cookieChoices = {};
Latest Post

13. Bolehkan Meruqyah dengan Menggunakan Kaset?

Written By Rumah Ruqyah on 2015-08-26 | 9:57 PM

   Bismillah, jika ada pertanyaan 'Bolehkan Meruqyah dengan Menggunakan kaset?' Kira-kira bagaimana menjawabnya ya?

Penasaran? Yuk simak #NgtweetSantai berikut ini seputar #TnJRuqyah ke 13. Selamat menyimak. Di kutip ulang dari akun twitter @RumahRuqyahID

***

Bolehkan Meruqyah dengan Menggunakan Kaset?
 Kamis, 12 DzulQoidah 1436 H - 27 Agustus 2015


   Sebaiknya terapi ruqyah dilakukan secara langsung, tanpa mediator atau alat bantu. Karena ruqyah adalah aktivitas yang membutuhkan keyakinan dan niat saat praktik, serta interaksi langsung dengan pasien untuk menyentuh bagian tubuhnya yang sakit atau meniupnya. 

   Lembaga Riset dan Fatwa Saudi Arabia ketika ditanya masalah ini menjawab, bahwa mediator atau alat bantu (kaset) tidak cukup dan tidak bisa mewakili hakikat dari maka ruqyah secara keseluruhan dengan argumentasi di atas. 

   Tapi ada juga pendapat yang memberikan dispensasi dengan memperbolehkan ruqyah memakai kaset bagi orang yang terkena gangguan ringan dan tidak parah. Dari beberapa pengalaman pasien yang telah kami tangani di kantor Majalah Ghoib menceritakan, saat mendengar kaset ruqyah mereka merasa ada keanehan dalam dirinya, bahkan ada spontan teriak, menangis dan mengamuk. 

   Tapi ada juga yang tidak merasakan apa-apa. Dan setelah kami tangani satu persatu dan dibacakan langsung mereka bereaksi keras.

    Ada juga diantara pasien yang menceritakan pengalamannya dalam melakukan ruqyah mandiri dengan bantuan kaset. Mereka berwudhu terlebih dahulu, lalu mendengarkan kaset dengan khusu' seraya munajat kepada Allah. 

    Memohon kesembuhanNya. Setelah mereka melakukannya beberapa kali, akhirnya Allah memberi kesembuhan dan gangguan yang mereka rasakan pun hilang. Jadi kaset ruqyah hanya berfungsi sebagai alat bantu, pada saat yang bersangkutan tidak mampu membaca do'a ruqyah. Atau dijadikan sebagai terapi lanjutan bagi pasien setelah diruqyah untuk mendukung upaya kesembuhan. 

    Sekali lagi kami tegaskan di sini, bahwa kaset bukan peruqyah sesungguhnya. Kalau kita bisa melakukan sendiri atau ada orang shalih yang bisa melakukan secara langsung, maka keberadaan kaset tidak diperlukan lagi. 

    Namun tak ada salahnya kalau kita memutarnya lalu mendengarkannya, karena isinya adalah ayat Al Qur'an dan Hadits Rasul.Syekh Wahid Abdus Salam Bali biasanya menyuruh pasien yang habis diruqyahnya untuk mendengarkan ayat-ayat ruqyah melalui kaset. Selesai

***

Baca F & Q Ruqyah sebelumnya disini (Click aja)

RRIAds - Ruqyah Night 

Meruqyah Bayi terkena 'Ain

Written By Rumah Ruqyah on 2015-08-25 | 1:12 AM

Bayi Kesambet (‘Ain)
Selasa, 10 Dzulqoidah 1436 H - 25 Agustus 2015


Mas, nyuwun bacaan ato doa pencegah ain.pada anak,trus sbrp rutin hrs dibacakan?apakah ad sunnah lain pencegah ain?maturnuwun

Affan – Tuban

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Kesambet, itulah orang jawa menyebutnya. Dalam bahasa arab, ini disebut penyakit ‘ain.

Karena ‘ain seseorang bisa mengalami sakit. Hidupnya tidak normal, dan ada penurunan secara fisik.

Ummu Salamah menceritakan,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – رَأَى فِى بَيْتِهَا جَارِيَةً فِى وَجْهِهَا سَفْعَةٌ فَقَالَ « اسْتَرْقُوا لَهَا ، فَإِنَّ بِهَا النَّظْرَةَ »

  Nabi shollallohu alaihi wa sallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya (Ummu Salamah), wajahnya terlihat kusam dan pucat. Lalu Beliau memerintahkan,

“Ruqyah wanita ini, karena dia terkena ‘ain.” (HR. Bukhari 5739)

Pada anak, terutama yang masih balita, penyakit ‘ain bisa menyebabkan dia menangis tidak normal.

A’isyah menceritakan,

دَخَلَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِىٍّ يَبْكِى فَقَالَ: مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا يَبْكِى فَهَلاَّ اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنَ الْعَيْنِ

   Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumahku. Tiba-tiba Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar jeritan bayi nangis. Kemudian Beliau bersabda,

    “Kenapa bayi ini menangis terus? Mengapa kalian tidak segera meruqyahnya untuk mengobatinya dari penyakit ‘ain.” (HR. Ahmad 24442)

Upaya Pencegahan

   Ada upaya pencegahan, ada upaya pengobatan. Hal yang terpenting untuk kita lakukan adalah mencegah sebelum terjadi. Alhamdulillah, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan ini dengan rinci, diantaranya,

Pertama, sering doakan anak agar terhindar dari ‘ain

Diantara doa yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut,

أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لامَّةٍ

   "Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk."

Kita bisa meniru doa beliau ini, dengan penyesuaian jenis kelamin bayi.

1. Jika bayi yang dilahirkan perempuan, Anda bisa baca,

أُعِيذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U’iidzuki…

2. Jika bayi yang lahir laki-laki, kita bisa membaca,

أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U’iidzuka…

Berbeda pada kata ganti; ‘…ka’ dan ‘…ki’

Dalilnya

  Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bercerita bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan untuk Hasan dan Husain. Lalu beliau membaca,

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

   "Aku memohon perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk." (HR. Bukhari 3371, Abu Daud 3371, dan yang lainnya).

Kedua, jika memuji fisik anak, jangan lupa berdzikir

   Perasaan gemes campur cinta membuat orang dewasa di sekitarnya memuji anak bayi. Sayangnya, jarang yang diiringi dengan berdzikir kepada Allah. Ketika itu, si bayi sangat rentan terkena ‘ain.

   Anda mungkin sering melihat, ada bayi yang diajak untuk menghadiri kumpul-kumpul banyak orang. Lalu setelah sampai rumah tiba-tiba badannya panas, suka menangis, dst. Bisa jadi, itu pengaruh ‘ain.

Sahl bin Hunaif bercerita,

Bahwa Amir bin Robi’ah melihat Sahl yang sedang mandi. Karena heran, Amir berkomentar, “

   Aku tidak pernah melihat pemandangan seperti hari ini, dan tidak pernah kulihat kulit yang tersimpan sebagus ini.”

Seketika itu, Sahl bin Hunaif langsung jatuh terpelanting.

Kemudian Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam mendatangi Amir.

Dengan marah beliau berkata,

عَلَامَ يَقْتُلُ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ؟ هَلَّا إِذَا رَأَيْتَ مَا يُعْجِبُكَ بَرَّكْتَ؟

“Atas dasar apa kalian mau membunuh saudaranya? Mengapa engkau tidak memohonkan keberkahan (untuk yang dilihat)?”

“Mandilah untuk menyembuhkan Sahl!”

   Kemudian Amir mandi dengan menggunakan suatu wadah air, dia mencuci wajahnya, dua tangan, kedua siku, kedua lutut, ujung-ujung kakinya, dan bagian dalam sarungnya. Kemudian air bekas mandinya itu dituangkan kepada Sahl, lantas dia sadar dan bergabung bersama para sahabat, seolah tidak terjadi apa-apa. (HR. Ahmad 15980 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

  Ketiga, hindari memberi dandanan yang menor pada anak, sehingga membuatnya semakin menggemaskan ketika dipandang.

Sumber ‘ain adalah pandangan mata takjub atau mata hasad.

   Ketika anak dikasih dandanan yang sangat menarik, ini bisa membahayakan dirinya. Terlebih ketika dia hendak dibawa di acara yang dihadiri banyak orang.

Ibnul Qoyim menasehatkan,

ومن علاج ذلك أيضاً والاحتراز منه سترُ محاسن مَن يُخاف عليه العَيْن بما يردُّها عنه

  "Termasuk juga cara pengobatan ‘ain, menutupi bagian yang menarik dari anak, yang dikhawatirkan menjadi sumber ‘ain, ditutupi dengan yang membuatnya kurang menarik."

Kemudian Ibnul Qoyim membawakan keterangan riwayat dari al-Baghawi,

ذكر البغوىُّ فى كتاب “شرح السُّنَّة”: أنَّ عثمان رضى الله عنه رأى صبياً مليحاً، فقال: دَسِّمُوا نُونَتَه، لئلا تُصيبه العَيْن، ثم قال فى تفسيره: ومعنى “دسِّمُوا نونته” أى: سَوِّدُوا نونته

   Al-Baghawi menyebutkan dalam kitabnya Syarhus Sunah, bahwa Utsman radhiyallahu ‘anhu pernah melihat anak kecil yang sangat lucu. Lalu beliau berpesan, “Beri olesan hitam di lesung pipinya, agar dia tidak terkena ‘ain. (Zadul Ma’ad, 4/173).

   Termasuk juga, pesan bagi orang tua, hindari menceritakan semua kelebihan anaknya yang tidak dimiliki anak-anak lain, sehingga mengundang rasa iri orang yang mendengarnya. Yang ini ketika sampai dia melihat si anak dalam kondisi iri, bisa jadi Allah menakdirkan terjadinya pengaruh buruk ‘Ain.

Keempat, tidak kalah penting, mengisi ruang dengar di rumah dengan bacaan al-Quran.

   Karena rumah yang dijejali dengan ibadah, akan lebih menyejukkan bagi penghuninya dan dijauhi oleh setan. Sementara rumah yang dijejali dengan musik, hanya akan mengundang setan.

Pengobatan ‘Ain Jika ada anak yang terkena ‘ain, apa yang harus dilakukan?

Ada dua cara yang bisa dilakukan,

Pertama, diketahui orang yang menjadi penyebab ‘ain

Misalnya diketahui, anak ini sakit kesambet karena tadi dilihat si fulan.

   Cara penanggulangan untuk kasus ini, si fulan diminta mandi, dan air bekas mandinya (bekas mandi, bukan sisa mandi), air bekas mandi yang terkena badannya, ditampung kemudian dibuat mandi si bayi. insyaaAllah ‘ain akan lebih cepat hilang. Sebagaimana yang ditunjukkan dalam hadis tentang peristiwa Sahl bin Hunaif dan Amir bin Rabi’ah di atas.

Kedua, tidak diketahui penyebab ‘ain.

   Tahunya orang tua, anak ini menangis tidak mau diam. Tangisannya tidak normal. Dia bisa ditangani dengan ruqyah. Ayahnya atau ibunya atau siapapun di antara keluarganya, membacakan ayat kursi, surat al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas di dekat bayi atau sambil menggendong itu bayi.

   Jangan lupa berdoa kepada Allah, semoga Allah segera menenangkannya. Bisa juga diiringi dengan shalat sunah dan berdoa di tengah shalat.

A’isyah menceritakan,

دَخَلَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِىٍّ يَبْكِى فَقَالَ: مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا يَبْكِى فَهَلاَّ اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنَ الْعَيْنِ

Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumahku. Tiba-tiba Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar jeritan bayi nangis. Kemudian beliau bersabda,

“Kenapa bayi ini menangis terus? Mengapa kalian tidak segera meruqyahnya untuk mengobatinya dari penyakit ‘ain.” (HR. Ahmad 24442)

Allahu a’lam

Ustadz Ammi Nur Baits 

(Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)


RRIAds - Habbat Ruqyah 

Mematahkan Punggung Iblis

Written By Rumah Ruqyah on 2015-08-18 | 10:01 PM

Mematahkan Punggung Iblis
Rabu, 4 DzulQoidah 1436 H - 19 Agustus 2015



   Cara terbaik dan termanjur untuk melindungi diri dari godaan setan adalah dengan meminta perlindungan kepada pencipta setan dan seluruh makhluk, Allah Ta’ala. Dialah sebaik-baik Pelindung, Penolong, dan Pembela.

   Jika Allah Ta’ala sudah melindungi seorang hamba, maka tak ada satu pun makhluk yang bisa mengganggunya. Meskipun, ia mengerahkan seluruh makhluk untuk melancarkan gangguan kepada hamba tersebut. 

   Sebaliknya, jika tak ada perlindungan dan pertolongan dari Allah Ta’ala, jangankan setan yang keji tipuannya, makhluk yang lebih kecil dan lemah pun akan dengan mudah menggoda dan menjerumuskan seorang hamba.

   Dan, sebaik-baik perlindungan diri adalah kalimat-kalimat thayyibah yang langsung direkomendasikan oleh Allah Ta’ala di dalam al-Qur’an dan petuah-petuah bijak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam banyak hadits shahihnya. 

   Di antara banyak kalimat dzikir itu, ada kalimat yang sanggup binasakan setan (meskipun ia bisa hidup kembali) dan (dengan kalimat itu) bisa mematahkan punggung iblis.

   Suatu ketika, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Bacalah ‘Laa ilaaha illallaah (Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah) dan astaghfirullah (Aku meminta ampun kepada Allah), dan perbanyaklah!”

   “Karena,” lanjut Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh al-Hafizh al-Maushili dari Abu Bakar ash-Shiddiq, “Iblis berkata, ‘Aku membinasakan anak Adam dengan dosa. Dan, mereka membinasakanku dengan Laa ilaaha illallaah (Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah) dan astaghfirullah (Aku meminta ampun kepada Allah).”

    Lanjut setan mengatakan, “Ketika aku melihat itu, aku membinasakannya dengan hawa nafsu dan mereka menyangka bahwa mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

   Mari bersama binasakan setan dengan dua kalimat thayyibah yang direkomendasikan oleh Rasulullah ini. Mari dawamkan di setiap jenak yang kita miliki di sepanjang kehidupan ini. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari bisikan dan godaan setan yang terkutuk, keji, dan terlaknat.

     Selain itu, kalimat thayyibah juga bisa menjadi senjata ampuh agar kita dikaruniai surga jika dibaca di akhir hayat. Dan istighfar, adalah jaminan dari Allah Ta’ala agar kita dikaruniai rezeki yang melimpah dan penuh keberkahan.

    Terkait kalimat thayyibah ini, Imam Mujahid juga berkata, “Tidak ada sesuatu pun yang mampu mematahkan punggung iblis melebihi kalimat Laa ilaaha illallaah.”

Sumber: Kisah Hikmah.com

Terbangun Malam Hari

Written By Rumah Ruqyah on 2015-08-14 | 12:13 AM

Terbangun Malam Hari
Jum'at, 29  Syawal 1436 H - 14 Agustus 2015


، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْوَا حِدُ القَهَّا رُ
رَبُّ السَّمَؤَا تِ ؤَاْ لاَ رْضِ َؤمَا بَيْنَهُمَا العَزِيْزُ الْغَفَّارُ
 
   "Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, Yang Maha Perkasa, Tuhan langit dan bumi dan di antara keduanya, yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun."
 
Doa di atas dibaca jika membolak-balikkan tubuh pada malam hari. (Riwayat Hakim, disahihkan oleh oleh Adz Dzahabi)
 
Ketika sedang tidur, terkadang kita mengalami rasa takut yang tidak tahu apa penyebabnya. Mengalami hal ini dianjurkan mengembalikan kepada yang membuat rasa takut dan yang bisa mengusirnya, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala . Kemudian memperbanyak bacaan di atas agar rasa takut tersebut tidak menghantui kita.
 
 

Umar Vs Syetan

Written By Rumah Ruqyah on 2015-08-13 | 10:47 PM

Umar Vs Syetan
Jum'at, 29 Syawal 1436 H - 14 Agustus 2015


   Di sebuah jalan di kota Madinah, ‘Umar bin Khaththab berpapasan dengan jin. Kepada sosok jin itu, ‘Umar menantangnya, “Maukah kamu bertarung denganku?” Tanpa basa-basi, jin pun menyanggupi. Keduanya terlibat dalam perkelahian yang menegangkan. Akhirnya, ‘Umar bin Khaththab pun memenangkan pertandingan itu.

   Setelah memenangkan perkelahian, ‘Umar berkata, “Aku melihatmu sangat kurus. Lenganmu mirip lengan anjing. Apakah memang bentuk kalian seperti itu?”

Jawab lelaki dari bangsa jin, “Sungguh, aku termasuk jin yang kuat di tengah bangsaku.”

   Sebab tak puas, jin ini pun mengajukan tantangan balik. Perkelahian kedua. Rupanya, ‘Umar terlalu kuat. Jin itu kembali terkapar. Kalah telak. Tanyanya kepada ‘Umar, “Apakah kamu membaca Ayat Kursi? Sebab, jika seseorang membaca ayat itu di rumahnya, pastilah setan itu akan keluar darinya sambil mengeluarkan kentut seperti kentut keledai.”

   Dalam redaksi lain masih dalam riwayat ‘Abdullah bin Mas’ud, setelah memenangkan perkelahian, ‘Umar pun bertanya kepada jin itu, “Aku tidak akan melepaskanmu hingga kalian memberitahukan sesuatu yang bisa melindungi kami (bangsa manusia) dari kalian (bangsa jin).”

Dengan amat ketakutan, jin itu pun menjawab tegas dan pasti, “Ayat Kursi.”

   Itulah di antara keutamaan ‘Umar bin Khaththab. Karenanya, bangsa jin akan mengambil jalan lain saat berpapasan dengan ‘Umar di sebuah jalan. Sedangkan keutamaan Ayat Kursi (Ayat 255 dalam surat al-Baqarah) sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, ia menjadi ayat paling agung di dalam al-Qur’an karena terkandung penjelasan yang amat lengkap terkait Allah Ta’ala.

   Maka dawamkanlah bacaan Ayat Kursi di rumah-rumah kita. Ajarkan kepada istri, anak, dan seluruh anggota keluarga kita untuk senantiasa membacanya, di siang atau malam hari. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat, Yahya bin Mu’in selalu membaca Ayat Kursi di rumahnya setiap malam. Bahkan, pernah ia membacanya sebanyak lima puluh atau enam puluh kali dalam satu malam itu.

   Kemudian, Muhammad bin Sahl pun bersaksi tentang Yahya bin Mu’in ini, “Dia adalah orang yang paling berani menghadapi jin dan manusia.”

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

   “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah Mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahaagung.” (Al-Baqarah [2]: 255) 

Sumber: Kisahhikmah.com

Ruqyah Tanpa Suara ~ Torehan Alat Refleksi 'setajam' Pisau

Written By Rumah Ruqyah on 2015-08-09 | 9:55 PM




Bagi yang positif terkena gangguan jin, sekuat apapun jin yang bersemayam akan tetap dikalahkan dengan izin Allah. Tetaplah berlindung kepada Allah, agar kita senantiasa terhindar dari gangguan syetan.

Terbukti dengan 'hanya' gesekan alat refleksi yang dilakukan Ustadz Achmad Junaedi, terasa sebagai torehan pisau yang teramat tajam.

***

Kunjungi kami di

www.rumahruqyah.com

Informasi dan Free Konsultasi Online:

WA 081282171204,  pin Bb 2901EE02 (Only Chatting)

Hotline Service: 021- 8087-2602, 0851-0503-5459


***

Kunjungi kami di

www.rumahruqyah.com

Informasi dan Free Konsultasi Online:

WA 081282171204, pin Bb 2901EE02 (Only Chatting)

Hotline Service: 021- 8087-2602, 0851-0503-5459

Ruqyah Tanpa Suara ~ Teknik Alat Refleksi




Di video ini akan terlihat Ustadz Ali Musirin (Team Ruqyah Rumah Ruqyah Indonesia) meruqyah dengan alat bantu refleksi.

***

Kunjungi kami di

www.rumahruqyah.com

Informasi dan Free Konsultasi Online:

WA 081282171204,  pin Bb 2901EE02 (Only Chatting)

Hotline Service: 021- 8087-2602, 0851-0503-5459


***

Kunjungi kami di

www.rumahruqyah.com

Informasi dan Free Konsultasi Online:

WA 081282171204, pin Bb 2901EE02 (Only Chatting)

Hotline Service: 021- 8087-2602, 0851-0503-5459

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rumah Ruqyah Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger