Skip to main content

Akibat terlalu latah dan salah mengamalkan shalawat

Akibat terlalu latah dan salah mengamalkan Shalawat


  Pada Ahad tanggal 26/01/14, Ustadz Aris Fathoni dan Admin berangkat menuju Kota Wisata, Cibubur guna meruqyah 2 kantor.

  Qadarullah, hanya tercapai 1 kantor karena terbatas waktu. Tapi ada cerita menarik saat berlangsungnya proses Ruqyah kantor.

  Saat Ustadz Aris sedang membacakan ayat-ayat Ruqyah, terjadi reaksi seorang ibu yang sedang menyaksikan proses ruqyah kantor.

   Alhasil, ruqyah kantor dihentikan dan terkonsentrasi menolong si ibu. Selang beberapa saat kemudian si ibu sadar (sebelumnya sempat pingsan saat penanganan lebih lanjut).

  "Ibu punya amalan apa?" Tanya Ustadz Aris

  "Biasa kok ustadz, amalan sehari-hari. Amalan shalawat..." jawab si ibu.

  "Ibu, mending shalawatnya diganti dengan shalawat Ibrahimiyah (Allahuma sholli 'ala muhammad dst. Edt). Lebih aman dan tinggalkan amalan ibu itu" terang Ustadz Aris.

  "Baik ustadz" jawab lirih (karena ibu itu terlihat lemas karena muntah2 terus).

****

Waktu Zuhur pun tiba. Setelah sholat Zuhur, makan siang, akhirnya ruqyah rumah pun berlanjut dengan dibacakan Full Surat Al Baqarah.

Dan terjadi kembali ibu tersebut muntah2 hebat dari ruangan sebelah.

Hikmah yang bisa kita dapatkan. Banyaknya amalan-amalan yang diragukan keabsahannya dari Rasulullah, hingga menjadi pintu masuk syaithon.

Jadi. buat ikhwah Fillah yang terima amalan/dzikir, jangan ragu untuk bertanya dalilnya. Guna keamanan dan tersampainya amalan kita.

Dan tambahan, jika antum latah, jangan terlalu dilepas. Cobalah rem dengan istigfar. Karena memang ibu tersebut juga latah dan rentan berkata tidak baik 

Wallahu'alam bishowab.

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…