cookieChoices = {};
Home » , » Tangisan anak dipangkuan sang Ibu

Tangisan anak dipangkuan sang Ibu

Written By Rumah Ruqyah on 2014-11-07 | 3:20:00 PM

  Tangisan anak dipangkuan sang Ibu


  
Pagi itu Selasa 28 Oktober 2014, acara Taushiyah dan Ruqyah Massal bertempat di Masjid Al -Istiqomah Kec. Manggar Kab. Blitong Timur. Dikuti lebih dari 100 peserta, acara dimulai dari jam 09.00 pagi. 

  Taushiyah pertama oleh Ust. Achmad Junaedi Lc, dan kedua oleh Ust.Ahmad Sadzali Lc. Dilanjutkan dengan Ruqyah Massal yang diikuti oleh seluruh peserta. Setelah menjalankan shalat Dzuhur berjama'ah, jam 11.50  dilanjutkan dengan terapi satu per satu.

  Ada yang teriak, ada yang menangis. menjerit dan ada yang muntah. Siang itu waktu telah, menunjukkkan jam 14.00 dan kami beserta panitia belum sempat istirahat, datanglah seorang Ibu dengan mengucapkan salam dari balik jendela samping Masjid.

   "Assalamu'alaikum Ustadz, boleh minta tolong anak saya diruqyah?" tanya ibu itu dengan tergopoh-gopoh.

 "Apa tadi ikut dari awal?' tanya Ustadz Sadzali. 

'Alhamdulillah saya ikut taushiyahnya dari awal tapi anak saya ini baru pulang dari sekolah' sambung ibu itu lagi. 

'Ya, silahkan masuk aja bu putranya,' sahut Ustadz Sadzali lagi.

Sebut saja namanya Irfan. "Irfan suka bantah Mama?" tanya Ustadz Sadzali lembut. 

"Ya", jawab Irfan pelan.

"Suka membentak?" lanjut Ustadz Sadzali lagi.

"Ya" jawab Irfan lagi

"Irfan mau masuk surga?" tanya Ustadz Sadzali lagi dengan tersenyum.

"Ya" jawabnya sambil tertunduk.

Hening sejenak....

"Mau masuk surga, ngga bisa!" tegas Ustadz Sadzali. "Kamu suka bantah, suka bentak mama. Mau masuk surga, ngga bisa!"

Kemudian Ustadz menceritakan kisah Alqamah yang susah meninggalnya karena pernah menyakiti ibunya semasa sehatnya. Irfan mendengarkan dengan serius kisah itu. Setelah itu dibacakan 3 ayat dari surat al-Isra, dan 3 ayat dari surat al Hasyr. 

Setelah selesai dibacakan, Ustadz menanyakan kepada Irfan, "Apa kamu merasa berdosa sama ibu?"

 "Ya" jawab Irfan dengan mata mulai berkaca-kaca. 

"Minta maaflah sama ibu" sambung Ustadz Sadzali lagi.

 Lalu ia berdiri dan menghampiri ibunya yang sedang duduk disamping pintu, dan pecahlah tangisnya.....

Bahkan saat kami dan panitia hendak meninggalkan Masjid untuk memberikan hak badan alias makan siang, Irfan masih sesenggukan di pangkuan ibundanya. 

Semoga Irfan bisa menjadi anak yang sholih, ibunya telah bertindak dengan benar, bahkan keinginan agar anaknya bisa berubah menjadi baik ia buktikan dengan hadir tepat waktu dari awal taushiyah hingga akhir, Doa Ibu untuk anaknya merupakan doa yang dikabulkan Allah SWT. 

Semoga bermanfa'at. amien

Belitung Timur, Ustadz Akhmad Sadzali Lc


Share this article :

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran

 
Support : Public Relation Rumah Ruqyah Indonesia
Copyright © 2011. Rumah Ruqyah Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger