Skip to main content

Adi Bing Slamet: Shalat Eyang Subur Tanpa Wudlu

Adi Bing Slamet: Shalat Eyang Subur Tanpa Wudlu
Selasa, 02 April 2013 / 21 Jumadil Awwal 1434 H

 
  Kapanlagi.com - Adi Bing Slamet membeberkan perihal ibadah yang diajarkan Eyang Subur. Semua ibadah yang wajib, tidak lagi diwajibkan oleh mantan gurunya itu. Cara shalatnya pun berbeda dari ajaran syariat agama.

     "Emang nggak dilarang di sana. Tapi semua ibadah wajib, di sana nggak diwajibkan. Jadi gitulah Si Subur. Asal tahu saja, si Subur kalau shalat tuh, dia nggak wudhu, duduk di atas sajadah dengan posisi bertapa, terus kepalanya gedek-gedek kayak orang nyari sinyal," tutur Adi di kediamannya di Perumahan Bumi Anggrek, Karang Satria, Bekasi, Jumat (23/3).

    Saat masih rutin mengikuti ajaran Eyang Subur, Adi merasakan sesuatu yang aneh. Dia merasa kesal dan jengkel saat melihat orang berbondong-bondong menuju masjid. "Waktu itu saya sempat ngerasa sebal kalau lihat orang ramai-ramai ke masjid pake baju putih," jelasnya.

    Dia juga mengaku diajarkan untuk membenci simbol-simbol agama. Bahkan bagi orang yang tidak bisa berbahasa Arab, dianjurkan melafadzkan kalimat-kalimat pujian Tuhan dengan bahasa Indonesia.

    "Dia bilang, orang nggak bisa bahasa Arab, jangan ngomong bahasa Arab. Kayak astaghfirullah hal azim diganti maaf lahir bathin-maaf lahir bathin," tukas Adi. (kpl/aha/abs/dar)

Kapanlagi.com

=====

Rumah Ruqyah Indonesia. Jika benar yang dikatakan Adi, sungguh apa yang diperbuat si Eyang Subur memang tidak seperti yang dituntukan dalam Islam dimana diwajibkan berwudhu sebelum shalat. Dan tata cara shalatpun ada rukun dan ketentuannya.

Ada yang menarik di statement Adi, dimana dia tidak suka saat orang berbondong-bondong ke Masjid. Padahal diketahui bersama, ada keutamaan dalam shalat berjamaah.

Rasulullah SAW Bersabda: “Shalat berjama’ah (di masjid) lebih utama 27 derajat dibanding shalat sendirian (di rumah)”(HR. Bukhari no. 609)

Semoga si Adi benar-benar istiqomah dalam pertaubatannya dan semoga kita terhindar dari hal-hal sedemikian.

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…