Renungan Buat Peruqyah Seperti Saya

Renungan Buat Peruqyah Seperti Saya


    Dunia ruqyah memang dunia yang selalu ramai dengan pendapat dan inovasi. Adalah hal yang biasa jika pendapat dan inovasi masih berada dijalur hijau. Ketika seorang peruqyah sudah mampu "mengusir" jin maka ia akan menapak lebih jauh berkelana melampaui batas-batas keilmuan yang dimilikinya.

   Dia asyik dengan dirinya sendiri tanpa menoleh sedikitpun pada kebakuan pendapat para ulama yang punya otoritas membenarkan dan menyalahkan karena mereka punya ilmunya, mampu menyelami samudera al-Qur'an dan as-Sunnah.

    Seorang peruqyah mestinya berhati-hati menyetir "angin" jika tidak ingin terseret badai. Dia harus waspada mengemudi arus jika tak ingin dihempas ombak. Keberanian seorang peruqyah bermain dengan dunia yang baru dikenalnya tanpa pernah mengenalnya secara pasti, akan membuatnya terkubur oleh kiamat dunia itu tanpa ia sadari.

     Karena itulah, ulama-ulama yang kita hormati sebagai "ahludz dzikra" selalu mengingatkan bahwa peruqyah itu harus punya ilmu...ilmu..ilmu...jika memang ingin berfatwa atau sekedar membuat opini.... Sangat mudahnya seorang peruqyah melakukan hal-hal yang tidak dikenal dalam sebuah disiplin ilmu tertentu dengan alasan ijtihad, merupakan langkah yang terlalu terburu-buru.

     Ibarat mengepak sayap ingin menembus awan, padahal kaki tertancap dikubangan lumpur kejahilan. Adakah yang lebih parah saat kebodohan lebih mendominasi diatas iman dan akal ? Silahkan anda meruqyah dengan kemampuan anda yang ada, dengan tradisi yang sudah ada, dengan metode yang sudah berjalan, tapi jangan coba menambah dan mengurangi sesuatu yg sudah sempurna.

      Apa yang kurang dari apa yang sudah dijelaskan Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam? Masihkah kita mencoba untuk mencari sesuatu yang baru jika yang direkomendasikan Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam sudah memadai? Biarlah kita dianggap tidak inovatif, asalkan kita selalu bersama Sunnah. Biarlah kita dianggap kaku, asalkan ruqyah kita tetap menjaga keasliannya.

Ustadz Musdar Bustamam Tambusai

Direktur dan Konsultan Syari'ah at Rumah Sehat Thibbun Nabawi Al-Iman, Medan

Comments