Skip to main content

Seorang Kakek Kena Pelet

Seorang Kakek Kena Pelet


7 januari 2013 di Rumah Ruqyah Indonesia

Seorang kakek di dampingi istrinya mengeluhkan dirinya tidak bisa lepas ingatan dari seorang perempuan, dan dia tidak tahu kenapa ini ia alami. Jika ingin tidur terbayang-bayang terus sampai larut malam akan wanita itu.

Jam berapa pun ia ditelpon oleh perempuan tersebut dia siap datang . “Saya tidak tahu ustadz kenapa bisa begitu?” seru bapak tersebut

Saya: “Bapak suka dia (perempuan itu)?”

Kakek: “Tidak ustadz!”

Ruqyah pun dimulai. Doa pembukaan dilanjut pembacaan Al-Fatihah, 5 ayat pertama Al-Baqaroh dilanjutkan lagi ayat ke 102.

Kakek merasakan sakit sekali di perutnya dan muntah beberapa kali. Surat Al-Fatihah dibacakan berulang-ulang dan masih saja kakek tersebut muntah-muntah. Saya menganjurkan membaca 3 Qul masing-masing 3x sambil menempelkan telapak tangan di bagian yang sakit dan alhamdulillah membaik.

Kakek tersebut merasakan asin saat muntah.

Saya: “Pernah diberi air minum asin pak?”

Kakek: “Pernah Ustadz saat saya batuk. Sejak itulah saya mulai kayak dicocok hidung apa maunya saya turuti....”

Insya Allah besok jum'at (hari ini) ruqyah ulang

Mohon do’anya Sahabat Facebook, semoga kakek ini diberikan kesembuhan dan dijauhkan dari dari hal seperti ini lagi.

Ustadz Aris Fathoni
Team Ruqyah VIP Ruqyah

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…