cookieChoices = {};
Latest Post

Muslim Nampak Miskin, Kafir Hidup Kaya

Written By Rumah Ruqyah on 2016-12-03 | 1:49:00 PM

Sabtu, 03 Rabiul Awal 1438 H - 03 Desember 2016

Muslim Nampak Miskin, Kafir Hidup Kaya


Mungkin pernah terbetik di dalam benak kita, kenapa kita yang seorang Muslim, hidupnya jauh lebih sengsara, ketimbang mereka yang hidup di dalam kekafiran. Padahal seorang Muslim hidup di atas keta’atan menyembah Allah ta’ala, sedangkan orang kafir hidup di atas kekufuran kepada Allah.

Wahai saudaraku seiman, janganlah heran dengan fenomena ini. Karena seorang shahabat Nabi yang mulia pun terheran sambil menangis. Beliau adalah ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu. Berikut ini kami nukilkan kisah ‘Umar yang termuat dalam kitab Tafsir Surat Yasin karya Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah.

Suatu hari ‘Umar mendatangi rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beliau sedang tidur di atas dipan yang terbuat dari serat, sehingga terbentuklah bekas dipan tersebut di lambung beliau. 

Tatkala ‘Umar melihat hal itu, maka ia pun menangis. Nabi yang melihat ‘Umar menangis kemudian bertanya, “Apa yang engkau tangisi wahai ‘Umar?”

‘Umar menjawab, “Sesungguhnya bangsa Persia dan Roma diberikan nikmat dengan nikmat dunia yang sangat banyak, sedangkan engkau dalam keadaan seperti ini?”

Nabi pun berkata, “Wahai ‘Umar, sesungguhnya mereka adalah kaum yang Allah segerakan kenikmatan di kehidupan dunia mereka.”[1]

  Di dalam hadits ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir disegerakan nikmatnya oleh Allah di dunia, dan boleh jadi itu adalah istidraj[2] dari Allah. Namun apabila mereka mati kelak, sungguh adzab yang Allah berikan sangatlah pedih. Dan adzab itu semakin bertambah tatkala mereka terus berada di dalam kedurhakaan kepada Allah ta’ala.

Maka saudaraku di jalan Allah, sungguh Allah telah memberikan kenikmatan yang banyak kepada kita, dan kita lupa akan hal itu, kenikmatan itu adalah kenikmatan Islam dan Iman. Dimana hal ini yang membedakan kita semua dengan orang kafir. Sungguh kenikmatan di dunia, tidaklah bernilai secuil pun dibanding kenikmatan di akhirat.

Mari kita bandingkan antara dunia dan akhirat, dengan membaca sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Demi Allah! Tidaklah dunia itu dibandingkan dengan akhirat, kecuali seperti salah seorang dari kalian yang mencelupkan jarinya ke lautan. Maka perhatikanlah jari tersebut kembali membawa apa?” (HR. Muslim)

  Lihatlah kawanku, dunia itu jika dibandingkan dengan akhirat hanya Nabi misalkan dengan seseorang yang mencelupkan jarinya ke lautan, kemudian ia menarik jarinya. Perhatikanlah, apa yang ia dapatkan dari celupan tersebut. Jari yang begitu kecil dibandingkan dengan lautan yang begitu luas, mungkin hanya beberapa tetes saja.

Hadits di atas juga menunjukkan bahwa perhatiannya ‘Umar kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau tidak tega, hingga menangis melihat kondisi Nabi yang terlihat susah, sedangkan orang-orang kafir hidup di dalam kenikmatan dunia.

Sebagai penutup tulisan ini, akan saya petikkan kisah seorang hakim dari Mesir, beliau adalah Al-Hafizh Ibnu Hajr. 

Suatu hari Ibnu Hajr melewati seorang Yahudi yang menjual minyak zaitun, yang berpakaian kotor, dan Ibnu Hajr sedang menaiki kereta yang ditarik oleh kuda-kuda, yang dikawal oleh para penjaga di sisi kanan dan kiri kereta.

Kemudian Yahudi tersebut menghentikan kereta beliau dan berkata, “Sesungguhnya Nabi kalian telah bersabda, ‘Dunia adalah penjara bagi orang Mukmin dan Surga bagi orang kafir’[3] Engkau adalah Hakim Agung Mesir. Engkau dengan rombongan pengawal seperti ini, penuh dengan kenikmatan, sementara aku di dalam penderitaan dan kesengsaraan.”

Ibnu Hajr rahimahullah menjawab, “Aku dengan nikmat dan kemewahan yang aku rasakan ini dibandingkan dengan kenikmatan di Surga adalah penjara. Ada pun engkau dengan kesengsaraan yang engkau rasakan, dibandingkan dengan adzab yang akan engkau rasakan di Neraka dalah Surga.”

Orang Yahudi itu lalu berkata, “Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah.” Masuk Islam lah orang Yahudi tersebut

Membaca Surat Jin di Malam Hari, Jin akan Hadir

Sabtu, 03 Rabiul Awal 1438 H - 03 Desember 2016

Membaca Surat Jin di Malam Hari, Jin akan Hadir


Bolehkan kita membaca Surat Al Jin dimalam hari, untuk mengundang jin. Karena saya pernah mendengar cerita kalau Nabi SAW pernah didatangi oleh para jin ketika pada malam hari saat membaca Al jin. terima kasih

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Pertama, Kami tidak menjumpai adanya riwayat yang berisi anjuran untuk membaca surat jin di waktu malam.

Riwayat shahih yang kami jumpai terkait surat yang dianjurkan untuk dibaca di malam hari, hanya ada 2 surat,

[1] Surat as-Sajdah
[2] Surat al-Mulk

Dalam hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ (الم تَنْزِيلُ) وَ (تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ)

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tidur sampai beliau membaca surat as-Sajdah dan surat al-Mulk. (HR. Ahmad 14659, Turmudzi 3135, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Kedua, jin pernah hadir ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca al-Quran 

Pernyataan ini benar, bahwa jin pernah hadir, mendengarkan dan memperhatikan bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan setelah itu mereka masuk islam dan menjadi da’i, mengajak bangsa jin untuk masuk islam.

Allah ceritakan ini dalam al-Quran,

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآَنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ . قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. (**) Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.” (QS. al-Ahqaf: 29-30)

Ibnu Katsir membawakan riwayat bahwa ini terjadi ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat isya di daerah Nakhlah, di Ukadz. Di ayat lain, Allah juga menceritakan adanya jin yang mendengarkan al-Quran berikut testimoni mereka setelah mendengarkan al-Quran. Cerita itu Allah sebutkan panjang lebar di surat al-Jin,

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآَنًا عَجَبًا . يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآَمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami. (QS. al-Jin: 1 – 2)

Sehingga isi dari surat al-Jin adalah cerita bahwa ada jin yang mendengarkan al-Qur’an yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kita tidak tahu, surat apa yang kala itu dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga didengar para jin. Dan tidak ada kesengajaan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk membacanya di hadapan jin.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bercerita,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membaca al-Quran untuk jin, dan beliau juga tidak melihat jin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berangkat bersama beberapa sahabatnya menuju pasar Ukadz. Sementara ada penghalang antara setan dan berita langit, dan ada banyak panah api yang mengintai mereka.

Akhirnya merekapun saling bertanya di kalangan bangsa jin. Mereka sepakat untuk mencari di ujung-ujung dunia, apa yang membuat mereka terhalangi untuk duduk di langit. Ternyata mereka menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang shalat. Mereka mengarahkan dugaan itu karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan ketika mereka mendengar bacaan al-Quran, mereka memperhatikannya, hingga mereka masuk islam dan mengajak kawan-kawannya untuk masuk islam. kemudian Allah ceritakan kejadian ini dengan Allah turunkan surat al-Jin. (HR. Ahmad2271 & Muslim 1034)

Ketiga, bahwa di manapun kita berada, kita akan selalu disertai jin.

Kita tidak perlu mengundang jin, karena di sekitar kita selalu ada jin yang menyertai kita.

Dan bagi anda yang tidak bisa melihatnnya hendaknnya bersyukur, karena Allah jadikan anda manusia normal, yang tidak bisa melihat jin. Justru mereka yang bisa melihat jin, dia kondisinya tidak normal, yang seharusnya diobati. Demikian,

Allahu a’lam

Ustadz Ammi Nur Baits

(Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Jenis-jenis Sihir [Bag. 6]

Written By Rumah Ruqyah on 2016-11-29 | 4:37:00 PM


6. Sihir Hawatif (mimpi atau suara tanpa rupa)
a. Tanda-tanda sihir Hawatif :
- Mimpi-mimpi yang menakutkan
- Melihat dalam mimpinya seakan-akan ada orang yang memanggilnya
- Mendengar suara-suara yang berbicara denganya dalam kondisi sadar, tetapi ia tidak melihat seorang pun
- Merasa was-was yang berlebihan
- Merasa ragu terhadap teman-teman dan shabat
- Melihat dalam mimpinya seakan-akan dia jatuh dari tempat yang tinggi
- Melihat binatang-binatang mengusirnya ketika sedang tidur
b. Bagaimana Sihir Hawatif itu terjadi?
Seorang tukang sihir biasanya mengirimkan jin dan memberikan tugas untuk mengganggu orang tersebut ketika sedang tidur atau dalam kondisi terjaga. Mungkin dengan bentuk binatang-binatang buas atau suara orang-orang telah dikenal orang yang sakit atau dengan suara-suara aneh.

Sehingga menbuatnya ragu terhadap teman yang dekat maupun jauh reaksi dan tanda-tandanya akan berbeda tergantung kuat dan lemahnya sihir. Bahkan hal tersebut bisa menyebabkan menjadi gila atau menjadi lemah hingga hilangnya gangguan. [Bersambung]

Kejamnya Waktu Subuh

Selasa, 29 Shafar 1438 H - 29 November 2016

Kejamnya Waktu Subuh




Bismillahirrahmaanirrahiim

Saya yakin di antara kita sudah mengetahui ke istimewaan waktu Subuh.
Hari ini ada baiknya kita melihat waktu Subuh dengan kacamata yang lain, yaitu dari bahaya waktu Subuh bila kita tidak dapat memanfaatkannya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala bersumpah dalam Al Fajr ;

" Demi fajar ( waktu subuh ). "

 
Kemudian dalam Al Falaq, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengingatkan ;


قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
 
“ Katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai waktu subuh. "

1. Ada apa di balik waktu Subuh ... ???
2. Mengapa Allah bersumpah demi waktu Subuh ... ???
3. Mengapa harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh ... ???
4. Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh benar-benar sangat berbahaya ...

Waktu Subuh lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api ...

Waktu Subuh lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan ...

Waktu Subuh lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin ...

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah kita, dan mengambil paksa semua barang kita, uang dan semua perhiasan emas digondolnya.

Uang cash ratusan juta ditilepnya. Laptop, yang berisi data-data penting kita juga digasaknya. Eh, mobil yang belum lunas juga dirampoknya.

Bagaimana rasa pedih hati kita menerima kenyataan ini ... ???

Ketahuilah ... !!!
  Bahwa waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu. Karena jika kita tergilas sang waktu Subuh sampai melalaikan shalat fajar, maka kita akan menderita kerugian lebih besar dari sekedar kehilangan laptop dan mobil. Kita kehilangan dunia dan segala isinya.

Ingat sabda Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam ; “ Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya. " ( HR Muslim ).

Waktu Subuh juga lebih menyengsarakan dari sekedar kemiskinan dunia.

Karena bagi orang-orang yang tergilas waktu Subuh hingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 ( 0,7% ) saja pahala shalatnya.

Dalam suatu mahfum hadits ; "Dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk" (HR Muslim ).

Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Shalat selama sepuluh jam, atau kurang lebih 150 kali shalat, betapa agung fadhilah shalat Subuh berjamaah ini.

Betapa malangnya orang yang tergilas waktu Subuh, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin.

Mengapa demikian ... ???


Tahukah Anda bahwa Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam menyetarakan dengan orang Munafik bagi yang tidak mampu melaksanakan shalat Subuh berjamaah.

"Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang Munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh".

Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak"  (HR Bukhari Muslim ).

Orang yang tergerus waktu Subuh hingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah adalah orang yang dalam keadaan bahaya, karena disetarakan dengan orang Munafik.

Padahal, ancaman bagi orang Munafik adalah Neraka Jahannam.

" Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan mengumpulkan orang-orang Munafik dan orang-orang Kafir di dalam Jahannam ” (An Nisa : 140 ).

Bukankah Jahannam lebih berbahaya dari sekedar kobaran api yang disiram bensin ... ???

Nah, agar tidak merasakan gilasan waktu Subuh yang lebih kejam dari perampokan, agar tidak terkena gilasan waktu Subuh yang lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar tidak tertelan gerusan waktu Subuh yang lebih berbahaya dari kobaran api, maka ;

" Katakanlah, Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai waktu subuh "  (QS. Al Falaq : 1).

Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat shalat Shubuh berjamaah di masjid.

Semoga bermanfaat.

Si Kucing Pembawa Sial

Written By Rumah Ruqyah on 2016-11-22 | 5:41:00 PM

Selasa, 22 November 2016 - 22 Shafar 1438




Pernah dengar sial gara-gara kucing? Atau malah antum sendiri yang mengalami? Benar gak sih bisa sial gara-gara kucing?


Sumber

Taubatnya Jin "Gunung Slamet"

Written By Rumah Ruqyah on 2016-11-20 | 11:25:00 AM

Ahad, 20 Shafar 1438 H - 20 November 2016

Taubatnya  Jin "Gunung Slamet"



Bismillaah...

  Lima orang anak muda semuanya laki-laki datang ke tempat kami untuk mengikuti ruqyah. Setelah semuanya siap, kami minta semuanya untuk berbaring. Lantas kami pun membacakan ruqyah kepada mereka. 

  Satu orang sudah bereaksi saat kami bacakan ruqyah dari awal, yaitu terlihat seperti gelisah tidak bisa diam. Kami pun segera mendekatinya dan kami pegang kepala/ubun-ubunnya. 

   Reaksi pun semakin keras hingga akhirnya ia kesurupan tidak sadarkan diri dengan melakukan gerakan-gerakan layaknya jurus- jurus dalam persilatan.

   Kamipun sudah faham, reaksi seperti ini biasanya terjadi pada orang-orang yang belajar ilmu Kanuragan dengan melakukan "pengisian".

Kami: "Bismillaah, siapa ini?" tanya kami sambil terus membacakan ayat-ayat ruqyah. 

Jin pun terlihat seperti semakin kesakitan.

Kami: "Saya minta kamu untuk bertaubat kepada Allah dan keluar dari tubuh ini."
 
Jin masih belum mau berbicara.

Kami: "Apa agama kalian?"

Jin: " Agama..? Agamaku Kristen?"

Untuk memastikan jin tersebut, kamipun membacakan ayat " لقد كفرالذين قالوا إن لله هو المسيح ابن مريم .... " benar saja, jin terlihat sangat kesakitan.

Kami: "Kenapa kamu masuk di tubuh ini"

Jin: "Saya suka dengan anak ini. Saya mau melindunginya".

Kami: "Bohong..justu dengan kamu tinggal di tubuh ini kamu telah berbuat zholim, kamu telah menganiayanya, kamu telah membuat ia sakit, sekarang kami minta kamu keluar dari tubuh ini."

Jin: "Ohh..gitu ya.. Saya ingin masuk Islam."

Kami: "Kamu ingin masuk Islam? Tidak ada paksaan dalam agama"

Jin: "Ya, ini kemauan sendiri"...

 Kami: "Baik, kalau begitu ikuti kami ucapkan dua kalimat syahadat, Asyhadu an laa ilaaha illalloh wa asyhadu anna Muhammadar rosuulallooh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah".

Jin: "Asyhadu an laa ilaaha illalloh wa asyhadu anna Muhammadar rosuulallooh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah".

Kami: "Nah..sekarang kamu sudah menjadi Muslim. Jangan lupa kerjakan sholat, zakat, puasa. Berapa orang temanmu di tubuh ini?"

Jin: "Banyak...1,2,3,4,5. ada lima"

Kami: "Baik, panggil mereka kesini"

Jin: "Wooii..sini semua..!"

Kami: "Apa agama mereka?"

Jin: "Kristen"

Kami: "Ajak mereka masuk Islam kalau mau..! Dan tuntun untuk mengucapkan dua kalimat syahadat..!"

Jin mengajak teman-temannya dan menuntun nya mengucapkan syahadat.

Jin: "Asy...Asyhadu... asyhadu...saya tidak bisa." jin belum hafal dua kalimat syahadat 

Kami: "Baik. Ikuti kami: Asyhadu an laa ilaaha illalloh wa asyhadu anna Muhammadar rosuulallooh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah."

Para jin itupun mengikuti kami mengucapkan syahadat.

Kami:"Sekarang keluarlah kalian semua"

Jin: "Baik, kami keluar.. Assalamualaikum..."

Para Jin itu pun akhirnya keluar melalui muntah. Dan pasien pun sadarkan diri. 

Kami pun menasehatinya agar bertaubat dari kekeliruan masa lalunya.

Pasien pun kesurupan kembali.

Kami: "Siapa ini?"

Jin tidak menjawab.

Kami: "Darimana kamu?"

Jin: "Ha-ha-ha..aku dari sana.."

Kami: "dari sana mana?"

Jin: "Dari Gunung Slamet"

Kami: "Apa agamamu?"

Jin: "Kristen"

Kami: "Takutlah kamu kepada Allah.."

Jin: "Alloh...apa itu Alloh?"

Kami: "Allah itu Tuhan kamu tuhanku juga, yang menciptakan alam semesta."

Jin: "Hahahaha akulah ALLAH"

Kami: "Allah itu ghaib, “mukhlafatu lil hawaditsi” (tidak sama dengan makhluk ciptaan Nya.)

Jin: "Oohh gitu ya.."

Dialogpun terus berlanjut hingga akhirnya kami ajak jinnya untuk masuk Islam. Dan jinpun mau masuk Islam.

Kami:"Sekarang..keluarlah kamu dari tubuh ini..!"

Pasien pun akhirnya muntah-muntah kembali dan Alhamdulillah pasien sadarkan diri.

Pasien: "Alhamdulillah Ustadz badan saya rasanya enteng sekali.."

Alhamdulillah..laa haula walaa quwwata illaa billaah

[Konsultasi Online] Bingung Penjualan Gagal

Written By Rumah Ruqyah on 2016-11-17 | 7:52:00 PM

Kamis, 17 Shafar 1438 H - 17 November 2016


Rezeki, Jodoh dan kematian merupakan hal mutlak hanya Allah Yang Mengetahui. Sebagai hambaNya, tugas kita selain berikhtiar, juga berdo'a. Dalam perjalanan waktu, tidak ada kemudahan yang kita raih, tak jarang kesulitan pun menghampiri kita. Gunanya, menguji kualitas keimanan kita. Salah satu contoh seperti konsultasi online berikut ini.

Tanya [T]: Assalamualaikum. Maaf menganggu pak Ustadz..


Rumah Ruqyah Indonesia [RRI]: Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, ya bu ada yang bisa kami bantu?


[T]: Nama saya L (seorang wanita). Saya tinggal Di Riau Pekanbaru, usia saya 30. 

 Alhamdulillaahhh. Saya bekerja sebagai Marketing Perumahan menjual Rumah di daerah pekanbaru Kota. Saya memegang 2 perumahan sekaligus, hanya saja perumahan yang saya pegang yang 1 itu sangat susah untuk menjualnya.


  Tahun kemarin hanya laku 2 unit saja. Banyak clien yang datang tapi banyak yang mundur. Atau ada yang sudah mau bayar booking fee tiba-tiba batal

[RRI] : Kenapa bu mereka batal?

[T]: Ada saja cara batal ketika sudah akan closing. Ada yang karena pindah dinas, ato tidak jadi begitu saja

Mungkin memang belum rejeki ya pak Ustadz

[RRI]: Apa ada saingan?


[T]: Kalo untuk saingan banyak pak ustadz disekitar perumahan saya. Ini adalah perumahan yang saya pegang pak ustadz (Dengan menampilkan sejumlah gambar)

[RRI]: Apa ada yang tidak suka? Atau pernah ada kejadian-kejadian aneh di perumahan yang ibu kelola?


[T]: Yang tidak suka maksudnya bagaimana pak? Costumer yang datang selalu bilang suka, bagus, nyaman, asri. Kalo untuk kejadian aneh di perumahan yang saya kelola saya tidak tahu pasti pak ustadz

[RRI]: Maksud saya ada orang yang tidak suka sama ibu, atau perumahan tempat ibu?


[T]‬: Oohh gitu...sejauh ini saya tidak punya musuh pak. Sejauh ini saya selalu membangun hubungan yang baik dengan teman pak ustadz. Kalo ada yang tidak suka dengan perumahan yang saya kelola, saya tidak tahu pak ustadz.


Ada yang menyarankan untuk ke arah-arah seperti memotong-motong semacam kepala ayam ato darah ayam. Saya tidak mau, karena termasuk syirik

Semoga selalu diberi Petunjuk Oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala. Menurut pak ustadz apa yang harus saya lakukan agar dapat petunjuk Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam usaha menjual perumahan yang saya kelol?a


RRI: Berdasarkan pengalaman kami dalam menangani perumahan seperti yang ibu kelola Perlu dilihat juga, cara memasarkan dan cara mengclosing apa sesuai SOP perusahaan? Yang artinya jika bisa terjual, kenapa buntu dan aneh? Apa ibu seperti itu?


T: Untuk memasarkan sudah sesuai dengam SOP perusahaan Sudah sebarkan brosur kemana-mana, pameran sudah berkali-kali, iklan dimana-mana Cara closing juga sudah sesuai dengan SOP perusahaan... 

Proses selalu di ujung tanduk pak ustadz Sudah terjadi deal.tiba-tiba batal Sudah tinggal bayar booking fee tiba-tiba batal

RRI: Perumahannya ready apa by order

T‬: Sudah ready pak ustadz Sebagian sudah ready

RRI: Apa sebelumnya pernah dingajiin?

T: Ada 17 unit yang ready pak ustadz 

Sepertinya tidak pernah pak ustadz.  Karna owner adalah orang chinnesse

RRI: Kalo saran kami coba diruqyah tempat usahanya

T: Bagaimana cara ruqyahnya pak ustadz ?

RRI: Silahkan bacakan surah al Baqarah

T‬: Dari ayat 1 sampai selesai ya pak ustadz


Apakah membacanya cukup dirumah saya saja setelah sholat fardhu.. atau harus di lokasi perumahan tersebut

RRI: Iya 1 s/d selesai. Di tempat ibu yang menginginkan ada kebaikan


T: Cara membacanya bagaimana pak ustadz.. Apakah harus beberapa kali atau hanya sekali saja Dan apakah membacanya bisa dicicil, atau harus sekaligus sampai selesai sewaktu memulai membaca surah albaqarah Apakah ada surah lain yang harus dibaca stelah surah al baqarah


RRI: Baca dengan niat meruqyah. Cukup di hati dan tidak usah diucap Lebih banyak lebih baik Sebaiknya langsung selesai. Paling lama baca al baqarah 1 - 3 jam normalnya Cukup al baqarah dulu. Karena sunnahnya seperti itu


T‬: Alhamdulillahirobbilalamin..trimakasih pak ustadz. Insha Allah akan saya coba secepatnya pak ustadz. Atas izin Allah Subhanahu Wa ta'ala Agar perumahan yang saya kelola dapat closing

RRI: Amiin, semoga cepat dipermudah urusannya

T‬: Iya pak ustadz. Trimakasih pak Ustadz atas doanya

***

Ingin Konsultasi Online juga? Silahkan lihat caranya disini
 
Support : Public Relation Rumah Ruqyah Indonesia
Copyright © 2011. Rumah Ruqyah Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger