Rumah Ruqyah

thumbnail

Do'a Mencegah Musibah

Posted by rumah ruqyah on 2019-12-10



Doa Yang Wajib Dibaca Bagi Orang Tua, Terapis, Guru Hingga Konselor

By M. Nadhif Khalyani

  Pagi ini, 30 November 2019, dalam Daurah, Syaikh Abul Barra’ mengawali tema Thibbun Nabawi dengan membahas tentang musibah.

  Beliau mengingatkan salah satu doa untuk mencegah datangnya musibah. Mungkin sebagian kita pernah menemukan hadits tersebut.

  Dari Ibnu ‘Umar, dari bapaknya ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda,

مَنْ رَأَى صَاحِبَ بَلاَءٍ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى عَافَانِى مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِى عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً إِلاَّ عُوفِىَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلاَءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ

  “Siapa saja yang melihat yang lain tertimpa musibah, lalu ia mengucapkan, 'Alhamdulillahilladzi ‘aafaani mimmab talaaka bihi, wa faddhalanii ‘ala katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa’

  "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari makhluk lainnya."

  Kalau kalimat itu diucapkan, maka ia akan diselamatkan dari musibah tersebut, musibah apa pun itu semasa ia hidup.”

(HR. Tirmidzi, no. 3431; Ibnu Majah, no. 3892. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini dha’if dan penguatnya, syawahidnya juga dha’if. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

  Syaikh Muhammad ‘Abdurrahman Al-Mubarakfuri berkata bahwa maksud dari melihat yang lain yang tertimpa musibah, yaitu musibah yang menimpa badan seperti lepra, buta, pincang, tangan bengkok, dan semacamnya. Juga yang dimaksud adalah musibah yang menimpa agama seseorang, seperti kefasikan, kezaliman, terjerumus dalam bid’ah, kekufuran dan selainnya.

  Diterangkan pula di halaman selanjutnya dalam kitab yang sama, doa tadi diucapkan lirih di hadapan orang yang tertimpa musibah dunia (seperti tertimpa penyakit), termasuk juga yang tertimpa musibah agama apalagi kalau ada dampak negatif jika diucapkan di hadapannya.

   Namun bisa jadi doa tadi dikeraskan di hadapan orang yang tertimpa musibah agama (orang fasik, misalnya, pen.) agar melarang dari maksiat yang dilakukan sehingga ia bisa tercegah (sadar). (Tuhfatul Ahwadzi 9: 375)

   Setiap terapis, hampir setiap hari melihat dan berhadapan dengan orang yang sedang sakit. Setiap Guru, setiap hari melihat dan berhadapan dengan problem anak anak, kerusakan akhlaq, anak sulit diajak sholat, dll.

  Ada pula konselor. Setiap hari klien datang dengan segudang masalah hidup, konselor melihat, berpikir dan harus terlibat secara khusus untuk memecahkan masalah klien. Betapa sangat beresikonya hidup orang-orang yang profesinya seperti ini, karena setiap hari ia berhadapan dengan problem dan musibah yang dialami orang lain.

   Jika kita renungkan, apakah ‘kelalaian’ terhadap doa ini yang menjadi sebab semua masalah dalam keluarga kita?

   Nabi menjelaskan bahwa Doa diatas bermanfaat mencegah keburukan keburukan yang bisa terjadi di kemudian hari.

“Maka ia akan diselamatkan dari musibah tersebut, musibah apa pun itu semasa ia hidup.”

  Maka doa yang diajarkan Nabi tersebut, menjadi sangat penting bagi setiap Muslim dan setiap profesi yang sering berinteraksi dengan problem orang lain.

Semoga Syaikh Abul Barra mengingatkan hadits ini kembali nanti di Daurah Ruqyah Nusantara 3 (DN3).

December 10, 2019
thumbnail

[Buah Hatiku Series] Latihlah Anak Membuat Keputusan

Posted by rumah ruqyah on 2019-12-09




Seorang anak berusia tiga tahun begitu senang ketika akan diajak jalan-jalan oleh Ayah dan Ibunya.

Ia pun sibuk mengganti pakaian sambil membayangkan bagaimana Ibunya berpakaian.

Ibunya memang dikenal modis, senang menggunakan konsep padu padan.

Dipasangnya celana, rok, kaos kaki, dan rompi.

Beberapa baju yang ia pakai berlapis. Terakhir ia memakai pashmina dan topi.

Ia begitu percaya diri saat keluar kamar. Namun, yang terjadi sungguh diluar dugaan.

Ayahnya, tanpa kata-kata MENARIK LENGAN sang anak kembali ke kamarnya.

Lalu DIBUKA SEMUA BAJU ANAKNYA.

Si anak sempat berteriak, "Itu bagus kok! "

Namun dengan tegas Ayahnya berkata; "Jelek! "

Perdebatan bagus dan jelek diakhiri dengan tangan sang Ayah yang memakaikan pakaian pilihan dirinya. Si anak pun menangis dan meronta.

Setelah kejadian itu si anak selalu minta dipilihkan baju. "Bunda, aku pakai baju yang mana? "

Itu pertanyaan yang selalu keluar dari mulut anak perempuannya.


Mau dapat materi dari Video ini? Silahkan unduh di sini

***


December 09, 2019
thumbnail

Kematian Indah Sang Pembela Agama Allah

Posted by rumah ruqyah on 2019-12-08



Kematian Indah Sang Pembela Agama Allah

  Satu-satunya sahabat yang meninggal di pangkuan Nabi shollallahu 'alayhi wassalaam, dengan gelar syahid dan dituntun langsung oleh Nabi saat sakaratul maut, dialah Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu.

  Rasulullah meletakkan kepala Sa’ad di pangkuannya, untuk meringankan sakitnya sakaratul maut. Sa’ad benar-benar bahagia karena di hari terakhirnya, yang dilihatnya adalah wajah Rasulullah yang mulia. Ia pun mengucap salam dan syahadat, “Assalamu’alaika, ya Rasulullah. Ketahuilah bahwa saya mengakui bahwa Anda adalah Rasulullah.”

  Rasulullah memandang wajah Sa’ad lalu berkata, “Kebahagiaan bagimu, wahai Abu Amr.” Sa'ad adalah salah satu sahabat yang dijamin masuk surga.

  Sa’ad bin Muadz meninggal sebulan setelah peristiwa perang Khandaq di tahun ke 5 Hijriah, akibat luka yang dideritanya akibat terkena anak panah di perang Khandaq tersebut. Dia Syahid di pangkuan Rasulullah.

  Sangat indah sekali kematian Sa’ad. Syahid di pangkuan orang yang paling dicintainya, Nabi Muhammad SAW, dan mendapat kesaksian langsung dari beliau. Bahkan kematiannya membuat Arsy Allah berguncang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallaam pun bersabda,

اهتز عرش الرحمن لموت سعد بن معاذ

“Arsy Allah Ar-Rahman bergetar karena wafatnya Sa'ad bin Muadz.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Siapa Sa'ad bin Mu'adz?

  Dia adalah kepala suku Aus, suku terbesar di Madinah. Beliau masuk Islam melalui dakwah yang dilakukan Mushab bin Umair ra, sahabat yang diutus Nabi ke Madinah, satu tahun menjelang hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah. Setelah masuk Islam, Sa’ad mengumpulkan kaumnya. Di hadapan mereka, dia berkata, “Wahai Bani Abdul Asyhal, apa pendapat kalian tentang diriku?”

  Kaumnya menjawab, “Engkau adalah pemimpin kami, kami ikuti pendapatmu dan kamu orang yang paling kami percaya.”

  Kemudian Sa’ad melanjutkan, “Wahai kaumku, baik laki-laki maupun wanita, mulai hari ini adalah haram bagi kalian berbicara denganku, sebelum kalian bersyahadat, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”

  Selanjutnya, pada hari itu seluruh kaumnya (Bani Abdul Ayshal dari suku Aus) itu masuk Islam sebelum datangnya petang hari.

  Kemudian dengan kekuatan militernya yang disegani, beliaulah yang menjadi benteng utama dakwah Nabi SAW di Madinah di setiap kesempatan. Di sinilah peran penting Sa’ad. Dia dan kaumnya adalah pengawal dan pendukung utama setiap kebijakan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan syariat Allah. Sa’ad dan kaumnya dari Suku Aus selalu tampil terdepan membela Nabi.

***

  Betapa indahnya kematian Sa'ad bin Mu'adz, sang pembela agama Allah. Allah muliakan beliau dikarenakan seluruh kekuatan yang dimilikinya dikerahkan untuk tegaknya kalimat-kalimat Allah di muka bumi.

  Dalam riwayat disebutkan bahwa ketika jenazahnya berada di hadapan manusia, orang-orang munafikin mengatakan: “Sungguh ringan sekali jenazahnya”. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallaam berkata: “Sesungguhnya para malaikat telah membawa jenazahnya. 70.000 malaikat turun ke bumi untuk menyaksikan dan bertakziah atas wafatnya Sa'ad".

  Abu Sa’id al-Khudri berkata, “Aku adalah salah seorang yang menggali makam untuk Sa'ad, dan setiap kami menggali satu lapisan tanah, tercium oleh kami wangi kesturi”.

   Itulah Sa'ad bin Muadz, tokoh sahabat Anshar yang memeluk Islam saat beliau berusia 31 tahun dan wafat saat berusia 37 tahun. Dalam 6 tahun masa keislamannya, wafatnya telah membuat Arsy Allah Ta’ala bergetar.

  Untuk siapapun anda yang hari ini punya kekuatan, tidakkah kalian menginginkan sebuah kematian yang indah? 

Tidakkah kalian menginginkan dengan kekuatan yang kalian miliki itu Allah memuliakan kalian? 

Gunakanlah kekuatan yang kalian miliki itu untuk menolong agama Allah. Untuk tegaknya kalimat-kalimat Allah di muka bumi. Sebaliknya, kehinaanlah bagi siapa saja yang menggunakan kekuatannya justru untuk menegakkan kedzaliman, dan untuk menghadang tegaknya hukum-hukum Allah di muka bumi.

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَا مَكُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad: Ayat 7)
December 08, 2019
thumbnail

Matahari Terbit Dari Barat, Kian Dekat?

Posted by rumah ruqyah on 2019-12-07


Bagaimana Bisa Matahari Terbit Dari Barat?
 “Tidaklah tegak hari kiamat hingga berperang dua kelompok besar kaum manusia… (yang kemudian di dalamnya disebutkan ) hingga terbitnya Matahari dari arah Barat.  Apabila ia telah terbit (dari arah Barat) dan manusia melihatnya, maka berimanlah mereka semua. Pada hari itu tidaklah bermanfaat keimanan seseorang yang tidak beriman sebelum hari itu atau belum mengusahakan kebaikan di masa imannya” (HR. Bukhari-Muslim)
TENTU kita masih ingat dengan kehebohan bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012 silam. Bahkan, Hollywood sampai memproduksi film ‘2012’ yang isinya tentu saja tentang hari kiamat. Namun, sampai saat ini kiamat yang diramalkan oleh suku Maya pada tahun 2012, tidak pernah terjadi.
  Selain heboh ‘Kiamat,’ ternyata tahun 2012 juga menjadi tahun yang diprediksi sebagai tahun perpindahan Kutub Utara ke Selatan. Sudah terbayang bilamana perpindahan kutub itu tentu ada hubungannya dengan salah satu tanda Kiamat, yaitu terbitnya Matahari dari Barat. Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam (SAW): “Aku menghapal dari Rasulullah SAW sebuah hadits yang aku tidak lupa setelahnya. Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya tanda-tanda (besar hari kiamat) pertama yang akan muncul adalah terbitnya Matahari dari arah Barat.’” (HR. Ahmad dan Muslim)
  Setelah 14 abad lebih berlalu, sabda Rasulullah ternyata semakin mendekati kenyataan. Menurut logika, jika Kutub Utara berpindah ke Selatan, maka secara hukum Barat dan Timur akan berpindah pula. Secara langsung, perubahan kutub akan otomatis mengubah posisi Barat dan Timur.
  Investigasi lanjutan mengenai anomali-anomali 2012 tiba pada verifikasi ilmiah yang paling menggetarkan. NASA memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan ada kemungkinan terjadi perubahan Kutub Magnet Bumi yang merupakan siklus ribuan tahun dari planet dan bintang.
  Meski sulit dipercaya, sebagai contoh NASA mengatakan bahwa pada tahun 2001, Matahari telah mengalami perubahan kutub tersebut. Namun karena massa Matahari relatif tetap dan kita tidak tinggal di sana maka manusia tidak merasakan perubahan ini.
  Seperti kita ketahui bumi dapat diibaratkan sebutir telur dimana kulit telur adalah daratan dan lautan tempat kita berpijak, dan cairan telur adalah material vulkanis logam cair dan inti bumi adalah kuning telur yang merupakan logam padat bersuhu tinggi.
  Dan inti bumi inilah yang memiliki medan magnet yang keluar dari Kutub Utara menuju Kutub Selatan yang dikenal dengan Sabuk Van Hallen. Medan magnet ini melindungi bumi dari sinar kosmis Matahari yang memungkinkan kehidupan berjalan dengan normal.
  Dalam beberapa dekade terakhir, NASA menyatakan bahwa Kutub Utara telah bergeser dalam derajat yang signifikan, dan tidak ada yang bisa memastikan kapan terjadi pergeseran total Kutub Utara menjadi Kutub Selatan ini. Bisa dalam hitungan tahun, atau masih ratusan tahun lagi.
  Bukan berarti bumi yang berputar balik, tapi karena inti bumi dan kerak bumi diisi oleh cairan, posisi inti dan keraklah yang sebenarnya berputar (Seperti kuning telur berputar di dalam telur yang sedang diam).
  Jadi apakah efeknya terhadap kehidupan di dunia ini? 
  Satu hal yang bisa dipastikan adalah jarum kompas kita tidak akan lagi menunjuk ke arah Utara namun mengikuti kutub magnet Utara yang sudah pindah di Selatan.
Cuma jarum kompas berubah arah? 
  Mungkin saja. Skenario terburuknya malah kemungkinan terjadi sedikit gangguan magnetik yang bisa merusak peralatan elektronik, satelit, pembangkit listrik atau piranti teknologi lainnya.
Jadi benarkah kita tidak perlu khawatir? 
Coba dipikirkan lagi, apabila kutub magnetik Utara bumi ada di Selatan, darimanakah Matahari kita akan terbit? []
Sumber Artikel : IslamPos, Gambar : Kumparan
December 07, 2019
thumbnail

Chemistry Di antara Jin | Rumah Ruqyah Indonesia

Posted by rumah ruqyah on 2019-12-06




Ternyata, chemistry tidak hanya terjadi pada manusia. Juga terjadi pada bangsa Jin. Seperti yang dialami Mas D, seorang calon penganten. Di kala dirinya reaksi saat diruqyah, jin yang mendiami calon istrinya juga ikut bereaksi. Laa haula wala quwata illah billah

***


December 06, 2019
thumbnail

Penguasa dan Imam Shalat

Posted by rumah ruqyah on 2019-12-05



Kisah Penguasa dan Imam Shalat (hikayat)

Alkisah, ada seorang penguasa wilayah (Amir/ Gubernur) shalat di belakang seorang Imam yang panjang bacaan shalatnya. Selesai shalat, si penguasa menegur imam tersebut.

