Skip to main content

Mereka bukan Lelucon!

Mereka bukan Lelucon!


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS. Al Hujurat [49]: 11)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pasca Pemilu kali ini ada fenomena lain selain fenomena munculnya Caleg Stress. Sebuah istilah dari para calon legislatif yang gagal hingga menjadi stress karena hasil yang diharapkan tidak sebanding dengan yang dikeluarkan.

Fenomena apa itu? Fenomena penanganan Caleg stress. Yah, hukum ekonomi terjadi disini, dimana jika ada permintaan pasti akan muncul penawaran.

Yang menyambut gembira adanya fenomena caleg stress disini Rumah sakit Jiwa, psikologi, psikiater dsb. Ada satu yang menarik disini; adanya sebagian peruqyah menyambut hangat akan hal ini.

Dibenarkah hal itu?

Ikhwah Fillah, sebagai dai' (penyeru kebaikan Islam) tentu kita harus menyebarkan kebaikan dengan hanif (baik) caranya. Diterimanya suatu amalan itu ada 2 sebab; niat karena Allah dan baik caranya (sesuai yang diajarkan Rasulullah).

Apakah Rasulullah pernah berperilaku seperti itu? Menjadikan guyonan disaat orang lain kesusahan, seperti; "Klinik kami menerima caleg stress' dan yang sejenisnya?

Tentu tidak, banyaknya kemungkinan caleg yang stress seharusnya menjadikan prihatin, betapa banyak orang yang tidak siap menerima kegagalan, menempuh segala cara demi meraih keuntungan besar.

Inilah lahan dakwah kita, dan tidak perlu diproklamirkan hingga membentuk guyonan. Apakah kita sudah merasa lebih baik dari caleg stress itu?

Jangan sampai, Allah mengampuni kesalahan para caleg stress dan justru menghinakan kita dengan membuat kita sombong seolah bisa menyembuhkan mereka?

Mari kita sudahi guyonan itu, mari kita tunjukkan akhlak Mukmin yang sebenarnya seperti yang Rasulullah contohkan. Semoga Allah meridhoi setiap langkah kita.

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…