Calon Istri Punya ke Indra ke 6

Calon Istri Punya ke Indra ke 6


Billa calon pasangan hidup kita punya ‘indra ke 6’ (bisa membaca pikiran seseorang), bagaimana kita menyikapinya Ustadz?

 (R. Nuralam, Bekasi Jawa Barat)

Bismillah Walhamdulillah, indra ke enam adalah istilah yang sering digunakan oleh orang-orang untuk mereka yang bisa melihat hal yang ghaib, membaca suatu yang akan terjadi, membaca pikiran orang lain, mengerti maksud orang lain sebelum orang itu bercerita, dan lain sejenisnya.

Singkatnya, istilah itu diberikan kepada orang yang punya ‘kelebihan’ di atas kemampuan manusia kebanyakan. Padahal dalam terminologi Islam, tidak dijumpai istilah indra ke 6.

 Justru kalau yang dimaksud orang yang punya indra ke 6 seperti yang mereka pahami, berarti mereka itu adalah orang-orang yang mempunyai karamah atau sihir.

Adapun karamah datangnya dari Allah, Allah memberikannya kepada hamba-hambaNya yang shalih dan bertaqwa. Dan tidak semua Mukmin yang Shalih punya karamah.

Karamah tidak bisa dipelajari atau di warisi, semata-mata merupakan hadiah atau bonus dari Allah. Tapi kalau sihir, siapa saja bisa mempelajarinya atau mewarisi dari leluhurnya.

Itulah yang banyak di alami oleh orang-orang yang mengaku punya indra ke 6. Majalah Ghoib (Sekarang Rumah Ruqyah Indonesia) telah membuktikan secara langsung, dari sekian banyak orang yang mengaku punya indra ke 6, ternyata mereka disusupi jin.

 Itu terungkap setelah mereka menjalani terapi ruqyah. Dan akibatnya mereka tidak bisa lagi melakukan hal-hal yang aneh sebagaimana sebelumnya.

Karena jin yang membantu dan mengelabuhi mereka selama ini telah kabur. Maka dari itu, tanyalah dia sejak kapan indra ke 6 itu dimilikinya.

Melalui proses belajar atau titisan dari leluhurnya tanpa dia sadari. Dan perintahkan kepadanya untuk segera melakukan terapi ruqyah secara berkala untuk memastikan bahwa keanehan yang dimilikinya itu adalah kelainan, bukan kelebihan dan agar segera hilang sebelum terlambat.

Ustadz Hasan Bishri Lc 

Majalah Ghoib Edisi 31 Th 2/29 Dzulqo’dah 1425 H/10 Januari 2005 M, Hal 18

Comments