Skip to main content

Hubungan Suami Istri antara Jin dan Manusia, Bisakah?

Hubungan Suami Istri antara Jin dan Manusia, Bisakah?



   Ada yang bertanya melalui sms : "Apakah hubungan seksual yang terjadi antara manusia dan jin dapat menghasilkan anak?"

    Saya mencoba untuk menjawab persoalan itu dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki. Pertama, dapatkah hubungan seksual itu terjadi dan bagaimana? 

   Jika untuk dilogikakan dengan akal normal, memang sulit menerima adanya aktivitas seksual antara makhluk yang berlainan alam. Satu nyata dan yang satunya ghaib. Tapi dalam kajian "jinologi" (ilmu tentang jin) disebutkan bahwa jin dapat menjelma (tasyakkul) dengan wujud nyata yang berbeda-beda.

   Jika demikian, tidaklah sulit dibayangkan betapa mudahnya hubungan itu terjadi. Dalam kasus di lapangan, banyak kisah yang mengungkapkan peristiwa aneh bin ajaib itu. Namun, kebanyakan kasus yang pernah sampai kepada saya, hubungan seksual itu tidak terjadi dalam kondisi jaga secara total tapi antara tidur dan jaga.

   Jika jin menjelma dalam bentuk nyata, saya kira siapa pun pasti akan lari, secantik apa pun atau seganteng apa pun penjelmaan jin itu. Sebab itu aneh, kok tiba-tiba muncul sosok yang ingin melakukan hubungan seksual.

   Kecuali jika yang menjelma itu menyerupai suami atau istri yang sulit untuk membedakan asli atau tidaknya. Itu yang disebut "tamatsul".

   Jika terjadi hubungan seksual, maka hubungan itu adalah hubungan terlarang. Sebab pernikahan antara jin dan manusia sulit diterima dalam perspektif fiqh.

   Kedua, jika terjadi hubungan seksual dengan cara yang telah disebutkan, apakah kemudian akan berakibat terjadinya pembuahan atau kehamilan?

   Nah, disini yang berbicara adalah ilmu kedokteran. Ibnu 'Asakir - sebagaimana dikutip Imam as-Suyuthi - mengatakan bahwa hal itu tidak akan terjadi. Jika kita logikakan secara medis memang sulit untuk menerima terjadinya kehamilan akibat hubungan itu.

   Terjadinya pembuahan di dalam rahim seorang perempuan akibat bertemunya sperma (benih laki-laki) dengan indung telur. Sebagaimana dipahami bahwa sperma merupakan saripati tanah yang menjadi asal penciptaan manusia. 

   Nah, jin itu punya sperma atau tidak? Jika punya, nyata atau ghaib? Apa spermanya tercipta dari saripati api (he..he..he..). Terbakar dong rahim perempuan manusia itu. Dan belum ada dalam sejarah manusia terlahir dari hubungan seksual jin dan manusia. Kecuali riwayat tentang Ratu Balqis dan itu pun masih diperdebatkan. 

   Apakah benar Ratu Balqis itu punya ibu yang berasal dari bangsa jin? Ini lebih sulit lagi melogikakannya. Jin melahirkan anak manusia? 

    Intinya, sebagaimana yang ditanyakan via sms, jangan percaya kalau seorang gadis di vonis dukun mengandung anak jin. Itu akal-akalan dukun. Jangan percaya, sebab bisa saja ada niat busuk yang direncanakan sang dukun. 

   Yang ada, dukun menghamili pasiennya terus yang dituduh jin. Inilah kekhawatiran Imam Malik ketika beliau ditanya tentang bolehkah manusia menikah dengan jin? 

   Beliau menjawab "tidak boleh" sebab bisa saja suatu saat nanti ada perempuan hamil, terus ditanya "siapa yang menghamilinya". Dia menjawab "suaminya jin". Kan jadi kacau dunia persilatan dibuatnya. 

    Nggak begitu pun, udah banyak perempuan hamil yang tidak jelas siapa suaminya. Wallahul Musta'an 

   Semoga Bermanfaat dan diharapkan ada penambahan dari teman-teman, terutama kritikan yang membangun, sangat ditunggu .

 NB : Tulisan ini, tidak sempat diedit.

Ustadz Musdar Bustamam Tambusai

Penulis buku 'Halal Haram Ruqyah'

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…