Malas Shalat karena Punya Banyak Isim

Malas Shalat karena Punya Banyak Isim
Senin, 06 Mei 2013 / 25 Jumadil Akhir 1434 H

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Ustadz Ahmad Junaedi, Lc. yang saya hormati. Saya seorang wanita sejak beberapa tahun sering berkonsultasi, ke beberapa paranormal / orang pintar untuk menanyakan kapan saya akan mendapat jodoh karena usia saya akan memasuki usia 40 tahun tetapi kok belum juga mendapat jodoh, padahal saya sering sembayang dan doa.

    Karena saya putus asa maka saya sering ke orang pintar dan saya diberi isim. Saya banyak memiliki isim dari beberapa orang pintar. Namun setelah memiliki isim, saya malah suka malas sembahyang, suka lupa ayat-ayat al-Qur'an dan suka berbuat dosa yaitu cepat marah dan tidak sabaran dan lain-lain.

    Apalagi saat sembahyang lupa akan rokaat ataupun bacaan. Dengan apa yang saya perbuat sekarang tetap tidak mendatangkan jodoh malah bikin dosa, pikiran ini kadang sadar apa yang saya lakukan tetapi saya kok tidak berbuat apa-apa.

    Pertanyaan saya adalah: Saya harus berbuat apa? Bila saya membuang isim-isim begitu saja, saya takut akan terjadi apa-apa pada diri saya.

   Saya ingin sekali memiliki kaset ruqyah agar saya bisa mengaji. Mohon do’a dan penjelasannya serta solusi dari bapak Ustadz. Wassalam

Sri R.

Majalengka

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

    Segala puji milik Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam terlimpah kepada Rasululllah SAW. Saudari Sri dan seluruh pembaca Majalah Ghoib yang mudah-mudahan dikasihi oleh Allah SWT. Manusia yang hidup di dunia yang fana ini tidak memiliki apa-apa, badannya sekalipun itu adalah milik Allah. 

   Segala  sesuatu yang ada di dunia milik Allah. Diri, suami, istri, anak-anak, rumah, kendaran dan semua yang kita diberi hak untuk memilikinya pada hakikatnya adalah kepunyaan Allah semata.

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَ مَا فِي الأَرْضِ ...

“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di Langit dan apa yang ada di bumi.” (QS.Al-Baqarah : 284).

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

    “Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘lnnaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji' uun’ (kami adalah milik Allah kepada-Nya kami kembali).(QS. Al-Baqarah: I56)

    Alangkah miskinnya kita sebagai manusia ini, oleh karena itu tidak ada alasan bagi manusia untuk berputus asa dari rahmat Allah. Karena orang yang berputus asa itu pada hakekatnya tidak  beriman kepada Allah. Sebagaimana Allah nyatakan dalam surat Yusuf:

    “ Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum kafir.”(QS. Yusuf: 87)

    Saudara dan saudariku yang merindukan ridho Allah,  datang ke paranormal/orang pintar/dukun/spiritualis untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi bukan mendapatkan ridho Allah,  yang didapatkan justru murka Allah, karena Allah disekutukan dengan selain Dia. Tentu para pembaca Majalah Ghoib yang membaca kolom ini telah hafal hadits yang menjelaskan kesesatan dukun dan bahaya orang yang mendatanginya.

     Kita sebagai orang Islam patut prihatin dan berusaha mencarikan solusinya bagi saudara dan saudari kita yang belum menikah.  Perlu kita ketahui bahwa yang telat nikah tidak hanya perempuan (perawan tua) tetapi dari kalangan laki-laki juga banyak yang belum menikah istilahnya joker (joko kerak).

    Selama ini beredar bahwa jika ada perempuan yang sudah berumur dan belum menikah dikatakan karena ada yang “menggantungnya/memagarinyal” atau ada yang menikahkannya dengan batu atau pohon, akhirnya mereka datang berduyun-duyun ke dukun/paranormal yang pasang iklan dimana-mana , bagi yang tidak memiliki iman yang kuat mungkin akan berkomentar, wah… maklum aja namanya juga usaha.

    Ungkapan semacam sering kita dengar dari pasien Ruqyah yang memiliki keluhan dan pengalaman yang sama saudari Sri ini.

   Alhamdulillah banyak yang sudah bertaubat dan mau memahami bahwa, walau sihir penghalang itu ada namun masih banyak penyebab lain yang kita temui dalam kehidupan kita masa kini, sebab yang paling dominan ialah : Makin jauhnya umat Islam dari syariat Islam. Memang, sebab apapun bisa kita atasi selama kita teguh pada syariat.

   Mengenai gangguan jin yang dialami oleh saudari Sri setelah datang ke paranormal, tentu memprihatinkan akan tetapi sebesar apapun dosa selama pelakunya bertaubat insya Allah akan diampuni-Nya. Untuk mengakhiri kedholiman yang dilakukan jin terhadap saudari segeralah bertaubat kepada Allah dengan menyesali perbuatan itu dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

    Kemudian kumpulkan semua isim/jimat/rajah yang pernah diberikan kepada saudari lalu bakarlah dengan membaca ayat Kursi terlebih dahulu dan jangan ragu-ragu, jika ragu-ragu untuk membakarnya kirimkan saja ke kantor Majalah Ghoib.

     Menghancurkan kebatilan waiib hukumnya bagi kita semua sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jangan sampai dosa kita bertambah terus karena ragu-ragu. Padahal, kita sudah yakin perbuatan itu termasuk syirik.

    Jadi gangguan lupa jumlah rokaat sholat, malas sholat, cepat marah hanyalah sebagian kecil akibat perbuatan dosa ini. Sedang, bahaya yang besarnya adalah terjerumus ke dalam kesyirikan. Pengakuan saudari yang merasa tidak berdaya melawan kesyirikan ini juga bentuk gangguan jin yang lainnya.

     Maka sekarang tidak ada pilihan lain kecuali meninggalkan keyakinan yang salah itu sambil belajar lslam dengan baik dan benar serta terus berusaha untuk mencari pendamping hidup yang diidam-idamkan.

     lngatlah bagi saudara dan sudariku yang belum menikah, jangan sampai karena tuntutan karir, perbedaan suku, kekayaan, saling tunggu menunggu antara kakak dengan adiknya, mau bersenang-senang dahuIu, memiliki rumah dahulu, sudah punya rumah memiliki mobil dulu dan sebagai nya, menyebabkan terlantarnya muslimah atau muslimin yang secara jasmani dan rohani telah mampu dan siap untuk berkeluarga menjadi terundur sampai usia yang sudah tidak produktif lagi. Malah ada yang telah berusia 60 tahun.

    Maa syaallahu kana wama lam yasya' lam yakun (apa-apa yang dikehendaki oleh Allah pasti terjadi ,dan apa-apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak terjadi). Walaupun usia Khodijah binti Khuwailid pada saat itu sudah mencapai 40 tahun, tetapi siapa sangka kalau ia akan menikah dengan pemuda idaman semua gadis dan orang tua gadis yakni Muhammad shallallohu 'alaihi wasallam.

    Tidak ada yang bisa menolak jika Allah sudah memberikan dan tidak ada yang mampu member kalau Allah menolaknya. Wallahu a’lam.

Achmad Junaedi, Lc.

Direktur Rumah Ruqyah Indonesia

Comments