Rumah Ruqyah

thumbnail

Azab Meninggalkan Puasa Ramadhan dengan Sengaja

Posted by rumah ruqyah on 2020-04-29


Ini Azab bagi Orang yang Meninggalkan Puasa Ramadhan dengan Sengaja

  RASULULLAH shollallahu alaihi wasallam bersabda, “Ketika aku tertidur, datang 2 orang laki-laki, kemudian keduanya memegang lengan atasku. Kemudian aku dibawa menuju gunung yang sukar dilalui. Kemudian keduanya berkata kepadaku: Naiklah. Hingga aku berada di puncak gunung.

  Tiba-tiba (terdengar) suara yang keras. Aku berkata: Suara apa ini? Laki-laki itu berkata: Ini adalah lolongan penduduk Neraka. Kemudian berjalanlah (mereka berdua) denganku. Tiba-tiba (nampak) suatu kaum yang digantung (terbalik) pada pergelangan kakinya. Sudut-sudut mulut mereka robek, mengalir darah dari sudut-sudut mulut mereka.

Aku berkata: Siapa mereka? Kemudian dikatakan: Mereka ini adalah orang-orang yang berbuka sebelum dihalalkan waktunya (H.R anNasaai, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, alHakim, dan al-Albany)

  Al-Imam adz-Dzahaby menyatakan: Di kalangan kaum Mukminin telah dimaklumi bahwa barangsiapa yang meninggalkan puasa Ramadhan bukan karena sakit dan bukan karena sebab (udzur yang diperbolehkan syari’i), maka itu lebih buruk dari pezina dan peminum khamr. Bahkan (layak) diragukan keislamannya dan disangka sebagai zindiq dan terlepas (keislamannya)(al-Kabaair karya adz-Dzahaby halaman 64).[]

Sumber: Ramadhan Bertabur Berkah/Karya: Abu Utsman Kharisman/Penerbit: Pustaka Hudaya

Sumber Web : IslamPos
April 29, 2020
thumbnail

Syetan Mana yang Dibelenggu?

Posted by rumah ruqyah on


Syetan Mana yang Dibelenggu?

Memang, seperti dijelaskan dalam hadits Shahih, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, bahwa pada bulan Ramadhan seperti ini, pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup. Dan, syetan-syetan dibelenggu.

Maka, menjadi perlu bagi kita untuk mengetahui, mengapa masih juga ada kejahatan di bulan Ramadhan. Apa sebabnya?

Berikut ini beberapa penjelasan yang disampaikan para Ulama seputar masalah ini.

1. Yang diikat hanyalah SEBAGIAN setan saja.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Tirmidzi, Nasa'i dan Hakim dan Abu Hurairah, Rasulullah Bersabda : "Jika datang malam Bulan Ramadhan, diikatlah setan dan jin pembangkang."

Tapi yang dibelenggu dalam hadits ini pengertiannya adalah hanya setan dan jin yang sangat antusias untuk menyesatkan manusia.

Sementara setan biasa yang lainnya tetap dibiarkan menjelajah dari timur sampai barat untuk mencari pendukung.

Mereka-mereka yang kalah dengan setan kelas ini, akan tetap berani melakukannya kejahatan.

Tega mengotori kesucian bulan ini. Atau bahkan, memodifikasi kejahatan, khusus untuk bulan Ramadhan.

2. Yang diikat adalah syetan pencuri berita dari langit.

Imam Hulaimi memberi penjelasan tentang sebagian setan yang dibelenggu ini, "Bisa jadi yang dimaksud adalah setan yang mencuri berita dari langit."

Yaitu setan-setan yang bertumpuk satu di atas yang lainnya hingga sampai ke langit, untuk mencuri berita taqdir hari itu.

Untuk kemudian diberitakan kepada para dukun dengan dibumbui Kebohongan dan dusta.

Tetapi setelah Rasulullah diutus, langit dilindungi dengan bintang yang siap membantai setan-setan itu.

Walaupun hal itu tidak membuat mereka jera untuk terus mencuri berita langit. Memang itulah karakter mereka.

Sedangkan di bulan suci ini, Allah lebih menjaganya dengan mengikat mereka semua. Supaya rahasia langit lebih terjaga.

Artinya, bahwa setan-setan lain yang tidak masuk dalam kelompok pencuri berita masih terus asyik dengan usahanya memalingkan manusia dari jalan Allah. [Bersambung]
April 29, 2020
thumbnail

Pertolongan Allah Berbentuk Hal Yang Kita Tidak Suka

Posted by rumah ruqyah on 2020-04-22


Dalam kehidupan ini seringkali mendapati hal yang tidak tepat untuk hati kita. Padahal kita telah meyakini, baik atau buruknya hal yang menimpa kita semua adalah baik. Namun perasaan meronta, seakan menafikan keyakinan kita itu.

Tahukah anda, wajar kita kadang susah menerima ketetapan Allah. Manusiawi. Dan Fitrah jika manusia masih suka berkeluh kesah. Untuk itu, kita perlu pencerahan. Sebagaimana video di bawah ini, untuk menyadarkan kita. Bahwa semua ketetapan Allah itu baik.

KLIK disini untuk menonton Videonya
April 22, 2020
thumbnail

Pasien Positif Corona Jadi Negatif Setelah Rajin Mengaji

Posted by rumah ruqyah on 2020-04-19


Pasien Positif Corona Jadi Negatif Setelah Rajin Mengaji

  Pаѕіеn berinisial 'J' dаrі kаbuраtеn Mаjеnе, Sulawesi Bаrаt, yang ѕеbеlumnуа роѕіtіf Covid-19, ѕеtеlаh menjalani реrаwаtаn dі ruаng іѕоlаѕі rumаh ѕаkіt umum dаеrаh (RSUD) Sulbar semakin mеmbаіk. Bahkan ріhаk rumаh ѕаkіt mеnуаtаkаn bahwa dаrі hasil ujі lаb swab pasien dinyatakan nеgаtіf dаn tіdаk роѕіtіf lagi. 

  Dіrеktur RSUD Sulbаr, dr. Indаrwаtі Nurѕуаmѕі, dalam реrсаkараn Aрlіkаѕі WhаtѕAрр dі grоuр covid-19 Sulbar, menyampaikan bahwa bеbеrара pasie PDP juga dіnуаtаkаn negatif. 

  "Pasien dаrі kabupaten Mаjеnе, hasil ѕwаb nеgаtіf, Mаѕіh аkаn diambil swabnya satu kаlі lаgі, bіlа hаѕіl nеgаtіf, Bеrаrtі pasien dіnуаtаkаn sembuh dаn bisa pulang," tulis dr. Indаrwаtі di WA grоuр Covid-19 Sulbаr, Jumаt, (03/04) 

  "Pasien dі dераn BRI, Baik rаріd mаuрun swab nеgаtіf, tарі kаrеnа masih lemah аkіbаt реnуаkіt lain sehingga mаѕіh dіrаwаt dі rumah ѕаkіt, tарі akan dikeluarkan dari perawatan isolasi. Sеlаіn itu, раѕіеn dаrі Mateng (Mаjеnе Tеngаh) swab nеgаtіf, sehingga dараt dірulаngkаn, dan Pаѕіеn bауі swab nеgаtіf, sehingga dapat juga dірulаngkаn," tulіѕ kеmbаlі dr. Indarwati. 

  Pаѕіеn tеrѕеbut tіdаk menutup kemungkinan akan bеbаѕ dаrі соvіd-19, karena kоndіѕі tubuh dаn antibodinya bekerja kuat melawan vіruѕ, ѕеhіnggа virusnya kаlаh dаn hаѕіlnуа nеgаtіf kаrеnа virus mati dаn tіdаk dірrоdukѕі lаgі. Mеnurut ѕеjumlаh ѕtаf RSUD Sulbаr, bаhwа pasien ѕеjаk dіrаwаt dі ruаng іѕоlаѕі раѕіеn 'J' rajin mеngаjі dаn ѕhоlаt lіmа wаktu dan ѕеmаkіn hаrі kоndіѕі kеѕеhаtаnnуа semakin membaik.

Sumber : Uzonews.com
April 19, 2020
thumbnail

Mengenal Qonthoroh, Tempat antara Shiroth dan Surga

Posted by rumah ruqyah on 2020-04-18


Mengenal Qonthoroh, Tempat antara Shiroth dan Surga

Bismillah walhamdulillah was sholaatu was salam ‘ala Rasulillah wa ba’du.

  Setelah orang-orang beriman berhasil melewati shiroth, mereka kelak akan sampai di sebuah tempat yang disebut Qonthoroh. Suatu tempat yang terletak setelah shiroth (jembatan di atas Neraka Jahanam), sebelum Surga.

 Qonthoroh merupakan tempat terakhir yang akan dilalui oleh manusia, berupa jembatan yang menghubungan mereka ke Surga. Karena tempat-tempat di hari Kiamat yang akan dilalui manusia, banyak. Ada Padang Mahsyar, Mizan, Shiroth, para ulama menyebutnya “Mawaqif Yaumil Qiyamah” (tempat-tempat di hari kiamat). Qonthoroh adalah yang terakhir.

Para ulama berbeda pendapat tentang Qonthoroh, apakah ia terusan jembatan Shiroth atau jembatan sendiri :Sebagian menyimpulkan, Qonthoroh adalah terusan jembatan Shiroth atau ujungnya shiroth.

  Sebagian yang lain menyatakan bahwa Qonthoroh adalah jembatan tersendiri. Pendapat kedua ini lebih kuat Insya Allah. Qonthoroh jembatan tersendiri yang terpisah dari Shiroth. Karena dari segi letak, kedua jembatan ini berbeda. Shiroth berada di atas Neraka, sementara Qonthoroh terletak antara Neraka dan Surga.

Nabi shallallahualaihi wa sallam bersabda :

يخلص المؤمنون من النار فيحبسون على قنطرة بين الجنة والنار

"Setelah orang-orang beriman berhasil selamat dari Neraka, mereka akan ditahan di Qonthoroh, yang terletak antara Surga dan Neraka…" (HR. Bukhori)

  Jika kita katakan Qonthoroh adalah ujung / terusannya jembatan Shiroth, tentu tidak bisa dikatakan Qonthoroh berada di antara Neraka dan Surga. Karena Shiroth terletak di atas Neraka, dan tentu terusan Shiroth adalah Shiroth yang sama, terbentang di atas Neraka. 

  Sementara letak Qonthoroh disebutkan dalam hadis, di antara Surga dan Neraka, artinya antara Shiroth yang terbentang di atas Neraka, dan Surga. Sehingga kesimpulan bahwa Qonthoroh ujungnya Shiroth kurang tepat, bertentangan dengan hadis di atas.

Imam Al ‘Aini rahimaullah dalam ‘Umdatul Qori menegaskan,

إن الحديث مصرح بأن تلك القنطرة بين الجنة والنار وهو يقول إنها طرف الصراط من الصراط، وقوله بين، يدل على أنها قنطرة مستقلة غير متصلة بالصراط، وهذا هو المعنى قطعا

"Hadis yang menjelaskan tentang keberadaan Qonthoroh jelas menegaskan bahwa Qonthoroh terletak di antara Surga dan Neraka, sementara ada Ulama yang mengatakan bahwa Qonthoroh adalah ujungnya Shiroth. Sabda Nabi yang menyatakan,”Qonthoroh di antara Surga dan Neraka,” menunjukkan bahwa Qonthoroh adalah jembatan tersendiri, tidak bersambung dengan Shiroth. Makna ini sangat tegas dalam hadis." (‘Umdatul Qori Syarh Shohih Al Bukhori, 12/400 – 401)

Apa yang Terjadi di Qonthoroh?

Di Qonthoroh kelak, akan dilaksanakan kembali persidangan (hisab). Untuk menebus sisa-sisa kezoliman yang sebagian besarnya telah diselesaikan di Yaumul Hisab, padang Mahsyar. Sehingga penduduk Surga nanti saat memasuki Surga, tak lagi sedikitpun menyimpan dendam dan kebencian. 

Segala yang mengganjal berupa kezoliman-kezoliman kecil, telah diselesaikan seadil-adilnya di persidangan Allah di Qonthoroh.

 Allah berfirman tentang kondisi penduduk surga saat dimasukkan ke dalam surga nanti,

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ

"Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mereka masuk ke dalam surga yang mengalir di bawah mereka sungai-sungai". (QS. Al-A’rof : 43)

Sahabat Abu Saíd Al Khudriy –radhiyallahu’anhu– menceritakan sabda Nabi shallallahu’alahi wa sallam yang menjelaskan peristiwa yang terjadi di Qonthoroh :

يخلص المؤمنون من النار فيحبسون على قنطرة بين الجنة والنار، فيقص لبعضهم من بعض مظالم كانت بينهم في الدنيا، حتى إذا هذبوا ونقوا أذن لهم في دخول الجنة، فوالذي نفس محمد بيده لأحدهم أهدى بمنزله في الجنة منه بمنزله كان في الدنيا

 “Orang-orang beriman yang telah selamat dari Neraka (setelah melewati Shiroth) akan tertahan di Qonthoroh (sebuah jembatan) di antara Surga dan Neraka. Kemudian ditegakkanlah qishosh terhadap sebagian mereka akibat kezaliman yang terjadi di antara mereka di dunia. 

  Setelah dibersihkan dan dibebaskan (dari kezaliman), barulah mereka diizinkan masuk Surga. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh salah seorang di antara mereka lebih paham terhadap tempat tinggalnya di Surga daripada tempat tinggalnya di dunia.” (HR. Bukhari)

Mungkinkah Kembali ke Neraka?

  Yang akan digunakan sebagai penebus kezoliman adalah pahala. Rupiah tak lagi bermanfaat ketika itu. Namun, jika pahala harus menjadi tebusan, itu tak sampai menjadikan mereka kembali lagi ke Neraka. Karena kezoliman yang disisakan untuk ditebus di Qonthoroh, adalah kezoliman-kezoliman kecil yang tak sampai menjadikan pelakunya kembali ke Neraka.

Sebagaimana penjelasan dalam Syarah Akidah Thohawiyah, Oleh Syekh Ibnu Útsaimin rahimahullah berikut,

وهذا القصاص غير القصاص الأول الذي في عرصات القيامة؛ لأن هذا قصاص أخص، لأجل أن يذهب الغل والحقد والبغضاء التي في قلوبهم، فيكون هذا بمنزلة التنقية والتطهير، وذلك لأن ما في القلوب لا يزول بمجرد القصاص

  “Qishosh (pembalasan kezoliman) di Qonthoroh tidak seperti qishosh pertama di Padang Mahsyar. Karena qishosh di Qonthoroh ini lebih khusus, yang bertujuan mengikis kedengkian, dendam dan kebencian dalam hati mereka. Sehingga persidangan di Qonthoroh nanti fungsinya penjernihan atau pen-filteran. Hal ini karena penyakit dalam hati tak hilang hanya dengan qisos saja." (Syarah Akidah Washitiyah, 2/163)

***

Ustadz Ahmad Anshori

(Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)

Sumber : konsultasisyariah.com
April 18, 2020
thumbnail

Santriwati Penghafal Qur’an Sembuh dari Corona

Posted by rumah ruqyah on 2020-04-16


Santriwati Penghafal Qur’an Sembuh dari Corona, Dipulangkan ke Rumah

”Kesabaran dan keyakinan kepada Allah Subhanahu Wata'ala merupakan obat yang paling terbaik, sebaliknya ketakutan dan keemasan merupakan sumber penyakit"

Hidayatullah.com– Santriwati penghafal Qur’an (hafizhah) berinisial J telah dinyatakan sembuh atau negatif virus corona jenis baru (Covid-19) oleh pihak rumah sakit.

J dinyatakan negatif Covid-19 setelah melewati serangkaian tes dan perawatan. Warga Majene ini awalnya terkonfirmasi terjangkit Covid-19.

Hafizhah yang juga santriwati di pesantren di Bogor, Jawa Barat, ini, akhirnya diperbolehkan pulang pada Sabtu (11/04/2020).

J diperbolehkan pulang ke rumah dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya di Kelurahan Tande Timur, lingkungan Salabulo.

Meski telah dinyatakan sembuh, hafizhah tersebut masih diharuskan untuk melakukan pemulihan di rumahnya selama tujuh hari.

Pemerintah Daerah Majene melalui Kepala Dinas Kesehatan, dr Rahmat Malik menjemput secara langsung J di Rumah Sakit Regional Sulawesi Barat bersama keluarganya.

Bupati Majene Fahmi Massiara menyambut kepulangan J sebagai pasien Covid-19 pertama di Sulbar yang telah dinyatakan sembuh.

J disambut di posko Covid-19 di Dinas Perhubungan Majene, Kelurahan Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur, Sabtu (11/04/2020) sekitar pukul 13.45 WITA.

Begitu tiba di posko Covid-19, J langsung disambut Bupati beserta tim gugus, termasuk ibu Bupati Majene Fatmawati Fahmi yang juga ketua PMI Kab Majene.

Fatmawati pun menghadiahkan sebuah boneka, alat shalat, berikut vitamin untuk dikonsumsi oleh J.

Dokumen tes kesehatan yang menyatakan J telah sembuh diserahkan langsung oleh dr Dewi Kartikaningsih, Sp.P (dokter Specialis Paru) RS. Regional Sulbar kepada dr Rahmat Malik.

Dokumen ini berupa hasil tes Swab Covid-19 yang sudah negatif dan Surat Pemberitahuan sudah melalui semua proses pemeriksaan selama masa isolasi dan dinyatakan telah sembuh.

Bupati Fahmi mengaku sangat bahagia atas kesembuhan hafizhah tersebut.

Bupati berharap, setelah kasus ini menjadi kasus terakhir di Majene dan warga diimbau untuk menghormati tidak mengucilkan setiap orang yang dinyatakan ODP, PDP, dan lainnya.

“Tidak ada lagi warga Majene yang dengan status OPD, PDP kita doakan nanda “J” bisa sembuh total, sehat walafiat dan kembali ke pesantren setelah keadaan membaik dan bebas virus corona,” ujar Bupati kutip website resmi Kabupaten Majene.

Hal senada disampaikan Kadis Kesehatan dr Rahmat Malik. Ia mengatakan, kepulangan J jangan dianggap sebagai stigma negatif yang harus dikucilkan.

Hal itu jangan dianggap malapetaka, tetapi tetap waspada.

”Kami juga kami harapkan masyarakat jangan panik, apalagi tetangga J, kalau ada situasi yang menakutkan, kami hadir dan bekeja keras demi kebaikan dan keselamatan kita bersama,” ujar dr Rahmat.

Sedangkan J menuturkan, selama di rawat di rumah sakit, ia mengaku mengikuti semua yang menjadi protokol dan anjuaran dokter.

Selain itu, hafizhah ini pun mengaku tetap sabar dan menerima kondisinya dan menilai semua adalah ujian.

”Kesabaran dan keyakinan kepada Allah Subhanahu Wata’ala merupakan obat yang paling terbaik, sebaliknya ketakutan dan kecemasan merupakan sumber penyakit,” jujar J singkat.

Setelah menyambutan, J bersama keluarga langsung bergerak pulang menuju rumahnya.

Sumber : Hidayatullah.com
April 16, 2020
thumbnail

Puasa-Puasa, Masih Saja Banyak Penjahat

Posted by rumah ruqyah on 2020-04-14


Puasa-Puasa, Masih Saja Banyak Penjahat

Bagi Surdi, karyawan Swasta yang tinggal di Jakarta Barat, memasuki bulan Ramadhan tahun ini, ibarat mengenang masa pahit.

Justru karena di bulan Ramadhan seperti inilah, beberapa tahun lalu ia kehilangan motor satu-satunya.

Padahal cicilan kredit motor itu belum lunas ia bayar. Yang bikin lebih pahit, kejadian itu berlangsung menjelang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Ternyata Surdi tidak sendirian. Tiga orang kawannya, pada waktu dan tempat yang sedikit berbeda juga mengalami hal yang sama. Bahkan satu diantaranya kehilangan mobil kijang cokelatnya, tepat setelah makan sahur.

Seperti juga Surdi, tahun ini juga ada orang-orang yang mengalami tindak kejahatan dengan kekerasan. Tidak hanya di Jakarta, atau kota-kota besar.

Kejahatan itu juga banyak yang terjadi di kampung-kampung. Padahal kaum Muslimin tengah melakukan ibadah Puasa.

Padahal, saat ini adalah bulan yang penuh berkah, bulan dimana pintu-pintu Surga di buka dan pintu-pintu Neraka ditutup.

Bahkan, beberapa waktu lalu, pihak keamanan menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati di bulan Ramadhan seperti ini.

Mereka mengatakan, bahwa bila memasuki Ramadhan, terlebih mendekati hari akhir Ramadhan, tingkat kejahatan banyak meningkat.

Sebab, kebutuhan ekonomi meningkat untuk menyambut hari Raya Idul Fitri. Sementara di sisi lain persaingan ekonomi sangat ketat.

Tak sedikit orang-orang yang tak memiliki kesempatan untuk memenuhi daftar keinginannya, melakukan tindak kejahatan.

Fenomena lain, gemerlap kota-kota besar di Indonesia, apalagi di Jakarta, di bulan Ramadhan ini, nyaris tak jauh berbeda dengan hari-hari biasanya.

Meski secara peraturan banyak tempat-tempat kemaksiatan yang harus tutup, tetapi dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tetap saja, banyak yang membandel.

Dan, ujung-ujungnya, tidak ada yang ditindak secara serius.

Apalagi, beberapa hari menjelang Ramadhan, ratusan perempuan yang menamakan diri pekerja hiburan melakukan demonstrasi secara berani menentang segala bentuk razia di tempat-tempat hiburan.

Mereka beralasan, bahwa apa yang mereka lakukan adalah juga untuk mencari penghidupan. Bahkan, ada juga yang membawa-bawa hak asasi segala.

Begitu pun, banyak oknum aparat yang turut membekingi mereka. Sementara, beberapa elemen masyarakat yang selama ini rajin melakukan peneguran banyak yang dibungkam.

Kloplah sudah. Kejahatan orang-orang yang jahat, bertemu dengan hukum dan peraturan yang lemah. Seperti api bertemu bensin. Kejahatan pun berkobar.

Di sebuah kota di Sumatera, justru bulan Puasa menjadi ajang pergaulan bebas muda-mudi.

Di sebrang jembatan terpanjang di Sumatera itu, remaja-remaja mengisi waktu selesai sahurnya dengan berbaur di kegelapan.

Ketika adzan Subuh menggema dari Masjid di seberang jalan, nyaris tak ada yang beranjak dari tempat itu.

Aneh dan sungguh aneh. Bahkan, sebuah majalah remaja, dengan enteng menulis judul utama edisi ramadhannya, ''Ibadah Khusyu', Gebetan Jalan Terus."

Dalam edisi itu digambarkan bagaimana seorang remaja, bisa tetap puasa, tapi kencannya juga jalan.

Ironisnya, majalah itu pula yang beberapa tahun lalu, membuat lomba menulis kisah asmara remaja yang terjadi di bulan puasa. Naudzubillah.

Gegap gempita tempat maksiat itu memang menandakan masih ada saja orang-orang yang tenggelam dalam kemaksiatan.

Terjerembab dalam lumpur kejahatan. Meski bulan Ramadhan telah datang.

Meski bulan yang disebut dengan bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari Neraka, justru tidak memberi pengaruh pada orang-orang itu.

Di sisi lain, ada juga sebagian orang yang justru memanfaatkan momen malam Ramadhan sebagai saat mereka melepas belenggu menahan nafsu di siang hari.

Belum lagi ditambah dengan perilaku buruk yang dilakukan oleh pribadi orang yang puasa.

Dari berbohong, menggunjingkan orang lain, memfitnah, mengadu domba, sombong, emosi, buruk sangka, dan sederet sikap-sikap buruk lainnya.

Semua indikasi itu, menunjukkan bahwa selama bulan Ramadhan tidak berarti kejahatan hilang total.

Lalu pertanyaannya, bagaimana dengan sabda Rasulullah yang menjelaskan bahwa pada bulan Ramadhan syetan-syetan itu dibelenggu?

Kalau begitu, mengapa masih banyak kejahatan? Bukankah kejahatan itu karena godaan syetan?

Atau karena justru banyak manusia yang telah menggantikan peran syetan di bulan mulia ini?

Majalah Ghoib Edisi No. 2 Th.1/1423 H/2002 M, Hal 16-17
April 14, 2020
thumbnail

Serial Alam Jin 6 : Perkawinan Jin

Posted by rumah ruqyah on 2020-04-08



Yang nampak memang jin juga melakukan perkawinan. Sebagian ulama berdalil akan hal ini dengan firman Allah yang menyebutkan para pasangan penduduk surga sebagaimana dalam ayat,

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

“Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin” (QS. Ar Rahman: 56).

  Yang dimaksud dengan ‘thomts’ dalam ayat ini berarti jima’ (bersetubuh) menurut bahasa Arab. Jadi, berdasarkan ayat ini dapat dikatakan bahwa jin melakukan jima’ atau perkawinan, sebagaimana manusia.

  Ada juga hadits yang mendukung hal ini, namun sanadnya dikritik, yaitu hadits yang mengatakan, “Jin itu saling memiliki keturunan sebagaimana manusia pun demikian. Mereka jumlahnya banyak.” (HR. Ibnu Abi Hatim). 

  Dipandang hadits ini shahih ataukah tidak, cukup sebenarnya dengan ayat yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa jin melakukan perkawinan.

  Begitu pula Allah telah memberitahukan kepada kita bahwa setan itu memiliki keturunan. Kita dapat mengambil pelajaran dari Surat Al Kahfi,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

  “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (QS. Al Kahfi: 50).

