Kisah sang suami (1)

Kisah sang suami (1)


"Pak, entah kenapa saya sangat cemburu kepada pacar saya" Kata seorang wanita muda kepada saya di meja registrasi RRI.

Sambil tersenyum simpul, saya menjelaskan: "Bu. Cemburu seorang istri kepada suami, merupakan bukti sayang dan bisa berpahala karena dalam ikatan pernikahan"

Tapi beda halnya jika ibu cemburu kepada yang bukan pasangan resmi ibu (suami). Pacaran saja sudah dilarang dalam Islam, apalagi pake cemburu, itu sudah terlalu jauh tidak dibenarkan." Sambung saya lagi.

Sambil manggut-manggut, ibu itu diam sejenak. "Pak, tapi mengapa ya. Saya suka pacarannya dengan suami orang. Sudah beberapa kali ganti orang, tapi statusnya suami orang terus?" Tanyanya polos.

"Begini bu. Seandainya, ibu yang menjadi istri yang suaminya pacaran lagi dengan wanita lain. Apakah ibu ridho?"

Termenung. Seakan meresapi yang akan kalimat yang baru saya utarakan. "Tidak pak. Saya tau, itu tidak dibenarkan. Tapi saya sulit keluar dari rasa itu (pacaran dengan suami orang)"

Sambil tersenyum, saya jawab: "Tapi ibu tau kan itu salah?".

"iya pak" jawabnya pelan.

'Ibu mau berubah?... Mau taubat?" tanya saya lagi.

"Iya pak. Mau..." lirih ibu itu menjawab.

(sambil teringat perkataan Ustadz Akhamd Sadzali, yang juga saya sampaikan ke ibu itu).

"Alhamdulillah, ibu menyadari kesalahan ibu dan mau berubah (bertaubat), hingga mempermudah proses perubahan ibu menjadi lebih baik. Betapa banyak, orang yang tidak sadar kesalahannya, apalagi mengakui kesalahannya"

Alhasil, setelah diruqyah Ustadz Anang Sofyan, ibu merasakan kepala dan kakinya seperti terikat.

Wallahu'alam

Semoga proses berubah menjadikannya dirinya menjadi lebih baik.

Ardy Erlangga

Comments