Penguasa: "Anda kalo shalat, jangan panjang-panjang bacaannya. Cukup satu ayat saja tiap rakaat."
Imam Shalat: "Baik, wahai Amir..."

Besoknya, ketika Shalat Maghrib, imam tersebut membaca satu ayat pada rakaat pertama:


وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا


"Dan mereka berkata; wahai tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, tapi mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)." (QS. Al-Ahzab: 67)
Lalu pada rakaat kedua, si imam membaca satu ayat:

رَبَّنَا آَتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا

"Wahai tuhan kami, timpakanlah kepada mereka adzab dua lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar." (Qs. Al-Ahzab: 68)

Selepas Shalat, sang penguasa berkata kepada Imam Shalat tersebut, "Wahai imam, engkau boleh memanjangkan bacaanmu dan membaca ayat apa saja sesukamu, kecuali dua ayat tadi."

Ustadz Abduh Zulfidar Akaha

Dikutip ulang dari status Ustadz Abduh Zufidar Akaha
December 05, 2019
thumbnail

Lidah Jenazahnya Menjulur Hitam Karena Sering Mencaci An-Nawawi

Posted by rumah ruqyah on 2019-12-04



 Namanya Ar-Roimi (الرَّيْمِيُّ). Lahirnya sekitar 34 tahun setelah wafatnya An-Nawawi. Ibnu Hajar Al-‘Asqolani menyebutnya sebagai seorang fakih mazhab Asy-Syafi’i yang berasal dari Yaman. Santrinya banyak. Kedalaman ilmunya tampak dari kemampuan beliau membuat syarah untuk kitab karya Asy-Syirozi yang bernama At-Tanbih sebanyak 24 jilid! Kitab ini dihadiahkan kepada salah seorang penguasa di zaman itu, dan sebagai ganjarannya beliau mendapatkan uang sebesar 24.000 dinar dari sang penguasa!

  Hanya saja ada satu kebiasaan beliau yang tidak boleh diteladani, yakni suka menghina dan merendahkan An-Nawawi. Entah apa penyebabnya, yang jelas kebiasaan ini demikian terkenal sampai diketahui para penulis biografi ulama.

Saat beliau wafat pada tahun 791 H, ada yang melihat lidah mayatnya menjulur menghitam!

  Bukan hanya itu saja. Seekor kucing kemudian datang menyambarnya, menggigitnya, membuatnya copot dan membawanya lari!

  Akhirnya orang-orang menilai peristiwa ini adalah salah satu ayat Allah yang disebabkan karena kebiasaan beliau yang sering mencela dan merendahkan An-Nawawi.

  Memperlakukan orang yang diduga kuat sebagai kekasih Allah memang harus ekstra hati-hati. Jika sampai salah sikap, maka Allah sendiri yang akan bertindak dan menjadikannya sebagai sejarah yang tak terlupakan. Jika Allah sendiri yang sudah tidak terima dan bertindak, maka itu sungguh menakutkan bagi orang-orang yang masih punya iman. Allah berfirman dalam hadis qudsi,


مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ (صحيح البخاري (20/ 158)

Artinya,
“Barangsiapa memusuhi wali/kekasih-Ku, maka sungguh Aku telah mengumumkan perang terhadapnya!” (H.R. Al-Bukhari)

Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin)

Disadur dari Buku An-Nawawi Sang Wali dan Karya-Karyanya | Irtaqi.net
December 04, 2019
thumbnail

Madu Pahit Ruqyah | Rumah Ruqyah Indonesia

Posted by rumah ruqyah on 2019-12-03



MADU PAHIT RUQYAH

  Madu Pahit Ruqyah ini spesial karena setelah diuji dan di riset madu ini memiliki banyak manfaat dan khasiat yang baik bagi kesembuhan berbagai penyakit, baik penyakit berat maupun ringan, dan salah satu manfaatnya adalah menurunkan kadar gula dalam darah, sehingga madu hitam ruqyah menjadi solusi bagi para penderita diabetes melitus.

  Melalui uji dan riset ternyata madu hitam pahit ini cocok juga dikonsumsi penderita berbagai penyakit, terutama oleh penderita diabetes melitus, rasanya yang pahit itu karena madu ini mengandung glukosa yang rendah dan lebih dominan dengan alkaloidnya, jadi pahitnya itu adalah dari alkaloid yang terkandung didalamnya.

Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa salam Bersabda :

“Barangsiapa minum madu setiap bulan dengan niat melakukan nasehat Al-Qur’an, maka Allah Azza Wa Jalla akan menyembuhkannya dari 77 penyakit”.

Khasiat & Manfa'at Madu Pahit Ruqyah :

🔰 Medis :

🍃Mengobati diabetes/ kencing manis
🍃Mengobati gangguan fungsi seksual pria (lemah syahwat)
🍃Mengobati gangguan pada lambung (maag) kronis
🍃Mengobati radang tenggorokan dan panas dalam
🍃Mengobati batuk, pilek, asma, polip, dan sinusitis
🍃Mengobati stamina dan imunitas tubuh
🍃Mengobati kanker dan tumor
🍃Mengobati darah tinggi dan darah rendah
🍃Mengobati demam berdarah
🍃Mengobati tipes
🍃Mengobati kencing batu
🍃Menghilangkan bau badan
🍃Membantu penyembuhan stroke
🍃Mengobati asam urat
🍃Mengobati reumatik, dll
🍃Paru-Paru
🍃Jantung
🍃Kolesterol
🍃Gangguan Ginjal
🍃Insomnia
🍃Demam
🍃Alergi
🍃Penambah Nafsu Makan
🍃Afrodisiak (Penambahan Stamina dan Vitalitas Pria Dewasa)
🍃Keputihan Pada Wanita
🍃Memperkuat Liver / Hati

🔰 Non Medis

🌿 Mendeteksi dan mengobati gangguan ghaib
🌿 Guna-guna
🌿 Sihir
🌿 Mudah Marah
🌿 Selalu Cemas sampai susah tidur

Ingin Hidup Sehat, Pesan Sekarang !
December 03, 2019
thumbnail

Hijrah Imaniyah

Posted by rumah ruqyah on 2019-12-02





Hijrah Imaniyah

  Seorang gadis ditimpa kesedihan karena putus cinta, sampai dua tahun hanya mengurung diri di kamar. Akhirnya orang-tuanya mengajaknya ruqyah di BRH CENTRE JL.NYI PEMBAYUN 14 KARANG KOTAGEDE YOGYAKARTA, saat diruqyah ia tampak tenang-tenang saja.

Selesai ruqyah, saya bertanya berdasarkan keluhan yang ia tulis sendiri: "Kenapa Anda bersedih ?"

  Ia jawab sambil menangis: "Bagaimana saya tidak bersedih Ustadz, saya dikhianati oleh pacar saya, padahal sudah 4 tahun pacaran, tiba-tiba dia putuskan hubungan dengan saya dan menikah dengan orang lain."

Saya bertanya: "Karena itu Anda bersedih?"

Ia jawab: "Ya."

Saya tanya lagi: "Bagaimana sikap Anda, ketika ALLAH menjauhkan seorang penghianat cinta dari kehidupan Anda sebelum jadi suami, Anda bersedih atau bersyukur?

Ia jawab: "Bersyukur."

Saya tanya : "Kenapa selama ini Anda bersedih?"

  Ia terheran-heran, dan mengatakan: Alhamdulillah, ternyata saya dijauhkan dari seorang pengkhianat.

  Inilah HIJRAH IMANIYAH, segala masalah dilihat dari cara pandang keimanan, pasti berbeda sikapnya.

CHANGE YOUR MINDSET, CHANGE YOUR LIFE!

Ustadz Fadhlan Adham Hasyim Lc
December 02, 2019
thumbnail

Bastian Anak Berani

Posted by rumah ruqyah on 2019-12-01



BASTIAN ANAK BERANI (Indigo & Hiperaktifnya Berakhir)

Oleh ; Kang Shin Wan

  Siapa yang tidak sedih, melihat anak tidak bisa duduk manis dalam kelas. Selalu bikin onar. Mengganggu teman-temannya belajar. Ada saja yang dikerjakan. Entah disadari atau tidak. Pernah juga suatu saat memasuki halaman sekolah, tangannya mendekap tiang bendera. Tidak mau dilepas hingga pulang sekolah.

  Di belakang sekolah pun tidak pernah berani. Apalagi ke kamar mandi, selalu ada rasa takut yang berlebihan. Pulang sekolah, seperti tidak punya rasa capek. Berlarian gak jelas tujuannya. Apalagi di rumah diputarkan televisi, ketakutan yang gak jelas. Diajak ngaji susah. Diajak belajar susah. Dianakemaskan susah. Keinginam kuat. Setiap keinginan harus terlaksana. Kalau tidak, mengamuk gak karuan seperti bukan seorang Bastian.

  Bermacam-macam pengobatan sudah dilakukan oleh kedua orang tuanya maupun para guru. Dan yang sangat menyakitkan hati orang tua, ketika masuk rumah sakit dikumpulkan dengan mereka yang sedang sakit jiwa.

  "Anakku ini normal, jiwanya sehat. Kenapa harus disini?", berontak Mama Bastian ketika anaknya harus bermalam di rumah sakit.

  Pernah juga dibawa kepada seorang Ustadzah, yang sering membantu masyarakat yang sedang mengalami gangguan seperti kesurupan.

  Seperti sudah jenuh harus dibawa kemana lagi agar anak semata wayang ini dapat sehat seperti anak sholeh lain. Dan masih terlalu kecil untuk memahami apa yang sedang dialami. Baru kelas 2 MI. Padahal ketika duduk di kelas 1 tidak pernah mengalami seperti ini.

  "Mama Bastian, saya punya teman satu group Jam'iyyatul Qurro" Ngawi, sering mengadakan acara Ruqyah Massal. Tidak salah kalau dicoba dengan Ruqyah buat Bastian", usul Pak Guru Dhofer yang pinter Qiroah, ahli Fotografi dan juga mengajar di sekolah Bastian.

"Bismillah, akan saya coba hubungi. Tolong kirimi CP", pinta Mama Bastian.

Tak lama 0813***9782 tersambung.

"Assalamualaikum..."

"Alaikumussalam.....apa betul ini Kang Wawan?"

"Ya, betul."

"Saya mama Bastian", berceritalah mengapa mesti telpon seperti yang sudah tertulis di atas.

"Oo, muridnya Mas Dhofer, to", komentar Kang Wawan.

"Betul Kang, bagaimana solusi buat Bastian?", tanya Mama Bastian.

"Bapaknya Bastian ada."

"Ada, tapi masih di Surabaya. Kerja."

"Kapan pulang?", tanya Kang Wawan.

"Besok Sabtu, Mase biar pulang ke Beran."

"Baiklah, insyaAllah Ahad saya usahakan bisa ketemu. Tolong serlok", rencana Kang Wawan.

Serlok? Sejak kapan kata ini menjadi bahasa Indonesia? Entahlah, yang penting Serlok itu minta denah atau peta lokasi.

Wawuuuw, dari Ngraho ke arah Barat sampai menyeberangi Bengawan Solo? Menden? Masih terus ke utara sampai ketemu rel kereta? Disitu ada desa Beran?", gumam Kang Wawan. Ternyata Desa Beran bukan hanya di Ngawi kota saja, masih ada Beran di wilayah Blora Jawa Tengah.

  Ahad pagi yang sudah disepakati, Kang Wawan telusuri jalan menuju Ngawi kota. Perempatan Kartonyono terlewati hingga perempatan Karangsari, belok kiri ke arah Cepu atau Bojonegoro. Tak lama sebelah kiri jalan nampak kubah masjid Pondok Pesantren Modern Alhijrah Putra dan sebelah kanan jalan nampak pintu gerbang Pondok Pesantren Modern Alhijrah Putri. 500m ketemu perempatan Pasar Ngawi Purba, hingga ke arah kanan sepanjang jalan menurun adalah pagar Universitas Suryo. Hingga 20 km dari Ngawi, ketemulah Kecamatan Ngraho.

  Masih mengikuti Map di Hape, tepat di samping Kantor Urusan Agama Kecamatan Ngraho Kang Wawan ambil arah ke kiri atau arah Barat hingga 10 km ketemu penyeberangan Bengawan Solo. Terasa asyik menikmati suasana yang tidak biasa tiap hari dialami. Naik "Gethek", alat penyeberangan sungai. Meskipun hanya 2000 rupiah, ini juga pengalaman yang tak mungkin mudah dilupakan dan akan menjadi cerita buat anak cucu.

  Usai menyeberang dengan "Gethek", masih lanjut ke arah Barat sekitar 7 km, ketemu Desa Menden. Tepat simpang 3. Pertigaan jalan. Konon kalau mau ambil arah kiri bisa sampai ke Selopuro-Pitu-Ngawi. Desa Menden ini juga Kota Kecamatan. Sementara ke arah kanan sekitar 5km, ketemu rel kereta Cepu-Semarang dan inilah desa Beran. Disitulah Kang Wawan buka Hape lembali, dan ternyata benar. Tidak jauh dari rel kereta, "Anda telah sampai tujuan". Kata seorang wanita di Hape Android Kang Wawan.

"Berapa lama perjalanan dari rumah kesini, Kang?", tanya Mama Bastian didampingi suaminya, menyambut kedatangan Kang Wawan.

"Jangan ditanya berapa lama perjalanan. Kalau sudah niat silaturrahim, sejauh apapun akan terasa dekat", sambut Kang Wawan menjawab sambutan kedatangan oleh kedua orang tua Bastian.

Setelah beberapa menit bercengkrama untuk saling mengenal dan akrab diri, Kang Wawan memulai masuk poin utama.

"Mama Bastian, coba diingat kembali, adakah kesalahan yang pernah Bapak atau Ibu lakukan terhadap ananda Bastian?", tanya Kang Wawan memulai fokus pada tujuan agenda pagi itu.

"Saya kok kurang begitu paham, dosa yang mana, ya...", jawab Mama Bastian.

Kang Wawan bertanya tentang banyak hal dalam rangka diagnosa buat Bastian. Tentang senjata maupun benda-benda peninggalan nenek moyang yang pernah ditirakati atau diisi. Tentang ilmu kebal, ilmu penglaris dengan bantuan bangsa jin, dan lain-lain.

Di tengah akrabnya ngobrol, datang 2 orang guru Bastian yang ingin melihat langsung terapi ruqyah. Kang Wawan sudah akrab dengan salah satunya, tapi belum kenal dengan guru yang satu lagi. Namun mereka lebih banyak diam, hanya penasaran berapa dahsyatnya ketika jin yang mengganggu bisa keluar dari tubuh Bastian.

Setelah ngobrol sejenak dengan para guru tersebut, Kang Wawan tiba-tiba bertanya yang agak sedikit nyeleneh.

"Mama Bastian berapa lama kasih ASI buat nak Bastian?"

"Hanya 3 bulan, Kang."

"Kenapa hanya 3 bulan? Bukankah hak anak menyusu pada ibunya selama 2 tahun, dan ini yang diajarkan Alquran..."

"Saya kerja di pabrik, Kang. Bastian saya titipkan simbahnya di rumah sini", jawab Mama Bastian lugu tanpa merasa bersalah.

"Kalau begitu Mama bekerja untuk menyambut rejeki lebih utama dan lebih penting daripada memberikan hak anak dari ibundanya sendiri", Kang Wawan memperjelas perkara yang sedang dihadapi keluarga Bastian. Menyadarkan orang tua Bastian tentang kesalahan yang selama ini tidak dianggap salah.

"Tolong siapkan air dalam botol, saya akan membimbing untuk membaca doa ", permintaan Kang Wawan.

Air dalam botol telah disiapkan sejak pagi oleh kedua orang tua Bastian dengan botol terbuka dan botol menempel dibibir mereka.

"Kalian berdua yakin bahwa sakit itu ada obatnya?"

"Yakin."

"Kalian yakin bahwa Allah itu Maha Penyembuh?"

"Yakin."

"Kalian yakin bahwa Alquran adalah Syifaa" wa Rohmah?"

"Yakin."

"Mari kita mulai dengan Istighfar, mengingat kesalahan yang selama ini tidak dianggap itu kesalahan. Namun menginjak istighfar, Mama Bastian menangis dengan tangisan yang tak terbendung. Kemudian dilanjutkan dengan permohonan kepada Allah.

"Ya Allah, kalaulah kami pernah membangun kerjasama dengan syetan dari jenis jin, yang kami lakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja. Ataupun yang pernah dilakukan orang tua kami, nenek moyang kami, leluruh kami, guru-guru kami, kerabat kami, keluarga kami, yang dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja, kami mohon....PUTUSKANLAH (3X), ya Allah. Kami hanya berpasrah diri kepada-Mu. Ya Allah, jika di dalam tubuh ananda Bastian ada gangguan syetan dari jenis jin, maupun penyakit, hamba mohon kepada-MU, yaa Allah, dengan perantaraan dzikir, istighfar, membaca Alfatihah dan ayat Kursi, jadikanlah air ini sebagai obat yang paling manjur manfaatnya atas ijin dan ridho-Mu, ya Allah", Kang Wawan menuntun doa, kemudian meniupkan 3x pada air minum.

Tanpa kesurupan.
Tanpa perang dan muntah.
Tanpa teriakan histeris. Tanpa keringat.
Biasa saja.

Selesai sudah doa terbacakan, datanglah Bastian tanpa diundang. Bagaikan besi tersedot magnit. Bahkan datang minta air minum. Diberikannya air ruqyah.

Proses selesai dan Kang Wawan pulang.

Keesokan hari, sekitar Isya, Kang Wawan telpon. "Bagaimana perkembangan Ananda Bastian?", tanya Kang Wawan.

"Alhamdulillah Kang, Bastian sudah bisa duduk manis di kelas. Tidak usil lagi. Pulang sekolah sudah mau makan sendiri. Bahkan sore tadi sudah di depan televisi. Maghrib tadi juga mau mengaji."

"Alhamdulillah."

"Maaf Kang, kemarin mau tanya tapi saya lupa", kata Mama Bastian.

"Tentang apa?", Kang Wawan penasaran. Dia pindahkan Hape dari tangan kanan ke tangan kiri, menandakan serius ingin mendengar apa yang akan ditanyakan.

"Sebelum Kang Wawan kesini meruqyah Nak Bastian, saya pernah membawanya ke Bu Ustadzah."

"Ada apa dengan Bu Ustadzah?"

"Ketika sampai di rumah Bu Ustadzah, beliau bilang -Lo, ini Gendruwo kok disana kesini?- Ini maksudnya apa, ya."

"Oooo itu ta, itu artinya bahwa Bu Ustadzah bisa melihat Jin yang mengikuti Bastian, dan Bastian sendiri juga bisa melihat Jin yang mengikuti Bu Ustadzah."

"Wah, berarti sama....."

"Ya, sama. Bu Ustadzah sudah berkeluarga atau masih sendiri?", tanya Kang Wawan.

"Sudah punya anak 3", Mama Bastian menjawab.

"Bilang saja, kalau mau sembuh dari Indigo, saya siap membantunya. Kasihan anak turunnya, jika tidak segera disadari bahwa itu penyakit."

Hikmah dari kisah 

1. Ruqyah tidak mesti kesurupan.
2. Anak bermasalah, lebih sering orang tua sebenarnya yang bermasalah.
3. Indigo lebih sering terjadi karena keturunan. Jin nasab.
4. Saran, agar menghindari berobat (meskipun ruqyah) kepada terapis yang masih mengandalkan bantuan makhluk lain.
5. Saat peruqyah diperlukan masyarakat, tidak ada kata *tidak siap.*

TERANG, 31-11-2019
TEam RuqyAh NGawi


RRIAds - Air Ruqyah (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 
December 01, 2019
thumbnail

Waspada! Guru Ketiga Anak

Posted by rumah ruqyah on 2019-11-30




Seorang anak perempuan berusia sekitar empat tahun sibuk bertanya pada ibunya. Selesai satu pertanyaan ia bertanya lagi.

Pada saat yang bersamaan si Ibu pun sedang menghadapi Paman si anak tersebut.

