Benarkah Sugesti dalam Meruqyah

Benarkah Sugesti dalam Meruqyah


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ustadz ana mau bertanya,

Ada terapist Ruqyah Syariyyah yang menggunakan metode sugesti seperti: Membayangkan tangan masuk ke dalam kepala, lalu ambil ‘paku’ yang membuat kepala sakit lalu ditarik keluar perlahan.

Namany “self healing” dan ini bisa dilakukn oleh siapapun. Tidak harus orang itu Muslim. Jika Muslim diawali dengan al Fatihah. Benarkah metode itu Ustadz?

Ukhti A

Metode sugesti dalam ruqyah "self healing" ini hanya sebuah istilah yang digunakan, sebenarnya dalam kekhusyuan doa kita boleh membayangkan seakan-akan kita mencabut sesuatu dari dalam kepala, dada, perut dll.

Salah satu contohnya seperti yang dilakukan oleh Syekh Ibnu Taimiyah. Beliau mengatakan saat meruqyah pasien yang mengalami pendarahan, beliau membacakan ayat-ayat yang mengisyaratkan kering dari banjir.

Yaitu keringnya banjir di zaman Nabi Nuh, dalam surat Hud ayat : 44.

Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim ." (QS. Huud (11): 44)

Saat meruqyah org yang sakit perut atau ada indikasi sihir di dalam perut beliau membaca ayat 31-35 dari surat Arrahman yang mengandung arti secara bahasa mengosongkan dll.

“Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin. Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya). “ (QS. Ar Rahman (55) : 31 – 35)

Jadi sejak dulu sudah ada sugesti semacam “self healing” namun kita tidak atau belum pakai nama-nama yang seperti itu. Bagi peruqyah yang mengerti bahasa Arab akan lebih khusyu' dengan menghayati makna yang terkandung sekalian dihubungkan dengan memohonkan kesembuhan penyakit yang diderita.

Saat menghadapi orang yang panikan kita baca ayat 13 dari surat al an'am dll.

“Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. “ (QS. Al An'am (6) : 13)

Sihir tidak selalu identik dengan paku, maka tidak perlu mensugesti pikiran dengan mencabut paku, yang jelas memohon agar penyakitnya hilang, jika kanker maka sel-sel kamkernya mati, bacakan ayat-ayat tentang kematian.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Al Imran (3): 185)

Wallahu'alam Bishowab

Ustadz Achmad Junaedi Lc

 Direktur Rumah Ruqyah Indonesia

Ingin konsultasi langsung dengan Ustadz Achmad Junaedi? Bisa langsung bergabung disini

Comments