Skip to main content

Ruqyah Syar’iyyah adalah Life Style Rasulullah SAW

Ruqyah Syar’iyyah adalah Life Style Rasulullah SAW


Oleh. Hasan Bishri, Lc.

  Ruqyah Syar’iyah adalah salah satu dari bagian dari ragam terapi yang diwariskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam kepada ummatnya. Namun sayang, masih banyak kaum muslimin yang belum mengetahuinya, bahkan ada yang apriori dan antipati. 

  Mereka menganggap bahwa Ruqyah Syar’iyah itu klenik dan mistik yang sarat unsur syirik. Sehingga mereka enggan untuk mempelajarinya bahkan cenderung menolak dan menjauhinya.

    Padahal Rasulullah sendiri telah menjadikan terapi Ruqyah Syar’iyah sebagai bagian dari Life Style, baik di saat dalam kondisi sehat yang difungsikan sebagai pagar ghaib untuk menjaga diri dari berbagai macam kejahatan yang mengancam keselamatan, atau beliau gunakan Ruqyah Syar’iyah sebagai terapi dan pengobatan dari berbagai macam penyakit yang beliau rasakan. 

   Simaklah penuturan istri Rasulullah, Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikut: Aisyah ra. berkata: Apabila Rasulullah saw. merebahkan tubuhnya di pembaringannya, beliau meniup kedua telapak tangannya seraya membaca: surat al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas keseluruhan. Lalu beliau mengusapkan kewajahnya dan seluruh anggota tubuhnya yang bisa dijangkau kedua tangannya”.(HR. Bukhari, no. 5748).

   Lalu simak pula penuturan Aisyah ra. Dalam hadits lain yang kevalidannya telah disepakati oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim berikut: Aisyah ra. berkata: “Apabila Rasulullah merasa sakit, maka beliau membaca (meruqyah dirinya dengan) surat-surat perlindungan (al-Mu’awwidzat), lalu meniupkannya. (HR. Muutafaqun ‘alaih).

   Kedua hadits tersebut perawinya sama, yaitu bunda Aisyah radhiyallahu ‘anha. Dan asbabul wurudnya berbeda. Yang Pertama, ruqyah mandiri dilakukan Rasulullah saat mau tidur (tidak dalam kondisi sakit) dan itu beliau lakukan di setiap malam. 
 
   Dan yang Kedua, ruqyah mandiri dilakukan Rasulullah saat beliau merasakan suatu penyakit. Meskipun kondisinya berbeda, tapi perhatikanlah kembali kedua riwayat tersebut, ternyata bacaan yang dibaca Rasulullah sama, yaitu al-Mu’awwidzat (Surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas).

  Rasulullah telah menjadikan aktifitas Ruqyah Syar’iyah sebagai bagian dari kehidupannya sehari-hari, baik di saat sehat amaupun di saat beliau sedang sakit. Apakah kita yag selama ini bertekad menjadikan beliau sebagai panutan dan tauladan hidup sudah melakukan seperti yang beliau lakukan? 

   Kalau jawabannya belum, marilah kita belajar Ruqyah Syra’iyah dengan benar, agar kita bisa mempraktikkannya setiap hari dan setiap diperlukan, sebagaimana yang dilakukan oleh Tauladan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wallohul Mustaan.

(Consultan dan Praktisi Ruqyah Graha Ruqyah Jakarta)

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…