Latest Post

Kecemburuan Buya Hamka

Written By Rumah Ruqyah on 2015-04-21 | 10:55 PM

Kecemburuan Buya Hamka


Assalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

Mungkin banyak yang sudah melupakan buku "Ghirah dan Tantangan Terhadap Islam" karya Buya Hamka. Buku itu memang tipis saja, nampak tidak sebanding dengan koleksi masif seperti Tafsir Al Azhar, namun tipisnya buku tidak identik dengan kurangnya isi, apalagi pendeknya visi.

Sesuai judulnya, buku tersebut membahas masalah-masalah seputar ghirah dengan bercermin pada kasus-kasus yang terjadi di Indonesia. Meskipun buku ini diterbitkan pada awal tahun 1980-an, pada kenyataannya masih banyak pelajaran yang dapat kita ambil untuk dipraktekkan dalam kehidupan di masa kini.

Buya Hamka memulai uraiannya dengan sebuah kasus yang dijumpainya di Medan pada tahun 1938. Seorang pemuda ditangkap karena membunuh seorang pemuda lain yang telah berbuat tidak senonoh dengan saudara perempuannya.

Sang pemuda pembunuh itu pun dihukum 15 tahun penjara. Akan tetapi, tidak sebagaimana narapidana pada umumnya, sang pemuda menerima hukuman dengan kepala tegak, bahkan penuh kebanggaan.

Menurutnya, 15 tahun di penjara karena membela kehormatan keluarga jauh lebih mulia daripada hidup bebas 15 tahun dalam keadaan membiarakan saudara perempuannya berbuat hina dengan orang.

Dalam sejarah peradaban Indonesia, suku-suku lain pun memiliki semangat yang tidak kalah tingginya dalam menebus kehormatan. Menurut Hamka, bangsa-bangsa Barat sudah lama mengetahui sifat ini.

Mereka telah berkali-kali dikejutkan dengan ringannya tangan orang Bugis untuk membunuh orang kalau kehormatannya disinggung. Demikian pula orang Madura, jika dipenjara karena membela kehormatan diri, setelah bebas dari penjara ia akan disambut oleh keluarganya, dibelikan pakaian baru dan sebagainya.

 Orang Melayu pun dikenal gagah perkasa kalau sampai harga dirinya disinggung. Bila malu telah ditebus, biasanya mereka akan menyerahkan diri pada polisi dan menerima hukuman yang dijatuhkan dengan baik.

Di masa lalu, anak-anak perempuan di ranah Minang betul-betul dijaga. Para pemuda biasa tidur di surau untuk menjaga kampung, salah satunya untuk menjaga agar anak-anak gadis tidak terjerumus dalam perbuatan atau pergaulan yang menodai kehormatan kampung.

Pergaulan antara lelaki dan perempuan dibolehkan, namun ada batas-batas tegas yang jangan sampai dilanggar. Kalau ada minat, boleh disampaikan langsung kepada orang tua.

Di jaman Rasulullah  dulu pernah ada juga kejadian dahsyat yang berawal dari suatu peristiwa (yang mungkin dianggap) kecil saja. Seorang perempuan datang membawa perhiasannya ke seorang tukang sepuh Yahudi dari kalangan Bani Qainuqa’.

Selagi tukang sepuh itu bekerja, ia duduk menunggu. Datanglah sekelompok orang Yahudi meminta perempuan itu membuka penutup mukanya, namun ia menolak. Tanpa sepengetahuannya, si tukang sepuh diam-diam menyangkutkan pakaiannya, sehingga auratnya terbuka ketika ia berdiri.

Jeritan sang Muslimah, yang dilatari oleh suara tawa orang-orang Yahudi tadi, terdengar oleh seorang pemuda Muslim. Sang pemuda dengan sigap membunuh si tukang sepuh, kemudian ia pun dibunuh oleh orang-orang Yahudi.

Perbuatan yang mungkin pada awalnya dianggap sebagai candaan saja, dianggap sebagai sebuah insiden serius oleh kaum Muslimin. Rasulullah  pun langsung memerintahkan pengepungan kepada Bani Qainuqa’ sampai mereka menyerah dan semuanya diusir dari kota Madinah.

Itulah ghirah, yang diterjemahkan oleh Buya Hamka sebagai “kecemburuan”. Penjajahan kolonial di Indonesia membawa masuk pengaruh Barat dalam pergaulan muda-mudi bangsa Indonesia. Pergaulan lelaki dan perempuan menjadi semakin bebas, sejalan dengan masifnya serbuan film-film Barat.

Batas aurat semakin berkurang, sedangkan kaum perempuan bebas bekerja di kantor-kantor. Demi karir, mereka rela diwajibkan berpakaian minim, sedangkan keluarganya pun merasa terhormat jika mereka punya karir, tidak peduli bagaimana caranya. Tidak ada lagi kecemburuan.

Tidak ada yang boleh marah melihat anak perempuannya digandeng pemuda yang entah dari mana datangnya. Suami harus lapang dada kalau istrinya pergi bekerja dengan standar berpakaian yang jauh dari syariat, karena itulah yang disebut “tuntutan pekerjaan”.

Sesungguhnya ghirah itu merupakan bagian dari ajaran agama. Pemuda Muslim yang membela saudarinya dari gangguan orang-orang Yahudi Bani Qainuqa’ menjawab jerit tangisnya karena adanya ikatan aqidah yang begitu kuat. Menghina seorang Muslimah sama dengan merendahkan umat Islam secara keseluruhan.

Ghirah adalah konsekuensi iman itu sendiri. Orang yang beriman akan tersinggung jika agamanya dihina, bahkan agamanya itu akan didahulukan daripada keselamatan dirinya sendiri. Bangsa-bangsa penjajah pun telah mengerti tabiat umat Islam yang semacam ini. Perlahan-lahan, dikulitinyalah ghirah umat. Jika rasa cemburunya sudah lenyap, sirnalah perlawanannya.

Buya Hamka mengkritik keras umat Muslim yang memuji-muji Mahatma Gandhi tanpa pengetahuan yang memadai. Gandhi memang dikenal luas sebagai tokoh perdamaian yang menganjurkan sikap saling menghormati di antara umat beragama, bahkan ia pernah mengatakan bahwa semua agama dihormati sebagaimana agamanya sendiri.

 Pada kenyataannya, Gandhi berkali-kali membujuk orang-orang dekatnya yang telah beralih kepada agama Islam agar kembali memeluk agama Hindu. Kalau tidak dituruti keinginannya, Gandhi rela mogok makan.

 Itulah sikap sejatinya, yang begitu cemburu pada Islam, sehingga tidak menginginkan Islam bangkit, apalagi memperoleh kemerdekaan dengan berdirinya negara Pakistan.

Dua dasawarsa lebih berlalu dari wafatnya Hamka, nyatalah bahwa hilangnya ghirah adalah salah satu masalah terbesar yang menggerogoti umat Islam di Indonesia. Sekarang, orang tua pun rela menyokong habis-habisan anak perempuannya untuk menjadi mangsa dunia hiburan.

 Para ibu mendampingi putri-putrinya mendaftarkan diri di kontes-kontes model dan kecantikan, yang sebenarnya hanya nama samaran dari kontes mengobral aurat.
 
Kalau kepada putri sendiri sudah lenyap kepeduliannya, kepada agamanya pun begitu. Makanan fast food dikejar karena prestise, tak peduli keuntungannya melayang ke Israel untuk dibelikan sebutir peluru yang akhirnya bersarang di kepala seorang bayi di Palestina.

Kalau dulu seluruh kekuatan militer umat Islam dikerahkan untuk mengepung Bani Qainuqa’ hanya karena satu Muslimah dihina oleh tukang sepuh, maka kini jutaan perempuan Muslimah diperkosa, jutaan kepala bayi diremukkan dan jutaan pemuda dibunuh, namun tak ada satu angkatan bersenjata pun yang datang menolong.

Luar biasa generasi anak-cucu Buya Hamka, karena mereka telah benar-benar mati rasa dengan agamanya sendiri. Ketika anak-anak muda dibombardir dengan pornografi, maka umatlah yang dipaksa diam dengan alasan kebebasan berekspresi.

Tari-tarian erotis digelar sampai ke kampung-kampung yang penduduknya tak punya cukup nasi di dapurnya, hingga yang terpikir oleh mereka hanya jalan-jalan yang serba pintas. Ramai orang mengaku nabi, sementara para pemuka masyarakat justru menyuruh umat Islam untuk berlapang dada saja.

Padahal yang mengaku-ngaku nabi ini ajarannya tidak jauh berbeda: syariat direndahkan, kewajiban-kewajiban dihapuskan, para pengikut disuruh mengumpulkan uang tanpa peduli caranya, orang lain dikafirkan, bahkan para pengikutnya yang perempuan disuruh memberikan kehormatannya pada sang nabi palsu.

 Atas nama Hak Asasi Manusia, umat disuruh rela berbagi nama Islam dengan para pemuja syahwat.
Atas nama toleransi, dulu umat Islam digugat karena penjelasan untuk Surah Al-Ikhlash dalam buku pelajaran agama Islam dianggap melecehkan doktrin trinitas.

Kini, atas nama pluralisme, umat Islam dipaksa untuk mengakui bahwa semua agama itu sama-sama baik, sama-sama benar, dan semua bisa masuk surga melalui agamanya masing-masing.

Maka pantaslah bagi kita untuk merenungkan kembali pesan Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar ketika menjelaskan makna dari ayat ke-9 dalam Surah Al-Mumtahanah: "...orang yang mengaku dirinya seorang Islam tetapi dia berkata; “Bagi saya segala agama itu adalah sama saja, karena sama-sama baik tujuannya.” 

Orang yang berkata begini nyatalah bahwa tidak ada agama yang mengisi hatinya. Kalau dia mengatakan dirinya Islam, maka perkataannya itu tidak sesuai dengan kenyataannya. Karena bagi orang Islam sejati, agama yang sebenarnya itu hanya Islam.

"Kecemburuan adalah konsekuensi logis dari cinta. Tak ada cemburu, mustahil ada cinta." Dan apabila Ghirah telah tak ada lagi, ucapkanlah takbir empat kali ke dalam tubuh ummat Islam itu. Kocongkan kain kafannya lalu masukkan ke dalam keranda dan hantarkan ke kuburan. (Buya Hamka) 

Wassalaamu'alai kum Warohmatullohi Wabarokaatuh 

Dr. Agus Setiawan

 ***

“Wahai yang bersemangat lemah, sesungguhnya jalan ini padanya Nuh menjadi tua, Yahya dibunuh, Zakariya digergaji, Ibrahim dilemparkan ke api yang membara, dan Muhammad disiksa, dan engkau menginginkan Islam yang mudah, yang mendatangi kedua kakimu?” (Ibnu Qayyim al-Jauziyah)

*Whatsapp Ustadz Acmad Junaedi (Direktur Rumah Ruqyah Indonesia)

Mimpi Diajak Bersetubuh...

Written By Rumah Ruqyah on 2015-04-20 | 12:21 AM

 Mimpi Diajak Bersetubuh...


 Beberapa hari lalu ada wanita muda (abg) berkonsultasi dengan kami via BlackBerry. Dengan sedikit perbaikan redaksi, dan sengaja nama tidak kami tampilkan. 

Penanya: Assalamu'alaikum wrb, saya mau konsultasi bisa?

RRI: Wa'alaikumsalam, silahkan

Penanya: Saya itu orangnya penakut, sering mimpi buruk, kemarin tidur di ganggu dengan barang-barang di atas lemari. Dari Kejadian itu saya rajin solat sama ngaji tapi masih ada ketakutan! Gimana?

RRI: Sejak kapan?

Penanya: Sejak saya tinggal di rumah tante, saya pasti mimpi di ajak bersetubuh sama ga tau siapa. Di mimpi itu sering kayak gitu

Akhirnya saya pindah dan ngkost. Baru 1 minggu kost sudah diganggu. Barang-barang pada berjatuhan. Dan pernah pas lagi sendiri di kost-an, ada angin masuk ke tubuh saya. Karena gak kuat, akhirnya spontan saya takbir (Allahu Akbar, edt). Dan itu terjadi jam 2 pagi. Lalu saya kebangun dan ambil wudhu, sholat dan ngaji. Tapi masih was-was kak.

RRI: Suka mimpi buruk? Pusing? Atau pundak terasa berat?

Penanya: Iya, sering sekali. Sampe jatuh sakit. Dan gak masuk sekolah.

RRI: Pernah diruqyah?

Penanya: Belum, tapi takut. Kata temen saya jika diruqyah itu malah bahaya...

RRI: Bahaya?

Penanya: Iya, katanya gitu. Katanya setan itu masuk dari ubun-ubun kepala. Nah, kalo udah diruqyah pasti ubun-ubunnya kebuka. Jadi setan bisa masuk lagi dengan mudah malah bisa lihat makhluk halus gitu. Kan saya takut.

RRI: Temannya pernah diruqyah?

Penanya: Belom, katanya hampir...

RRI: Wah, belum diruqyah kok bisa tau?  Kok aneh ya?

Penanya: Emang apa yang dikatakan teman saya benar?

RRI: Tidak...

Penanya: Saya itu takut, makanya sekarang tidurnya harus di temenin. Sama temen. Sekarang masih pusing, kalo sholat sama tadarusan pasti sakit kepalanya.

RRI: Saran saya coba diterapi ruqyah, karena indikasi gangguan ada, tapi untuk memastikannya harus diruqyah terlebih dahulu.

***

Informasi yang salah seperti yang dialami wanita muda, banyak terjadi juga pada yang lain. Carilah informasi yang benar, agar kita tidak salah melangkah. Wallahu'alam.

Ingin konsultasi online via BB dengan kami? Silahkan add pin kami di 2901EE02.

New Performance 'CD dan Buku Saku Ruqyah'

Written By Rumah Ruqyah on 2015-04-19 | 11:38 PM

New Performance 'CD dan Buku Saku Ruqyah'


 Alhamdulillah, telah hadir CD Ruqyah Syar'iyyah dengan Narasumber: Ustadz Achmad Junaedi Lc (Direktur Rumah Ruqyah Indonesia, Ketua Asosiasi Ruqyah Syar'iyyah Indonesia) dipadukan dengan buku saku Ruqyah.

Harga: Rp 40.000,- (Diluar ongkir)

Hubungi Hotline Service kami di:

021 - 808 72602 / 085105035459

Melepas Suami Pergi Mencari Nafkah

Written By Rumah Ruqyah on 2015-04-16 | 1:44 AM

Melepas Suami Pergi Mencari Nafkah



“Bun, pergi yah…” teriak ayah di belakang motornya yang sudah siap melaju.

“Iya, ati-ati…”, teriak bunda tak kalah keras sambil terus melanjutkan cucian piringnya yang belum selesai.

Kok mirip dengan kejadian tiap pagi di rumahku yah?

Tapi itu masih lumayan dibanding yang berikut:

“Lho ayah kemana, kok sudah nggak ada?” tanya Bunda ke kakak yang sedang asyik main boneka.

“Kayaknya sudah berangkat deh Bun, waktu Bunda lagi cuci baju di belakang” jawab kakak.

Hmm… jadi penasaran, apa yang dilakukan Rasulullah ketika pergi meninggalkan rumah?

   ‘Aisyah berkata: “Rasulullah menciumku, kemudian beliau pergi ke mesjid untuk melakukan shalat tanpa memperbarui wudhunya” (HR Abdurrazaq, Ibnu Majjah, Aththabrani, dan Daraqutni)

Sebelum meninggalkan rumah, tak lupa Rasulullah berdoa:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Bismillaahi Tawakkaltu ‘Alallaah Laa Haula wa Laa Quwwata Illaa Billaah (“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya.”)

Dilanjutkan dengan doa ini:

اللّهُـمَّ إِنِّـي أَعـوذُ بِكَ أَنْ أَضِـلَّ أَوْ أُضَـل ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَل ، أَوْ أَظْلِـمَ أَوْ أَُظْلَـم ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُـجْهَلَ عَلَـيّ

"Allaahumma Innii A’uudzubika an Adhilla au Udhalla, au Azilla au Uzalla, au Azhlima Au Uzhlama, au Ajhala au Yujhal ‘Alayya (“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan diriku atau disesatkan orang lain, dari ketergelinciran diriku atau digelincirkan orang lain, dari menzhalimi diriku atau dizhalimi orang lain, dari berbuat bodoh atau dijahilkan orang lain.”)

MasyaAllah….

Ternyata begitulah cara suami meninggalkan istrinya di rumah...
Sungguh indah, penuh kesan...
Mencium dan mendoakan. Mudah dan sederhana, tapi dalam maknanya...

Kita tidak pernah tahu kapan ajal menjemput. Sebagaimana kita tahu, melepas suami pergi bekerja itu adalah sama dengan melepas suami pergi berjihad.

Apakah kenangan saling berteriak itu yang ingin kita kenang dalam melepas kepergian suami?
Atau kenangan suami “hilang” begitu saja tanpa pamit?

Tentu tidak. Sepanjang sisa hari, sang istri akan teringat ciuman di kening yang romantis… Ah… membayangkan saja sudah tersenyum...

Suami pun pergi tenang dengan membawa kenangan wangi rambut istrinya. Plus bonus senyuman terindah yang diberikan sang istri tercinta yang melepas kepergiannya di depan pintu rumah.

Dalam doa yang dipanjatkan, ada makna penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Menitipkan anggota keluarga yang dicintai hanya kepada Allah. Memohon perlindungan bagi fitnah dunia yang mungkin terjadi.

Jadi bagaimana, berani terima tantangan ini?

Suami: Cium kening dan doakan istri tercinta…
Istri: Antarlah suami hingga ke pintu depan. Lepas kepergiannya dengan mengamini doanya dan berikan senyuman terindah...

MasyaAllah, indahnya keluarga sakinah mawaddah warrahmah, aamiin...

Ruqyah Jin yang tidak takut ancaman Neraka! ~ Ustadz Ali Musirin

Written By Rumah Ruqyah on 2015-04-13 | 1:01 AM




Ustadz Ali Musirin (Team Ruqyah Rumah Ruqyah  Indonesia) sedang menerapi seorang pemuda yang terkena gangguan jin.

*****

www.rumahruqyah.com

Contact us: 
- 021 - 808 72602 / 085105035459
- 081282171204, pin Bb 2901ee02 (Undang Seminar, Kajian, Pelatihan, Ruqyah Massal)

Kisah sang suami (1)

Written By Rumah Ruqyah on 2015-04-10 | 12:13 AM

Kisah sang suami (1)


"Pak, entah kenapa saya sangat cemburu kepada pacar saya" Kata seorang wanita muda kepada saya di meja registrasi RRI.

Sambil tersenyum simpul, saya menjelaskan: "Bu. Cemburu seorang istri kepada suami, merupakan bukti sayang dan bisa berpahala karena dalam ikatan pernikahan"

Tapi beda halnya jika ibu cemburu kepada yang bukan pasangan resmi ibu (suami). Pacaran saja sudah dilarang dalam Islam, apalagi pake cemburu, itu sudah terlalu jauh tidak dibenarkan." Sambung saya lagi.

Sambil manggut-manggut, ibu itu diam sejenak. "Pak, tapi mengapa ya. Saya suka pacarannya dengan suami orang. Sudah beberapa kali ganti orang, tapi statusnya suami orang terus?" Tanyanya polos.

"Begini bu. Seandainya, ibu yang menjadi istri yang suaminya pacaran lagi dengan wanita lain. Apakah ibu ridho?"

Termenung. Seakan meresapi yang akan kalimat yang baru saya utarakan. "Tidak pak. Saya tau, itu tidak dibenarkan. Tapi saya sulit keluar dari rasa itu (pacaran dengan suami orang)"

Sambil tersenyum, saya jawab: "Tapi ibu tau kan itu salah?".

"iya pak" jawabnya pelan.

'Ibu mau berubah?... Mau taubat?" tanya saya lagi.

"Iya pak. Mau..." lirih ibu itu menjawab.

(sambil teringat perkataan Ustadz Akhamd Sadzali, yang juga saya sampaikan ke ibu itu).

"Alhamdulillah, ibu menyadari kesalahan ibu dan mau berubah (bertaubat), hingga mempermudah proses perubahan ibu menjadi lebih baik. Betapa banyak, orang yang tidak sadar kesalahannya, apalagi mengakui kesalahannya"

Alhasil, setelah diruqyah Ustadz Anang Sofyan, ibu merasakan kepala dan kakinya seperti terikat.

Wallahu'alam

Semoga proses berubah menjadikannya dirinya menjadi lebih baik.

Ardy Erlangga

Wawancara Rasululloh SAW dengan Iblis; Pertanyaan 4

Written By Rumah Ruqyah on 2015-04-05 | 11:39 PM

 Wawancara Rasululloh SAW dengan Iblis


 Pertanyaan 4 :

Rasullullah bertanya “Hai Iblis! Apa yang pertama kali kau tipu dari manusia?”

Jawab Iblis

   “Pertama kali aku palingkan i'tikad / niatnya, imannya kepada kafir dan juga dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, akan aku tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikuti kemauanku”.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Rumah Ruqyah Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger