Skip to main content

Mengadopsi Anak, Memancing Kehamilan?

Mengadopsi Anak, Memancing Kehamilan ?
Jum'at, 02 Nopember 2012/17 Zulhijjah 1433 H

    Setiap pasangan suami istri mendambakan lahirnya si buah hati. Rumah tangga terasa kurang lengkap tanpa kehadiran mereka. Kelucuan dan keluguan anak yang menghilangkan rasa letih dan lesu setelah seharian bekerja. Tawa canda yang bisa merekatkan jalinan cinta yang mulai redup.

    Karena itu banyak cara dilakukan pasangan suami istri untuk mewujudkan keinginan mereka. Dari yang berbau medis hingga yang tidak logis. Ya, dengan mengikuti terapi medis oleh seorang dokter kandungan maupun dengan meminum ramuan obat-obatan tradisional.

    Yang tidak logis pun banyak ditemukan di kalangan masyarakat. Suatu mitos yang diyakini bisa memancing datangnya si buah hati. Di antaranya adalah saran untuk mengadopsi anak.
    Dalam kenyataannya mitos ini sering dilakukan oleh sebagian masyarakat. Bisa jadi mereka mengambil mitos ini dari kisah nabi Zakaria yang tidak memiliki anak hingga berusia lanjut.

    Nabi Zakaria mengadopsi Maryam dan mengasuhnya dengan bijaksana. Waktu terus berjalan. Istrinya sudah semakin tua, dan menurut akal sehat manusia sudah tidak mungkin akan hamil. Tapi Allah berkehendak lain, dalam usianya yang lanjut itu istri nabi Zakaria hamil dan lahirlah nabi Yahya.

    Dr. Hasnah Siregar, Sp.OG, menjelaskan mitos mengadopsi anak yang memang tidak bisa dijelaskan hubungan antara keduanya. Hanya saja, mitos ini pada akhirnya membuat jiwa ibu tenang. Bila ibu tenang, maka organ reproduksi akan bekerja maksimal dan memudahkan terjadinya kehamilan. Dengan catatan baik suami maupun istri tidak mengalami gangguan secara fungsional maupun anatomis.

   Masih menurut Dr. Hasnah Siregar, Sp.OG, hampir 2/3 atau 60 persen faktor penyebab tiadanya kehamilan bukan faktor fungsional organ atau anatomisnya. Melainkan masalah psikologis atau psikis ibu.

    Faktor psikologis itu sendiri banyak sebabnya. Antara lain adalah pasangan suami istri tersebut tinggal serumah dengan mertua atau ada dengan banyak saudara ipar, atau tekanan dalam pekerjaan sehingga seorang ibu mengalami stress.

    Selain itu dorongan kuat untuk segera hamil menjadi faktor yang tidak bisa dikesampingkan sehingga seorang ibu selalu tegang menunggu hari-hari menstruasinya. Sedemikian tegangnya sehingga emosi seorang ibu tidak stabil.

   Jiwanya tidak tenang dan pembuahan benar-benar tidak kunjung terjadi. Atau bisa juga karena seorang ibu mengalami stress akibat pertanyaan orang-orang sekitarnya.

    Bila demikian, masalah tiadanya kehamilan bisa dibilang cukup kompleks. Ada banyak faktor yang saling terkait. Bila berbagai cara sudah ditempuh dan masih tidak ada hasilnya, pasangan suami istri bisa saja mengadopsi anak.

    Tentu dengan tujuan yang mulia. Bukan sekadar mengikuti mitos. Tapi lakukanlah itu sebagai panggilan jiwa kebapakan atau keibuan. Seraya terus berharap semoga Allah mengabulkan doanya.

Majalah Ghoib, Edisi 31 Th 2/29 Dzulqo'dah 1425 H/10 Januari 2005 M 

Comments

Popular posts from this blog

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu?

Kupu-Kupu Masuk Rumah, Benarkah akan datang Tamu? Kamis, 25 April 2013 / 14 Jumadil Akhir 1434

    Katanya, bila ada kupu-kupu yang hinggap di pintu rumah berarti ada tamu yang segera datang. Entah malam ini, esok atau lusa. Kepercayaan yang berkembang di berbagai daerah. Tak tahulah. Entah kenapa kedatangan kupu-kupu menjadi sinyal kalau rumah itu akan didatangi tamu.

     Tidak jarang seorang ibu yang meyakini mitos ini segera berbenah, bila melihat kupu-kupu hinggap di pintu rumahnya. Mulai dari membersihkan rumah, hingga menyiapkan menu makanan yang sedikit istimewa.

    Maklum kedatangan kupu-kupu itu memberinya harapan untuk bertemu dengan seseorang yang barangkali sangat istimewa. Sang suami yang kebetulan bekerja juga sudah dipesan untuk segera pulang.

    Namun, ... gawat nih. Makanan sudah selesai dimasak, rumah juga selesai dibersihkan. Kamar pun telah disiapkan. Tinggal menyisakan rasa capek dan pegal di badan. Tapi ternyata tamu misterius yang ditunggu tak …

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat?

Mimpi Bertemu Ular, Jodoh Sudah Dekat? Selasa 09 April 2013 / 28 Jumadil Awwal 1434 H

     Katanya, kalau saat tidur malam kita diusik oleh mimpi bertemu ular, berarti akan ada jodoh yang datang. Kalau ular itu menggigit atau melilit, berarti jodohnya sudah dekat. Sebentar lagi jodoh itu akan datang melamar. Asyik ya.

     Terus kalau dikejar, katanya kita lagi dikejar-kejar oleh jodoh kita yang entah dimana. Mungkin sebentar lagi dia juga akan menyatakan kesediaannya datang ke rumah dengan segala kesungguhannya untuk melamar. 

      Nah, kalau dalam mimpi kita ternyata mampu membunuh ular, aduh kita membunuh jodoh kita donk. Alias jodoh semakin menjauh dan mungkin orang yang sudah dilamar bisa dibatalkan atau jangan-jangan yang sudah menyebar undangan gagal menikah. Kasihan ya …

       Itu semua gara-gara ular yang hadir dalam mimpi kita di malam hari. Atau bahkan hadir dalam mimpi tidur siang kita. Tidak pernah disebutkan dalam buku-buku penafsir mimpi tentang asal mu…

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian

Satu Bulan Lamanya Saya Dihantui Kematian Selasa, 23 April 2013 / 12 Jumadil Akhir 1434 H


     Kematian adalah suatu kepastian. Seperti hukum matematika. Tak seorangpun dapat lepas dari suratan ini. Burung elang yang bebas berkelana menjelajah jagad raya suatu saat juga akan jatuh dan terkapar di atas tanah.

    Tak ubahnya seperti manusia. Bila demikian, haruskah seseorang takut kepada kematian sedemikian rupa hingga di luar batas kewajaran? Seperti kisah Silfi, seorang karyawan swasta asal Bangka Belitung. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Jakarta. Berikut petikannya.

    Sekian tahun merantau, saya dapat menghirup udara Jakarta dengan nyaman, seperti layaknya gadis-gadis yang lain. Atribut jilbab yang menutupi kepala semakin menenangkan jiwa. Setidaknya saya bisa menghindari tatapan jalang lelaki hidung belang, yang dengan seenaknya memelototi wanita yang tidak menutup aurat.

     Kegamangan yang sempat menghantui, dulu sebelum berangkat ke Jakarta, sirna b…