Rumah Ruqyah

thumbnail

Bocah 1 Tahun Dinikahkan dengan Anjing

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-29


Untuk Usir Roh Jahat, Bocah 1 Tahun Dinikahkan dengan Anjing

INDIA–Seorang bayi laki-laki berusia satu tahun di India dinikahkan dengan seekor anjing. Menurut kepercayaan setempat, tujuan dari pernikahan tak lazim tersebut adalah untuk menangkal nasib buruk dan mengusir roh jahat yang mengganggu si bayi.

Sebuah video pernikahan yang direkam pada Ahad (23/2/2020) menunjukkan pesta pernikahan anjing dengan bocah tersebut digelar penuh warna dan dihadiri banyak tamu.

Ritual tak lazim ini dilaporkan dilakukan oleh suku Santhal, di negara bagian Odisha, India. Pernikahan akan digelar jika gigi pertama bayi tersebut muncul di gusi atas.

Suku ini percaya bahwa penempatan gigi ini sangat tidak menguntungkan. Pernikahan antara si bayi dan anjing diyakini sebagai satu-satunya cara untuk secara efektif menangkal roh-roh jahat.

Namun pernikahan itu murni seremonial. Anak-anak tidak akan hidup dengan anjing selama hidupnya. Mereka masih diizinkan untuk menikah normal setelah mereka dewasa.

Mereka dapat menikah tanpa harus menceraikan anjing secara resmi.

Sumber : IslamPos

*****

Rumah Ruqyah Indonesia : Bicara meyakini sesuatu tanpa landasan yang benar sesuai agama, bukan hanya ada di India. Indonesia pun ada. Jika di India berkeyakinan menikahi balita dengan anjing bisa menangkal gangguan roh jahat, di Indonesia pun ada.

Sebut aja penggunaan bangle untuk yang diikatkan pada bayi baru, dengan harapan tidak diganggu setan. Bawa gunting karena diyakini setan takut dengan itu, dan banyak lagi.

Oleh sebab itu, pentingnya kita memahami Islam dengan benar, agar tidak keliru apalagi menyimpang dari hal-hal sedemikian. Wallahu'alam.
March 29, 2020
thumbnail

Jangan Takut [Berlebihan]

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-28


  Syekh menasehatkan kita untuk tidak takut kepada Virus Corona, tetapi juga jangan mendekati. Karena ada sesuatu dalam Muslim yang membuatnya aman. Apa yang dimaksud Syekh Utsman al Khomis dengan aman disini?

Simak Videonya disini Video di Facebook
March 28, 2020
thumbnail

Sorban Sang Khalifah

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-25

 

  Suatu hari khalifah ‘Umar bin Khattab menyewa unta untuk menengok sahabatnya. Tanpa disadarinya sorban Khalifah ‘Umar tersangkut pohon dan terlepas. Ketika diberitahu sorbannya jatuh, Khalifah ‘Umar bergegas turun dari untanya dan lari mengambil sorbannya, lalu cepat-cepat menaiki kembali untanya.

  Sang pemilik unta berkata, “Kenapa kau tidak putar saja untanya untuk kembali ke belakang sedikit untuk mengambil sorbanmu wahai khalifah?”

 Khalifah ‘Umar berkata dengan tersenyum, “Sebab unta ini akadnya aku sewa untuk pergi dari rumahku menuju rumah sahabatku. Tidak ada perjanjian balik sebentar untuk keperluan lain.”

  Pemilik unta: “Kalau begitu, kenapa kau tidak menyuruh aku sebagai rakyat terhadap khalifah untuk mengambil sorbanmu?”

  Khalifah ‘Umar menjawab, “Karena sorban itu milikku bukan milikmu, kenapa aku mesti menyuruhmu? Apakah kau kira jabatan khalifah punya wewenang untuk memerintahkan orang lain mengerjakan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan tugasku?”
March 25, 2020
thumbnail

13 Tahun Satu Keluarga Terkena Sihir

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-24




Seluruh keluarganya terkena sihir selama 13 tahun, mereka semua memiliki keluhan yg sama :

  Kepalanya sangat sakit serasa ditusuk, sakit pada sekujur tubuh, terutama lambung seperti di sayat-sayat silet, menjadi cemilan rutin setiap harinya, tersiksa dan sangat tersiksa. Bukan itu saja seorang adik kecil bagian keluarga ini juga turut menjadi korban keganasan sihir keji, dokter memvonisnya terkena down syndrom.

  Mereka semua sudah rutin menjalani terapi pengobatan bukan hitungan hari tetapi selama belasan tahun namun tetap saja hasilnya nihil tanpa perubahan apapun, harta tenaga semua terkuras namun kesembuhan yang diharapkan mereka belum juga datang..

  Alhamdulillah, Allah mempertemukan mereka dengan kami CRS di tangani langsung Ust.Hasan Kherul Azzam Azzam dari hasil diagnosa yang dilakukan mereka positive terkena enam jenis sihir sekaligus, butuh waktu yang tak sebentar tentunya untuk menangani kasus seperti ini selain rutin diruqyah untuk membatalkan seluruh jenis sihir di perlukan kesungguhan yang kuat dari mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah, hingga seluruh sihirnya musnah di antara amalan yang meski d lakukannya adalah ;

1. Mengikhlaskan seluruh amalan hanya untuk Allah..
2. Ridho terhadap takdir buruk yang menimpa..
3. Rutin menjalani sunnah-sunnah harian, ruqyah mandiri, membaca al Baqoroh secara berulang, memperbanyak sodaqoh, membaca zikir pagi dan petang.
4. Meminum herbal / madu yang sudah di ruqyah
5. Mandi air bidara yang sudah d ruqyah.

***

  Hari ini kami mendapat kabar gembira saat korban melakukan ruqyah mandiri & membaca dzikir petang, buhul sihir yang mengikat keluarga ini batal dan keluar berupa ikatan rambut dari mulut adik kita.. wal hamdulillah..

Kami katakan : Tidak akan pernah menang tukang sihir darimanapun kalian datang..!!

Yuk, Raih amal shaleh dengann menyebarkan informasi ini..!!

