thumbnail

Seribu Teknik, Seribu Jalan

Posted by rumah ruqyah on 2015-01-23

Seribu Teknik, Seribu Jalan, Seribu Cara bagi yang berjihad di Jalan Allah
 

   Beramal harus dengan ilmu, dan ilmu harus diamalkan. Mu'adz bin Jabal berkata: 'Ilmu imamnya amal dan amal mengikuti ilmu'.  

   Ketika saudara melakukan Ruqyah Syar'iyyah, yang paling penting adalah komitmen Anda dengan ilmu-ilmu syariat yang Anda pelajari. Berjihadlah dengan ilmu! Apalagi anda menjadikan Kalamullah sebagai senjata yang hebat dalam melawan musuh nyata yang tidak tampak.

  Menggunakan Kalamullah sesuai dengan kaidah tajwidnya, karena para ulama mengatakan: "Mengamalkan Al-Quran dengan tajwid hukumnya fardhu 'ain, mempelajari dan mendalami tajwid hukumnya fardhu kifayah'.

   Saya pernah melihat seorang peruqyah dengan bacaan yang salah seperti baca mantra dengan cepat, reaksi jin pengganggu tampak seru, akan tetapi ketika bacaannya bagus, tidak ada reaksi.

   Mau baca yang benar tanpa reaksi atau bacaan salah dengan reaksi keras? Peganglah prinsip-prinsip ruqyah dan Ta'amul (berinteraksi) dengan kalamullah, ribuan teori akan mudah didapatkan tanpa melanggar aturan syariat.

   Gangguan syaithan dan serangan sihir bisa terjadi dimana-mana, dan ketika zaman semakin maju, segala fasilitas, sarana, dan prasarana hidup berkembang, syaithan pun bisa melakukan gangguan ketika ada peluang.

   Contohnya bagaimana meruqyah: kapal kandas, handphone menjadi sarana sihir, komputer error jika untuk menyetel ayat, rumah sakit (hospital) diserang sihir, dukun yang bertaubat, dukun yang tidak mau taubat, praktisi tenaga dalam, praktisi ilmu kanuragan, praktisi reiki, orang yang kecanduan narkoba, kecanduan film porno, kecanduan main game, pasien epilepsi, sering pingsan, sering marah, sering kentut, sering sendawa, sering pipis, sering was-was, sering ketawa sendiri, sering ngomong sendiri, sering mencuri, sering berbohong, pasien kanker, pasien sesak napas, pasien sakit kepala, orang selalu bermimpi buruk, orang hilang di gunung atau di kota, bayi hilang di kamar, uang hilang di dompet atau dalam almari, dan sebagainya. Mau belajar berapa ribu teknik lagi?

   Ketika Anda berpegang kepada prinsip-prinsip ruqyah dan ta'amul dengan kalamullah, seribu teknik sudah terbayang di depan Anda. Allah berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

  "Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, niscaya Kami tunjukkan kepada mereka itu jalan-jalan Kami, dan sesungguhnya Allah membersama orang-orang yang berbuat baik." (Surat Al-'Ankabut: 69)

   Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengatakan: "Sesungguhnya orang yang paling besar peluang meraih petunjuk Allah adalah orang yang paling besar melakukan jihadnya di jalan Allah."

  Ada pasien kesurupan, Imam Ahmad bin Hambal menyuruh agar sandalnya dipakai buat mengancam jin yang masuk. Jin ketakutan langsung keluar, pasien pun langsung sadar. Suatu ketika, jin mengganggu pasien itu lagi, keluarganya memakai teknik yang sama, pinjam sandal imam Ahmad untuk mengancam jin. 

   Jin berkata: "Dulu saya takut kepada sandal Imam karena ketaqwaannya, sekarang saya tidak takut kepada sandalnya, karena Imam sudah tidak ada." TETAP SEMANGAT MERUQYAH DAN UPGRADE DIRI DENGAN ILMU SYAR'I!

Ustadz Fadhlan Abu Yasir Lc

Ketua Umum Asosiasi Ruqyah Syar'iyyah Indonesia


Wallahu a'lam.
January 23, 2015
thumbnail

Catatan untuk Halima Abdur Rauf

Posted by rumah ruqyah on

Catatan untuk Halima Abdur Rauf

1. Menggunakan bantuan jin untuk dimasukkan kedalam tubuh orang, saksinya adalah pasien saya dan istrinya yang langsung kesana dan melihat praktiknya langsung. Pasien saya bilang: cara ini biasa dipakai oleh dukun, akhirnya dia tidak jadi berobat disana.

2. Bacaan terlalu cepat, tidak pakai tajwid, seperti baca mantra, pemenggalan ayat kacau, ganti-ganti ayat langsung nyambung cepat tanpa mengikuti aturan waqaf dan ibtida'.

3. Membaca ayat dalam bacaan jinn chatching (youtube) pada menit ke 8.29 dari surat Al-Ahzab: 68

رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْناً كَبِيراً -٦٨-

dia membaca berulang-kali dengan:

لَعْنًا كَثِيْرًا

  Bagi orang yang akrab dengan Al-Qur'an tidak mungkin membaca salah sampai mengubah huruf BA' ke TSA', apalagi orang 'alim yang ahli bahasa Arab.

  Saya khawatir banyak teman-teman peruqyah belajar lewat Youtube asal mengikuti cara dia. Bacaan dia tidak mengikuti riwayat Hafsh dari 'Ashim, tetapi ia mengikuti bacaan Qurra'ul Amshar yang lain. 

   Membaca Al-Qur'an harus lewat guru yang bersanad shahih, jangan asal mengikuti bacaan imam tanpa tahu ilmunya. Sampai ada pasien dari Turki menunjukkan cara ruqyah seperti itu dan menyarankan agar saya menerapkan cara dia. 

    Saya sampaikan prinsip-prinsip ruqyah: Berbekal iman yang suci, bacaan yang benar, akhlak yang mulia, ilmu mengenai tipu-daya syaithan, ikhlash dalam niat, mencontoh dan meneladani Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Semua ayat adalah mukjizat abadi, akan tetapi dengan bacaan yang benar, keyakinan yang suci, niat yang suci, cara yang sesuai syariat.

   Pelanggaran bacaan Al-Qur'an adalah pelanggaran terhadap syariat dari sumber utama dan pertama. Inilah peluang syaithan untuk dihadirkan dan merasuk kedalam tubuh mediator.

 والله الموفق إلى أقوم الطريق


Ustadz Fadhlan Abu Yasir Lc 

Ketua Umum Asosiasi Ruqyah Syar'iyyah Indonesia (ARSYI)

Sumber: Status Facebook Ustadz Fadhlan
January 23, 2015
thumbnail

Do'a Anak-anak Sholeh (Para Penghafal Qur'an)

Posted by rumah ruqyah on 2015-01-20

Do'a Anak-anak Sholeh (Para Penghafal Qur'an)
Keajaiban itu kembali datang, kali ini terjadi pada Abdurrahman


   Tepat jam 17.45, saat kami baru saja selesai briefing di Mafaza. Kak Rahmat (Musyrif al-Hikmah) nelpon. Ia mengabarkan bahwa Abdurrahman jatuh dari dari ketinggian dua meter, kepalanya membentur lantai. dan sekarang ia tidak bisa bicara. maka saya langsung memberinya instruksi untuk membawanya ke klinik terdekat.

   Jam 18.00 saya dan suami sampai diklinik dan mendapati Abdurrahman dalam pangkuan santri senior. Suami saya mengucapkan Assalamu'alaikum didekat telinganya, dan bibirnya bergerak. Ini tanda yang bagus fikir kami. 

   Usai melakukan pemeriksaan, dokter mengeluarkan surat rujukan agar Abdurrahman dibawa ke UGD. Saya panik  dan terus bicara RS yang akan bisa memberikan penanganan. Namun suami bilang. "Yang lebih penting sekarang, telpon Ustadz Zaki, ceritakan kondisi Abdurrahman, dan minta semua santri berdo'a"

    Jam 19.30 kami sampai di IGD RSI Bogor, alhamdulillah saat masuk ruang IGD dokter sudah ada diruangan dan langsung melakukan pemeriksaan. Tindakan pemeriksaan dari mulai menyinari mata, menyusuri tulang belakang sampai menggores telapak tangan dan kaki yang berlangsung sampai jam 20.00 WIB menghasil kesimpulan bahwa: Abdurrahman harus dibawa ke RS yang memiliki peralatan lengkap dan yang bisa langsung dalam penanganan spesialis syaraf.

   Saat suami mengatakan bahwa kami sedang menunggu orangtua Abdurrahman yang akan tiba satu jam lagi. Dokter itu menjadi tegas "Satu jam terlalu lama, bapak lihat keadaannya kritis. Ambil mobilnya sekarang dan parkir didepan pintu" kata-kata dokter itu membuat kami bertambah panik. 

   Kami sms Ustadz Zaki, mengabarkan perkembangan Abdurrahman. Beberapa saat beliau membalas sms. "Alhamdulillah saat semua santri berdo'a, hujan turun dengan deras." Sms ini sangat menenangkan, do'a para santri seakan langsung didengar.

   Jam 20.45 kami sampai ke IGD RS yang lebih direkomendasikan. Yang peralatannya lengkap. Kondisi Abdurrahman masih sama: tidak bisa bicara, kulit mati rasa, badan lemas lunglai, jari masih belum bisa mengepal.

   Pihak RS mengharuskan Abdurrahman dirawat di VVIP, alasannya agar ia bisa terus menerus dipantau. Pada saat yang sama Ustadz Zaki sms "Alhamdulillah, begitu para santri selesai berdo'a, hujan pun reda" saat membaca sms itu saya berjalan memeriksa kamar perawatan kelas dua dan kelas satu. Saat itu saya tidak berani menyetujui ke VIP, karena biaya inap nya 6,5 juta per malam.

   Jam 20.45 itu saya sedikit kacau, kurang tenang. tidak ada teman diskusi. Orangtuanya belum datang dan suami saya ditempat parkir yang posisinya cukup jauh dari IGD. Mereka tertahan hujan bersama dua anak saya yang masih kecil.

   Tepat jam 21.00 saya kembali masuk ke IGD, disana sudah ada suami dan anak saya. sementara Abdurrahman sedang duduk, sehat seperti sediakala. Suami menyambut saya. "Mi, Abdurrahman kok bisa seperti itu. Tadi ia menjawab salam dan salaman sama saya. Saya cubit, ia kesakitan."

Saya mendekati Abdurrahman, saya tanya: "Abdurrahman, lahir tanggal berapa?"
"Tanggal 5 Juli" ekspresinya biasa, santai
"Usia Abdurrahman sekarang berapa?"
"Sembilan tahun"
"Bagaimana kabar Abdurrahman malam ini?"
"Alhamdulillah, baik"

   Allohu akbar. Ini keajaiban. Tapi bukan keajaiban pertama. Ada banyak cerita keajaiban disantri tahfidz ini. Suami saya selalu yakin dengan do'a anak-anak sholeh para penghafal qur'an.


January 20, 2015
thumbnail

Alumunium Penangkal Gangguan Syetan?

Posted by rumah ruqyah on

Alumunium Penangkal Gangguan Syetan?

  Seorang ibu beranak satu, berusia 44 tahun datang langsung dari Kota Sukabumi, Jawa Barat. Ibu ini di antar oleh adik bungsunya yang bekerja sebagai supir di Ibukota negara Saudi Arabia, Riyadh. Dari negara penghasil minyak inilah, sang adik mendapatkan kabar dari seorang Ustadz, agar mendatangi Majalah Ghoib untuk diruqyah, sesuai dengan tuntunan Rasulullah, kalau dia dan keluarganya terganggu makhluk jahat, sebangsa jin atau gangguan sihir yang dikirim oleh para dukun, sebagai kaki tangan syetan.

   Sebelum terapi ruqyah dimulai, ibu ini bersama adik bungsunya tersebut menyerahkan beberapa buah jimat yang telah tersimpan dirumahnya selama 3 tahun, untuk dhilangkan pengaruhnya dan dimusnahkan.

    Pada sinar matanya yang paling dalam tampak ibu ini menginginkan kesembuhan atas dirinya dari gangguan yang selama ini dirasakan sangat menyiksanya dan sering tidak masuk akal. Ibu ini merasa heran, darimana datangnya gangguan yang selalu menghantuinya tersebut.

   Sehingga semakin hari menyiksa dirinya. Gangguan ini berawal ketika suatu hari, kolam ikan yang sudah lama dirawat dan dipenuhi ikan-ikan yang sudah cukup besar, serta siap diangkat kalau ada tamu yang datang ke rumahnya, secara mendadak seluruh ikan yang berada dikolamnya tersebut mati mengambang, termasuk ikan lele yang menurutnya, ikan yang paling kuat kalau ada racun yang masuk ke kolam.

    Semenjak peristiwa itu, dimulailah penderitaan yang ibu ini rasakan. Kepalanya mendadak pusing dan panas, gerah menjalar pada seluruh bagian tubuh, tapi yang berkeringat hanya pada bagian leher dan dadanya saja.

  Yang lebih aneh lagi, di kepalanya seperti ada orang yang menggelisiknya (mencarikan kutu di rambut) setiap saat. Sementara pada bagian telapak kaki, serasa ada yang menusuk-nusuk dengan sekeras-kerasnya.

  Tak cukup dengan itu, telinganya pun seperti ada yang selalu mengorek-ngorek seperti menggunakan benda yang amat keras. "Sungguh semua itu, membuat saya tersiksa," tuturnya.

    Selain panas dan gatal yang menyelimutinya tubuhnya tersebut, ibu ini mulai sering bermimpi yang aneh-aneh dan menakutkan. Di saat malam tiba, ketika ia mulai memejamkan matanya untuk beristirahat, ibu ini sering melihat wajah orang yang mirip suaminya dan selalu ingin mencelakainya.

   Mimpi yang lebih menyeramkan lagi dan datang hampir setiap malam adalah datangnya sesosok makhluk yang selalu mengajaknya untuk bersetubuh, ibu ini terus menolak, tetapi makhluk tersebut terus menggodanya untuk mengikuti segala keinginannya.

   Ibu ini mencoba menolak dengan tidur tertelungkup agar tidak lagi didatangi makhluk tersebut. Makhluk tersebut ternyata sangat licik, ia mencoba datang dari arah bawah tempat tidur ibu ini, untuk kembali meraihnya.

   Spontan ibu ini bangun dari tidurnya, sambil ketakutan dan langsung menyebut nama Allah. Seiring dengan bacaan-bacaan itu, makhluk itu lenyap ditelan kegelapan malam.

   Perjalanan untuk mencari kesembuhan, mulai dilakukannya. Dengan harap-harap cemas, ibu ini selalu menanggapi setiap informasi yang datang kepadanya, mengenai orang yang bisa menyembuhkan gangguannya tersebut.

  Dari teman-teman dan keluarga terdekat ia mendapatkan informasi, untuk mendatangi "orang pintar" di beberapa daerah  di Indonesia.

  Sebut saja daerah yang pernah ibu ini kunjungi, seperti daerah Sukaraja, Sukabumi, Cirebon, belahan Selatan Propinsi Banten, sampai ke daerah Bumi Ayu, di Jawa Tengah. Dengan dalih ikhtiar, ibu ini mendatangi beberapa orang pinter tersebut.

  Dari beberapa orang pinter tersebutlah ia mendapatkan bekal jimat-jimat ini, yang kemudian dikirimkannya ke Majalah Ghoib, untuk dimusnahkan, karena tidak membawa perubahan dan manfaat apapun pada dirinya malah menjadi sumber kemusyrikan.

  Apalagi setelah sang adik banyak mengetahui tentang hal tersebut dari rubrik bongkar jimat di Majalah Ghoib.

Bentuk Jimat

  Ada beberapa jenis jimat yang diserahkan, di antaranya: sejenis sabuk kenaikan tingkat dalam ilmu bela diri, warnanya kuning dan hitam. Kemudian 4 buah aluminium berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 8x8 cm.

  Keempat aluminium tersebut, sangat lentur dan mudah untuk dilipat-lipat. Di atas aluminium tersebut bertuliskan rajah-rajah berbahasa arab, seperti pembukaan surat Al Fatihah dan beberapa ayat dalam Al Qur'an, yang di antaranya dibatasi dengan huruf-huruf hijaiyyah yang tertulis secara terpisah.

'Kesaktian' Jimat

  Jimat alumunium ini didapatkan dari seorang dukun di daerah Jawa Barat, dengan meminta imbalan ala kadarnya. Jimat ini diyakini bisa menangkal gangguan makhluk-makhluk jahat dari bangsa jin atau syetan yang meneror kebahagiaan manusia.

  Dalam penggunaannya, ke empat alumium ini, harus diletakkan di empat penjuru rumah, sehingga yang tinggal di dalamnya akan aman dari berbagai macam gangguan jahat. Bahkan dalam perjalanan mendapatkan jimat-jimat ini, ibu pemilik jimat ini, pernah dimandikan oleh sang dukun dengan menggunakan penutup selembar kain, di tempat praktik sang dukun.

Bongkar Jimat

  Inilah suasana kesyirikan yang telah mendarah daging di masyarakat dan telah membuat gelap hati banyak orang. Kesyirikan yang sesungguhnya sangat membahayakan keislaman itu, menjadi hal yang biasa.

  Alumunium hanyalah logam biasa yang kemudian disulap menjadi benda keramat dan berharga mahal setelah ditulisi dengan beberapa huruf atau angka arab. Kemudian disertakan dengan bacaan manteranya dengan keyakinan bisa melindungi diri.

   Padahal setiap kita seharusnya tahu bahwa tidak ada yang mendatangkan kebaikan dan menolak musibah kecuali Allah saja. Perhatikan dengan baik pertanyaan bernuansa sindirian Allah berikut ini: "Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadaNya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ini. Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain?). Amat sedikitlah kamu mengingatNya." (QS. an Naml: 62)

   Dengan ayat tersebut, jelaslah bahwa tidak ada yang mempunyai kekuatan menolak bencana kecuali Allah. Maka kalau hanya aluminium, itu adalah permainan dukun untuk menipu dan menyesatkan kita.

  Kalau kemudian dikatakan bahwa alumunium adalah salah satu sarana atau perantara untuk meminta perlindungan Allah, maka ini lebih lucu lagi. Karena Allah tidak pernah menjadikan benda yang tidak ada maknanya di sisi Allah itu untuk menjadi perantara pada urusan besar seperti ini. Allah dekat dan tidak perlu perantara.

   Ada lagi bentuk penghinaan yang lain. Yaitu dengan dimandikan oleh dukun dengan tubuh hanya ditutupi selembar kain. Kalau dukunnya adalah lawan jenis, maka bagaimana hal ini bisa terjadi. Padahal Islam sangat menjaga jarak agar tidak terjadi tercampur baur antara laki dan wanita.

   Dari ritual jenis seperti inilah, kemudian kita mendengarkan banyak berita di televisi tentang dukun cabul. Tentu bukan saja salah si dukun yang penipu itu, tapi si pasien juga rela ditipu dan dicabuli. Semoga Allah menjaga ibu yang telah menyerahkan jimat ini dan membimbing kita ke jalan yang benar. Wallahu a'lam.

Majalah Ghoib | Edisi 31Th. 2/29 Dzulqo'dah 1425 H/ 10 Januari 2005 M, hal 37

January 20, 2015
thumbnail

Saya Tidak Sehebat Kalian

Posted by rumah ruqyah on

Saya Tidak Sehebat Kalian

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Renungan pagi...

Ada 4 pria berbicara mengenai amal ibadah mereka dan kesuksesan yang didapatnya:

Pria 1 : Alhamdulillah, sejak sering shalat dhuha rejeki menjadi lancar. Bisnis sukses, sebentar lagi anak saya lulus SMU, rencananya akan sekolah ke luar negeri.

Pria 2 : Bukan main, hebat sekali, sejak naik haji ibadah semakin rajin, alhamdulillah anak juga sukses, rumahnya harganya milyaran, belum lagi kendaraannya. Sebagai orang tua sangat bangga, berkat doa dan didikan saya.

Pria 3 : Masya Allah, sungguh nikmat tak terkira sejak rajin puasa dan bersedekah, rezeki bagaikan sungai mengalir tidak ada putus-putusnya. Anak baru selesai kuliah di luar negeri sekarang jadi staff khusus Mentri.

Ketiga pria tersebut kemudian melirik pria 4 sejak tadi hanya terdiam. salah satu bertanya pada pria 4. “Bagaimana dirimu? Mengapa diam saja?”

Pria 4 : Saya tidak sehebat kalian, jangankan kesuksesan bahkan saya tidak tahu ibadah saya lakukan diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) atau tidak. Saya mengetahui ibadah saya diterima dan sukses setelah saya meninggal nanti. Jadi saya merasa belum bisa menceritakan ibadah yang saya lakukan dan balasan yang Allah berikan kepada saya.

*Silahkan ambil kesimpulannya.., Ibadah bukan untuk dipamerkan pd semua orang, karena syarat utama amalan diterima di sisi Allah adalah ikhlas hanya berharap ridha Allah SWT saja. Semoga Bermanfaat. Aamiin Ya Robbal A'lamin...

Dikutip ulang share Ustadz Achmad Junaedi di Official WA Rumah Ruqyah Indonesia (081282171204)
January 20, 2015
thumbnail

Dan Tulang Pun Mengeropos di Usia Senja

Posted by rumah ruqyah on 2015-01-16

Dan Tulang Pun Mengeropos di Usia Senja


   “Dia (Zakaria) berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku,” (QS. Maryam, 4).

    Manusia pada waktunya akan beranjak tua dan meninggal dunia. Namun ternyata, dalam proses penuaan, Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) telah mengatur semua infrastruktur dalam tubuh kita; salah satunya adalah dengan pengeroposan tulang.

    Kata Arab “wahana” dalam ayat 4 Surat Maryam berarti “santai, lemah atau tidak cukup.” Jelas sekali, penggunaan kata ini ada dalam konteks penuaan dan perubahan yang terjadi dalam tulang manusia. 

    Pemindaian tulang yang dilakukan dengan menggunakan teknologi modern memungkinkan untuk mendeskripsikan penyakit yang dikenal dalam dunia medis sebagai “osteoporosis,” atau pengeroposan tulang.

   Osteoporosis adalah penyakit metabolic tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang .Kata osteoporosis berasal dari kombinasi kata osteo (tulang) dan porosis (penuh lubang).

    Menurut pengetahuan medis, massa tulang secara bertahap mulai menurun dari sekitar usia 40 tahun. Pada tahap berikutnya, penyakit ini akan menyerang mereka yang berusia lanjut karena hilangnya massa tulang jaringan tadi, menyebabkan kerusakan tulang eeasy.

   Mengingat bahwa x-ray hanya ditemukan pada tahun 1890, jelas betapa sulitnya mendapatkan informasi apapun mengenai tulang pada waktu itu. Inilah fakta bahwa Al Qur’an berisi informasi tersebut, yang persis dengan ilmu kedokteran modern, merupakan salah satu tanda jelas bahwa Al Qur’an telah turun dari Allah.

   Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya. Jaringan tulang yang sehat di sebelah kanan, dan tulang tisse yang sudah tua di sebelah kiri.

   Jaringan tulang yang sehat dari orang yang berusia 30 tahun di sebelah kiri, dan jaringan tulang yang lebih lemah dari orang yang berusia 79 tahun di sebelah kanan. Jaringan tulang yang sehat di  sebelah kiri, dan jaringan tulang yang sudah terkena osteoporosis.

Sumber: IslamPos
January 16, 2015
thumbnail

Sinetron Ruqyah 'Astaghfirullah Dikerubuti Jin' Part 5

Posted by rumah ruqyah on 2015-01-14



"Bolehkah orang yang diruqyah dipaksa?"
"Berapa kalikah untuk diruqyah?"

Pertanyaan yang sering diajukan seperti diatas akan dijawab dengan lugas di scene kali ini.
  
***

Kunjungi kami di

www.rumahruqyah.com

Informasi dan Free Konsultasi Online:

WA 081282171204, pin Bb 2901EE02 (Only Chatting)

Hotline Service: 021- 8087-2602, 0851-0503-5459

January 14, 2015
thumbnail

Agar Iman Kita Selalu Indah Menawan

Posted by rumah ruqyah on

Agar Iman Kita Selalu Indah Menawan
   
   Iman adalah hadiah besar dan hidayah yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya. Suatu anugerah yang selalu dibanggakan, disyukuri dan dinikmati setiap saat. Betapa besar nikmat iman itu! Namun banyak manusia yang telah meraih hadiah itu, tidak merawatnya atau menjaganya agar tetap indah.

   Bahkan untuk memberikan hak-hak harian bagi iman pun, tidak mereka pedulikan. Ketika Allah memberikan iman kepada seseorang, tidak ada seorang pun yang sanggup menghalang-halangi proses pemberian itu, bahkan adanya iman yang dicintai dan manisnya yang dirasakan dalam hati adalah termasuk dalam paket hadiah itu.

    Ya, memang. Allah menghadiahkan iman kepada kita, dan Dia lah yang menjadikan  iman itu kita cintai dan indah dalam diri kita. Kemudian Allah jadikan kita membenci kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan untuk membentengi iman kita.

   Tetapi ketika cinta dan benci itu tidak kita pelihara, maka keduanya akan pudar dan tidak akan kita rasakan kembali manisnya iman itu.

    Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Bersabda; "Ada tiga perkara, barang siapa dalam dirinya ada ketiganya, niscaya dia akan dapatkan dengannya manisnya iman; hendaklah Allah dan RasulNya lebih cintai daripada selain keduanya, hendaklah ia mencintai seseorang tidak lain cintainya itu kecuali karena Allah.

   Dan hendaklah ia benci kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan ia darinya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka." (HR. Bukhari dan Muslim).

   Konsekuensi cinta kita kepada Allah dan Rasulullah sudah pasti akan menuntut banyak pengorbanan, bahkan mengundang datangnya ujian cinta. Ujian itu sejak awal benih cinta kepada Allah itu disemaikan.

   Allah Berfirman: "Alif laam miim. Apakah manusia mengira dibiarkan mereka mengucap, 'Kami beriman kepada Allah', sedangkan mereka tidak mendapatkan ujian? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang jujur dan Dia benar-benar mengetahui orang-orang yang dusta." (Qs. al Ankabut: 1-2)

    Orang-orang yang beriman berarti orang yang siap diuji oleh Allah, karena Allah sangat  mencintai mereka juga. Sebagaimana Rasulullah  bersabda: "Sesungguhnya besaran  pahala selalu disertai dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum, Allah pasti menguji mereka."

   Para Ulama Salaf, di antaranya seorang Tabi'in Hasan al Bashri berkata; "Banyak orang mengaku dirinya cinta kepada Allah, maka Allah menguji mereka dengan ayat-Nya ini, 'Katakanlah (hai Muhammad), 'Jika kalian benar-benar cinta kepada Allah, maka ikutlah aku, niscaya Allah pasti mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. 

   Katakanlah, 'Taatlah kalian kepada Allah dan Rasul, jika kalian berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang kafir." (QS. al Imron: 31-32)

   Bicara soal cinta dan dan pengorbanan, itu dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Masing-masing selalu akan mengangkat dan menunjukkan jati dirinya. Sebesar pengorbanan seseorang dalam bercinta, maka sebesar itulah kadar cintanya.

   Maka semakin dalam cinta seseorang, ia semakin berani menunjukkan jati diri cintanya dengan pengorbanan yang disumbangkan secara mulia.

   Banyak orang beriman diberi oleh Allah kemudahan mendapatkan fasilitas hidup, bahkan tidak sedikit yang menikmati kemewahan hidupnya. Akan tetapi Allah tidak akan membiarkan mereka tanpa ujian yang berat.

   Ujian cinta, saya kira tidak ada jalan yang ringan. Ia berat dalam membimbing perasaan menuju apa yang diridhai Allah, dan juga berat secara fisik dalam menjaga ketabahan hati dari keluh kesah saat menghadapi ujian yang dijanjikan itu.

   Allah Berfirman; "Katakanlah (Hai Muhammad), 'jikalau bapak-bapakmu, putra-putramu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta-hartamu yang kalian kumpulkan, perniagaan yang kalian khawatirkan kepunahannya, dan rumah-rumah yang kalian senangi lebih kalian cintai daripada Allah dan RasulNya serta jihad di jalanNya, tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk bagi orang-orang yang fasik." (QS. at Taubah: 24).

     Telah bertumpuk-tumpuk catatan cinta yang melukiskan betapa indahnya para kekasih Allah itu menyambut ujian cinta itu dengan sungguh-sungguh. Tidak ada waktu lagi untuk menunda pengorbanan demi cinta mereka kepada Allah.



   Banyak di antara mereka yang telah gugur di medan jihad dengan mengorbankan jiwa dan hartanya di jalan Allah, dan di antara mereka ada  yang menanti panggilan syahid itu.

   Sebagaimana pernah dilakukan oleh Abu Bakar dengan menginfakkan separoh hartanya, Umar bin Khattab menginfakkan separoh hartanya. Utsman bin Affan menginfakkan sepertiga hartanya, Abdurrahman bin Auf membiayai 300 Mujahid lengkap dengan senjata, bekal dan tinggalan untuk keluarganya.

  Abdullah bin Mubarak memimpin jihad dengan menanggung biaya jihad bagi orang-orang yang dipimpinnya, karena infak yang dikumpulkan harus dibungkus dan diberi nama penyetornya. Ketika mereka pulang dari jihad, maka bungkusan infaq itu dikembalikan kepada penyetornya.

  Iman kita yang tertanam dalam hati akan selalu tampak indah apabila kita selalu menunjukkan bukti cinta kepada Allah dengan selalu mengikuti Rasulullah dalam segala aturan hidup kita.

  Terutama dalam hal-hal iman kepada yang ghaib, jangan sampai kita tertipu oleh rayuan syetan manusia yang seakan-akan mengajarkan tuntunan  kebenaran. Padahal tuntunan itu tidak punya sandaran syari'at atau rujukan kepada wahyu ilahi.

  Telah banyak korban para auliya syetan, karena mereka ditipu oleh wali syetan. Akhirnya mereka siap berkorban apa saja. Bahkan mengorbankan iman demi taat kepada perintah syetan yang menjanjikan sedikit keuntungan dunia meskipun dengan janji palsu.

Majalah Ghoib | Edisi 31 Th 2/29 Dzulqo'dah 1425 H/10 Januari 2005 M, Hal 16 - 17








January 14, 2015
thumbnail

Para Jin yang Shalat Tahajjud

Posted by rumah ruqyah on 2015-01-13

Para Jin yang Shalat Tahajjud 


   Sarri bin Ismail berkisah mengenai Yazid Ar Ruqasyi, ulama dan ahli ibadah kala itu, bahwa para jin bermakmum kepada beliau untuk shalat tahajjud dan menyimak bacaan Al Qur`an beliau.

  Sarri pun bertanya kepada Yazid, bagaimana beliau tahu bahwa para jin itu bermakmum dan menyimak bacaan beliau. Yazin pun menjawab, bahwa tiap kali beliau bangun malam selalu mendengar suara keributan di dalam rumah beliau, sampai suatu saat beliau dihinggapi ketakutan. 

   Di saat itu ada suara,”Jangan cemas wahai Abu Abdullah, sesungguhnya kami adalah saudara Anda, kami bangun untuk bertahajjud sebagaimana engkau bangun dan shalat”.

   Setelah itu, Yazid Ar Ruqasyi pun terbiasa dengan suara-suara keributan yang terdengar di saat beliau bangun di malam hari untuk bertahajjud. (Shifat Ash Shfwah, 4/308)

Sumber: Hidayatullah.com
January 13, 2015
thumbnail

Kajian Rutin Bulanan Kursyi Perdana

Posted by rumah ruqyah on

 Kajian Rutin Bulanan Kursyi Perdana

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

  Insya Allah Kursyi (Komunitas Ruqyah Syar'iyyah) di bawah management ARSYI (Asosiasi Ruqyah Syar'iyyah Indonesia) akan mengadakan Kajian Rutin Bulanan untuk pertama kalinya, dan selanjutnya akan diikuti bulan-bulan selanjutnya.

Bedah Buku: "Menjadi Muslim Sehat & Hebat dengan Ruqyah Syar'iyyah"

Narasumber: Ustadz Fadhlan Abu Yasir Lc (Ketua ARSYI)

Featuring:

- Ustadz Achmad Junaedi Hasan Ali
- Ustadz Akhmad Sadzli Lc
- Ustadz Aris Fathoni
- Ustadz Hasan Bishri Lc
- Ustadz Imam Royani
Dan Asatidz ARSYI lainnya.

Turut mengundang Komunitas Ruqyah Syar'iyyah:

- Quranic Healing Indonesia
- Rehab Hati
- Komunitas Cinta Ruqyah (KCR)
- Komunitas Ruqyah Bogor
- Siapapun praktisi Ruqyah Syar'iyyah yang tidak kesebut namanya.

Bertempat: Masjid At Taibin, Jl Kalilio IV Senen Raya, Jakarta Pusat.

Hari: Ahad 18 Januari 2015/27 Rabiul Awal 1436 H

Waktu: 09.00 /sd Selesai

Cp:
- 0878-7577-7426 (Jaka)
- 085881306984 (Ardy)

Gratis!!!

Nb:
1. Akan ada ruqyah Massal
2. Disediakan 'Bundling Ruqyah' (Buku Ustadz Fadhlan, CD dan buku saku Ustadz Achmad Junaedi) hub: WA 081282171204, pin bb: 2901EE02
3. Siapkan infaq terbaik anda.

Team Humas ARSYI
January 13, 2015
thumbnail

KEMBAR 3, SEMUA JADI PENGHAFAL QUR’AN

Posted by rumah ruqyah on 2015-01-09

KEMBAR 3, SEMUA JADI PENGHAFAL QUR’AN

Bersama 3 Kembar Hafidz Qur'an: -HANAN, -MANAN DAN -IHSAN.

   Subhanallah sungguh beruntung sebagai orang Tuanya yang melahirkan mereka bertiga rasa lelah dan cape ketika mengandung mereka telah terbayar dengan dijadikannay ke 3 anak ini Hafidz Qur'an yang mereka adalah keluarga Allah dan kelak akan memakaikan mahkota dan jubah di Surganya Allah untuk Orang Tuanya.

   "Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)

Sumber: Damai Indonesiaku Online
January 09, 2015
thumbnail

[Lain Dunia] Fenomena Kesurupan dalam Pandangan Islam Part 1

Posted by rumah ruqyah on 2015-01-07



Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam menyuruh agar menutup pintu-pintu rumah, jendela-jendela rumah ditutup, demikian pula anak-anak kecil tidak boleh keluar, karena di waktu-waktu syayaatin dari golongan jin sedang bertebaran. "Kalaulah kalian melihat apa yang aku lihat, kalian tidak berani berjalan sendirian di malam hari."
 
****

Video didapat dari Channel Rodja TV, bagi yang ingin melihat full bisa langsung kesana.
  
***

Kunjungi kami di

www.rumahruqyah.com

Informasi dan Free Konsultasi Online:

WA 081282171204, pin Bb 2901EE02 (Only Chatting)

Hotline Service: 021- 8087-2602, 0851-0503-5459

January 07, 2015
thumbnail

10. Apakah Ruqyah Dibacakan Khusus Bagi Orang Yang Mengalami 'Gangguan' Saja?

Posted by rumah ruqyah on

10. Apakah Ruqyah Dibacakan Khusus Bagi Orang Yang Mengalami 'Gangguan' Saja?



Jawaban; Tidak.

   Ruqyah tidak khusus dibaca oleh orang yang mengalami gangguan atau dibacakan untuk yang mendapat gangguan. Karena di samping untuk pengobatan, ruqyah juga berfungsi untuk pencegahan atau penjagaan. 

   Hal ini bisa kita buktikan ketika Rasulullah meruqyah kedua cucunya Hasan dan Husen, padahal keduanya tidak mengalami gangguan atau tidak sakit. Beliau juga ketika beliau membaca ayat-ayat dan do'a ruqyah saat berada di pembaringan menjelang tidur.

Dikutip ulang dari Official Akun Twitter RRI @RumahRuqyahID
January 07, 2015
thumbnail

Jin Shalih yang Wafat karena Bacaan Al Qur`an

Posted by rumah ruqyah on 2015-01-05

Jin Shalih yang Wafat karena Bacaan Al Qur`an


Jin shalih juga seperti manusia yang shalih, bisa meninggal karena merenungi ayat-ayat Al Qur`an.

  YAHYA BIN ABDIRRAHMAN AL ASHRI memperoleh kisah dari istri seorang ahli ibadah yang bernama Khulaid. Bahwa pada suatu malam Khulaid melaksanakan shalat dan mambaca ayat yang artinya,”Setiap jiwa merasakan kematian” yang terdapat pada surat Ali Imran 185. Dan beliau mengulang-ulang ayat itu terus-menerus.

   Setelah itu, ada suara di dalam rumah yang terdengar,”Berapa kali engkau mengulang ayat itu? Dengan bacaanmu itu, engkau telah membunuh 4 jin yang tidak pernah mendongakkan wajahnya ke langit (tawadhu-pent)”(Shifat Ash Shafwah, 4/358).

   Bukan hanya orang shalih yang bisa wafat karena merenungi ayat-ayat Al Qur`an yang isinya ancaman, para jin shalih juga mengalami hal yang sama.
January 05, 2015
thumbnail

Sinetron Ruqyah 'Astagfirullah Dikerubuti Jin' Part 4

Posted by rumah ruqyah on



Di scene kali ini, Asatidz Rumah Ruqyah Indonesia mulai nampak; Ustadz Akhmad Sadzali lc dan Ustadz Aris Fathoni
  
***

Kunjungi kami di

www.rumahruqyah.com

Informasi dan Free Konsultasi Online:

Hotline Service: 021- 8087-2602, (WA) 0851-0503-5459

January 05, 2015
thumbnail

Angin Dingin

Posted by rumah ruqyah on 2015-01-02

Angin Dingin


 “Tidakkah engkau melihat bahwa Allah mengarak awan kemudian mengumpulkan di antaranya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah menurunkan es dari langit, dari gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Hampir-hampir saja kilauan kilatnya menghilangkan penglihatan” (Q.S. An-Nur: 43).

  Allah menjadikan angin sebagai perantara turunnya hujan. Sedemikian rapi Allah ciptakan awan, angin dan hujan untuk kepentingan manusia seluruhnya, baik dia Muslim atau kafir sekali pun, hingga manusia dapat menikmati anugerah Allah ini dengan bebas. Bagaimana proses turunnya hujan dan rahasia apakah yang Allah ungkap dalam ayat berikut ini?

  Para Ulama tafsir mengatakan: “Tidakkah engkau melihat bahwa Allah mengarak awan” dengan sangat lembut dan mudah “kemudian mengumpulkan di antara bagian-bagiannya yang ringan itu kemudian menjadikannya bertindih-tindih sehingga menjadi berat, maka engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah menurunkan es dari langit, dari gunung-gunung yang demikian banyak yang besarnya bagaikan gunung-gunung."

   Riset ilmiah yang dilakukan oleh antariksawan dunia saat ini menjelaskan kepada kita tentang pembentukan hujan es di awan. Mereka berpendapat bahwa awan dibentuk oleh angin yang mendorong bahkan bertemu dengan awan lagi, sehingga memenuhi awan satu sama lain oleh arus udara yang disebut pembauran aliran untuk membentuk awan cumulus.

  Ketika awan cumulus naik beberapa kilometer, maka tampak di langit gunung-gunung es. Kemudian, dengan bantuan angin, mulailah titik-titik es tersebut turun ke bumi, sebagian masih tetap di atas awan dan sebagian lagi meleleh sebelum mencapai tanah. Para ilmuwan mengatakan bahwa awan cumulus inilah satu-satunya awan yang menghasilkan dingin dan mengandung aliran listrik.

   Jika kita perhatikan, apa yang disebutkan dalam Al-Qur’an sesuai dan tidak berbeda dengan ilmu pengetahuan modern dan penemuan para ilmuwan tentang angin dingin dan peran angin dalam pembentukan awan cumulus. 

   Sementara, aliran lisrik terbentuk pada awan yang mengandung angin dingin. Para ilmuwan juga berpendapat bahwa angin dingin tidak terdapat kecuali pada awan cumulus yang timbulnya ke atas. Oleh karena itu, firman Allah SWT “Maka engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah menurunkan es dari langit, dari gunung-gunung” ini adalah sisi ilmiah mukjizat Al-Qur’an. 

Sumber: Islampos
January 02, 2015