Merasa terganggu oleh keponakannya, si Paman meremas bungkus rokok miliknya lalu melemparkannya pada mulut keponakannya, sambil berkata, "Dasar cerewet!"

Si anak tentu kaget lalu menangis dan menjerit. Selain sakit di bagian mulutnya, ia juga merasa sakit hati menerima perlakuan kasar pamannya itu. Si Ibu pun menghiburnya.

Kini, anak perempuan itu sudah memiliki dua anak. Meski pengalaman buruk itu sudah berlalu lebih dari 35 tahun, tapi ia merasa seolah-olah baru terjadi kemarin.


Mau dapat materi dari Video ini? Silahkan unduh di sini

***

RRIAds - Madu Ruqyah Pahit (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


November 30, 2019
thumbnail

Jantan Atau Betina?

Posted by rumah ruqyah on 2019-11-29


JANTAN ATAU BETINA?

Salah seorang Ulama masuk ke Masjid Rushafah dan mengumumkan kepada para hadirin,

"Saya siap menjawab pertanyaan paling sulit sekalipun."

Di antara hadirin itu adalah Abu Hanifah.
"Aku ingin menanyakan satu pertanyaan," katanya kepada Ulama itu.

"Apa itu?" sahutnya.

"Semut yang berbicara dengan Nabi Sulaiman itu jantan atau betina?" tanya Abu Hanifah.

Ulama itu diam dan menggelengkan kepalanya sembari menjawab, "Aku tak tahu".

Abu Hanifah berkata, "Dia betina."

"Apa dalilnya?"

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman: "Berkatalah seekor Namlah (semut wanita)." (Qs. An Naml :18).


Kemudian Abu Hanifah menambahkan, "Sebenarnya aku tak ingin menanyaimu. Aku hanya ingin mengatakan, JANGAN MENYOMBONGKAN KEMAMPUANMU." (Disadur dari buku Biografi Imam Abu Hanifah karya Abdul Aziz Asy Syinawi, h.48).

Suara Hidayatullah, Edisi Januari 2015



RRIAds - Air Ruqyah (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 
November 29, 2019
thumbnail

Ulama Harapan Imam Nawawi

Posted by rumah ruqyah on 2019-11-28



"Ulama Harapan Imam Nawawi" Siapakah Dia?

  Dahulu di Kota Damaskus ada beberapa tempat kesyirikan yang tidak bisa dibinasakan. Imam Abu Syamah Al-Maqdisiy dalam bukunya "Al-Ba'its" pernah berharap agar tempat-tempat kesyirikan di Damaskus ini diruntuhkan, namun beliau dan ulama lainnya di masa mereka tak punya kemampuan untuk itu.

  Pada era Imam Nawawi, beliau pun yang populer dengan kehebatan dan ketegasan amar makruf nahi mungkarnya terhadap penguasa tak bisa berbuat apa-apa selain berharap dan berdoa agar objek-objek kesyirikan tersebut dibinasakan.

  Suatu saat Imam Nawawi rahimahullah yang wafat di usia 40an itu berdoa: "Ya Allah, tegakkanlah agama-Mu dengan seorang laki-laki yang bisa meruntuhkan 'Amuud Mukhallaq (sejenis berhala batu besar yang diberikan wewangian, disembah atau disakralkan) dan menghancurkan kuburan Raja Jirun (yang dijadikan tempat kesyirikan)."

  Doa Imam Nawawi ini disebutkan oleh kakak Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, yang bernama Syarafuddin Abdullah Ibnu Taimiyah dan diabadikan dalam manuskrip buku Al-Kawakib Ad-Darari dan dinukil oleh Syaikh 'Uzair Syams dalam buku "Kumpulan Sirah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Selama 7 Abad."

  Doa Sang Imam ini terkabulkan setelah 28 tahun beliau wafat. Yaitu pada tahun 704 H. Dalam buku tersebut, juga dalam "Al-Bidayah wa An-Nihayah", Al-Hafizh Ibnu Katsir yang hidup saat itu mengisahkan bahwa yang sukses menghancurkan kedua tempat kesyirikan ini adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

  Kesuksesan beliau yang tidak bisa dilakukan oleh ulama-ulama besar lain di Kota Damaskus saat itu, membuat masyarakat semakin mencintai dirinya, tapi di sisi lain banyak ulama dan figur Kota Damaskus mendengki dan menghasadnya. Demikian kesaksian Ibnu Katsir rahimahullah.

  Dalam buku Al-Kawakib Ad-Daraari disebutkan, kakak Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa doa Imam Nawawi di atas adalah sebuah karamah besar bagi Imam Nawawi. Adapun kita semua, maka menegaskan itu adalah karamah Imam Nawawi sekaligus karamah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

  Sungguh Allah Mahabesar. Menegakkan agama-Nya hanya dengan bisikan doa Sang Imam yang tak memiliki kekuatan, dan dengan kapak seorang Syaikhul Islam yang merupakan singa Allah di eranya. Rahimahumallah. Semoga Allah memasukkan kita semua bersama mereka berdua di surga-Nya. Aamiin.

Maulana La Eda


RRIAds - Bidara Ruqyah (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


November 28, 2019