cookieChoices = {};
Home » » Mendiagnosa Kesehatan Tubuh Dengan Iridologi

Mendiagnosa Kesehatan Tubuh Dengan Iridologi

Written By Rumah Ruqyah on 2014-08-04 | 12:04:00 PM

Mendiagnosa Kesehatan Tubuh Dengan Iridologi 


    Mata adalah salah satu indera yang paling vital pada manusia. Melalui mata, seseorang dapat mengungkap semua kejadian yang ada di sekitarnya. Melalui mata pula, seseorang dapat dilihat kondisi fisik, mental dan spiritualnya.

   Barangkali, banyak yang masih ingat tindakan dokter bila sedang memeriksa pasien. Cukup membelalakkan mata pasien untuk mengetahui kesehatan dan penyakitnya. Konon, dalam sebuah perbincangan pun, dapat juga mengetahui isi hati lawan bicara melalui mata.

    Fenomena ini tampaknya sangat dekat dengan suatu ilmu yang mempelajari tanda-tanda pada struktur jaringan iris mata yang disebut iridologi. Namun, menurut dr. Bertha Herlina, dokter spesialis penyakit dalam klinik Provitalitas, ada perbedaan antara iridologi dan fenomena itu.

    "Bukan hanya pengobatan, tapi iridologi lebih pada pencegahan," katanya. Bertha mengatakan, iris adalah perluasan dari otak. Oleh karena itu, sesuatu yang terekam di dalam otak dapat terlihat pada serabut iris mata. Rekaman itu sebagai bentuk khas sesuai kondisi organ tubuh.

     "Tanda pada iris itu, representasi gambaran detail kondisi badan secara keseluruhan." Analisa serabut iris mata akan memperlihatkan kondisi tubuh seseorang, apakah yang bersangkutan dalam keadaan baik atau tidak.

     Pola, struktur, warna dan tingkat kecerahan di bagian iris mata menggambarkan keadaan bagian tubuh tertentu dan berhubungan dengan keadaan aktivitasnya, luka, iritasi atau adanya degerasi jaringan dan organ.

    Dari iris mata juga dapat diketahui apakah ada akumulasi racun akibat penggunaan NAZA (narkotik dan zat adiktif), ketidakstabilan nutrisi dan bahan kimia, serta kemajuan pengobatan yang sedang dilakukan

     Iridologi tidak bisa menyatakan ada tidaknya penyakit tertentu dalam tubuh, tetapi hanya menyajikan informasi tentang kondisi jaringan tubuh dan mengindikasikan kecenderungan ke arah adanya gangguan dalam tubuh, meski gejalanya masih belum terlihat.

     Dengan demikian, iridologi dapat memberikan rekomendasi upaya preventif menghindari kondisi yang lebih buruk. Selanjutnya, dapat memberikan arahan untuk upaya kuratis penyehatan dan mengetahui efektifitas pengobatan yang telah dilakukan.

      Yang harus diingat, iridologi tidak dapat digunakan untuk menentukan lokasi parasit atau kuman-kuman di tubuh, tapi hanya menujukan adanya inflamasi dan kondisi racun yang diakibatkan kehidupan parasit atau kuman.

    Iridologi juga tak bisa dijadikan petunjuk hamil tidaknya seorang wanita, karena kehamilan merupakan kondisi normal dalam badan seorang wanita. Pada intinya, menurut dr. Bertha, iridologi berguna untuk mengetahui derajat kesehatan tubuh, kekuatan dan kelemahan tubuh, kelemahan dan kekuatan organ serta jaringan dan sendi.

     Selain itu dapat diketahui pula metabolisme dan penyerapan dalam pencernaan, kadar kelelahan fisik, stress, potensi kelupaan, pola tidur, polusi lingkungan, kekebalan tubuh, kualitas energi syaraf dan tingkat penuaan.

     Filosofi iridologi, menekankan pada pengobatan pasien bukan pada penyakitnya. Dengan mengetahui gangguan yang menyebabkan keluhan atau penyakit seseorang, tidak hanya diobati penyakitnya saja, tetapi dapat dicegah untuk memperoleh tingkat kesehatan yang lebih baik.

     Orang yang pertama kali merintis cabang ilmu ini adalah Dokter Ignatz Von Peczely yang berasal dari Hungaria. Dia pertama kali menemukan iridologi pada tahun 1861, yang dianggap sebagai tahun kelahiran iridologi.

     Hasil penelitian Bapak Iridologi, ditemukan tanda dan konfigurasi pada iris seseorang mengidentifikasikan adanya penyakit atau kelainan organ di dalam badan orang tersebut. Perkembangan iridologi kemudian mengalami kemajuan yang sangat fantastik seiring dengan perkembangan teknologi.

      Perkembangan teknologi, mengantarkan ilmu ini mencapai kesempurnaan. Perkembangan teknik kamera digital, salah satu faktor yang mempercepat kemajuan ilmu iridology. Teknik kamera ini, dapat memeriksa iris lebih sempurna sehingga menghasilkan suatu standarisasi "atlas iris topografi" yang lebih akurat dan detail, perkembangan ini kemudian dikenal sebagai iridology digital. (Maya/E. Karel Dewanto)

Sumber, klik brc.com
Share this article :

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran

 
Support : Public Relation Rumah Ruqyah Indonesia
Copyright © 2011. Rumah Ruqyah Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger