Skip to main content

Mengikat Tiang Ketika Hembusan Angin Kencang

Mengikat Tiang Ketika Hembusan Angin Kencang
Selasa, 23 Oktober 2012/7 Zulhijjah 1433 H



       ANGIN adalah peristiwa alami, tapi penuh misteri. Keberadaannya (berhembus atau tidaknya) bukanlah sebuah kebetulan belaka. Melainkan sudah diatur oleh Allah Yang Maha Kuasa.

       Dahulu, pada masa Rasulullah SAW, ada seorang yang memaki angin. Lantas Rasulullah SAW menegurnya, "Janganlah kamu mencaci maki angin! Karena sesungguhnya la itu diperintah. Dan barangsiapa melaknat sesuatu yang bukan pada tempatnya maka laknat itu akan kembali pada dirinya!”

      Misteri tentang angin itupun melahirkan keyakinan-keyakinan (yang terkadang keluar dari kebenaran) tentangnya. Salah satunya adalah manakala terjadi angin kencang. Katanya kaiau angin sedang berhembus kencang, maka kita harus mengikat empat tiang penyangga utama rumah kita itu dengan kain (jarik), biar nggak roboh tertempa hembusannya.

     Maksudnya empat tiang penyangga utama adalah sebagaimana yang bisa kita dapati dari model rumah jawa (Joglo ataupun Dorogepak). Empat tiang ini biasanya berada di tengah, sebagai penyangga kuncupnya.

      Lalu muncul masalah, bagaimana kalau kebetulan rumah kita tidak memiliki tiang sebagaimana yang dimaksud ? Apa yang harus kita ikat ketika ada angin kencang ? Lantas, bagaimana solusi Iman bila terjadi angin kencang ?

     Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, "Suatu hari terjadi angin kencang di Makkah. Ketika itu Umar sedang berhaji, anginpun berhembus semakin kencang. Lalu Umar berkata kepada orang-orang yang berada di sekelilingnya, "Apa yang sampai pada kalian (dari hadits Rasulullah) tentang angin ?" aku menjawab, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Angin itu dari hembusan ruh Allah, ia membawa rahmat dan adzab. Maka Janganlah kalian mencacinya, dan mintalah pada Allah kebaikan darinya, dan berlindunglah pada-Nya dari keburukannya."

      Adapun doa permohonan kebaikan dari angin dan perlindungan dari keburukannya ialah sebagaimana riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi SAWjika angin berhembus kencang maka beliau berdoa:

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari apa-apa yang dibawanya (angin), dan berlindung kepada-Mu dari apa-apa yang dibawanya."

      Sedangkan solusi Iman lain yang diriwayatkan ibnu Abi Dunya dan ibnu Asakir adalah hadits dari Abu Darda' yang mengatakan, "Jika angin malam berhembus kencang, maka Nabi SAW segera menuju masjid sampai semuanya kembali tenang, dan jika terjadi peristiwa di langit seperti gerhana matahari ataupun rembulan, maka beliau segera melakukan shalat." (ad-Durrul Mantsur oleh Jalaluddin as-Suyuti).

      Angin. Terkadang berhembus sebagai rahmat untuk sebuah kaum. Kadang pula bertiup sebagai adzab atas sebagian kaum lainnya. Jika hal itu terjadi, maka tak ada tempat kembali selain kepada Allah SWT saja.

     Lantaran Dialah yang mengutusnya, maka Dia pula yang kuasa untuk mengendalikannya. Jangan malah mengambil sikap yang berhaluan dengan perintah Islam, seperti dengan mengikat empat tiang penyangga utama rumah. Lantaran itu adalah keyakinan yang salah, yang justru malah akan mengundang petaka, bukan menangkalnya.

Ingat! Waspadalah! Waspadalah! Jangan kotori akidah dengan debu-debu katanya.


Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…