Bolehkah, Berobat dengan bantuan Jin

Bolehkan, Berobat dengan bantuan Jin
Kamis 11 April 2013 / 30 Jumadil Awwal 1434 H


    Assalamualaikum wr wb admin....

   Saya chandra dari Jambi. Oke langsung aja ke pertanyaan. Begini di dekat tempat tinggal saya ada Ustad sekaligus melayani pengobatan .. tapi yang jadi permasalahan, saya sang ustad menggunakan
jin yang di rasuki ke dalam tubuh manusia.

    Ustad tersebut bilang kalo jin yang dia gunakan tersebut adalah jin yang mau di ajak ibadah ...
Apakah ini termasuk syirik mohon pencerahan. Saya termasuk orang yang awam agama

Wasalamualaikum wr wb


Chandra, Jambi

Jawaban:

Penggunaan jin dalam pengobatan, penjagaan, kesaktian dll, termasuk yang dilarang Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) sebagaimana tercantum dalam surat Al Jin ayat 6


وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan[1524] kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan."(Qs. Al Jin (72): 6)

[1524] Ada di antara orang-orang Arab bila mereka melintasi tempat yang sunyi, maka mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap kuasa di tempat itu.

Bahwasanya manusia yang meminta bantuan atau perlindungan kepada jin, maka jin-jin itu akan menambah dosa dan kesesatan.

Jadi siapapun orangnya, ustadz, kyai, haji atau tokoh agama tidak diperkenankan meminta bantuan kepada jin. Alasan jin baik dan bisa diajak ibadah tentu tidak dibenarkan selama bertentangan dengan ayat.

Juga jin itu makhluk yang ghaib yang mana manusia tidak bisa melihat dan mengetahui hakekat perilaku, agama mereka.

Nabi Muhammad tidak pernah meminta bantuan kepada Jin di saat apapun. Saat perang, Rasulullah tidak meminta bantuan dari jin tapi meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Jin yang biasanya menjadi 'khodam' (pelayan) manusia tidaklah gratis. Ada bayarannya. Entah saat di dunia ini atau nanti di akhirat.


قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (si- apa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik- baiknya.


وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلَائِكَةِ أَهَؤُلَاء إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَ

"Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: "Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?".(QS. Saba'(34): 39 - 40)

Ustadz Achmad Junaedi Lc

Direktur Rumah Ruqyah Indonesia

ooOoo

RRIAds - RRI Calls 

Comments

  1. Saya setuju dan yakin. Ayat diatas sangat kuat dan sempurna..tak ada keraguan dihati..Allah SWT yg berkuasa atas segala galanya.

    ReplyDelete
  2. mohon pencerahan bagaimana dengan nabi sulaiman yang bisa menaklukan jin sehingga jin mematuhi perintah nani sulaiman terimakasih

    ReplyDelete
  3. @Agus Riyanto Akhi Agus, terima kasih atas pertanyaannya.

    Setiap Rasul, Allah Anugerahkan mukjizat guna membantu dakwah mereka. Termasuk Nabi Sulaiman Alaihissalam.

    Apa saja Mukjizat Nabi Sulaiman?

    - Dapat memahami dan berkomunikasi dengan hewan:

    “…Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari…”; (An-Naml : 18)

    - Menundukkan Bangsa Jin:

    “..dan sebahagian daripada jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya…” (Al anbiya: 81)

    - Mengendalikan Angin:

    “…dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman yang perjalanannya pada waktu petang, sama dengan perjalanan sebulan…” (Al anbiya: 18).

    Dan karena keistimewaan Para Rasul, jadi mukjizat-mukjizat tersebut hanya diperuntukkan mereka dan tidak setiap manusia. Wallahu'alam Bishowab.

    ReplyDelete

Post a Comment

Postingan antum akan tampil setelah diseleksi dan layak tampil. Jazakumullah Khairan Katsiran