Sang Kolektor Cincin

Sang Kolektor Cincin

Robin adalah sorang kolektor cincin terkemuka di Mataram, Lombok. Meski ia hanyalah seorang karyawan swasta. Tapi masalah cincin tidak bisa dinomorduakan. Walau harus merogoh kocek yang dalam.

Tidak terbilang sudah berapa cincin yang ia simpan. Mulai dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Semuanya demi pemuas jiwa koleksinya yang tidak pernah padam.

Suatu hari, ia melihat secuil batu kali di depan rumahnya.  Entah kenapa, hatinya tertarik. Ia segera menggosok dan membentuknya menjadi mata cincin. Ia begitu terpesona dengan cincin barunya ini. Berbagai doa ia rapal, agar cincinnya bertuah.

Suatu malam, setelah letih merapal doa, ia tertidur. Ia melihat cincin yang dari batu kalinya berputar-putar. Ia terbangun, jiwanya penasaran. Cincin diletakkan di meja lalu dia merapal doa kembali. Tapi cincin itu tetap diam.

Suatu hari, ia mengikuti terapi ruqyah. Hatinya gelisah. Tapi, ia masih belum mau melepas cincin batu kali yang menghias jari tangannya. Meski, Ustadz Fahrur Razi meminta jamaah melepaskan semua benda-benda ke musyrikan.

Hati Robin makin gelisah. Dadanya kian berdebar kencang. Hingga akhirnya ia melepas cincin dan melemparnya di antara tumpukan jimat-jimat lainnya.

Majalah Ghoib Edisi 31 Th.2/29 Dzulqo'dah 1425 H/10 Januari 2005 M, Hal 45

Comments