cookieChoices = {};
Home » » Hubungan Suami Istri antara Jin dan Manusia, Bisakah?

Hubungan Suami Istri antara Jin dan Manusia, Bisakah?

Written By Rumah Ruqyah on 2015-03-10 | 1:12:00 PM

Hubungan Suami Istri antara Jin dan Manusia, Bisakah?



   Ada yang bertanya melalui sms : "Apakah hubungan seksual yang terjadi antara manusia dan jin dapat menghasilkan anak?"

    Saya mencoba untuk menjawab persoalan itu dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki. Pertama, dapatkah hubungan seksual itu terjadi dan bagaimana? 

   Jika untuk dilogikakan dengan akal normal, memang sulit menerima adanya aktivitas seksual antara makhluk yang berlainan alam. Satu nyata dan yang satunya ghaib. Tapi dalam kajian "jinologi" (ilmu tentang jin) disebutkan bahwa jin dapat menjelma (tasyakkul) dengan wujud nyata yang berbeda-beda.

   Jika demikian, tidaklah sulit dibayangkan betapa mudahnya hubungan itu terjadi. Dalam kasus di lapangan, banyak kisah yang mengungkapkan peristiwa aneh bin ajaib itu. Namun, kebanyakan kasus yang pernah sampai kepada saya, hubungan seksual itu tidak terjadi dalam kondisi jaga secara total tapi antara tidur dan jaga.

   Jika jin menjelma dalam bentuk nyata, saya kira siapa pun pasti akan lari, secantik apa pun atau seganteng apa pun penjelmaan jin itu. Sebab itu aneh, kok tiba-tiba muncul sosok yang ingin melakukan hubungan seksual.

   Kecuali jika yang menjelma itu menyerupai suami atau istri yang sulit untuk membedakan asli atau tidaknya. Itu yang disebut "tamatsul".

   Jika terjadi hubungan seksual, maka hubungan itu adalah hubungan terlarang. Sebab pernikahan antara jin dan manusia sulit diterima dalam perspektif fiqh.

   Kedua, jika terjadi hubungan seksual dengan cara yang telah disebutkan, apakah kemudian akan berakibat terjadinya pembuahan atau kehamilan?

   Nah, disini yang berbicara adalah ilmu kedokteran. Ibnu 'Asakir - sebagaimana dikutip Imam as-Suyuthi - mengatakan bahwa hal itu tidak akan terjadi. Jika kita logikakan secara medis memang sulit untuk menerima terjadinya kehamilan akibat hubungan itu.

   Terjadinya pembuahan di dalam rahim seorang perempuan akibat bertemunya sperma (benih laki-laki) dengan indung telur. Sebagaimana dipahami bahwa sperma merupakan saripati tanah yang menjadi asal penciptaan manusia. 

   Nah, jin itu punya sperma atau tidak? Jika punya, nyata atau ghaib? Apa spermanya tercipta dari saripati api (he..he..he..). Terbakar dong rahim perempuan manusia itu. Dan belum ada dalam sejarah manusia terlahir dari hubungan seksual jin dan manusia. Kecuali riwayat tentang Ratu Balqis dan itu pun masih diperdebatkan. 

   Apakah benar Ratu Balqis itu punya ibu yang berasal dari bangsa jin? Ini lebih sulit lagi melogikakannya. Jin melahirkan anak manusia? 

    Intinya, sebagaimana yang ditanyakan via sms, jangan percaya kalau seorang gadis di vonis dukun mengandung anak jin. Itu akal-akalan dukun. Jangan percaya, sebab bisa saja ada niat busuk yang direncanakan sang dukun. 

   Yang ada, dukun menghamili pasiennya terus yang dituduh jin. Inilah kekhawatiran Imam Malik ketika beliau ditanya tentang bolehkah manusia menikah dengan jin? 

   Beliau menjawab "tidak boleh" sebab bisa saja suatu saat nanti ada perempuan hamil, terus ditanya "siapa yang menghamilinya". Dia menjawab "suaminya jin". Kan jadi kacau dunia persilatan dibuatnya. 

    Nggak begitu pun, udah banyak perempuan hamil yang tidak jelas siapa suaminya. Wallahul Musta'an 

   Semoga Bermanfaat dan diharapkan ada penambahan dari teman-teman, terutama kritikan yang membangun, sangat ditunggu .

 NB : Tulisan ini, tidak sempat diedit.

Ustadz Musdar Bustamam Tambusai

Penulis buku 'Halal Haram Ruqyah'
Share this article :

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran

 
Support : Public Relation Rumah Ruqyah Indonesia
Copyright © 2011. Rumah Ruqyah Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger