Skip to main content

Bolehkah Mempercayai 'Pengakuan' Jin?

Bolehkah Mempercayai 'Pengakuan' Jin?




Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  Mau tanya, peruqyah ketika menemukan pasien yang kesurupan (A) kadang dia bisa melihat hal-hal ghaib atau benda-benda sihir. Sehingga peruqyah kadang suka bertanya jinnya darimana, kenapa masuk ke tubuhnya pasien, dimana buhulnya.

   Bolehkah bertanya hal-hal seperti itu? Apa hukumnya? Dan misalnya boleh bertanya dalam rangka mencari kesembuhan buat si pasien, bolehkah bertanya tentang buhul pasien yang lain (B), mumpung pasien A ini bisa melihatnya.

    Walaupun kita tau bahwa kita gak bisa menerima atau menolak semua berita yang dikabarkan oleh jin.

Mohon pandangannya tentang hokum bertanya hal seperti itu ke si pasien (bukan bertanya seputar jodoh, nasib, peruntungan, dsb). Syukron

AM

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Menanyakan buhul pasien yang lain? Riskan sekali, terkadang peruqyah tergoda untuk menanyakan hal itu.

Sebaiknya tidak, karena hal itu tidak ada hubungannya, kecuali pasiennya masih dalam satu ikatan keluarga. Bertanyanya pun hanya berbentuk ujian atau sebagai tes saja.

Yang harus dilakukan adalah:

- Perintahkan jin itu sendiri yang menghancurkan buhulnya setelah dia taubat. Sangat sedikit sekali dari ribuan pengakuan tempat buhul oleh jin yang  benar. Sekali lagi kita tidak boleh bertumpu pada pernyataan jin.

- Fokuskan untuk munajat dan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan membaca Al Qur’an, berdzikir dan berdo’a. Wallahu’alam bishowab.

Ustadz Achmad Junaedi Lc

Direktur Rumah Ruqyah Indonesia

*Tanya-jawab berlangsung di Group WA Rumah Ruqyah Indonesia, bagi yang ingin bergabung bisa request di 081282171

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…