cookieChoices = {};
Home » , , » Do'a Anak-anak Sholeh (Para Penghafal Qur'an)

Do'a Anak-anak Sholeh (Para Penghafal Qur'an)

Written By Rumah Ruqyah on 2015-01-20 | 2:55:00 PM

Do'a Anak-anak Sholeh (Para Penghafal Qur'an)
Keajaiban itu kembali datang, kali ini terjadi pada Abdurrahman


   Tepat jam 17.45, saat kami baru saja selesai briefing di Mafaza. Kak Rahmat (Musyrif al-Hikmah) nelpon. Ia mengabarkan bahwa Abdurrahman jatuh dari dari ketinggian dua meter, kepalanya membentur lantai. dan sekarang ia tidak bisa bicara. maka saya langsung memberinya instruksi untuk membawanya ke klinik terdekat.

   Jam 18.00 saya dan suami sampai diklinik dan mendapati Abdurrahman dalam pangkuan santri senior. Suami saya mengucapkan Assalamu'alaikum didekat telinganya, dan bibirnya bergerak. Ini tanda yang bagus fikir kami. 

   Usai melakukan pemeriksaan, dokter mengeluarkan surat rujukan agar Abdurrahman dibawa ke UGD. Saya panik  dan terus bicara RS yang akan bisa memberikan penanganan. Namun suami bilang. "Yang lebih penting sekarang, telpon Ustadz Zaki, ceritakan kondisi Abdurrahman, dan minta semua santri berdo'a"

    Jam 19.30 kami sampai di IGD RSI Bogor, alhamdulillah saat masuk ruang IGD dokter sudah ada diruangan dan langsung melakukan pemeriksaan. Tindakan pemeriksaan dari mulai menyinari mata, menyusuri tulang belakang sampai menggores telapak tangan dan kaki yang berlangsung sampai jam 20.00 WIB menghasil kesimpulan bahwa: Abdurrahman harus dibawa ke RS yang memiliki peralatan lengkap dan yang bisa langsung dalam penanganan spesialis syaraf.

   Saat suami mengatakan bahwa kami sedang menunggu orangtua Abdurrahman yang akan tiba satu jam lagi. Dokter itu menjadi tegas "Satu jam terlalu lama, bapak lihat keadaannya kritis. Ambil mobilnya sekarang dan parkir didepan pintu" kata-kata dokter itu membuat kami bertambah panik. 

   Kami sms Ustadz Zaki, mengabarkan perkembangan Abdurrahman. Beberapa saat beliau membalas sms. "Alhamdulillah saat semua santri berdo'a, hujan turun dengan deras." Sms ini sangat menenangkan, do'a para santri seakan langsung didengar.

   Jam 20.45 kami sampai ke IGD RS yang lebih direkomendasikan. Yang peralatannya lengkap. Kondisi Abdurrahman masih sama: tidak bisa bicara, kulit mati rasa, badan lemas lunglai, jari masih belum bisa mengepal.

   Pihak RS mengharuskan Abdurrahman dirawat di VVIP, alasannya agar ia bisa terus menerus dipantau. Pada saat yang sama Ustadz Zaki sms "Alhamdulillah, begitu para santri selesai berdo'a, hujan pun reda" saat membaca sms itu saya berjalan memeriksa kamar perawatan kelas dua dan kelas satu. Saat itu saya tidak berani menyetujui ke VIP, karena biaya inap nya 6,5 juta per malam.

   Jam 20.45 itu saya sedikit kacau, kurang tenang. tidak ada teman diskusi. Orangtuanya belum datang dan suami saya ditempat parkir yang posisinya cukup jauh dari IGD. Mereka tertahan hujan bersama dua anak saya yang masih kecil.

   Tepat jam 21.00 saya kembali masuk ke IGD, disana sudah ada suami dan anak saya. sementara Abdurrahman sedang duduk, sehat seperti sediakala. Suami menyambut saya. "Mi, Abdurrahman kok bisa seperti itu. Tadi ia menjawab salam dan salaman sama saya. Saya cubit, ia kesakitan."

Saya mendekati Abdurrahman, saya tanya: "Abdurrahman, lahir tanggal berapa?"
"Tanggal 5 Juli" ekspresinya biasa, santai
"Usia Abdurrahman sekarang berapa?"
"Sembilan tahun"
"Bagaimana kabar Abdurrahman malam ini?"
"Alhamdulillah, baik"

   Allohu akbar. Ini keajaiban. Tapi bukan keajaiban pertama. Ada banyak cerita keajaiban disantri tahfidz ini. Suami saya selalu yakin dengan do'a anak-anak sholeh para penghafal qur'an.


Share this article :

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran

 
Support : Public Relation Rumah Ruqyah Indonesia
Copyright © 2011. Rumah Ruqyah Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger