Latest Post

Ifthor Jama'i dan Santunan Anak Yatim

Written By Rumah Ruqyah on 2014-07-18 | 7:01 PM


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Ikhwah Fillah, Insya Allah kami akan mengadakan ifthor jama'i dan santunan anak yatim. Bertempat di Kantor Rumah Ruqyah Indonesia.

Atau lebih lengkapnya seperti ini:

"Saatnya Berbagi; Ifthor Jama'i dan Santunan Anak Yatim"

Tempat dan waktu: Jl Raya Bogor No 56 RT 004 RW 015, Cililitan, (Sebrang, Ramayana samping Rumah Gadang) / Rabu, 23 Juli 2014.

Rundown acara:

- Pembukaan
- Sambutan 1: Ustadz Achamd Junaedi Lc
- Sambutan 2: Ulama
- Pembagian santunan anak yatim dan Ifthor jama'i
- Selesai.

Yang Hadir:

- Tokoh Masyarakat setempat
- Anak Yatim
- warga sekitar
- All team Rumah Ruqyah Indonesia (Team Ruqyah & Team Bekam+Iridiologi) dengan keluarga.
- Dsb

Ingin berkontribusi:

Transfer ke Mandiri 1560001948548 an Akhmad Sadzali

No kontak Ustadz Akmad Sadzali (08158134160, pin 294308AB)

"Apapun kontribusi antum, Insya Allah akan menjadi pahala". Donasi, share atau memberitahukan kepada yang lain.

Herbal Ampuh Meregenerasi Sel

Written By Rumah Ruqyah on 2014-07-15 | 9:02 PM

Herbal Ampuh Meregenerasi Sel


Herbal tidak hanya menghilangkan rasa sakit, tapi juga berfungsi meregenerasi sel.

Minat masyarakat di Indonesia untuk menggunakan herbal terus meningkat. Penelitian tahun lalu (2011, edt) yang dilakukan oleh Pusat Studi Obat Bahan Alam Departemen Farmasi, Fakultas MIPA Universitas Indonesia menunjukkan bahwa; 3. 54 persen masyarakat Indonesia menggunakan jamu.

Dari jumlah tersebut, 95 persen mengakui ada manfaatnya. Bahkan, mayoritas masyarakat menyakini bahwa menggunakan herbal lebih aman dibandingkan obat sintetik.

Sebut saja Abdulillah, pria yang tinggal di Bekasi, Jawa Barat ini meyakini hal tersebut. Sedemikian yakinnya, ia menenggak madu lebih dari 1 gelas dalam sehari dengan maksud untuk kesehatan dan meningkatkan stamina.

Walhasil, pada malam harinya ia merasa kesakitan di bagian pencernaan, hingga akhirnya dibawa ke dokter. Bukan hanya itu, habbatussauda yang sudah dijamin oleh Nabi Shallahu Alaihi Wassalam (SAW) sebagai obat segala penyakit pun ternyata bila dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan efek samping.

Hal tersebut dinyatakan oleh pakar herbal dari Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (Aspetri). Menurut Machendra, penggunaan herbal jika tidak sesuai dengan dosis dan anjuran herbalis, maka akan menimbulkan efek samping.

"Seperti habbatussauda, jika digunakan secara berlebihan akan menyebabkan gangguan jantung dan tidak lancar buang air besar," jelas pria yang sehari-hari sebagai Direktur Herbal Insani di Depok, Jawa Barat.

Lebih lanjut Machendra menjelaskan, untuk konsumsi habbatussauda secara normal 5 sampai 7 kapsul sekali minum. "Perbandingannya kalau habbatussauda yang masih bijian ditumbuk sebanyak satu sendok penuh atau lima kapsul serbuk," kata Machendra.

Nyatanya, banyak pengguna habbatussauda yang mengonsumsi tiga kali dalam sehari. "Kalau sekali minum masih lima kapsul, insya Allah tidak apa-apa. Tapi kalau sudah lebih dari tujuh kapsul sekali minum dan dalam jangka panjang, itu bisa memberikan efek samping. Saya banyak menjumpai kasus seperti itu," terang Machendra.

Meski demikian, lanjut Machendra, hal tersebut akan terjadi jika dikonsumsi tunggal. "Kalau diramu atau disinergikan dengan herbal lain, dia tidak akan memberikan efek samping," ungkapnya.

Sinergi atau ramuan itu justru memberikan efek netralitas terhadap toksin dan sifat panas dari bahan baku herbal. Machendra mengibaratkan sinergi herbal ini seperti konsep jamaah.

"Dalam jamaah ada keberkahan," ulasnya. Demikian juga herbal. Seperti habbatussauda jika dikonsumsi secara tunggal, efektivitasnya kurang, jika dibandingkan dengan sinergi.

Sebagai contoh, jika untuk penyakit hipertensi, habbatussaauda bisa disinergikan dengan sambiloto dan pegagan. Kalau untuk imunitas, habbatussauda bisa disinergikan dengan meniran dan sambiloto.

"Sebaiknya untuk fungsi pengobatan herbal sangat baik jika disinergikan," terang Machendra. Selain sinergi, yang juga perlu diperhatikan adalah soal dosis yang diberikan.

Dalam herbal, dosis harus berpatokan dengan berat tubuh. Pasalnya, berat tubuh itu berkaitan dengan kadar air dalam tubuh. "Kadar air seseorang yang berat badannya 50 kg dengan yang 80 kg sangat berbeda," ujar pria lulusan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Ambon ini.

Diibaratkan air di dalam cangkir dengan air di dalam gelas besar. "Air di dalam cangkir akan menjadi manis dengan gula satu sendok, tapi air di dalam gelas besar tidak akan terasa manis jika hanya dengan satu sendok," katanya.

Demikian juga penggunaan herbal dalam tubuh. Ketika dosisnya kecil masuk ke dalam tubuh orang yang kadar airnya banyak tidak akan berasa di darah, sebab setiap sel dalam tubuh banyak mengandung air.

Secara rata-rata, jelas Machendra, pada berat tubuh 55-60 kg diperlukan herbal rebusan dalam bentuk cair sekitar 200 cc atau 4-5 kapsul sekali minum untuk tujuan pengobatan.

Sementara untuk tujuan pencegahan, cukup minum 3 kapsul sekali minum per dua hari. "Kalau untuk pengobatan, sebaiknya mengonsumsi hebal setiap pagi, siang, dan sore," papar Machendra.

Herbal Meregenerasi Sel

Meski obat herbal relatif aman, sayangnya saat ini obat herbal masih belum mampu mengatasi penyakit yang sifatnya infeksi akut. "Kalau mendadak, seperti serangan jantung, herbal belum mencapai itu. Termasuk juga kolik atau kejang," kata Machendra.

Dalam kasus seperti ini, kata Machendra, obat sintetik lebih cocok. Namun, menurut Zaidul Akbar, pengasuh rubrik Konsultasi Syifa majalah Suara Hidayatullah, pada prinsipnya herbal bisa saja digunakan untuk mengatasi penyakit yang sifatnya mendadak.

Hanya saja, teknologi yang dimiliki oleh Indonesia saat ini belum menunjang ke arah sana, seperti herbal dalam bentuk suntikan, infus, atau yang langsung dimasukkan ke dalam dubur.

"China sudah melakukan hal itu," ujar dokter yang juga Direktur Thibbun Nabawi Indonesia ini. Maka, obat herbal kata Machendra sangat baik untuk penyakit-penyakit degeneratif (akibat kerusakan sel), seperti diabetes, hipertensi, dan lain-lain.

Pasalnya, herbal tidak hanya berfungsi mengobati faktor keluhan sakitnya, dia juga meregenerasi sel rusak yang menjadi pencetus penyakit tersebut. Misalnya, sakit diabetes yang pencetusnya karena kerusakan sel beta pankreas.

"Kalau minum obat herbal, selain menjaga kestabilan kadar gula, tapi juga memperbaiki kerusakan pankreas akibat diabetes," terang Machendra.

Contoh lain adalah hipertensi yang disebabkan adanya pengerasan pembuluh darah. Kata Machendra, obat sintentik hanya diarahkan untuk menurunkan tensi saja.

Namun, obat herbal melakukan peremajaan sel-sel pembuluh darah. Jika dia sudah kembali pada fungsinya, hipertensi hilang dan tidak akan kambuh lagi.

Demikian juga pada kasus alergi. Dokter biasanya akan memberikan obat anti alergi. Ketika nanti bersentuhan kembali dengan penyebab alergi, sakitnya akan kembali kambuh, terus begitu seumur hidup.

Namun, kalau herbal selain untuk anti alergi juga berperan menguatkan sistem imun secara alami dengan pembentukan sel dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Menurut Machendra, kemampuan herbal dalam meregenerasi sel disebabkan adanya sistem saling menguatkan dan menyeimbangkan yang terdapat dalam kandungan herbal.

"Ketika Allah Ta'ala ciptakan buah yang di situ ada racun bagi tubuh, sesungguhnya di buah itu pula ada zat penetralnya," ujarnya. '"Namun, itu akan berbeda jika kandungan sebuah herbal itu yang dikenal vinblastine.

Obat itu merupakan salah satu zat aktif dalam herbal tapak dara yang sudah dimurnikan,"
terang Machendra. Ia akan bersifat tajam dan sangat berbahaya.

Pada dosis tertentu, kata Machendra, dapat merusak sel-sel tubuh yang lain. Tapi, kalau zat aktif itu masih dalam satu lingkup herbal, ia tidak akan merusak, sebab di herbal itu ada penawarnya.

Ahmad Damanik

Suara Hidayatullah Edisi Juni 2012, Hal 80-81

Dikutip ulang @RumahRuqyahID (Follow us!)

Halal Trans tv part 2 - liputan ruqyah

Written By Rumah Ruqyah on 2014-07-10 | 9:22 PM



Lanjutan Tayangan Halal Trans Tv yang meliput kegiatan di Rumah Ruqyah Indonesia.

*****

Contact Us:

- Official Marketing Rumah Ruqyah Indonesia : 085881306984, pin: 2901EE02
- Ruqyah Online: 082310823344, pin: 2950FE59
- Grup WA: 081282171204
- Office: 021 - 8092329, 021 - 70035459

4. Pernahkah Rasulullah Meruqyah Shahabatnya?

4. Pernahkah Rasulullah Meruqyah Shahabatnya?




   Rasulullah pernah meruqyah kedua cucunya, sebagaimana yang diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahuma bahwa Rasulullah meruqyah Hasan dan Husen dengan do'a; 

'U'iidzukumaa bikalimaa tillaahit tammaati min kulii syaithoonin wa Hammatin wa min kulli 'ainin lammatin'

   "Saya minta perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna (Al Qur'an) dari (kejahatan) syetan dan binatang berbisa, serta dari pandangan yang menimpanya (yang mengakibatkan sakit)." (HR. Bukhari no. 3371). 

    Begitu juga Malaikat Jibril pernah meruqyah Rasulullah, seperti yang diceritakan oleh Aisyah; "Rasulullah apabila sakit, datanglah malaikat Jibril meruqyahnya dengan do'a (yang artinya): "Dengan nama Allah yang membebaskanmu, menyembuhkanmu dari segala penyakit, dan dari kejahatan orang yang dengki ketika ia dengki, dan dari kejahatan pemilik pandangan yang berbahaya." (HR. Muslim). 

    Rasulullah juga pernah meruqyah salah seorang shahabatnya yang bernama Utsman bin Abil 'Ash yang mengeluh sering lupa jumlah rakaat ketika sedang shalat.

Ruqyah Salah Mengamalkan Wirid. (Ustadz Suswan El Hadi RSA)

Written By Rumah Ruqyah on 2014-07-01 | 11:03 PM



Pisau. Jika salah menggunakan bisa berakibat fatal bagi penggunanya. Begitupun do'a perlindungan. Seharusnya efektif bisa membentengi diri dari gangguan Jin dan Sihir, karena salah niat, berbalik 'menyerang' pengamalnya.

Benar kata Rasulullah, syarat mutlak diterimanya suatu amalan ada 2. Ikhlash (karena Allah SWT) dan caranya harus mengikuti petunjuk Rasulullah.

*****

Contact Us:

- Official Marketing Rumah Ruqyah Indonesia : 085881306984, pin: 2901EE02
- Ruqyah Online: 082310823344, pin: 2950FE59
- Grup WA: 081282171204
- Office: 021 - 8092329, 021 - 70035459

Teknik "Memukul" Dalam Terapi Ruqyah

Written By Rumah Ruqyah on 2014-06-24 | 12:20 AM

Teknik "Memukul" Dalam Terapi Ruqyah 

 Dalam masalah ini, ada tiga pendapat yang beredar :

1. Menolak adanya teknik memukul. Pendapat ini menyelisihi perbuatan Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam  ketika beliau memukul (baca : menepuk) sahabat Usman ibn Abi al-Ash saat datang ke Madinah mengadukan masalahnya. 

