thumbnail

Bingung dengan Sabuk Mori ‘Berisi’

Posted by rumah ruqyah on 2013-09-26

Bingung dengan Sabuk Mori ‘Berisi’


Assalamu'alaikum Rumah Ruqyah Indonesia.

   Saya SR dari Batam, mau cerita, 13 tahun yang lalu (sewaktu masih di SMP) saya ikut bela diri pencak silat sampai selesai.. Saya mendapatkan sabuk (mori) yang terbuat dari kain kafan ada tulisan ayat al Qur’an nya. Kata pelatih di sabuk itu sudah diisi (ada isinya) entah apa saya kurang tau.

  Yang boleh menyentuh selain kami yang sudah dilantik, hanya ibu kandung. Dan kalo sedang haid tidak boleh menyentuh sabuk tersebut apalagi memakainya. Saat itu saya tidak tau apa-apa, karena cuma sekedar ikut-ikut teman biar ada kegiatan positif.

  Sejak lulus SMP saya sekolah diluar kota, sehingga saya tidak pernah menyentuh sabuk tersebut dan menyimpannya sampa sekarang. Memang masih tersimpan.

  Baru-baru ini teman-teman saya yang ikut silat bareng (2 orang cewe) saling bercerita, tentang sabuk itu. Apakah masih disimpan. Dan ternyata kekhawatiran saya muncul sejak mereka bilang.

  Saya harus segera menyingkirkan jauh-jauh kalo bisa dibuang saja sabuk tersebut. Sebut saja Umi, dia cerita bahwa sudah lama benda tersebut dikasihnya ke orang yang pernah meruqyah keluarganya untuk dimusnahkan.

  Awalnya keluarganya ingin mencoba mengobati ibunya yang sakit dengan ruqyah, lalu satu-satu kakak, abang nya juga diruqyah dan tidak terjadi apa-apa, lalu ibunya menawarkan untuk meruqyah Umi juga.

  Awalnya dia menolak, bahwa dia merasa baik-baik saja. Tapi setelah di coba diruqyah, ternyata ada reaksi dari teman saya itu. Dadanya sakit sekali. Setelah diingat-ingat ternyata waktu kami dilantik kami ada semacam wirid dan puasa untuk kenaikan.

  Dan kami memakan hati ayam yang sudah dibaca-baca. (kata pelatihnya supaya kami bisa seperti sifat ayam tersebut. )

  Satu lagi sebut saja Irma, dia juga sudah sejak lama membuang sabuk itu karena keluarganya mengikuti pengajian, dan guru pengajian tersebut menasehati untuk membuang barang-barang semaacam jimat tersebut.

  Memang selama ini, saya merasa diri saya aman-aman saja, seperti ada yang menjaga saya. Kemana saja berjalan seperti ada yang mengikuti. Saya juga mendapat mimpi seperti petunjuk, klo cowo-cowo yang sedang dekat dengan saya tidak baik untuk saya.

  Pasti mendapat mimpi kalo mereka akan meninggalkan saya sebelum hal tersebut terjadi. Tapi saya tidak pernah memikirkan mimpi itu. Tapi kalo sudah terjadi, saya baru ngeh. Umur saya juga sudah 27 tahun sampai sekarang seperti tidak ada yang berani mendekati saya untuk serius.

  Pernah beberapa kali, entah mimpi atau bukan, saya seperti digauli makhluk halus. Seperti ada yang menimpa tubuh saya.

  Nah, sekarang saya bingung. Apa yang harus saya lakukan. Bagaimana ruqyah mandiri itu? Supaya shalat juga khusu’. Terkadang emosi saya tidak terkendali juga. Malas ibadah seperti ada yang membisiki jangan shalat.

Lalu bagaimana dengan sabuk itu ya ? Mohon bantuannya. Apakah ada info tempat ruqyah di batam ?

Sebelumnya terima kasih.

SR
Batam

Wa'alaikumussalam. Warahmatullahi. Wabarakatuh.

Bakar sabuk itu dengan membaca ayat kursi, lakukan ruqyah mandiri, sholat sunnah 2 rokaat, baca istighfar mohon ampun atas segala dosa, dosa syirik, dosa minta bantuan kepada jin, dosa percaya sama jimat dll.

Setelah itu baca : 

- Alfatihah 
- Al Baqarah : 1-5, 102-103, 163-164, 255-257, 284-286. 
 - Ali Imron : 1-10, 18-19, 26-27. 
- Ash Shoffat : 1-10. 
- Al Hasyr : 21-24. 
- Al Jin 1-10, 
- Al Ikhlash, al Falaq dan an Nas.

Baca ayat-ayat tersebut dan tiupkan ditangan setelah itu usapkan ke dada atau ketempat yang terasa panas. Semoga Allah tolong kamu terbebas dari gangguan ini. Aamiin.

Ustadz Achmad Junaedi Lc 

Direktur Rumah Ruqyah Indonesia

September 26, 2013
thumbnail

Uang Logam “Penghapus” Hutang

Posted by rumah ruqyah on 2013-09-25

Uang Logam “Penghapus” Hutang

  "Dua tahun yang lalu, saya mencoba membuka sebuah usaha kecil-kecilan dengan modal pinjaman dari beberapa orang teman. Dari situlah, awal mula kisah saya ini," tegas seorang Bapak membuka kisahnya. Setahun pertama, perjalanan bisnisnya belum menunjukkan hasil yang di harapkan. 

   Untuk menarik perhatian pelanggan, ia berusaha menambah jenis barang yang ditawarkan. Modal tersebut, lagi-lagi ia dapatkan dari berhutang. Tutup lobang, gali lobang. Memasuki enam bulan berikutnya, bisnisnya semakin hancur. Dagangan habis, untungnya tidak kelihatan. 

   Hanya meninggalkan hutang di sana-sini. "Sejak itu saya merasa bingung bahkan putus asa. Beberapa orang teman mulai menagih uang mereka dengan cara-cara yang keras. Saya hanya bisa janji dan janji, tanpa tahu kapan bisa melunasinya. Karena malu tidak bisa membayar semua hutang, saya pun menutup bisnis itu," urainya panjang. Hari-harinya dilalui dengan kecemasan datangnya sang penagih hutang.

   "Dalam kondisi bingung seperti itu, saya diajak seorang teman untuk pergi ke seorang dukun yang katanya sakti mandraguna. la bisa menyelesaikan semua masalah pasiennya. Saya langsung tertarik," tambahnya semangat. Setelah beberapakali menyambangi sang dukun, ia dibekali sebuah jimat sakti. 

   Lebih dari itu, ia pun diperintahkan untuk membakar kemenyan dan membaca mantra-mantra setiap malam Jum'at tiba. "Enam bulan berjalan, semuanya malah nggak karuan. Hutang makin menumpuk, ritual tak ada hasilnya. Alhamdulillah Allah SWT masih sayang sama saya, lewat seorang sahabat karib," tegasnya kemudian. 

   Sahabatnya itu menganjurkan kepadanya, agar menyerahkan jimat yang diberikan sang dukun kepada Majalah Al-lman (Ghoib). "Memakai jimat itu dibenci Allah," kata si Bapak menirukan pesan dari sahabatnya. Yang paling membahagiakannya lagi, jika jimat ini sudah di musnahkan, maka sahabatnya itu akan membantu masalahnya. 

   "Saya akan diberi pinjaman olehnya untuk membayar semua hutang saya, dengan bunga yang cukup lunak. Saya bersyukur, dan berterima kasih kepada Allah atas semua solusi ini. Oh ya....saya kapok pakai jimat, bikin sengsara aja," tegasnya menutup pembicaran. Oke deh...begitukan lebih baik!

Bentuk Jimat

  Jimat ini berbentuk uang logam, dengan nilai nomimal seratus rupiah. Jumlahnya ada empat buah. Pada saat diserahkan, jimat ini dibungkus oleh kain putih yang di dalamnya terdapat kembang tujuh rupa.

Kesaktian Jimat

  Jimat ini diyakini bisa membuat sipenagih hutang lupa, sehingga ia tidak ingat lagi akan uang yang telah dipinjamkannya. Ritual membakar kemenyan dan membaca mantra-mantra adalah cara yang dianggap jitu, untuk membuat orang lain mudah melupakan uang yang telah dipinjamkannya.

Bongkar Jimat

   Lari dari hutang, mendatangi dukun serta mempercayai jimat adalah rentetan amal yang bertentangan dengan nillai-nilai yang lurus dari ajaran Islam. Dukun. Lagi-lagi menjadi biang kerok kesesatan yang berkedok pertolongan. 

   Dengan mempergunakan media jimat dan berbagai ritual yang ngawur, dukun telah bersekutu dengan syetan untuk mengelabui pasiennya. Ritual membakar kemenyan dan membaca mantra-mantra, jelas-jelas telah mengotori aqidah seorang muslim yang hanif. Kali ini korbannya adalah seorang Bapak yang sedang kebingungan mencari uang untuk membayar semua hutang-hutangnya. Hasilnya dapat dipastikan nihil. Bohong belaka.

   Lebih dari itu, berhutang dalam menjalani kehidupan ini dapat dikatakan sesuatu hal yang lumrah. Apalagi jika dipergunakan untuk mengembangkan usaha. Namun, masalah kemudian akan datang jika kita tidak amanah dengan berusaha membayar hutang tersebut. 

