[Humor] Imam Abu Hanifah dan Air

Imam Abu Hanifah dan Air


Saat dalam perjalanan pada suatu siang yang terik di sebuah desa, Imam Abu Hanifah merasa sangat haus, tapi beliau tidak punya air untuk diminum. Pucuk dicinta ulam tiba, datang seorang laki-laki Badui membawa air satu termos kecil.

Abu Hanifah pun minta air kepada orang badui tersebut, tapi dia menolak. Tidak mau memberi (biasanya, penduduk setempat dengan senang hati memberi air gratis). Si badui ingin air yang di dalam termos kecilnya dibeli seharga lima dirham, tidak mau kurang dari itu.

Akhirnya, Abu Hanifah membeli air dalam termos kecil itu seharga 5 dirham. Abu Hanifah pun minum. Selesai minum, Abu Hanifah menawarkan kue kering yang dilumuri minyak zaitun kepada orang badui tersebut.

Tentu saja si badui tidak menolak. Dia pun makan kue pemberian Imam Abu Hanifah. Selesai makan, orang badui itu merasa haus. Dia minta air kepada Abu Hanifah, tapi Abu Hanifah tidak mau memberi air secara gratis.

Kalo kamu mau minum, air ini saya jual 5 dirham, kata Abu Hanifah. orang badui itu pun memberikan 5 dirham miliknya (yang tadi dia dapatkan dari Imam Abu Hanifah) kepada Abu Hanifah.

Dia pun minum. Imam Abu Hanifah berkata; "Saya pun mendapatkan kembali lima dirham milik saya dan air itu masih ada sisanya.. " [Ibnul Jauzi, al-Adzkiya']

Ustadz Abduh Zulfidar Akaha

Comments