  Qotadah mengatakan, “Anak-anak setan itu saling memiliki keturunan sebagaimana anak keturunan Adam, dan mereka jumlahnya amat banyak.” (Lihat Lawami’ul Anwar, 2: 222).

Perkawinan Jin dan Manusia

  Kita mungkin pernah mendengar bahwa ada laki-laki yang kawin dengan jin perempuan atau sebaliknya perempuan yang kawin dengan jin laki-laki. Imam Suyuthi pernah menyebutkan beberapa atsar dan berita dari para salaf tentang hal tersebut yaitu perkawinan antara jin dan manusia.

Ada juga perkataan Ibnu Taimiyah dalam hal ini,

وَقَدْ يَتَنَاكَحُ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ وَيُولَدُ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ وَهَذَا كَثِيرٌ مَعْرُوفٌ وَقَدْ ذَكَرَ الْعُلَمَاءُ ذَلِكَ وَتَكَلَّمُوا عَلَيْهِ وَكَرِهَ أَكْثَرُ الْعُلَمَاءِ مُنَاكَحَةَ الْجِنِّ

  “Bisa jadi ada perkawinan antara manusia dan jin, lalu akan ada anak keturunannya. Kisah semacam ini banyak sekali. Para ulama juga telah menyebutkan hal tersebut dan membicarakan hukumnya. Kebanyakan ulama melarang (memakruhkan) pernikahan dengan jin.” (Majmu’ Al Fatawa, 19: 39-40).

  Al Hasan Al Bashri, Qotadah, Al Hakam dan Ishaq melarang bentuk pernikahan manusia dan jin. Sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa tidak ada dalil yang melarang pernikahan dengan jin, namun hal tersebut tidak dianjurkan. 

  Imam Malik pernah berkata, “Aku memakruhkan jika ada seorang wanita hamil lalu ditanya, siapa yang menghamilinya? Lalu ia menjawab, “Jin”. Ini menimbulkan kerusakan yang banyak.”

  Dalil larangan pernikahan antara jin dan manusia adalah dalil yang menyebutkan bahwa manusia harusnya memiliki pasangan dari yang sejenis dengan mereka. Sebagaimana disebutkan dalam surat Ar Rum,

وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

  “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar Rum: 21).

  Kalau di atas dikatakan dari pernikahan bisa timbul rasa tentram, lalu kasih sayang, ini sulit tercapai pada perkawinan dengan lawan jenis (antara jin dan manusia). Hikmah dari pernikahan jadinya sia-sia. Dan sulit digapai rumah tangga yang rukun dalam pernikahan semacam itu.

Sedangkan dalil yang menunjukkan bahwa mungkin saja terjadi perkawinan antara manusia dan jin adalah ayat yang disebutkan di atas,

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

“Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin” (QS. Ar Rahman: 56).

Ada kemungkinan dari ayat ini perkawinan antara jin dan manusia.

Semoga Allah memberikan ilmu yang bermanfaat.

Referensi:

‘Alamul Jin wasy Syaithon, Syaikh Prof. Dr. ‘Umar bin Sulaiman bin ‘Abdullah Al Asyqor, terbitan Darun Nafais, cetakan kelimabelas, tahun 1423 H.

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber : Muslim.or.id, Gambar : Hipwee.com




April 08, 2020
thumbnail

Pertolongan Allah di saat Truk Terjatuh

Posted by rumah ruqyah on 2020-04-06

  

Makassar - Keajaiban itu benar dirasa Muhammad Fiqram (27). Dia sempat pasrah usai truk 10 roda yang dikemudikannya terjun bebas ke sungai karena jembatan jebol.

  Fiqram mengatakan truknya terbalik usai terjun ke sungai. Ban mobil ada di bagian atas sehingga tempat duduk Fiqram di bagian kepala truk dengan mudah kemasukan air.

  Dia sempat terjepit. Dalam kondisi itu, dia sempat pasrah karena sudah tak ada lagi ruang udara. Diketahui, jarak jembatan dengan permukaan air sekitar 10 meter.

  Dalam kepasrahan itu, Fiqram membaca kalimat syahadat sebanyak tiga kali di dalam hatinya. Namun, di saat itulah dia merasakan keajaiban Tuhan. Air laut yang sedang pasang dan masuk ke sungai membuat truknya terangkat.

Sumber Detik
April 06, 2020
thumbnail

Ruqyah From Home - Ustadz Achmad Junaedi Lc

Posted by rumah ruqyah on 2020-04-04



Ditengah-tengah gerakan social distancing kami tetap mensyiarkan dakwah Ruqyah Syar'iyyah, walaupun hanya bisa lewat video call.

Berikut video praktik Ruqyah yang di lakukan oleh direktur kami sekaligus selaku ketua ARSYI (Asosiasi Ruqyah Syar'iyyah Indonesia) kepada pasien yang menderita gangguan sesak nafas selama bertahun-tahun akan tetapi tidak terdeteksi oleh medis

Berikut videonya semoga bermanfaat..

RRIAds - Sabun Bidara Cair (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


April 04, 2020
thumbnail

Sunnah Sebelum Tidur Menyelamatkanku dari Zina

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-31


Sunnah Sebelum Tidur Menyelamatkanku dari Zina

Ditulis oleh : Irene Radjiman

  Cerita dibawah ini dikisahkan oleh seorang pria yang berpredikat sebagai suami sekaligus ayah. Sebut saja namanya pak Hen. Saya copas langsung dari inbox pak Hen yang masuk ke fb messenger saya. Saya hanya melakukan editing pada kata-kata yang disingkat, atau peletakan kata yang kurang pas tanpa mengurangi makna pesan yang akan disampaikan.

  Beliau meminta saya menulisnya, berharap bisa dijadikan pelajaran bagi para pembaca. Mohon untuk tidak kepo dengan "siapakah pak Hen ini?"

*****

Salam mbak Iren. Begitulah kalimat pertama yang ditulis oleh pak Hen.

Perkenalkan nama saya Hen, nama lengkap saya sudah tercantum pada nama akun saya.

Saya terlahir dari keluarga Islami. Abah dan ummi saya keduanya penghafal Qur'an. Saya anak ke-3 dari 3 bersaudara yang kesemuanya lelaki.

  Sejak kecil dari mulai bangun tidur hingga kembali tidur, Ummi dengan telaten mendisiplinkan kami untuk menghidupkan sunnah, termasuk sunnah ketika kami akan tidur. Kami akan diminta ke kamar mandi untuk buang air kecil (tentunya sunnah buang air kecilpun kami lakukan), bersiwak, kemudian berwudhu, keluar kamar mandi, membaca do'a wudhu, Sholat wudhu dan witir, menuju tempat tidur, membersihkan kasur dengan sapu lidi, membaca Alfatiha, ayat kursi, Al-ikhlas, Al-Falaq, An-nas, do'a sebelum tidur ditiup ke telapak tangan, diusap ke seluruh tubuh, setelah itu baru tidur.

  Semua yang kami lakukan terus menerus sejak kecil, akhirnya terbawa dimanapun kami berada. Kebiasaan yang ditanamkan Ummi sejak kecil seperti sudah tertanam dan terekam dialam bawah sadar. Bahkan hingga saya berumah tangga. Alhamdulillah, saya memiliki isteri yang sefrekuensi dengan saya.

  Mungkin karena kehidupan saya yang lurus-lurus saja, bahkan terasa mulus-mulus saja, membuat saya merasa monoton dan bosan.

  Saya bekerja disebuah perusahaan export - import dengan posisi yang cukup tinggi. Perusahaan saya sudah dibilang sangat stabil. Job desc sayapun terjadwal. Ada banyak waktu luang yang bisa saya nikmati dikantor. Waktu luang itu biasanya saya gunakan untuk bersosmed.

  Lewat sosmed setan masuk menggoda saya. Saya berkenalan dengan seorang wanita yang memiliki posisi bagus juga disebuah perusahaan. Dari hubungan yang terjalin saya bisa menangkap bahwa dia adalah wanita cerdas dan pintar. Sebut saja namanya Lin.

  Saya dan Lin, intens berhubungan lewat sosmed. Lin yang saya tahu adalah seorang single parent, baru setahun bercerai dengan suaminya sebab selama berumah tangga suaminya tidak melaksanakan tanggung jawabnya. Lin yang harus menjadi tulang punggung bagi rumah tangga mereka. Banyak juga campur tangan mertua Lin yang pada akhirnya membuat Lin menyerah. Ahh saya tidak akan bercerita tentang Lin terlalu banyak, karena intinya bukan pada dirinya.

  Jujur saya tertarik dengan Lin. Apakah saya jatuh cinta? entahlah. Kami beberapa kali melakukan video call, subhanallah dia sangat cantik. Jujur naluri kelelakian saya naik mbak.

  Saya memiliki HP khusus yang saya gunakan khusus untuk menghubungi Lin. Hp itu tidak saya bawa pulang kerumah, hp itu saya tinggal dalam laci ruangan saya dikantor, sebab saya dan isteri sudah berkomitmen, bila kami berkumpul bersama, maka harus ada quality time untuk keluarga. Saya juga takut kalau tiba-tiba Lin menghubungi saya, saat saya bersama anak isteri saya. Oh iya Lin tahu kalau saya sudah berkeluarga.

  Hingga suatu saat entahlah keberanian darimana, kami janjian untuk kopdar (tepatnya kencan sih) disebuah hotel. Saat tiba hari kencan kami, saya kirim kabar pada isteri saya kalau saya ada meeting dan baru pulang besok. Isteri saya tidak curiga, karena meeting mendadak seringkali dilakukan dikantor saya terutama bagi mereka yang menduduki posisi seperti saya.

  Rasa hati saya deg degan mbak Irene. Saya belum pernah merasakan rasa ini sebelumnya. Dulu saat taaruf dengan isteri saya, bisa dibilang kami dijodohkan, walau ada rasa berdebar, tapi tidak sekencang ini saat saya akan bertemu Lin. Saat saya melihatnya pertama kali di lobby hotel, sumpah mbak Irene, Lin lebih cantik dari foto yang dia kirim bahkan dari video call. Syahwat saya langsung naik mbak (maaf bila saya terlalu vulgar) 🙏

  Setelah berbasa basi sebentar, kami langsung memesan kamar hotel. Kami pilih hotel berbintang agar lebih private. Sesampainya dikamar, Lin mengatakan pada saya kalau dia akan bersih - bersih dulu sebab baru pulang dari kantor langsung menemui saya, tubuhnya terasa lengket, begitu katanya.

  Setelah Lin selesai bersih - bersih, sayapun bergantian masuk kamar mandi. Sebab sudah terbiasa, saya otomatis lakukan sunnah sebelum tidur. Saya buang air, bersiwak, kemudian berwudhu. Saat berwudhu tiba-tiba saya seperti dikagetkan, "Ya Allah, apa yang akan saya lakukan?! Aku mengerjakan sunnahMU, namun sebentar lagi aku akan bermaksiat. Wanita yang sedang menungguku diatas tempat tidur itu bukanlah isteriku! Ya Allah, ampuni aku!"

  Tiba-tiba syahwat saya hilang entah kemana mbak Iren. Saya langsung bergegas keluar. Lin heran melihat saya.

"Mas, mau kemana? Ada apa?"

"Maaf Lin, aku tidak bisa." Hanya itu yang bisa saya katakan pada Lin, mbak Iren. Saat itu kecantikan Lin hilang entah kemana. Bahkan nafsu sayapun hilang entah kemana. Saya langsung ambil tas kerja saya berikut hp dan kunci mobil. Saya langsung bergegas keluar diikuti tatapan bingung Lin.

Sesampainya dirumah isteri saya bertanya, "Lho katanya meeting bi?"

"Sudah selesai mi, ternyata hanya membahas hal sepele."

  "Oohhh, abi sudah makan? ummi tadi masak makanan kesukaan abi, tapi ummi taruh dikulkas, soalnya tadi abi bilang nggak pulang. Maksudnya besok ummi panaskan kalau abi sudah dirumah. Apa mau dipanaskan sekarang bi?"

  "Nggak usah mi, besok aja buat sarapan. Sekarang abi udah panas nih lihat ummi." 😉 Isteri saya tersipu. Saat itu gejolak yang tadinya muncul dihotel saat pertama kali melihat Lin, kini muncul lagi saat saya melihat wajah teduh isteri saya. Duhai kulihat isteriku sangat cantik dengan wajahnya yang tanpa make-up. Gairah itu muncul pada sasaran yang tepat.

Demi Allah mbak Iren, hidupkan sunnah! Hidupkan sunnah!

  Sungguh rugi mereka yang memberi definisi sunnah adalah tidak apa-apa bila tidak dikerjakan. Ya Allah sunnah itu telah melindungi kemaluanku dari zina.

  Sunnah = berpahala bila dikerjakan, tidak mendatangkan dosa bila tidak dikerjakan. Namun sunnah ternyata mampu melindungi dari panah-panah setan.

Hindari yang makruh, untuk selamat dari yang haram. Hidupkan sunnah untuk menyempurnakan yang wajib.

Saya posting lebih awal di chanel telegram

Sumber : Diskusi Channel Irene Radjiman

March 31, 2020
thumbnail

Bocah 1 Tahun Dinikahkan dengan Anjing

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-29


Untuk Usir Roh Jahat, Bocah 1 Tahun Dinikahkan dengan Anjing

INDIA–Seorang bayi laki-laki berusia satu tahun di India dinikahkan dengan seekor anjing. Menurut kepercayaan setempat, tujuan dari pernikahan tak lazim tersebut adalah untuk menangkal nasib buruk dan mengusir roh jahat yang mengganggu si bayi.

Sebuah video pernikahan yang direkam pada Ahad (23/2/2020) menunjukkan pesta pernikahan anjing dengan bocah tersebut digelar penuh warna dan dihadiri banyak tamu.

Ritual tak lazim ini dilaporkan dilakukan oleh suku Santhal, di negara bagian Odisha, India. Pernikahan akan digelar jika gigi pertama bayi tersebut muncul di gusi atas.

Suku ini percaya bahwa penempatan gigi ini sangat tidak menguntungkan. Pernikahan antara si bayi dan anjing diyakini sebagai satu-satunya cara untuk secara efektif menangkal roh-roh jahat.

Namun pernikahan itu murni seremonial. Anak-anak tidak akan hidup dengan anjing selama hidupnya. Mereka masih diizinkan untuk menikah normal setelah mereka dewasa.

Mereka dapat menikah tanpa harus menceraikan anjing secara resmi.

Sumber : IslamPos

*****

Rumah Ruqyah Indonesia : Bicara meyakini sesuatu tanpa landasan yang benar sesuai agama, bukan hanya ada di India. Indonesia pun ada. Jika di India berkeyakinan menikahi balita dengan anjing bisa menangkal gangguan roh jahat, di Indonesia pun ada.

Sebut aja penggunaan bangle untuk yang diikatkan pada bayi baru, dengan harapan tidak diganggu setan. Bawa gunting karena diyakini setan takut dengan itu, dan banyak lagi.

Oleh sebab itu, pentingnya kita memahami Islam dengan benar, agar tidak keliru apalagi menyimpang dari hal-hal sedemikian. Wallahu'alam.
March 29, 2020
thumbnail

Jangan Takut [Berlebihan]

Posted by rumah ruqyah on 2020-03-28


  Syekh menasehatkan kita untuk tidak takut kepada Virus Corona, tetapi juga jangan mendekati. Karena ada sesuatu dalam Muslim yang membuatnya aman. Apa yang dimaksud Syekh Utsman al Khomis dengan aman disini?

Simak Videonya disini Video di Facebook
March 28, 2020