Sekutu Iblis (Seri Biodata Iblis ke 7)

  Bismillah, Ikhwah Fillah koalisi ternyata bukan hanya bisa dilakukan manusia saja, tapi ternyata dilakukan juga Iblis dan kawan-kawannya. Bagaimana bentuk koalisi mereka? Langsung aja simak kultwit "Sekutu Iblis" hanya @RumahRuqyahID

***

Sekutu Iblis
Senin, 23 Februari 2015/4 Jumadil Awal 1436 H

   Tahukah Anda, siapakah yang menjadi sekutu Iblis dalam mensukseskan misi utamanya di dunia ini? Yang menjadi sekutu Iblis adalah para Thaghut.

   Dan siapakah yang dimaksud dengan Thaghut? Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) berfirman;

 "Di antara manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap ajakan syetan yang sangat jahat. Telah ditetapkan terhadap syetan, bahwa barangsiapa berkawan dengannya, niscaya ia menyesatkannya dan membawanya ke adzab neraka." (Qs. Al Hajj: 3-4). 

   Imam al-Laits dan Abu Ubaidah berkata, "Para ahli bahasa Arab mengartikan Thaghut adalah setiap yang disembah selain Allah SWT". Imam Malik juga mengatakan hal yang sama. Shahabat Ibnu Abbas dan Umar bin Khatthab, Imam Muqotil dan al-Kalbi memaknai Thaghut dengan syetan. 

   Imam Abul 'Aliyah dan Ibnu Jubeir memaknai Thaghut dengan dukun. Shahabat Jabir bin Abdullah saat ditanya tentang Thaghut, ia menjawab; "Thaghut adalah dukun yang bekerjasama dengan syetan-syetan." 

   Imam Mujahid mengartikan Thaghut dengan syetan berbentuk manusia. Dan ada juga yang mengartikan Thaghut dengan patung-patung dan arca-arca yang disembah, atau tukang-tukang sihir. (Tafsir al Qurthubi: 5/248. Dan Tafsir Ibnu Katsir: 1/513). 

   "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang teguh kepada buhul tali yang amat kuat yang Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syetan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (Qs. Al Baqarah: 256-257). 

   Sampai saat ini praktik perdukunan masih banyak. Begitu juga praktik sihir dan ramalan bintang atau yang lainnya. Ucapan mereka lebih dipercaya oleh para pengguna jasanya daripada ucapan Allah SWT dan RasulNya. 

   Ajaran mereka lebih diyakini daripada ajaran syari'at Islam. Perintah mereka lebih ditaati daripada perintah dalam Al Qur'an dan Al Hadits. Mereka telah menjadi Thaghut yang berfungsi sebagai sekutu Iblis untuk menyesatkan manusia. 

   Waspadalah! Betapa banyak orang yang menjadikan selain Allah SWT sebagai sembahan. Itulah hasil tipu daya Iblis dan syetan. Iblis dan syetan hadir pada kehidupan manusia, dalam keadaan terjaga atau bermimpi, ia mengaku sebagai malaikat Jibril yang membawa wahyu kepadanya. 

   Lalu ia memberitahukan kepada manusia lainnya akan hal itu, ia mengaku sebagai rasul baru setelah Nabi Muhammad. Manusia lain itu bukannya mengingkari atau mendustakan, tapi malah membenarkan. 

   Bahkan memprovokasi temannya yang lain untuk beriman kepada nabi dan rasul palsu tersebut. Itulah kronologi penyesatan Iblis dan syetan, menjadikan manusia sebagai Thaghut guna menjadi sekutu mereka untuk menyesatkan hamba-hamba Allah SWT. 

   Sebagaimana yang dialami oleh Ahmad Mushaddiq dengan aliran al Qiyadah al Islamiyyah sebagai hasil pertapaannya. Ia menjadi Thaghut yang ditaati meskipun ajarannya bertentangan dengan syari'at Islam. 

   Dan korbannya sudah banyak tersebar di negeri ini. Begitu juga Lia Aminudin dengan aliran Salamullah yang diusungnya. Mereka hanyalah Thaghut untuk merusak iman seorang mukmin. Karena dalam syari'at Islam ditegaskan bahwa tiada nabi atau rasul setelah Nabi Muhammad.

    "Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata, "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah". (QS. Al An'am:93) 

   Kita harus tegas memerangi sekutu-sekutu Iblis tersebut, agar kesesatannya tidak menjalar lebih luas dan menyesatkan banyak manusia seperti yang diinginkan Iblis. "Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Thaghut, sebab itu perangilah sekutu-sekutu syetan itu, karena sesungguhnya tipu daya syetan itu adalah lemah." (QS. An Nisa': 76)

Comments