 2. Membolehkan teknik "memukul" tapi tidak memiliki dhawabit syar'iyyah. Pendapat ini dapat merusak citra ruqyah syar'iyyah dan menimbulkan perbuatan yg melampaui batas. 

3. Membolehkan teknik "memukul" tapi dengan aturan main yang sesuai syariat. Pendapat ketiga ini, dipilih oleh mayoritas ulama dan masyayikh yang peduli dengan ruqyah syar'iyyah, baik dengan tulisan maupun dengan menjadi praktisi ruqyah. 

   Di Indonesia, peruqyah yang tergabung dalam ARSYI juga memilih dan mempraktikkan pendapat ketiga ini. Dalilnya bisa dilihat dalam Sunan Ibnu Majah (no. 3548) tentang sahabat Usman ibn al-Ash dan juga dalam Mu'jam Kabir ath-Thabrani (no. 5313) tentang anak gila yang diruqyah Nabi Muhammad SAW.

    Dhawabit (kaidah) memukul dalam praktik ruqyah, antara lain : 

a. Boleh memukul jika memang diperlukan. Jika tidak, maka cukupkan dengan membacakan ayat-ayat dan doa ruqyah. Karena hakikat ruqyah ada pada bacaannya, bukan pada pukulan.

 b. Boleh memukul jika sudah dipastikan ada gangguan jin. Jangan sampai pukulan hanya dirasakan pasien, bukan jinnya. 

c. Pada prinsipnya, pukulan itu pelan (khafif) sehingga lebih cocok disebut dengan tepukan. Namun, boleh dengan sedikit lebih keras jika peruqyah mampu mengukur kadar penting atau tidaknya memukul dengan keras. 

d. Menghindari bagian wajah untuk dipukul, begitu juga tengkuk dan bagian yang dapat mencederai pasien.Khusus pasien perempuan, jauhi memukul bagian sensitif seperti dada dan sebagainya.

 e. Jika perlu memukul atau menepuk, pukulan pada bagian dada (untuk laki-laki saja), punggung dan telapak kaki adalah tempat yang pas. 

f. Khusus untuk pasien perempuan, jika diperlukan memukul, pukul atau tepuklah dengan bagian punggung tangan, bukan telapak tangan. 

   Teknik memukul ini tidak ditafsirkan dengan cara dan metode yang jauh dari makna "memukul" seperti menyepak, menendang atau menampar dan sebagainya. 

   Teknik memukul juga tidak dengan kaifiat-kaifiat khusus, misalnya memukul dengan cara memutar, dengan jumlah pukulan khusus dan sebagainya.

   Teknik memukul juga sebaiknya tidak dinamakan dengan istilah-istilah yang jauh dari substansi, misalnya Pukulan Halilintar Menerjang Bumi, Pukulan Tongkat Nabi Musa, Pukulan Ayat Memecah Gunung dan sebagainya. 

    Hal ini untuk menghindari tasyabbuh (menyerupai) dengan metode pengobatan lain yang jauh dari syariat yang menggunakan istilah-istilah aneh agar terlihat hebat dan mujarrab.

    Mudah-mudahan ini bermanfaat dan ajang saling memberi nasehat. Jangan dianggap untuk memancing berdebat sehingga dianggap sebagai sifat hasad. 

Ustadz Musdar Bustamam Tambusai

Direktur Rumah Sehat Thibbun Nabawi Al-Iman, Medan

Cara Membuat Air Bidara

Written By Rumah Ruqyah on 2014-06-19 | 9:40 PM

Cara Membuat Air Bidara


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ustadz cara pemakaian serbuk daun bidara yang baik seperti apa yach?

Fulanah

Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Jika masih berbentuk daun, ambillah  7 daun bidara (harus kering dan halus ya) ditumbuk hingga halus dan dicampur dengan air hangat. Jika sudah berbentuk herbal/bubuk, ambil 1 sendol makan. Campur dengan air hangat

Lalu diaduk dengan sendok dan ddibacakan Al Kafiruun, Al Ikhlash, Al Falaq dan An Nas dan ditiupkan ke air yang sudah larut dengan bidara. Wallahu'alam Bishowab.

Ustadz Achmad Junaedi Lc

Direktur Rumah Ruqyah Indonesia

Bagi yang ingin membeli Herbal Bidara bisa menghubungi Ibu Rina (081212057128) pin Bb: 2ADoAD30
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rumah Ruqyah Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger