Membongkar Trik Ghaib Dukun

Membongkar Trik 'Ghaib' Dukun

 Saat menafsirkan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala;

 قل لا يعلم من في السموت والارض الغيب إلا الله 

"Katakan (hai Muhammad); tidak ada yang tau masalah gaib di langit-langit dan bumi kecuali Allah." [QS. An-Naml: 65]

 Imam Al-Qurthubi menyebutkan sebuah kisah menarik: Ada seorang dukun atau paranormal yang ditangkap oleh Al-Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqofi ketika dia menjadi gubernur Jakarta eh Kufah. Saat dibawa ke hadapan Al-Hajjaj, Al-Hajjaj mengajaknya ngobrol sambil mengambil sejumlah kerikil. Al-hajjaj bertanya:

   "Ada berapa banyak kerikil di tanganku?" si dukun diam sebentar lalu menjawab: "sekian.." (tidak disebutkan angkanya) jawaban si dukun ternyata benar.

   Al-Hajjaj mengajaknya ngobrol lagi, sambil mengambil sejumlah kerikil (lagi). Al-Hajjaj bertanya lagi: "Ada berapa banyak kerikil di tanganku?" setelah diam agak lama, si dukun mengatakan tidak tahu. 

   Al-Hajjaj: "Celaka kamu ini! Knapa tadi kamu bisa menjawab benar, tapi sekarang bilang gak tau?". 

    Dukun: "Wahai gubernur.. bukankah engkau sendiri juga tidak tau jumlahnya?".

    Al-Hajjaj:  "Tidak".

    Dukun: "Kalo bgitu, saya juga tidak tahu.."

    Al-Hajjaj: "Lalu apa bedanya dengan yang tadi?"

    Dukun: "Kalo yang pertama tadi, engkau menghitungnya, engkau tahu jumlahnya. Maka aku pun tahu jumlahnya (melalui jin-ku). Itu bukan ghaib. Tapi yang terakhir, engkau tidak menghitungnya. engkau tidak tau jumlahnya, maka aku (jin-ku) pun juga tidak tau." [Al-Qurthubi, al-Jami' li Ahkam al-Qur'an]

***

   Begitulah cara kerja dukun. Apa yang mereka ketahui dan ramal, kalo benar, pada dasarnya adalah karena informasi dari orang lain juga, melalui jin-nya. Contoh gampangnya, kalo kita tau berapa isi dompet kita, maka dukun itu denga mudah menebak berapa isi dompet kita.

   Karena jin-nya akan bertanya kepada jin qorin kita. Adapun kalo kita gak tau berapa uang yang ada di dompet kita (mungkin saking banyaknya ), maka si dukun pun juga gak bakalan tau jumlahnya. Wallahu a'lam.

Ustadz Abduh Zulfidar Akaha

Comments