinci, diantaranya,

Pertama, sering doakan anak agar terhindar dari ‘ain

Diantara doa yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut,

أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لامَّةٍ

   "Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk."

Kita bisa meniru doa beliau ini, dengan penyesuaian jenis kelamin bayi.

1. Jika bayi yang dilahirkan perempuan, Anda bisa baca,

أُعِيذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U’iidzuki…

2. Jika bayi yang lahir laki-laki, kita bisa membaca,

أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U’iidzuka…

Berbeda pada kata ganti; ‘…ka’ dan ‘…ki’

Dalilnya

  Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bercerita bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan untuk Hasan dan Husain. Lalu beliau membaca,

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

   "Aku memohon perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk." (HR. Bukhari 3371, Abu Daud 3371, dan yang lainnya).

Kedua, jika memuji fisik anak, jangan lupa berdzikir

   Perasaan gemes campur cinta membuat orang dewasa di sekitarnya memuji anak bayi. Sayangnya, jarang yang diiringi dengan berdzikir kepada Allah. Ketika itu, si bayi sangat rentan terkena ‘ain.

   Anda mungkin sering melihat, ada bayi yang diajak untuk menghadiri kumpul-kumpul banyak orang. Lalu setelah sampai rumah tiba-tiba badannya panas, suka menangis, dst. Bisa jadi, itu pengaruh ‘ain.

Sahl bin Hunaif bercerita,

Bahwa Amir bin Robi’ah melihat Sahl yang sedang mandi. Karena heran, Amir berkomentar, “

   Aku tidak pernah melihat pemandangan seperti hari ini, dan tidak pernah kulihat kulit yang tersimpan sebagus ini.”

Seketika itu, Sahl bin Hunaif langsung jatuh terpelanting.

Kemudian Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam mendatangi Amir.

Dengan marah beliau berkata,

عَلَامَ يَقْتُلُ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ؟ هَلَّا إِذَا رَأَيْتَ مَا يُعْجِبُكَ بَرَّكْتَ؟

“Atas dasar apa kalian mau membunuh saudaranya? Mengapa engkau tidak memohonkan keberkahan (untuk yang dilihat)?”

“Mandilah untuk menyembuhkan Sahl!”

   Kemudian Amir mandi dengan menggunakan suatu wadah air, dia mencuci wajahnya, dua tangan, kedua siku, kedua lutut, ujung-ujung kakinya, dan bagian dalam sarungnya. Kemudian air bekas mandinya itu dituangkan kepada Sahl, lantas dia sadar dan bergabung bersama para sahabat, seolah tidak terjadi apa-apa. (HR. Ahmad 15980 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

  Ketiga, hindari memberi dandanan yang menor pada anak, sehingga membuatnya semakin menggemaskan ketika dipandang.

Sumber ‘ain adalah pandangan mata takjub atau mata hasad.

   Ketika anak dikasih dandanan yang sangat menarik, ini bisa membahayakan dirinya. Terlebih ketika dia hendak dibawa di acara yang dihadiri banyak orang.

Ibnul Qoyim menasehatkan,

ومن علاج ذلك أيضاً والاحتراز منه سترُ محاسن مَن يُخاف عليه العَيْن بما يردُّها عنه

  "Termasuk juga cara pengobatan ‘ain, menutupi bagian yang menarik dari anak, yang dikhawatirkan menjadi sumber ‘ain, ditutupi dengan yang membuatnya kurang menarik."

Kemudian Ibnul Qoyim membawakan keterangan riwayat dari al-Baghawi,

ذكر البغوىُّ فى كتاب “شرح السُّنَّة”: أنَّ عثمان رضى الله عنه رأى صبياً مليحاً، فقال: دَسِّمُوا نُونَتَه، لئلا تُصيبه العَيْن، ثم قال فى تفسيره: ومعنى “دسِّمُوا نونته” أى: سَوِّدُوا نونته

   Al-Baghawi menyebutkan dalam kitabnya Syarhus Sunah, bahwa Utsman radhiyallahu ‘anhu pernah melihat anak kecil yang sangat lucu. Lalu beliau berpesan, “Beri olesan hitam di lesung pipinya, agar dia tidak terkena ‘ain. (Zadul Ma’ad, 4/173).

   Termasuk juga, pesan bagi orang tua, hindari menceritakan semua kelebihan anaknya yang tidak dimiliki anak-anak lain, sehingga mengundang rasa iri orang yang mendengarnya. Yang ini ketika sampai dia melihat si anak dalam kondisi iri, bisa jadi Allah menakdirkan terjadinya pengaruh buruk ‘Ain.

Keempat, tidak kalah penting, mengisi ruang dengar di rumah dengan bacaan al-Quran.

   Karena rumah yang dijejali dengan ibadah, akan lebih menyejukkan bagi penghuninya dan dijauhi oleh setan. Sementara rumah yang dijejali dengan musik, hanya akan mengundang setan.

Pengobatan ‘Ain Jika ada anak yang terkena ‘ain, apa yang harus dilakukan?

Ada dua cara yang bisa dilakukan,

Pertama, diketahui orang yang menjadi penyebab ‘ain

Misalnya diketahui, anak ini sakit kesambet karena tadi dilihat si fulan.

   Cara penanggulangan untuk kasus ini, si fulan diminta mandi, dan air bekas mandinya (bekas mandi, bukan sisa mandi), air bekas mandi yang terkena badannya, ditampung kemudian dibuat mandi si bayi. insyaaAllah ‘ain akan lebih cepat hilang. Sebagaimana yang ditunjukkan dalam hadis tentang peristiwa Sahl bin Hunaif dan Amir bin Rabi’ah di atas.

Kedua, tidak diketahui penyebab ‘ain.

   Tahunya orang tua, anak ini menangis tidak mau diam. Tangisannya tidak normal. Dia bisa ditangani dengan ruqyah. Ayahnya atau ibunya atau siapapun di antara keluarganya, membacakan ayat kursi, surat al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas di dekat bayi atau sambil menggendong itu bayi.

   Jangan lupa berdoa kepada Allah, semoga Allah segera menenangkannya. Bisa juga diiringi dengan shalat sunah dan berdoa di tengah shalat.

A’isyah menceritakan,

دَخَلَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِىٍّ يَبْكِى فَقَالَ: مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا يَبْكِى فَهَلاَّ اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنَ الْعَيْنِ

Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumahku. Tiba-tiba Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar jeritan bayi nangis. Kemudian beliau bersabda,

“Kenapa bayi ini menangis terus? Mengapa kalian tidak segera meruqyahnya untuk mengobatinya dari penyakit ‘ain.” (HR. Ahmad 24442)

Allahu a’lam

Ustadz Ammi Nur Baits 

(Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)


RRIAds - Habbat Ruqyah 

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…