   Dari sinilah malapetaka berawal. Rasulullah tidak suka jika seorang Muslim membiasakan berhutang. Sebab hutang dalam pandangan seorang Muslim yang baik, adalah merupakan kesusahan di malam hari dan suatu penghinaan di siang hari. 

   Justru itu Nabi selalu minta perlindungan kepada Allah SWT dari berhutang. Doa Nabi dalam masalah hutang sebagai berikut: "Ya Tuhanku! Aku berlindung diri kepadamu dari terlanda hutang dan dalam kekuasaan orang lain." (Riwayat Abu Daud).

   Dan beliau bersabda pula: "Aku berlindung diri kepada Allah dari kekufuran dan hutang. Kemudian ada seorang laki-laki bertanya: Apakah engkau menyamakan kufur dengan hutang ya Rasulullah ? la menjawab: Ya!" (Riwayat Nasa'i dan Hakim) 

   Ketika seorang Muslim terpaksa harus berhutang, maka ia harus benar-benar bersungguh-sungguh untuk melunasinya. Tidak akan lari dari masalah. Hal inilah yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam perjalanan hidupnya. 

   Pada suatu hari seorang Yahudi datang menemui Rasulullah SAW hendak menuntut hutangnya. Akan tetapi, cara orang Yahudi itu datang menuntut hutangnya amatlah kasar. Saat Yahudi itu menghampiri Rasulullah SAW dia langsung merenggut baju Rasulullah SAW sambil berkata: 

   "Hai keturunan Abdul Mutthalib, engkau memang dari golongan orang yang suka menangguh-nangguhkan hutang" Sikap kasar serta tutur kata yang tidak sopan dari orang Yahudi itu sangat menyakitkan hati Umar bin Khattab yang berada bersama-sama dengan Rasulullah SAW ketika itu. Oleh karena perasaaan marahnya begitu meluap Umar langsung menarik Yahudi itu.

   Rasulullah SAW terkejut dengan sikap Umar yang tidak dapat menahan amarahnya. Walaupun air muka Rasulullah SAW terbayang kemarahannya tetapi beliau dapat menahan perasaan itu. Lalu beliau berkata kepada Umar. 

   "Wahai Umar, saya dan dia, mempunyai urusan yang penting. Biarlah kami berdua yang menyelesaikannya dan janganlah kau mencampurinya. Lebih baik engkau menyuruh saya membayar hutang itu dengan baik dan menyuruh dia menuntut hutang dengan baik juga. Sebenarnya saya masih ada tempo tiga hari lagi untuk membayar hutang tersebut". Maka beliau menyuruh Umar membayar hutangnya dengan memberi dua puluh gentong gandum kepada Yahudi itu sebagai balasan karena Umar telah berlaku kasar terhadap si Yahudi.

   Ketika si Yahudi melihat kejadian itu tiba-tiba ia berkata : "Wahai Umar, semuanya ini merupakan tanda-tanda kenabian. Saya telah dapat melihat tanda-tanda tersebut terbayang di raut wajah nabi ketika saya memperhatikan wajahnya. Sebenarnya saya ingin mengetahui apakah benar dia seorang nabi. Karena itulah saya uji dia untuk mengetahui apakah dia seorang yang tinggi akhlaknya dan pemaaf. Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah SWT dan bahwasanya Muhammad itu adalah utusan Allah." 

   Begitu besarnya pengaruh sifat amanah dan sabar Rasulullah SAW hingga menyebabkan Yahudi yang mengasari beliau terbuka hatinya untuk memeluk agama Islam. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada Bapak ini, yang telah berusaha membersihkan aqidahnya dari kemusyrikan. Insya Allah.



September 25, 2013
thumbnail

Angka Sial (13) dan Jumat Kliwon dalam Pandangan Islam

Posted by rumah ruqyah on 2013-09-13

Angka Sial (13) dan Jumat Kliwon dalam Pandangan Islam

   Sebagian masyarakat menganggap angka 13 sebagai angka sial. Khususnya di daerah Jawa, jika tanggal 13 tersebut jatuh di hari Jumat Kliwon, maka hari tersebut merupakan hari paling ditakuti.

   Banyak diantara masyarakat yang masih mempercayai mitos ini hingga bahkan takut keluar rumah. Mereka lebih memilih berdiam diri di dalam rumah khawatir jika terjadi sesuatu yang menimpa mereka di luar rumah.

   Hari ini, 13 September 2013 yang jatuh pada Jumat Kliwon? Ketakutan akan Jumat 13 ini memang ada dan diyakini oleh sebagian orang.

  Mereka yang mengidapnya disebut paraskevidekatriaphobia atau friggatriskaidekaphobia. Sedangkan orang yang takut terhadap angka 13 disebut triskaidekaphobia.

  Pengidapnya ternyata bukan hanya dari orang-orang kampung yang percaya tahyul dan mitos. Bahkan, orang sekelas mantan presiden AS Franklin D Roosevelt juga ikut-ikutan mempercayainya.

  Diketahui, ternyata Roosevelt tidak pernah bepergian pada tanggal 13. Ia juga menghindari hal-hal yang berbau 13 seperti menjamu tamu yang jumlahnya 13 orang, menaiki gedung di lantai 13, dan lain sebagainya. Demikian juga orang-orang tenar lainnya seperti Napoleon, Stephen King, dan presiden Herbert Hoover. Semua mereka percaya kalau angka 13 merupakan angka yang membawa sial bagi mereka.

  Phobia ini awalnya berkembang dari Barat. Bahkan, sejumlah film dan novel-novel banyak mengekspos soal angka 13 ini. Seperti buku karangan Simon Hawke yang berjudul "Friday The 13th". Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1987.

  Buku ini bercerita tentang pembunuhan misterius yang dilakukan oleh Jason akibat dendam masa lalu terhadap orang-orang yang telah membunuh ibunya. Ide dari buku tersebut akhirnya diangkat kedalam film yang berjudul "Friday The 13th". Film ini berkisah tentang Jumat tanggal dan dirilis tahun 2009.

  Kendati jenis phobia ini datang dari Barat, di Indonesia sendiri ternyata masih banyak yang percaya mitos angka 13. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya gedung-gedung tinggi yang tidak mempunyai lantai 13, Tidak ada kamar nomor 13, pesawat yang tidak memiliki tempat duduk nomor 13, dan lainnya.

  Tidak hanya angka 13, angka 4 juga dianggap angka sial karena merupakan hasil penjumlahan dari dua angka tersebut, 1+ 3 = 4. Gedung-gedung yang memiliki lantai 4 kemudian akan menggantinya dengan 3A. Salah satu tragedi bersejarah yang terjadi di hari Jumat tanggal 13 adalah puncak Tragedi Semanggi.

  Peristiwa itu terjadi hari Jumat tanggal 13 November 1998. Aksi mahasiswa yang mengepung gedung DPR MPR RI dan berujung pada pelengseran presiden Soeharto itu juga diwarnai tewasnya beberapa orang mahasiswa Trisakti.

  Jadi bagaimanakah pandangan Islam terhadap angka 13 dan Hari Jumat yang jatuh pada Tanggal 13? Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Ya'qub mengatakan dalam Islam tidak dikenal istilah hari sial.

  "Kita perlu sosialisasikan kepada masyarakat, tidak ada istilahnya hari sial atau yang berkaitan dengan tahyul pada angka 13," jelasnya, Kamis (12/9) sebagaimana dilansir Republika.

  Ia mengatakan, Hari Jumat merupakan hari yang agung. Dalam Islam Hari Jumat disebut dengan 'sayyidul ayyam' (Penghulu dari seluruh hari). Malah Hari Jumat merupakan hari berkah, didalamnya terdapat waktu-waktu mustajab untuk berdoa.

  Demikian juga dengan angka 13. Dalam Islam, justru bilangan ganjil seperti 1 dan 3 merupakan bilangan yang disukai. Seperti salah satu hadis yang mengatakan "Sesungguhnya Allah itu witir (Bilangan ganjil) dan Dia juga suka kepada hal-hal yang witir (jumlahnya ganjil)."


September 13, 2013
thumbnail

Permusuhan Setan Kepada Manusia

Posted by rumah ruqyah on 2013-09-09

Permusuhan Setan Kepada Manusia

Siapakah Setan itu?

Setan dalam percakapan arab adalah : Setiap yang membangkang dari jin, manusia, hewan dan segala sesuatu (Ibnu Jarir At Thabari)

Lihat Al Qur’an surat Al An ‘am : 112

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

  “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia) [499]. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS. Al An'am (6) : 112)

[499] Maksudnya syaitan-syaitan jenis jin dan manusia berupaya menipu manusia agar tidak beriman kepada Nabi.

  Umar bin Khatab pernah naik unta yang bengal, dipukullah ia, tambahlah bengal, lalu beliau turun dan berkata : “Kalian tidak menaikkanku kecuali diatas setan, aku tidak turun darinya kecualai (karena) jiwaku menolak”. (Lisanul Arab/1/202)

Kapan Mulai Permusuhan?

   Allah ciptakan malaikat dari cahaya, jin dari api. Awalnya mereka sama-sama taat kepada Allah, saat malaikat diperintah untuk sujud kepada Adam ada diantara jin itu yang menolak.

    Disebut Iblis dalam riwayat nama aslinya : Azaziil, ia percaya Allah sebagai : Pencipta, Menghidupkan dan mematikan. Namun kepercayaannya itu tidak bermanfaat. Ilmu yang tidak diamalkan.

Ustadz Achmad Junaedi Lc
September 09, 2013