Syuhada Hanafie III

March 24, 2020
thumbnail

Ruqyah From Home

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-22


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Berdasar Instruksi Gubernur Jakarta; Bapak Anies Baswedan kepada dunia usaha mulai hari Senin tanggal 23-03-2020 untuk TAK ADA KEGIATAN PERKANTORAN sesuai Seruan Gubernur Nomor 06 Tahun 2020 dalam menghentikan penyebaran virus corona, untuk itu Rumah Ruqyah Indonesia menghentikan sementara kegiatan Ruqyah Syar'iyyah dan Bekam Syar'iyyah secara Offline hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Namun pelayanan Ruqyah Syar'iyyah tetap berjalan secara Online (Via Handphone), dan jam operasional dibuka hingga 21.00. Atau lebih jelasnya dari 08.00 - 21.00 WIB. Dan Bekam untuk sementara waktu kami tiadakan.

Untuk Informasi lebih lanjut, Bagaimana cara pendaftaran, pelaksanaan dan sebagainya silahkan hubungi Hotline Service di Nomor 0851-0503-5459 dan (021) - 80872602

Rumah Ruqyah Indonesia
March 22, 2020
thumbnail

Gelang Kebesaran Kisra

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-21


  "Wahai Suraqah (bin Malik), bagaimana pendapatmu Jika suatu hari nanti Gelang Kebesaran Kisra (Raja Persia) dikenakan padamu ?", Kata Rasulullah kepada Suraqah yang baru saja berniat menangkapnya...
"Kisra bin Hurmuz !?", Jawab Suraqah sambil berlalu meninggalkan Rasulullah dan Ashshiddiq ..
Dia menganggap kalimat Rasulullah tersebut hanya basa basi saja..makanya dia tak tertarik untuk lebih jauh menanggapinya..
Nanti di Jaman Amirul Mukminin Umar bin Khattab rhodiyallahu anhu ketika penaklukan persia telah selesai dan Amirul Mukminin memanggil Suraqah lalu mengenakan padanya gelang kebesaran Kisra yg merupakan harta rampasan perang, Barulah Suraqah sadar bhw apa yg Rasulullah katakan dahulu bukan basa basi..
"Wa maa yantiqu 'anil hawaa in huwa illa wahyu yuha !"
Lalu kenapa saat itu Rasulullah menjanjikan gelang Kisra kepada Suraqah, bahwa kelak Kaum Muslimin akan menaklukkan Persia padhal saat itu ada imperium lain seperti Romawi timur ?, kenapa bukan Romawi ?
Jawabannya adalah :"Saat hari kejadian Suraqah mengejar Rasulullah itu yaitu ditahun 1 Hijriah, Imperium Persia adalah Imperium yang paling Kuat di dunia, Saat itu Persia belum lama telah mengalahkan rival bebuyutannya yaitu Romawi timur"
Makanya dalam Surah Rum yang merupakan Surah-surah Makkiyah disebutkan "Gulibatir Ruum", telah di kalahkan Negri Romawi oleh Bangsa Persia..
Dari kisah ini juga Rasulullah hendak mengajar Ummatnya untuk senantiasa optimis dan memiliki cita cita tinggi...
Suraqah bin Malik saat itu hanya menganggap angin lalu perkataan Rasulullah.. mana mungkin ada seorang "Buronan" yang bersembunyi di tengah gurun pasir Makkah yang dianggap tidak ada didalam percaturan politik dan militer dunia saat itu bercita-cita menaklukan Imperium terkuat dunia saat itu ? Ajiib...
Tapi itulah Himmah..yang seharusnya ada dalam dada dada setiap Muslim...
Bahwa suatu hari nanti.. bukan hanya Al Aqsa, tapi Andalusia akan kita rebut kembali..Fathul Andalushi akan terjadi.. Negri yang dikuasai selama 800 tahun oleh anak keturunan Raja Islam Abdurrahman ad Dakhil akan kembali ke pangkuan kaum muslimin..
InsyaAllah...

Fathul Andalush
March 21, 2020
thumbnail

Mengapa Saat Baca Al Qur'an Harus Bersuara?

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-19


MENGAPA SAAT BACA AL QUR'AN DISARANKAN UNTUK BERSUARA?

Mau Sehat?
Baca terus Al Quran, Sel Kanker pun Bunuh Diri.
Pengaruh Tilawah terhadap Kesehatan tubuh

Masya Allah

  Bukti-bukti ilmiah Al Qur'an sudah nampak di akhir zaman ini, kemukjizatan Al Qur'an sudah di ketahui dunia saat ini dan membuat mereka para Saintific terpesona atas keilmiahan dan kemukjizatan Al Qur'an Tersebut, AL:

1. Prof. Dr. Suzane Moore PhD telah merilis dalam journalnya, ia berkata : ini sebuah kitab yang menakjubkan karena terbukti kemukjizatannya, ia telah memperlihatkan bagaimana Al Qur'an merupakan sejenis obat penyakit manusia.

  Suara yang keluar dari tilawah seseorang akan melayang ke udara dan kemudian masuk melewati telinga dan seterusnya di serap oleh tubuh, kemudian ia masuk ke sel-sel yang ada dalam tubuh kita.

  Suara yang terdengar dengan irama dan frekuensi tertentu mengandung informasi spesifik sehingga dapat memberi rangsangan kepada sel-sel dalam tubuh kita.

  Al Qur'an yang tersusun secara sistematik dengan irama yang indah karena bacaan yang tartil dan pengulangan kata- katanya sungguh menakjubkan, karena ia membuat sel-sel dalam tubuh kita bisa melawan Penyakit - penyakit yang berbahaya dengan bahasa yang menyentuh, ternyata mengandung informasi spesifik pada setiap ayat-ayatnya. Dengan informasi yang spesifik ini boleh membuat sel-sel yang sakit menjadi sembuh.

2. Hasil penelitian terkini seperti yang diungkapkan Prof. Dr. Abraham Nicole PhD, bahwa sel-sel darah merah yang telah dibacakan ayat-ayat Al Qur'an dengan bacaan tartil artinya bacaan yang indah dengan memakai kaedah Tahsin Tajwid, ia memperlihatkan respon tertentu. 

  Sehingga sel-sel kanker pun bunuh diri. Bahkan virus auto imun pun lenyap. Terbukti dari hasil penelitian 

3. Prof. Dr. Victor Iron PhD USAPenelitian lainnya membuktikan bahwa sel-sel kanker ganas menjadi normal kembali dengan bacaan ayat-ayat Al Qur'an.

  Di samping itu penelitian memperlihatkan bahwa media yang paling baik untuk informasi Al Qur'an adalah Air putih, Madu, Minyak Zaitun, Air Zam-Zam dan makanan alami yang sangat banyak ragamnya di dunia ini, ia boleh menjadi media informasi gelombang energi dari sebuah bacaan Al Qur'an.

*Inilah Manfaat Membaca Al-Qur'an bagi Kesihatan*

4. Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh Dr. Al-Qodhi di Klinik Besar Florida, Amerika Syarikat, berjaya membuktikan hanya dengan mendengarkan ayat suci Al-Qur'an, baik mereka yang mengerti bahasa Arab atau tidak, ternyata memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar. Termasuk salah satunya dapat menangkal berbagai macam jenis penyakit.

5. Hal tersebut dikuatkan lagi oleh Penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan University Boston.

"Mengapa di dalam Islam, ketika kita mengaji disarankan untuk bersuara?"

Minimal untuk diri sendiri terdengar oleh telinga kita.

Berikut penjelasanya :

  Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang saksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bahagian tubuh...

Nah...Sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya.

6. Hal tersebut artinya harus dengan suara. Maka munculah  TERAPI SUARA yang ditemukan oleh Dr. Alfred Tomatis, seorang doktor di Perancis.

7. Sementara Dr. Al-Qodhi menemukan, bahwa MEMBACA AL-QUR'AN DENGAN BERSUARA,

Memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya.Penelitian berikutnya membuktikan Sel Kanker dapat hancur dengan menggunakan FREKUENSI SUARA saja.

Dan kembali terbukti bahwa, Membaca Al-Qur'an sangat berkesan dalam proses penyembuhan penyakit sekali pun kanker. Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al-Qur'an, dan di saat yang sama , sel-sel Sehat akan menjadi aktif.

Mengembalikan keseimbangan program yang terganggu tadi. Silakan dilihat QS. Al-Isro' ayat 82

Dan yang lebih menguatkan supaya diri ini semakin rajin dan giat membaca Al-Qur'an adalah Karena menurut survey : SUARA YANG PALING MEMILIKI PENGARUH KUAT TERHADAP SEL-SEL TUBUH, ADALAH SUARA SI PEMILIK TUBUH Itu SENDIRI.

*Lihat QS. 7 ayat 55 (Surah Al-A'Raf) dan QS. 17 ayat 9 (Surah Al-Isra').*

Mengapa Solat berjama'ah lebih di anjurkan?.

Kerana ada do'a yang dilantunkan dengan keras, sehingga terdengar oleh telinga dan ini boleh mengembalikan sistem yang seharian rusak.

Mengapa dalam Islam mendengarkan lagu hingar bingar tidak dianjurkan?

Kerana survey membuktikan, bahwa getaran suara hingar bingar MEMBUAT TUBUH TIDAK SEIMBANG.

Maka kesimpulannya adalah :

1. Bacalah Al-Qur'an di pagi hari dan malam hari sebelum tidur untuk mengembalikan sistem tubuh kembali normal.

Kurangi mendengar kan musik hingar bingar, ganti saja dengan murotal yang jelas-jelas memberikan efek menyembuhkan. Siapa tahu kita punya potensi terkena kanker, tapi karena rajin mendengarkan murotal, penyakit tersebut bisa hancur sebelum terdeteksi.

Perbaiki baca Al-Qur'an (baca dengan tartil, penuhi Hukum Tajwid),  kerana efek suara kita sendirilah yang paling dahsyat dalam penyembuhan.

Dengan hanya tilawah yg baik dan Tartil Tajwid Tahsin maka kesehatan akan terjaga. In Syaa Allah.

Aamiin ya Rabbal 'Alamiin

Sumber : Prof Dr Delfitri Munir
March 19, 2020
thumbnail

Kisah Amru Bin Ash Dalam Mengatasi Wabah Menular

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-17


Dalam sejarah, tercatat dalam tinta emas bagaimana Islam mengatasi Wabah Menular. Seorang cerdas bernama Amru Bin Ash di bawah kepemimpinan Khalifah Umar Bin Khattab berhasil mengatasinya.

Lihat videnya disini : Video Facebook
March 17, 2020
thumbnail

Tangannya Terus Berzikir

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-14



Tim SAR Temukan Gadis yang Hilang di Hutan, Tangannya Terus Berzikir

  JEPARA–Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang gadis di tengah hutan Srikandang Jepara Jawa Tengah. Ditemukan dengan kondisi lemas, tangan korban terlihat terus berzikir memakai tasbih.

  Gadis itu berisial S (16), asal Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Peristiwa bermula saat S bersama dua rekannya B dan W keluar dari pondok pesantren tempatnya belajar, yang berlokasi di Desa Guyangan Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara.

  Mereka meninggalkan ponpes tanpa sepengetahuan pengurus, pada Jumat 6 Maret sekira pukul 18.00 WIB. Belum diketahui pasti arah dan tujuan ketiganya, hingga hilang tanpa jejak. Pengurus pondok kemudian melakukan pencarian hingga malam.

  Setelah ditelusuri dan mengumpulkan informasi, jejak B dan W mulai diketahui. Keduanya berhasil ditemukan. Namun, keberadaan S masih misteri. Belum ada jejak maupun petunjuk yang mengarah pada gadis manis itu.

  “Korban bersama dua temannya B dan W pergi dari pondok tanpa sepengetahuan pengurus. Ketiga remaja tersebut hilang,” kata Kepala Basarnas Jateng Nur Yahya, Sabtu (7/3/2020).

  “Setelah dilakukan pencarian malam itu, B dan W berhasil ditemukan di sawah, sedangkan S masih dalam pencarian,” ungkapnya.

  Satu tim rescue Basarnas Pos SAR Jepara diterjunkan untuk melakukan pencarian dan pertolongan. Petugas meminta keterangan saksi maupun dua gadis yang telah ditemukan sebelumnya. Berbekal informasi itu, tim SAR bergerak melakukan penyisiran.

  “Pencarian tim SAR gabungan dengan metode prelimenery yaitu mengumpulkan beberapa informasi dari keterangan warga dan teman yang sudah dahulu ditemukan,” ujar Koordinator Basarnas Pos SAR Jepara Whisnu Yuas.

  Dari petunjuk dan informasi, petugas menyisir jalan ke arah timur laut. Hingga pada pukul 09.30 WIB, petugas berhasil menemukan S. Kondisinya terlihat syok dan lemas. Wajahnya pucat dan jari-jari tangan kanannya terus memutar tasbih.

  “Korban berhasil ditemukan ke arah timur laut dalam keadaan lemas. Jarak dari TKP kurang lebih 11 kilometer. Korban diserahkan kepada keluarga selanjutnya dibawa ke Puskesmas Bangsri Kabupaten Jepara,” tutup dia. []

Sumber Kumparan
March 14, 2020
thumbnail

Hilangnya Hafalan Bacaan Sholat

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-12



Seorang Dukun Kesohor Memaksaku Mewarisi 'Ilmu' Tingkat Tingginya. [Bag.5] - Selesai


  Badan saya bergetar bercucuran keringat. Saya dipukuli Ustadz Fadhlan berkali-kali yang menurut adik saya sangat keras. namun saya sama sekali tak merasakan apa-apa. Hingga saya di suruh untuk bangun dan duduk.

  Namun ternyata saya nggak bisa duduk sama sekali. Maka Ustadz Fadhlan meneruskan wiridnya sambil membentak dengan bahasa Arab dan memukul badan saya dengan menggunakan medical ball. Baru kemudian saya bisa berdiri duduk. Namun kaki dan tangan masih terasa kaku dan tidak bisa digerak-gerakkan.

  Begitu bisa duduk, Ustadz Fadhlan meneruskan kembali dan memukuli kaki dan tangan. Memang tak terasa apa-apa. Tetapi tangan dan kaki seperti bergerak diluar jalur kontrol saya. Begitu tangan dan kaki dipukul sambil Ustadz Fadhlan berteriak menghardik, Hasbiyallah, maka tangan dan kaki saya menjadi lemas.

Lalu saya mulai bisa berdiri normal walau sambil sempoyongan karena kecapekan.

  Begitu selesai, badan terasa segar walau terasa lemas lunglai. Namun begitu, Mbak Darti terus mengajak saya sholat bersama. Tapi karena belum hilang betul, walau mulai ingat gerakan sholat, saya masih dituntun mbak Darti.

  Nah keesokan harinya saat Ustadz Fadhlan pulang ke Boyolali, saya ikut. Dan diruqyah kembali di Boyolali. Saat di Boyolali kondisi ruqyah saya tidak separah saat di Yogya. Bahkan setelah diruqyah kedua badan terasa segar.

  Pening kepala sudah mulai hilang. Maka Ustadz Fadhlan menyarankan saya untuk membeli kaset terapi Jin dan Sihir sebagai sarana ruqyah saya di rumah.

  Alhamdulillah, begitu saya pulang sampai di rumah maka seluruh hafalan bacaan sholat dan doa-doa yang diajarkan guru agama dulu kembali ingat. Dan saya mulai bisa berwudhu dan sholat sendiri.

 Semenjak itu pula saya sekarang bisa tertawa, bersosialisasi dengan masyarakat dan tidak pernah mengkotak-kotakkan orang atau menaruh curiga terhadap setiap orang lain. Bahkan emosi saya yang tidak pernah terkendali itu, sekarang bisa saya kendalikan.

Walau terkadang masih ada rasa nyeri dan kesemutan.

  Maka setiap kali ada waktu luang atau mulai ada efek saya dengerin kaset. Memang setiap kali didengerin kaset, dampaknya bergetar ke seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Terkadang getaran kecil di sekitar tangan dan kaki. Namun begitu saya pukul ia menghilang.

  Alhamdulillah, seringkali Ustadz Fadhlan memonitor perkembangan saya lewat telepon. Terkadang saat dicek lewat telepon dada ini bergetar seperti di jedor-jedor, persis orang sakit jantung. Namun dengan sholat tertib lima waktu dan wudhu saja, semua permasalahan yang saya alami bertahun-tahun itu kini telah teratasi.

  Memang saya belum bisa lancar mengaji. Tapi yang penting sholat dulu. Dan Ustadz Fadhlan itu simple saja memberi solusi. Tanpa harus melalui ritual yang macam-macam, hanya dengan wudhu dan sholat, ternyata dampaknya luar biasa.

  Makanya kita harus kmbali pada inti ajaran kita. Segala obat sebenarnya telah diberikan dan diajarkan oleh Allah dalam wudhu dan sholat serta penghambaan yang tulus kepadaNya. Dan ketahuilah bahwa wudhu itulah sebenarnya 'susuk' yang paling bagus dan akan membekas dalam wajah setiap orang.

  Dan dengan sholatlah segala ketegangan dan kegundahan hati akan terobati. Segala gangguan dan kejahilan makhluk pun akan teratasi [Selesai]

Majalah Ghoib Edisi No 2 Th 1/1423 H/2002 M.

March 12, 2020
thumbnail

Ukuran Bintang Sangat Besar, Bagaimana Mungkin Dijadikan untuk Melempar Syetan?

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-10



Bintang Pelempar Syaitan

 Pertanyaan : Allah menjadikan bintang-bintang untuk melempar syaitan, akan tetapi kita jarang melihat bintang-bintang berjatuhan untuk melempar syaitan, demikian juga bukankah bintang-bintang sangat besar, bagaimana bisa dijadikan untuk melempar syaitan yang tubuhnya jauh lebih kecil daripada bintang?

Jawab :

Banyak ayat yang menjelaskan bahwa diantara fungsi bintang adalah untuk melempar para syaitan. Allah berfirman:

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

  “Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (QS Al-Mulk : 5)

Qotadah rahimahullah berkata

خَلَقَ هَذِهِ النُّجُومَ لِثَلاَثٍ: جَعَلَهَا زِينَةً لِلسَّمَاءِ، وَرُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ، وَعَلاَمَاتٍ يُهْتَدَى بِهَا

“Allah menciptakan bintang-bintang ini untuk tiga perkara, Allah menjadikannya sebagai perhiasan untuk langit, untuk melempar para syaitan, dan untuk menjadi alamat (tanda-tanda) sebagai penunjuk arah” (Shahih Al-Bukhari 4/107 secara táliq majzuum bihi)

  Akan tetapi bukan yang dimaksud adalah bintang-bintangnya yang dilemparkan dan bergerak untuk membakar para syaitan, namun yang dimaksud adalah syihab/nyala api yang terpancar dari bintang-bintang tersebut untuk mengejar dan membakar para syaitan yang mencoba mencuri berita dari langit.

Allah berfirman :

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ (16) وَحَفِظْنَاهَا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ (17) إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk. Kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.” (QS Al-Hijr : 16-18)

إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ (6) وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ (7) لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ (8) دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ (9) إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ

  “Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka. Syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru, untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal. Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang menembus.” (QS As-Shooffaat : 6-10)

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا (8) وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

(Para jin berkata) : “Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya)” (QS Al-Jinn : 8-9)

Syihab الشِّهاب dalam bahasa Arab artinya شعْلة نَار سَاطِع “nyala api” (Tahdziib Al-Lughoh, Al-Azhari 6/56)

Allah berfirman

إِذْ قَالَ مُوسَى لِأَهْلِهِ إِنِّي آنَسْتُ نَارًا سَآتِيكُمْ مِنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ آتِيكُمْ بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ

(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya: “Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu khabar daripadanya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang” (QS An-Naml : 7)

Dalam ayat yang lain

لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍ مِنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ

“…Mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan” (QS Al-Qoshosh : 29)

Karenanya yang dijadikan untuk melempar syaitan adalah api bukan bintangnya langsung.

Al-Qurthubi rahimahullah berkata :

(وَجَعَلْناها رُجُوماً) أي جعلنا شهبها…دَلِيلُهُ إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهابٌ ثاقِبٌ. وَعَلَى هَذَا فَالْمَصَابِيحُ لَا تَزُولُ وَلَا يُرْجَمُ بِهَا. وَقِيلَ … أَنَّ الرَّجْمَ مِنْ أَنْفُسِ الْكَوَاكِبِ، وَلَا يسقط الكوكب نفسه إنما ينفصل منه شي يُرْجَمُ بِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ ضَوْءُهُ وَلَا صُورَتُهُ

  “Firman Allah “Dan kami jadikan bintang-bintang untuk melempar syaitan”, yaitu Kami jadikan apinya… dalilnya firman Allah “Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang menembus” (QS As-Shoffat : 10). 

Dengan demikian maka bintang-bintang tidaklah bergeser dari tempatnya dan bukan bintang-bintang itu yang dilemparkan (akan tetapi api yang keluar dari bintang-bintang tersebut).

  Dan dikatakan …bahwasanya pelemparan dari dzat bintang-bintang itu sendiri, akan tetapi bukan bintangnya yang dilempar, namun ada sebagian kecil yang terlepaskan dari bintang tersebut untuk dilempar, tanpa mengurangi cahaya bintang dan bentung bintang tersebut” (Tafsir al-Qurthubi 18/210-211)

Hal ini juga dikuatkan dengan sabda Nabi shallallahu álaihi wasallam :

إِذَا قَضَى اللَّهُ الأَمْرَ فِي السَّمَاءِ، ضَرَبَتِ المَلاَئِكَةُ بِأَجْنِحَتِهَا خُضْعَانًا لِقَوْلِهِ، كَأَنَّهُ سِلْسِلَةٌ عَلَى صَفْوَانٍ، فَإِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا: مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟ قَالُوا لِلَّذِي قَالَ: الحَقَّ، وَهُوَ العَلِيُّ الكَبِيرُ، فَيَسْمَعُهَا مُسْتَرِقُ السَّمْعِ، وَمُسْتَرِقُ السَّمْعِ هَكَذَا بَعْضُهُ فَوْقَ بَعْضٍ – وَوَصَفَ سُفْيَانُ بِكَفِّهِ فَحَرَفَهَا، وَبَدَّدَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ – فَيَسْمَعُ الكَلِمَةَ فَيُلْقِيهَا إِلَى مَنْ تَحْتَهُ، ثُمَّ يُلْقِيهَا الآخَرُ إِلَى مَنْ تَحْتَهُ، حَتَّى يُلْقِيَهَا عَلَى لِسَانِ السَّاحِرِ أَوِ الكَاهِنِ، فَرُبَّمَا أَدْرَكَ الشِّهَابُ قَبْلَ أَنْ يُلْقِيَهَا، وَرُبَّمَا أَلْقَاهَا قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُ، فَيَكْذِبُ مَعَهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ، فَيُقَالُ: أَلَيْسَ قَدْ قَالَ لَنَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا: كَذَا وَكَذَا، فَيُصَدَّقُ بِتِلْكَ الكَلِمَةِ الَّتِي سَمِعَ مِنَ السَّمَاءِ “

  “Apabila Alloh menetapkan perintah di atas langit, para malaikat mengepakkan sayap-sayapnya karena patuh akan firman-Nya, seakan-akan firman (yang didengar) itu seperti gemerincing rantai besi (yang ditarik) di atas batu rata, hal itu memekakkan mereka (sehingga mereka jatuh pingsan karena ketakutan). 

  Maka apabila telah dihilangkan rasa takut dari hati mereka, mereka berkata: ‘Apakah yang difirmankan oleh Tuhanmu?’ 

  Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar’. Dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. 

  Ketika itulah, (syaithan-syaithan) penyadap berita (wahyu) mendengarnya. Keadaan penyadap berita itu seperti ini: Sebagian mereka di atas sebagian yang lain -digambarkan Sufyan dengan telapak tangannya, dengan direnggangkan dan dibuka jari-jemarinya- maka ketika penyadap berita (yang di atas) mendengar kalimat (firman) itu, disampaikanlah kepada yang di bawahnya, kemudian disampaikan lagi kepada yang ada di bawahnya, dan demikian seterusnya hingga disampaikan ke mulut tukang sihir atau tukang ramal. 

  Akan tetapi kadangkala syaithan penyadap berita itu terkena syihab (api) sebelum sempat menyampaikan kalimat (firman) tersebut, dan kadang kala sudah sempat menyampaikannya sebelum terkena syihab (api); dengan satu kalimat yang didengarnya itulah, tukang sihir atau tukang ramal meIakukan seratus macam kebohongan. 

  Mereka (yang mendatangi tukang sihir atau tukang ramal) mengatakan: ‘Bukankah dia telah memberitahu kita bahwa pada hari anu akan terjadi anu (dan itu terjadi benar)’, sehingga dipercayalah tukang sihir atau tukang ramal tersebut karena satu kalimat yang telah didengar dari Iangit.” (HR Al-Bukhari no 4800 dari Abu Hurairoh) 

Ustadz Dr. Firanda Andirja Abidin, MA



Sumber artikel bisa dilihat DISINI
March 10, 2020
thumbnail

Meruqyah Jin Eropa

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-09


 
  Terkait postingan kita kemarin tentang "Teleport Janin", saya membaca sejumlah komentar bermanfaat, menurut saya, terkait kenyataan bahwa kejadian "teleport janin" ini betul-betul nyata di negeri kita. Kita ga bisa menolak hal-hal kayak gini karena kejadiannya cukup banyak sampai pada level "mutawatir". Maka saya tertarik membahas satu hal yang mudah-mudahan ada faidah buat kawan-kawan sekalian, satu kisah yang ga pernah saya cerita ke orang-orang....

***

  Sekitar 6-7 tahun lalu, seorang kawan untuk melihat satu rekaman ruqyah anak Indonesia yang kesurupan "Jin Eropa". Anak ini kasusnya, dia pernah pada bulan Ramadhan tahun itu, pada saat salat tarawih di Mesjid Indonesia di ibukota Jerman, tiba-tiba kesurupan dan mengamuk. Sebagian jamaahnya yang bodoh-bodoh -mereka sih merasa pintar ya- menyarankan untuk membawa pemuda malang ini ke rumah sakit. 

  Ada sejumlah kawan kami yang berinisiatif mengajaknya diruqyah di kota tersebut. Rekaman ruqyahnya dikirim kepada saya. Saya perhatikan secara seksama, ketika di ruqyah, si "jin bule" mengamuk sambil ngoceh dalam bahasa Inggris. Lalu dia memperagakan sejumlah adegan gerakan silat.

Kawan Berlin: Bang. Bisa tolong Ruqyah kawan? Dia kemasukan jin bule. Ini kami ada videonya.

Saya: (Setelah melihat video). Ini sih jin lokal. Inggrisnya belepotan! Bule ga ada yang bisa silat.

  Akhirnya, beberapa hari kemudian meluncurlah saya ke Berlin, berangkat pagi buta naik bis lumayan sepi menempuh jarak lumayan panjangnya dari Mulheim Ruhr. Ya Tuhan, dinginnya udara pagi Jerman menusuk tulang. Saya bawa beberapa perlengkapan "Ghostbuster".

  Saya tiba siang dan setelah sempat ramah tamah sedikit, sorenya kami meluncur ke kediaman ybs. Mungkin jam 5-an kami tiba. Saya ketemu pemuda dimaksud dan mulai bertanya-tanya keadaan dan latar belakang keluarganya. Beliau cerita bahwa dia belum lama di Berlin, dan keluarga besarnya tinggal di Singapura. Beliau disini baru mulai kuliah sarjana, bersama adiknya juga. Lalu beliau mulai cerita tentang latar keluarganya, yang nampaknya dekat dengan dunia mistik.

  Ini tepat seperti dugaan saya, seperti kasus yang sudah-sudah. Orang Indo, kadang memang ga ngerti bahwa mereka udah mengikat diri dengan hal-hal mistik. Kalo ini sampai kejadian, hampir pasti akan turun-temurun menimpa keluarganya kebawah sampai cucu-cicit. Mereka sangat kultus luar biasa dengan "pria bersorban". 

  Asal pake sorban, asal namanya hadad, segaf, atos what ever lah... "sujud" lah otak mereka. Ada masalah hukum, curhat ke habib. Kena penyakit, telpon habib. Putus cinta, panggil habib. "Habib-habib" setan ini girang juga bisa laris kayak gitu. Gemerincing duit saban hari. "Haji tenang aja masalah gituan, nanti Habib bantu jalan keluarnya", kata si habib. Masuklah ke rekening si Habib, kadang amplop 100 juta, dua ratus juta. Ini kejadian nyata. Saya ga tau, yang bodo tu siapa sebetulnya.

  Tapi dukun-dukun bersorban ini laris manis. Mereka mengikatkan dirinya kepada setan, dan pengikutnya mengikat jerat itu ke leher mereka masing-masing, merantai satu keluarganya 7 turunan. Padahal biasanya, orang bersorban beneran, dia paling tawadhu soal duit, paling ngeri bicara tanpa ilmu. 

  Saya pernah mengundang ulama ternama waktu saya mahasiswa sarjana, hampir 20 tahun lalu. Pesan dia ke kami, "Saya ga mau dibayar, dan jangan kalian merepotkan diri demi saya!". Saya yang terima pesan itu kelabakan, pasti guru saya marahin saya karena undangan kami tidak mau diberi amplop. 

  Dan beliau datang dari Bogor ke Bandung, lalu mengajar kami seharian, kemudian pulang, tanpa mau kami amplopin. Sampai sekarang, beliau cuma menafkahi dirinya dari karya buku-bukunya yang jumlahnya puluhan itu. Siang malamnya beliau habiskan untuk menulis buku dan mengajar. Subhanallah. Orang ini ga pernah menyebut dirinya habib, tapi dia "habib" dihati banyak orang. Saya sampai malu nyebut nama beliau..

  Balik ke pemuda berlin ini. Nampak dimata saya, pemuda ini orang biasa saja. Wajahnya cerah, ganteng, ceria. Tidak ada tampak tanda-tanda gangguan. Orang taat beragama dan santun.

Saya: Pernah melihat jin-jin ini dalam mimpi atau di alam nyata? melihat gangguan mereka?

Pemuda Berlin: Iya, Bang. Pernah.

  Akhirnya masuk Maghrib, kami tunaikan solat Maghrib dulu. Selesai Maghrib, kami mulai ruqyah tersebut. Saya minta pemuda ini menutup mata dan jangan bicara kecuali saya minta. Saya mulai bacakan ayat-ayat yang umumnya kami baca ketika ruqyah, yang umumnya kita baca waktu salat. Surat al fatihah, an nas, al falaq, al ikhlas, ayat kursi. Pemuda ini mulai bereaksi seperti kepanasan.

Saya: Kamu dengar sesuatu?

Pemuda Berlin: Iya, Bang. Mereka kepanasan.

Saya: Suruh mereka bicara

Pemuda Berlin: Mereka tidak mau, Bang.

Well, jin-jin sombong. Kita goreng lagi ini jin-jin dengan izin Allah. Kadang-kadang dialog itu efektif, karena ada segelintir jin yang kafir tapi "open minded". Tapi umumnya banyak yang sombong. Jin-jin tersebut mulai berontak dan meracau pakai bahasa inggris.

Saya: Heh jin, ngomong pake bahasa indonesia aja!

Ruqyah kami skorsing sementara karena salat Isya. Lalu kami lanjut lagi cukup lama sekitar sejam. Saya pikir ini mulai membosankan, karena setannya pada ngeyel dibakar. Siap mati mempertahankan kebatilan.

Saya: Kamu mau kalo saya bekam?

Pemuda Berlin: Boleh Bang

  Saya keluarkan alat-alat bekam saya, lalu saya mulai bekam sekujur tubuhnya. Reaksi yang terjadi lebih hebat lagi. Jin-jin tersebut mengerang kesakitan. Tapi mereka tidak menyerah.

Saya: Kamu mau klo saya bekam kepala? Insya Allah efeknya jauh lebih kuat

Pemuda Berlin: Mau Bang.

Pemuda ini tidak pikir panjan juga rupanya. Setelah 30 menit kami gunduli, mulailah bekam bagian kepala. Akhirnya geng jin mulai berani ngomong.

Jin: Tuhan Yesus, tolong kami!!

Saya: Yesus is not God!

  Saya bacakan beberapa ayat dalam surat Ali Imran terkait kisah Isa bin Maryam dan sanggahan Isa ketika dia disembah orang-orang setelahnya. Saya harap jin ini mau diskusi lebih lanjut. Tapi nampaknya dia gengsi. Buat pengetahuan, jin-jin ini makhluk yang hidup bersama kita. 

  Mereka berakal dan terkena "beban taklif", alias seperti manusia. Bukan seperti binatang yang tidak punya beban untuk menuruti syariat agama. Jin ini, dengan kata lain, mereka harus tunduk pada syariat, karena mereka dikaruniai otak dan pilihan oleh Tuhan.

  Jin ini makanya, mereka punya agama juga. Dan mereka ikut pada agama manusia secara umum. Karena Allah utus nabi ke setiap umat. Tapi nabi yang diutus hanya dari kalangan manusia saja, tidak ada nabi dari kalangan jin. Ini ditegaskan Imam Suyuthi dalam bukunya Al-Jin.

  Akhirnya habis kesabaran saya. Saya bacakan satu ayat untuk memenggal leher jin tersebut. Saya ga bisa lihat jinnya tentu saja. Saya praktekkan dengan gerakan memenggal leher pemuda ini menggunakan tangan kosong. Pemuda ini bereaksi seperti kena penggal betulan, dia mulai tercekik seperti kehabisan nafas, sedang sekujur tubuhnya hampir sejam ini masih terpasang alat-alat bekam.

  Selesai terputus satu lingkar leher, pemuda ini terjatuh dari kursinya. Beberapa detik kemudian dia pun bangkit.

Pemuda Berlin: Alhamdulillah, Bang. Jinnya mati semua.

Saya: Tau dari mana?

Pemuda Berlin: Saya rasakan dia mati, nyawanya tercabut.

Saya: Baik, saya ruqyah lagi untuk memastikan

Saya mengulang ruqyah lagi. Ternyata pemuda ini masih bereaksi, yang artinya kerjaan saya belum selesai.

Pemuda Berlin: Bang, jinnya mati 30 jin

Saya: Tau dari mana?

Pemuda Berlin: Itu yang saya dengar

Saya lepaskan cangkir-cangkir bekam saya yang sudah lama menyedot darah pemuda ini. Tapi nampak dia jauh lebih gembira dengan upaya kami hari ini.

Saya: Kita telah membalas kejahatan jin-jin ini yang selama ini menzalimi kamu

Pemuda Berlin: Alhamdulillah Bang.

  Diskusi saya lanjutkan dengan nasihat supaya senantiasa menjaga solat lima waktu, membentengi diri dengan dzikir pagi-petang, dan doa-doa. Insya Allah ga akan ada yang mengganggu. Lalu saya ajak adiknya mendengarkan soal keutamaan tauhid yang benar. Lalu melatih mereka untuk melakukan ruqyah sendiri lain waktu.

Jujur, saya ga pernah negruqyah orang selama ini, dari sore sampai pagi. Besoknya saya pun pamit.

***

  Hampir dua tahun dari peristiwa tersebut, saya dapat kabar tentang mahasiswa yang terjun bebas dari gedung lantai 30 di Berlin. Saya mengenali nama pemuda tersebut. Inna lillahi. Saya mulai tanya-tanya gimana ceritanya. Dikabarkan bahwa pemuda ini sedang belajar bersama kawan-kawannya di satu apartemen. Lalu tiba-tiba dia melompat dari jendela apartemen tersebut. Selesai!

   Duh. Yang tersebar, berita bahwa pemuda ini mengalami depresi, sehingga bunuh diri. Tapi saya lebih percaya pengalaman saya sendiri, apa yang saya lihat dan apa yang saya ketahui serta rasakan tentang dia. Dia tidak seperti tuduhan mereka.

  Dan saya tahu, jin-jin itu membalas dendam karena perbuatan saya padanya. Jin-jin itu telah mengganggunya dan membikin gambaran-gambaran alam yang aneh yang bertolak belakang dengan kenyataan. Pemuda ini tentu sadar betul, tapi dia ga bisa cerita banyak orang. Karena dokter-dokter jerman yang ateis, dan seisi orang Islam disana yang umumnya stupid, akan menyangkanya gila, atau schizoprenia.

  Orang kayak gini di Jerman, sekali divonis, dia akan dipaksa untuk rutin minum obat penenang yang akan melonggarkan syaraf-syarafnya sehingga mereka jadi gampang tertidur dan badan jadi gemuk. Payah lah treatment nya. Psikiaternya juga gitu-gitu juga. Ilmu mereka dicomot gitu aja di Indo.

  Akhirnya sebagian dokter Indo, dan psikiaternya juga, menolak adanya jin. Artinya rusak Rukun Iman mereka "Iman kepada yang ghaib". Anda bisa saja seorang garong, pezina, pemabuk dan lain-lain dosa besar. Tapi tidak diterima Islam kalo rukun Iman nya udah rusak. 

   Syahadat Anda harus diulang, nikah Anda batal, Puasa Anda sia-sia, haji juga percuma, Anda ga dapat waris dan Anda juga ga bisa warisi harta Anda keluarga Anda yang muslim, dan kuburan Anda tidak boleh satu komplek dengan kaum muslimin. Ini konsekwensi berat, akibat dari kebodohan.

  Yang dilakukan pemuda ini, ikhtiarnya untuk melepaskan diri dari kezaliman, merupakan jihadnya. Dia sudah berupaya melawan. Tapi Allah takdirkan dia gugur dalam perlawanannya, "syahid" Insya Allah Taala. Wa laa uzakki ala Allah ahad, saya tidak mensucikan manusia seorang pun di hadapan Allah. Saya menilai sekadar yang saya lihat.

***

  Dari kisah pemuda Berlin ini, saya sadar bahwa jin-jin bisa berbuat sejauh itu. Bisa membunuh orang, bahkan mencuri janin. Tapi kawan-kawan pembaca, jin-jin ini juga pilih-pilih. Dia ga sembarang pilih korban. Dia cari mereka yang imannya ga ada, atau lemah, atau abangan, bahkan bodoh. Korban mereka biasanya bisa jadi moyang kita yang pernah bikin perjanjian dengan dukun-dukun ini.

  Maka, kalo ada saudara Anda keluarga dekat yang bersekutu dengan dukun, jangan Anda diamkan. Jangan jadi setan budeg. Masa Bodo. Sikap itu bikin rugi Anda sendiri nanti. Percaya aja, ngurusin ginian bakal lebih manfaat dari pada saban hari nekuni politik, gosip dan duit yang ga ada beres-beresnya. Dan kita akan selalu open buat diskusi insya Allah.

  Saya sendiri sudah lama tidak melakukan ini lagi, terlebih sejak jin ini suka membalas dan mengganggu. Kadang masuk ke alam mimpi dan menakut-nakuti. Insya Allah saya ga takut. Kita punya pelindung, Yang Maha Kuasa.

Zico Pratama Putra

Sumber Artikel bisa dibaca DISINI
March 09, 2020
thumbnail

Ritual Mandi di Tengah Malam

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-08



Seorang Dukun Kesohor Memaksaku Mewarisi 'Ilmu' Tingkat Tingginya. [Bag.4]

 Begitu pulang, saya disuruh untuk membeli kembang tujuh rupa dan nggak boleh menawar. Bunga itu kemudian dimasukkan ke dalam botol aqua dan ditaruh di kamar mandi. Baru pukul 12 malam, saya harus mandi menggunakan air tersebut.

  Ada lagi yang harus mandi menggunakan uang logam yang dimasukkan di gayung. Dengan terlebih dahulu di ceplokin telur mentah di kepala, tiap pukul 12 malam, saya juga harus mandi sambil terdengar krincingan air logam itu. Namun, tetap nggak punya pengaruh.

  Kemudian sama kakak diantar ke paranormal Bekasi. Paranormal ini memberitahu, bahwa yang ada pada diri saya adalah titisan dari nenek. 

  Ia tidak menyakiti, akan tetapi over protectif. Dan untuk menghilangkannya saya disuruh menggelar kain putih sepanjang kuburan pada 12 malam. Terus setelah itu kain putih itu diambil dan celupin ke air, kemudian harus saya minum. Wah pokoknya yang nggak-nggak saja saat itu.

  Bahkan saya telah pergi ke paranormal yang dianggap paling top di Indonesia. Di tempat inilah para aparat pemerintahan meminta jampi-jampi padanya. Namun begitu saya datang, malah ia bilang "Mohon jangan pernah datang ke sini lagi ya." 

  Maka teman saya tertawa mendengar ucapannya dan berseloroh, kalau paranormal terhebat saja nggak sanggup menandingi kamu, kamu saja yang jadi paranormal menggantiin dia. Tapi karena saya sudah capek, saya masa bodoh saja.

Bertemu Ustadz Fadhlan 

  Hingga akhirnya suatu saat adik saya yang bekerja di Grogol membawa majalah Tarbawi yang berjudul; "Dahsyatnya Kekuatan Doa" yang didapat dari teman-teman Cina Muslim yang kebetulan satu kantor dengannya. 

 Di Majalah Tarbawi itu, dimuat pakar terapi jin sesuai syari'at yang bernama Ustadz Fadhlan. Maka begitu selesai membaca langsung saya kontak kantor Tarbawi, Alhamdulillah Tarbawi membantu mencarikan nomor kontak dan tempat yang bisa dihubungi.

 Maka keesokan harinya saya menyuruh saudara pembantu yang ada di Solo untuk membuat perjanjian waktu dengan Ustadz Fadhlan di Pondok Al Hikmah Boyolali. 

  Begitu ada waktu, pada hari Kamis saya rent car berangkat menuju Boyolali. Namun saat sampai daerah Cirebon, tiba-tiba karet pedal perseneling putus. Dan tak satupun yang menjual. 

  Maka terpaksa kami menunggu datangnya mobil pengganti, sambil bermalam di Pom Bensin.Begitu mobil tiba, kita langsung meluncur menuju ke Boyolali. Sesampai di sana ternyata Ustadz Fadhlan lagi ada acara mendadak di Bantul dan baru bisa ditemui besok. 

  Itu pun di Yogyakarta. Maka segera kita kontak Yogyakarta, kebetulan di terima sama mbak Darti (istri Ustadz Fadhlan). Maka segera kami meluncur menuju Yogyakarta, namun karena sudah malam kami menginap di Solo.

  Nah, saat di Solo ini sering terjadi kejadian aneh. Setiap saya masuk kamar mandi maka tiba-tiba pintu terkunci. Bahkan sempat sengaja pintu tidak ditutup, namun tiba-tiba ia menutup sendiri dan nggak bisa dibuka hingga office boy datang. 

Dan itu berlangsung hingga beberapa kali. Tak urung saya berteriak histeris.

  Namun karena saya telah bertekad ketemu Ustadz Fadhlan, keesokan harinya saya teruskan ke Yogya walau dengan rintangan jatuh pula. Setiba di sana, menjelang Dhuhur setelah usai pengobatan orang Malaysia, Ustadz Fadhlan baru menangani saya. 

 Pada mulanya saya disuruh berwudhu. Namun karena nggak bisa maka saya dituntun sama Mbak Darti berwudhu lalu memakai jilbab dan berbaring. 

  Dan begitu dada saya diletakkan Al Qur'an dan tangan Ustadz Fadhlan memegang kepala saya dengan sarung tangan kulit yang tebal, lalu membaca surat-surat Al Qur'an. 

Tiba-tiba kepala saya seperti ditimpuk besi berton-ton. Dada saya sesak seperti dihimpit dua buah benda yang sangat besar. [Bersambung]

March 08, 2020