Sihir dan Kekafiran

Sihir dan Kekafiran


 Sekarang, kita akan melihat apa kata Imam Adz Dzahabi dalam kitab beliau Al Kabair (Dosa Besar) mengenai sihir. Kata Imam Adz Dzahabi rahimahullah, Sihir bisa membuat kafir.

  Dalilnya adalah Firman Allah Ta’ala,


 وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ 

“Hanya syaitan-syaitanlah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia” (QS. Al Baqarah: 102).

Tujuan setan mengajari manusia sihir hanyalah satu yaitu untuk menjerumuskan pada kesyirikan.

Allah Ta’ala mengatakan mengenai Harut dan Marut,

 وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ 

“Sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat” (QS. Al Baqarah: 102). 

  Banyak yang mengira bahwa seseorang yang menerjuni dunia sihir hanyalah dihukumi haram saja, mereka tidak menyangka jika itu sampai membuat kafir. Gara-gara ini, ada yang masih tetap mempelajari sihir. 

   Perlu dipahami bahwa ada yang bisa membuat suami dan istri tetap saling cinta atau membuat mereka berdua saling benci, semua itu menggunakan sihir. Kadang sihir tersebut dikelabui dengan kalimat-kalimat indah namun aslinya menyesatkan. 

   Perlu diketahui bahwa hukuman bagi tukang sihir adalah hukuman mati. Karena ia telah berbuat kafir terhadap Allah. Dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan, “Jauhilah tujuh dosa membinasakan.” 

   Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa di antaranya adalah sihir. Seharusnya seorang hamba benar-benar bertakwa pada Allah, jangan sampai ia terjerumus dalam perkara yang merugikan ia di dunia dan akhirat. 

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengatakan, “Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh dengan pedang. Namun yang benar, hadits ini hanyalah perkataan Jundub. 

    Bajalah bin ‘Ubadah mengatakan, “Kami mendapati surat Umar bin Khottob setahun sebelum wafatnya, yaitu beliau memerintahkan untuk menghukum mati setiap tukang sihir laki-laki dan perempuan.” 

    Dari Abu Musa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga orang yang tidak masuk surga: peminum khamar, orang yang memutus hubungan silaturahim (antar kerabat), dan orang yang membenarkan tukang sihir (ramalan nasib).” (HR. Ahmad dalam musnadnya)

    Dari Ibnu Mas’ud secara marfu‘ -sampai pada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam-, “Ruqyah (mantera-mantera sihir), tamimah (jimat atau rajah), dan tiwalah (pelet) adalah kesyirikan.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).  

    Tiwalah adalah sejenis sihir yang menyebabkan seorang wanita mencintai suami. Tamimah adalah sesuatu yang digunakan untuk mencegah ‘ain (penyakit mata hasad atau dengki). 

Sumber: Rumaysho.com

Comments

  1. Assalamualaikum.
    Saya ingin bertanya mahabbah itu lebih jelasnya apa, apakaah termasuk perbuatan sihir dan apa hukumnya dalam agama islamwalaupun menggunakan ayat2 al quran dalam amalannya walaupun tujuannya baik untuk dinika.
    Bagaimana membuktikan bila seseorang telah terkena pengaruh mahabbah tersebut dan apa solusinya. Walaupun orang itu telah lebih dari 6 bln terkena pengaruh mahabbah teresebut.
    Terima kasih. Assalamualikum wr.wb

    ReplyDelete
  2. Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

    Mahabbah Mahabbah berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabbatan, yang secara harfiah berarti mencintai secara mendalam. Dalam mu’jam al-falsafi, Jamil Shaliba mengatakan mahabbah adalah lawan dari al-baghd, yakni cinta lawan dari benci. Al mahabbah dapat pula berarti al wadud yakni yang sangat kasih atau penyayang.

    Mahabbah pada tingkat selanjutnya dapat pula berarti suatu usaha sungguh-sungguh dari seseorang untuk mencapai tingkat ruhaniah tertinggi dengan tercapainya gambaran yang Mutlak, yaitu cinta kepada Tuhan.

    Kata mahabbah selanjutnya digunakan untuk menunjukkan pada suatu paham atau aliran dalam tasawwuf yang artinya kecintaan yang mendalam secara ruhaniah pada Tuhan.

    Dan sayangnya, Mahabbah diselewengkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab, menjadi sebagai proses pemikat lawan jenis yang tidak sesuai syariat Islam. Dan dinamakan Sihir Mahabbah atau lebih terkenal dengan nama pelet, guna-guna dsb.

    Dalam Islam, diterima suatu amalan selain karena ikhlash (karena Allah), juga sesuai tuntunan Rasulullah. Jadi meski menggunakan Al Qur'an, niatnya baik tapi bertentangan dengan yang di ajarkan Rasulullah, tertolak amalannya.

    Untuk menguji apakah seseorang terkena sihir Mahabbah bisa dengan Ruqyah Syar'iyyah, Insya Allah akan terlihat gejalanya.

    Wallahu'alam

    ReplyDelete

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran