Latest Post

Cara Menghilangkan Cemas Selain Diruqyah, Adakah?

Written By Rumah Ruqyah on 2014-08-29 | 12:05 AM

 Cara Menghilangkan Cemas Selain Diruqyah, Adakah?

Assalamualaikum mas  kalau untuk menghilangkan kecemasan, ketakutan itu bisa dengan apa selain ruqyah mas?

Jawaban:

Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh,

Meningkatkan kedekatan kepada Allah, baik kuantitas dan kualitas. Seperti ibadah wajib lalu ditambah lagi sunnah, tadarusan, datang ke Majelis ilmu, shaum wajib dan sunnah, sedekah rutin dsb.

Fulan: Sudah mas, tapi habis sholat pun, kalo lagi datang kecemasan itu ga bisa apa-apa, mual aja, padahal kan sudah gada apa-apa, ada solusi lain ga mas.

Jwb: Itu tandanya antum belum memahami hakikat ibadah yang antum jalani. Coba pelajari lagi hadits-hadits terkait ibadah, pahami, resapi dan jalani.

Fulan:  Iya si mas, tapi apa ada solusi lainnya?

Jwb: Gak ada, was-was itu dari syaithon, jadi menghilangkan sesuai tuntunan Al Qur'an dan sunnah. Bisa dilihat di tafsir an nas. Ruqyah pun itu merupakan 'hanya' media agar mengarahkan manusia dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Wallahu'alam

Dikutip dari Tanya jawab di Official Rumah Ruqyah Indonesia via BBM, pin 2901EE02

FATWA IBNU TAIMIYYAH TENTANG MEMBUNUH JIN

Written By Rumah Ruqyah on 2014-08-28 | 9:43 PM

FATWA IBNU TAIMIYYAH TENTANG MEMBUNUH JIN


    Ini adalah perbandingan dari mereka yang selalu melandaskan tindakan "kekerasannya" terhadap pasien dengan berhujjah melalui riwayat Ibnu Taimiyyah yang juga memukuli orang kesurupan dengan tongkat...

  Hal tersebut tidak selalu dilakukan beliau dalam menangani kasus kesurupan dan beliau tidak serta merta memukuli jin yang ada di tubuh pasien. Mari kita simak beberapa fatwa beliau rahimahullah : *Foto pertama dijepret dari sumber Al-Asybah An-Nadhair hal.163


    Ibnu Taimiyyah berkata : "Membunuh jin TIDAK DIPERBOLEHKAN jika tidak ada alasan yang benar sebagaimana membunuh manusia juga tidak diperbolehkan jika tidak mempunyai alasan yang benar. KARENA perbuatan dzalim itu dalam keadaan apapun hukumnya adalah HARAM !!! MESKIPUN TERHADAP ORANG KAFIR..."

    

*Foto yang kedua dijepret dari sumber risalatul jin hal.27 Ibnu Taimiyyah berkata : "Maksudnya, bahwa seandainya bangsa jin memerangi/menganiaya manusia mereka harus diberitahu hukum Allah dan Rasul-Nya, serta disampaikan hujjah kepada mereka, dan diperintahkan melakukan kebaikan serta dicegah dari kemungkaran sebagaimana yang diterapkan kepada manusia, sebab Allah Ta'ala berfirman : "KAMI TIDAK AKAN MENYIKSA SEBELUM KAMI MENGUTUS SEORANG RASUL/UTUSAN (UNTUK MENYAMPAIKAN AJARAN AGAMA ALLAH) (Al-Israa' ayat 15) 

    Allah juga berfirman : "HAI GOLONGAN JIN DAN MANUSIA, APAKAH BELUM DATANG KEPADA KALIAN RASUL-RASUL DARI BANGSAMU SENDIRI YANG MENYAMPAIKAN KEPADAMU AYAT-AYATKU DAN MEMBERI PERINGATAN KEPADAMU TERHADAP PERTEMUANMU DENGAN HARI INI !!?..." (QS.Al-An'aam : 130)

    Kita bisa meringkas bahwa dari keterangan beliau, sebenarnya beliau sangat menganjurkan kita untuk berlaku adil dan tawasuth.... jangan terlalu LEMBEK terhadap bangsa jin namun juga jangan terlalu KASAR sehingga kita berlaku dzalim dan melampaui batas.

    Karena jin mengganggu manusia terjadi karena beberapa sebab; salah satunya karena jin cinta terhadap manusia, atau manusia yang terlebih dahulu mendzalimi jin tanpa sengaja seperti membunuh keluarganya, menyiram dengan air panas, mengencingi rumahnya, dsb...

    Maka dalam hal ini kita hendaknya mendakwahkan dan menyampaikan kepada mereka bahwasannya alam manusia dan jin itu berbeda, karena gak semua bangsa jin itu cerdik sebagaimana golongan IFRIT dan MARIDAH.

    Banyak diantara mereka yang DUNGU dan tidak mengetahui tentang ayat-ayat Allah. Maka hendaknya kita beri pengertian dan penjelasan terlebih dahulu, kita dakwahi tentang ayat-ayat Allah.. Syukur-syukur jika mereka menjadi sadar dan masuk Islam, kita pun mendapat pahala dari sisi Allah sebagaimana di saat kita juga mengislamkan manusia.

    Karena bangsa jin juga diberi taklif oleh Allah untuk menyembah-Nya dengan sebenar-benar peribadatan.  Adapun berbicara dengan jin pada saat ruqyah, maka sebagian ulama memperbolehkannya dengan syarat berbicara seperlunya saja, untuk berdakwah bukan untuk melenakan diri ke dalam obrolan mereka.

   Jangan bertanya yang macem-macem kepada jin yang mana dengan pertanyaan itu malah timbul khurafat dan kesyirikan, jangan ber-FANTASI ria bersama jin !!! dan jangan pula meminta tolong pada mereka.

    Barangsiapa yang berlaku DZALIM dan MELAMPAUI BATAS, maka jangan salahkan siapa pun jika ia merasakan dampak negatif dari serangan balik mereka.

    Diantara ciri-ciri gangguan jin terhadap peruqyah pasca ia meruqyah pasien adalah :
 1.Rasa takut tanpa sebab yang jelas
2.Insomnia
3.Emosi meluap dan susah mengontrol diri
4.Syahwat melunjak
5.Banyak bicara kotor atau tidak bisa menjaga lisan dari berbicara yang "nyelekit"
6.Timbul rasa untuk ingin selalu dapat pujian
7.Sombong dan tidak mau menerima nasehat
8.Loyo dan tidak bersemangat ibadah, khususnya dikala tidak ada orang yang melihatnya 9.Bawaannya selalu ingin cekcok kepada istri atau keluarganya
10.Tubuh berat, rasa ngantuk tak tertahankan dan ingin selalu tidur-tiduran
11.Banyak berfikiran negatif
12.Rasa dengki yang menyelimuti hati dan pandangannya
13.Kebas di bagian tubuh tertentu
14.Ngantuk ketika membaca al-Qur'an
15. Salah satu anggota keluarganya ada yang diganggu secara mendadak
16. Kaku di sebagian tubuh
17.Banyak menguap
18.Ada rasa bosan dan benci ketika mendengar tentang nasehat keagamaan karena merasa dirinya sudah paling alim
19.Dingin di penghujung tubuh
20.Sering merasa ketindihan dan banyak mengigau
21.Tidur tidak nyenyak, sedikit-sedikit bangun
22. Dan berbagai gangguan lain yang dapat merusak hati, fikiran, dan fisik....

 Maka dari itu berlaku lah adil dalam kondisi apa pun dan kapada siapa pun, karena keadilan sangat dekat dengan ketaqwaan...

   Adapun jika jin melawan dan memberontak atau bahkan menghina syariat Allah setelah datang ayat-ayatNya kepada mereka, maka barulah kita menghajarnya.

     Tentunya bukan dengan pukulan yang dapat membahayakan tubuh atau bahkan nyawa pasien. Cukup dengan goresan jari atau tepukan ringan, karena hal itu pun sudah sangat menyakiti mereka bahkan bisa membunuh syaithan pembangkang tersebut jika kita lakukan dengan ikhlas, bertawakal penuh kepada Allah, dan tanpa ada rasa ujub, merasa diri ini hebat karena seakan bisa menaklukkan jin....

Smoga penjelasan ringkas ini bisa membawa manfaat bagi kita smua... Dan semoga Allah selalu menjaga kita dari keburukan diri kita sendiri dan dari keburukan syaithan beserta bala tentaranya...aamiin...

Muhammad Faizar Hidayatullah

 

Hilangnya keceriaan si juara kelas

Hilangnya keceriaan si juara kelas

  Jangan pernah menganggap remeh akan murungnya anak. Apalagi yang awalnya ceria, ramah tiba-tiba berubah menjadi pendiam bahkan pemurung.  Cari tahu sebelum terlambat. Apakah dia dibully, dilecehkan, sakit, stress atau diganggu jin? 

   Sebutlah A, seorang anak yang periang. Dia dikenal pintar di kalangan teman-teman sekelasnya. Hingga tak jarang jadi tempat bertanya teman-temannya. Suatu ketika, A pindah rumah karena ayahnya mutasi kerja. Tak dinyana, terjadi perubahan drastis pada si A. 

   Dari periang menjadi pemuram, dari ramah menjadi lesu tak bergairah. Orang tuanya pun mencium perubahan pada buah hatinya, hingga diselidiki. Tak ada unsur sakit, tak ada yang menakalinya atau masalah yang menghimpit dipikirannya. 

   Hingga kemaren, orang tuanya mengontak team ruqyah Rumah Ruqyah Indonesia. Dan diutuslah salah satu peruqyah kami kesana. Setelah tanya jawab selesai, mulailah terapi ruqyah syar'iyyah dimulai. 

  Tak diduga terjadi reaksi cukup keras pada si A dan muntah-muntah hebat. Proses ruqyah pun selesai dengan menghasilkan muntahan seember. Selidik punya selidik, kepindahan keluarga si A ke kediamannya yang baru ini ternyata rumah kosong yang cukup lama tidak berpenghuni. 

  Dan rumah pun tidak mengikuti adab rumah, seperti membacakan suratul al Baqarah, menghidupkan ibadah dirumah (wajib dan sunnah), salam, dzikir yang diajarkan Rasulullah dsb. 

  Seperti diceritakan Ustadz Akhmad Sadzali (Wakil Dirut Rumah Ruqyah Indonesia) kepada Admin siang tadi. Semoga kita bisa mengambil ibrohnya.

Dibutuhkan Pembekam Wanita

Written By Rumah Ruqyah on 2014-08-26 | 11:00 PM

Dibutuhkan Pembekam Wanita 


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

 Kesempatan berkarir di Rumah Ruqyah Indonesia. Bagi anda: Wanita, usia min 20 tahun, menikah/single, supel, berjilbab syar'i, berakhlakul karimah, bisa membekam (Standarisasi ABI). Mungkin anda yang kami cari. 

 Segera kirim CV anda ke pr.rumahruqyah@gmail.com. Yang tercepat itulah yang beruntung. Informasi lebih lanjut WA (081282171204), pin Bb: 2901EE02 

Informasi mohon jangan putus di antum, mohon disebarkan untuk yang lain. Semoga Allah balas kebaikan antum atas upaya menyebarkan kabar ini. Jazakumullah Khairan Katsiran 

Rumah Ruqyah Indonesia

5. Bukankah Rasulullah pernah menyatakan bahwa ruqyah itu SYIRIK?

Written By Rumah Ruqyah on 2014-08-20 | 12:02 AM

5. Bukankah Rasulullah pernah menyatakan bahwa ruqyah itu SYIRIK? 

  Jawab; Betul, memang ada hadits riwayat Imam Ahmad yang menyatakan hal itu. Yaitu sabda beliau: "Sesungguhnya ruqyah, jimat dan guna-guna adalah syirik." (HR. Ahmad dan Abu Daud no 3883). 

   Hadits itu sifatnya umum, sehingga Rasulullah memberi pengecualian atau pengkhususan pada ruqyah dengan hadits lain. "Ruqyah itu tidak apa-apa selama tidak bermuatan syirik". (HR. Muslim, no 2200).

Di posting ulang dari @RumahRuqyahID

#F&QRuqyah

6. Ruqyah ada 2 Macam?

Written By Rumah Ruqyah on 2014-08-19 | 11:35 PM

 6. Kalau begitu Ruqyah ada 2 Macam yah?



Jawab; "Ya, betul sekali. Ruqyah ada dua macam, yaitu Ruqyah Syar'iyyah (sesuai dengan Syar'iat Islam) . Dan ada juga Ruqyah Syirkiyyah (ruqyah yang mengandung unsur syirik)."

#Kumpulan tanya-jawab Ruqyah 

Apakah Jin Bisa Disiksa dengan Api Padahal Jin Tercipta dari Api?

Apakah Jin Bisa Disiksa dengan Api Padahal Jin Tercipta dari Api? 


Sebagian orang menyampaikan syubhat atau suatu kerancuan, “Kalian menyatakan bahwasanya jin itu tercipta dari api. Kemudian kalian juga menyatakan bahwa jin yang kafir akan disiksa di api Jahannam. Begitu pula jin yang mencuri berita langit akan dilempar dengan api. Bagaimana bisa api berpengaruh pada jin sedangkan mereka sendiri tercipta dari api?” 

Jawabnya, memang benar asalnya jin itu tercipta dari api. Namun setelah penciptaan tersebut, tidak lagi seperti itu. Ketika mereka sudah menjadi makhluk, keadaannya berbeda dengan api.

    Sama halnya dengan manusia, ia awalnya tercipta dari tanah. Namun sesudah itu berbeda dengan tanah. Buktinya saja manusia ketika dipukul dan dilempar dengan tanah, ia akan merasakan sakit.

    Ketika manusia dikubur dengan tanah pun ia akan mati padahal awalnya ia tercipta dari tanah. Demikian pula yang akan dirasakan oleh jin.

     Abul Wafa’ Ibnu ‘Aqil berkata, “Setan dan jin bisa disiksa dengan api sebagaimana manusia bisa disiksa dengan tanah. Intinya, asal dari manusia adalah tanah namun wujudnya saat ini bukanlah tanah secara hakiki. Demikian jin asalnya juga adalah api, bisa berlaku seperti itu.” (Luqthul Marjan fii Ahkamil Jaan, hal. 33).

     Jadi sangat mungkin jika jin disiksa dengan api. Sebagaimana manusia saja yang asalnya dari tanah namun ketika dilempar tanah pun terasa sakit. Jin dan setan memang tercipta dari api, namun saat ini berbeda.

     Di antara dalil yang mendukung hal ini,

 إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ

     “Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 3281 dan Muslim no. 2175). 

    Andai saja setan adalah api, maka tentu saja manusia akan terbakar ketika setan menyusup dalam diri manusia.

     Syaikh Sholeh Al Munajjid berkata, “Seandainya setan pun wujudnya api saat ini, maka Allah tetap bisa saja menyiksanya. Allah mampu mewujudkan segala sesuatu, tidak ada yang mungkin bisa mengalahkan kehendak Allah.” (Fatwa Al Islam Sual wal Jawab no 70276) 

   Adapun dalil yang menyatakan bahwa jin diciptakan dari api adalah firman Allah Ta’ala,

 وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ 

 “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al Hijr: 27). 

    Begitu pula disebutkan dalam surat Ar Rahman,

 وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ

 “Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar Rahman: 15).

 Dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Muslim, dari ‘Aisyah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ 

“Malaikat diciptakan dari cahaya. Jin diciptakan dari nyala api. Adam diciptakan dari apa yang telah ada pada kalian.” (HR. Muslim no. 2996).

Adapun dalil penciptaan manusia dari tanah adalah ayat,

 وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ

“Dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.” (QS. As Sajadah: 7) 

 Semoga bermanfaat.

Referensi: 

‘Alamul Jin wasy Syaithon, Syaikh Prof. Dr. ‘Umar bin Sulaiman bin ‘Abdullah Al Asyqor, terbitan Darun Nafais, cetakan kelimabelas, tahun 1423 H, hal. 58. 

 Fatwa Al Islam Sual wal Jawab, http://islamqa.com —

 Disusun di pagi hari penuh berkah di Panggang, Gunungkidul, 16 Syawal 1435 H

Muhammad Abduh Tuasikal
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rumah Ruqyah Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger