cookieChoices = {};
Latest Post

Diburu Rezeki

Written By Rumah Ruqyah on 2017-05-02 | 3:02:00 PM

DIBURU REZEKI
Selasa, 05 Sya'ban 1438 H - 02 Mei 2017


 Kisah Pak Budi membuka cakrawala berpikir kita tentang rezeki-rezeki yang selama ini kok tidak datang pada diri kita.

Malah yang datang adalah yang tidak kita inginkan. Bukan karena rezeki tidak ada, tapi karena fokus kita ke arah yang tidak tepat.

Kenyataannya, rezeki itu DIPAKSA kok masuk dalam hidup kita. Saat pikiran kita jernih, semuanya akan seperti keajaiban. Karena memang begitu desain sebenarnya kehidupan kita.

Pikiran kita yang TIDAK TEPAT, yang membuat hidup sepertinya menjadi TIDAK MUDAH untuk dijalani.

Saat saya wisuda SD anak saya yang kedua, Fadhilah, istri saya sudah tidak sabar mau pulang. Masih ada bayi kami kelima yang ada di rumah yang masih menyusui.

Umurnya masih 10 bulan. Istri saya sampai keringat dingin, ASI-nya sudah penuh dan harus menyusui bayi kami, Ziyya.

Akhirnya istri saya meninggalkan acara itu dengan tergesa-gesa untuk pulang ke rumah dan akan balik lagi setelah selesai menyusui.

Saat istri saya pulang, saya merenung dalam-dalam akan kejadian ini.

Rezeki itu dahsyat sekali. Takdirnya rezeki itu ya DIPAKSA MASUK. Ziyya sudah dijamin rezekinya. Malah manusia yang DITITIPI REZEKINYA yaitu ibunya, terburu-buru untuk memberikan rezeki ke Ziyya.

Begitulah rezeki. Desain yang sangat sempurna dari Allah. Antara orang YANG DIBERIKAN REZEKI (Ziyya) dan orang YANG DITITIPI REZEKI (Istri saya) SALING TERHUBUNG dan SALING MERINDU satu sama lain.

Yakinkah kita bahwa ada orang YANG DITITIPI REZEKI kita di luar sana, yang siap MEMBERIKAN REZEKINYA dengan tergopoh-gopoh pada kita?

Jika yang terjadi pada Ziyya, rezekinya datang dengan tergopoh-gopoh, itu karena bayi masih JERNIH PIKIRANNYA. Ziyya tentu TIDAK ADA SU'UDZON pada orang lain. Bagaimana dengan kita?

Kita meyakini, bukanlah berarti rezeki kita TIDAK ADA, tapi karena kita sendirilah MENGHAMBATNYA.

Dengan apa MENGHAMBATNYA? Dengan SU'UDZONnya kita pada orang lain.

Nasrullah

(Lihat Rahasia Magnet Rezeki, Bab II)

*****

NB: Bagi yang ingin tahu lanjutan artikel ini,

- Bagaimana SU'UDZON MENGHAMBAT REZEKI dan
- Bagaimana SU'UDZON MERUSAK TAKDIR,

Bisa mendapatkan buku ini di WA (0812-821-712-04)

Bacaan Ruqyah Tidak Terdengar

Written By Rumah Ruqyah on 2017-04-30 | 5:53:00 PM

 Bacaan Ruqyah Tidak Terdengar
Ahad, 2 Sya'ban 1438 H - 30 April 2017 



[Tanya] T: Nanya ustadz. Terkait dengan kriteria syariah dari ulama yang no 2.
Apakah setiap yang tidak jelas bacaannya (tidak di lafazkan hingga terdengar) adalah tidak syarii ustadz? (Didalam pelatihan BRO, ada penyampaian materi kriteria bacaan ruqyah syar'iyyah yang dibenarkan, edt)

[Rumah Ruqyah Indonesia] RRI: Esensi dari Al Hafidz Ibnu Hajar ialah. Jika tidak jelas, khawatir maksiat yang dibaca.

Jadinya, bukan kesembuhan yang datang. Tapi dosa. Misal, xyz dibaca berulang - ulang.  Karena tidak paham, dan kita diamkan. Ternyata itu mantra panggil jin yang namanya xyz

Dan itu banyak terjadi. Jadi usahakan kita pro aktif dengan bertanya, jika ragu tinggalkan.

T: Ini bacaannya bukan tidak jelas ustadz. Tapi tidak terdegar karena di pelankan bacaannya.

RRI: Sudah ditanya kenapa pelan?

T: Tidak ustadz.

RRI: Apa antum nyaman saat pelan dibacakan?

T: Cuma bertanya-tanya saja ustadz kenapa dipelankan. Tapi ana tetap berfikiran positif waktu itu

RRI: Ya alhamdulillah jika tetap berhusnudzon dan tidak terjadi apa-apa Yang dikhawatirkan karena caranya 'aneh' jadi timbul waksangka dan pikiran kemana-mana

T: Alhamdulillah...

Lanjut ustadz...

(Dan kelas BRO pun dilanjutkan)

***

Tanya Jawab di Kelas Belajar Ruqyah Online #3, ingin ikutan belajar? Daftar disini

Membeli 18 Sertifikat Tanah Tanpa Uang

Written By Rumah Ruqyah on 2017-04-27 | 9:43:00 AM

MEMBELI 18 SERTIFIKAT TANAH TANPA UANG
Kamis, 30 Rajab 1438 H - 27 April 2017



Keajaiban hidup selalu hadir pada mereka yang percaya.

Saya yang termasuk memilih untuk meyakini bahwa hidup memang ajaib. Dan, ternyata memang seperti itulah adanya. Hidup di dunia ini penuh keajaiban.

The Orchid Residence adalah satu dari keajaiban hidup yang saya rasakan.

Perumahan yang saya bangun di Depok ini datang dengan kisah yang menakjubkan.

Bukan saya yang hebat dan bisa membangun perumahan itu, tapi Allah Yang Maha Ajaib yang menitipkannya pada saya.

Kini saya berharap cerita ini menginspirasi Anda.

Tahun 2006, banyak orang yang belum tahu aplikasi Google Earth. Teman saya yang lulusan Fasilkom UI meng-install-kan software Itu di laptop saya.

Saya suka sekali main-main di software Google Earth tersebut.

Melihat-lihat pohon-pohon hijau, rumah yang tak beraturan yang terlihat atapnya, dan tanah-tanah yang tersisa tinggal sedikit di daerah sekitar kota.

Saya melihat ada lahan yang masih kosong di dekat rumah kontrakan saya di Depok.

"Aduh enaknya kalau lahan itu jadi perumahan," batin saya.

Beberapa hari kemudian Pak Lurah datang ke saya. "Pak Nas, mau beli tanah gak?" Ujarnya

"Boleh Pak. Di mana?" Jawab saya dengan sigap.

"Di sana, dekat SMP 5" Wah ajaib, ternyata lahan itu adalah lahan yang saya lihat di Google Earth beberapa hari sebelumnya.

Pak Lurah lalu memperkenalkan saya dengan pemilik tanah tersebut, seorang pak Haji. Perbincangan pun dimulai dengan pertanyaan saya pada beliau.

"Pak Haji, tanahnya dijual?"

Dia menjawab, "Iya, kalau memang harganya cocok. Tapi gua kagak tahu sertfikatnya di mana." Katanya membuat saya penasaran.

"Lho, kok begitu, Pak Haji?"

"Iya, satu lemari isinya sertifikat semua. Gua gak paham tanah yang lu maksud yang mana?"

Wuih, saya berdecak kagum... Ternyata yang saya temui adalah tuan tanah yang memiliki banyak perbendaharaan tanah... "Sekitar Beji Timur, Pak Haji." Kata saya.

"Ya udah, lu balik lagi aja minggu depan. Nanti gua Siapin."

Kira-kira seperti itu isi perbincangan kami yang saat Itu saya ditemani bapak mertua saya.

Akhirnya saya datang lagi minggu depannya sesuai waktu yang pak Haji berikan.

Beliau sudah menyiapkan 18 sertifikat di atas meja, lalu berkata, "Bawa dah (silahkan bawa)."

Saya langsung bertanya, "Bayarnya gimana Pak Haji?" Maksud saya, berapa nilai harganya serta pola pembayarannya? Eh, dia balik bertanya, "Emang lu punya duit?"

Waktu itu umur saya masih sekitar 28 tahun. Saya masih sangat awam dalam berbisnis. Akhirnya saya jawab, "Kalau duit, saya tidak punya Pak Haji."

Terus terang, saat itu saya memang tidak punya. Tapi saya punya investor, punya teman, dan kerabat yang memang bekerja sama dengan saya.

"Emang gua tahu dari tampang muka lu (gak punya duit). Lu bawa dah ini sertifikat. Gue pengen tahu apa yang lu bisa kerjakan dengan tanah ini," ujar Pak Haji.

Akhirnya 18 sertifikat itu saya bawa, tanpa keluar uang satu sen pun!

Saya kaget. Pak Haji menyerahkan sertifikat itu kepada saya begitu saja. Sertifikat asli.

Orang lain pada umumnya hanya memberikan fotokopian sertifikat saja. Mereka akan sangat hati-hati, dan bahkan fotokopi sertifikat itu dikasih tanda atau coretan.

Namun pak Haji dengan entengnya menyerahkan 18 sertifikat asli kepada saya. Tanah itulah yang akhirnya kini menjadi Perumahan The Orchid Residence.

Nasrullah

(Rahasia Magnet Rezeki, Nasrullah Hal 2 - 3.)

*****

Pemesanan Buku Rahasia Magnet Rezeki (WA 0812-821-712-04)

Harga: Rp. 100.000,-

Ruqyah Menyembuhkan Kanker?

 Ruqyah Menyembuhkan Kanker?
Kamis, 30 Rajab 1438 H - 27 April 2017

 

Tanya [T] : Apakah ruqyah bisa mengobati penyakit berat yang susah disembuhkan?

Rumah Ruqyah Indonesia [RRI] : Seperti apa contohnya?

T : Misalnya kanker stadium akhir?

RRI: Jadi, untuk penyakit harus dipahami dulu maknanya.  Sebuah ujian.

Artinya, Yang Memberikan Allah dan Yang mengangkat Allah Suka-suka Allah, apa mau diangkat atau tidak. Atau di angkat tapi waktunya gak jelas Tapi kita tidak boleh pesimis

 Tetap disunnahkan untuk ikhtiar  Bagaimana dengan penyakit berat? Seperti kanker stadium berat?  Kombinasikan. Antara medis, ruqyah, dan herbal 

***

Tanya Jawab di Kelas Belajar Ruqyah Online #3, ingin ikutan belajar? Daftar disini

Diajak JIN jalan-jalan ke Mall [Bag. 3]

Written By Rumah Ruqyah on 2017-04-26 | 10:05:00 AM

Diajak JIN jalan-jalan ke Mall [Bag. 3]
Rabu, 29 Sya'ban 1438 H - 26 April 2017 

 

@RumahRuqyahID

Yanti tumbuh menjadi anak yang nakal

Minggu berganti bulan. Bulan berganti tahun, tanpa terasa Yanti telah tumbuh menjadi gadis remaja. Pergaulannya semakin luas. Ia tidak lagi terkungkung dalam rumah neneknya.

Laksana burung yang menikmati kebebasan, ia terbang ke mana saja, sesuka hatinya. Gadis remaja yang telah berseragam putih abu-abu itu pun merasakan sensasi yang sama.

Pergaulan dengan teman sebaya memberikan apa yang selama ini hilang dari kehidupannya. Kasih sayang dan perhatian. Ya, kini ia mendapatkan semua itu di tengah teman-temannya.

Tapi sayang, lingkungan baru itu kurang mendukung masa depannya. Ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya di mall daripada 'memelototi' mata pelajaran.

Ia lebih memilih berkumpul dengan teman gengnya daripada dengan keluarganya.

Semalam suntuk tidak pulang pun, katanya, sudah biasa. Mbak Kusminah berulang kali mengingatkan Yanti. Tapi peringatan itu itu dianggap seperti angin lalu saja.

Yanti seakan sudah kebal dengan segala macam nasehat. Yang terjadi, Yanti berani melawan wanita yang telah melahirkannya.

Mbak Kusminah hanya bisa mengelus dada, melihat perkembangan anaknya yang di luar harapannya itu. Setiap orang tua, tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi remaja yang baik, sopan, patuh, dan taat kepada orang tua.

Alhasil, nilai rapor Yanti 'terbakar'. Banyak angka bertuliskan tinta merah yang menghiasi rapornya. Hingga Yanti dinyatakan tidak naik kelas.

Nilai rapor yang merah dan tidak naik kelas tidak banyak membantu untuk menyadarkan Yanti dari kesalahannya. Tidak juga mampu membangunkanyya dari 'tidur' panjangnya. Lalu melakukan introspeksi diri dan mengejar ketinggalan.

Yang terjadi justru sebaliknya. Yanti lebih memilih 'kelayapan' bersama teman-teman gengnya semasa SMP.

Ia merasa lebih bebas. Tidak mengapa tinggal kelas, yang penting masih bersama teman-teman.

- Bersambung -

Postingan selanjutnya :

"Yang lebih menghebohkan bila sudah mengajak belanja ke Mall. Begitu aku pulang dari kantor, ia langsung nangkring di belakang motor.

"Ke mall, belanja," katanya... "

Leher Angsa Untuk Cebok

Written By Rumah Ruqyah on 2017-04-18 | 12:17:00 PM

LEHER ANGSA UNTUK CEBOK (Sejarah Toilet Paper)
Selasa, 21 Rajab 1438 H - 18 April 2017


Bismillah ... 

Penasaran saya tanya suami saya sebagai orang Eropa a.k.a bule, gimana itu sejarahnya semua Toilet-toilet di Eropa dan Barat? Sehabis aktifitas BAB (Buang Air Besar, edt) dan BAK (Buang Air Kecil, edt) kok cuma pake Tisu? 

Padahal air banyak !! 

Kata suami  " Dont you know long time ago they dont even know what Toilet is !"  Maksudnya Dulu Eropa itu ga tau apa itu Toilet ... 

Really #AngkatAlis ?

 Dan selama tinggal di London semua public toilet menggunaka tisu, tapi saya temukan alhmdulillah di setiap masjid-masjid London dan Inggris / Eropa ataupun rumah-rumah Muslim selalu ada teko plastik untuk cebok / bersuci yang di isi air.

Dari situ saya tau kalau london tidak kekurangan air tapi justru sebaliknya air melimpah karena musim hujan sepanjang tahun, hanya kebiasaan memakai tisu yang justru banyak anggaran meningkat untuk produksi tisu toilet.

Dan lucunya kita masih butuh air untuk mbersihkan sisa tisu toilet juga untuk cuci tangan pasca aktifitas dalam Toilet.

 Yuk mari kita Tengok Sejarah nya Toilet Paper

 Eropa hidup di bawah kegelapan Dark age selama ratusan tahun. Mereka belum tau hygine kebersihan dan sanitasi. Berbicara tentang toilet di Eropa, pasti terlihat selalu kering, bertolak belakang dengan kamar mandi di Indonesia yang selalu terlihat basah.

Kaum bule terbiasa menggunakan tisu atau toilet paper untuk membasuhnya Orang Eropa berargumentasi bahwa cebok dengan air itu bisa mengotori lantai toilet. Dulu sebelum diciptakan tisu, mereka memakai apa ya? 

Tisu khusus ini mulai dipakai secara luas di Eropa pada 1920-an dan sebelumnya. Anda boleh percaya atau tidak, orang-orang Eropa memakai corncob

Apa?

 Bonggol jagung (jagung yang telah dikupas-kupas bulir-bulir jagungnya) dipakai untuk cebok? 

Ya, inilah faktanya, awalnya corncob direndam di dalam air abu, kemudian dijemur hingga kering, dan terciptalah bahan yang halus lembut. Bonggol jagung ini lalu diberi tali dan digantung di dekat WC. 

Pada zaman yang lebih jadul lagi, sebelum menggunakan bonggol jagung, mereka bahkan sampai menjadikan angsa sebagai toilet paper. Pada zaman dulu, banyak benda yang dijadikan eksperimen untuk pembersih sesudah BAB. 

Ada yang mencoba dengan topeng beludru (velvet mask) yang dipakai oleh putri bangsawan, ada juga kerudung (hood), sampai selendang wanita priyayi. Semua benda tersebut memang berupa kain lembut, tetapi kebanyakan dihiasi dengan manik-manik, sehingga menggores kulit tempat keluarnya kotoran manusia. 

Kemudian ada pula yang mencoba membasuh dengan kucing berbulu lebat, tetapi si kucing malah mencakar kulit. 

Bahkan, ada juga yang menjadikan sarung tangan lembut dan wangi untuk pembersihnya, tetapi pada akhirnya tak ada yang mampu mengalahkan keampuhan leher angsa. 

Bagaimana cara cebok dengan leher angsa ini? Jepitlah leher angsa di antara bagian selangkangan dan coba rasakan kelembutan bulu juga kehangatan tubuh angsa tersebut. Sangat aneh bukan?

 Jadi mungkin saja zaman dulu melihat leher angsa putih berwarna cokelat menjadi pemandangan rutin dan biasa.

 Dulu orang-orang Eropa blum mengenal konsep mandi, jadi tidak mandi berbulan-bulan sudah biasa selain karena cuaca dingin hingga datang ilmuwan yang belajar ke Andalusia melihat Peradaban orang Muslim di Andalusia.

 Dan lebih mengerikan lagi dulu orang-orang eropa -maaf ya- BAB dan BAK disimpan di bawah tempat tidur, belum mengerti sanitasi. Sekalipun demikian, selama zaman kegelapan, dari tahun 500 sampai 1500 Masehi, orang membuang ember dan wadah berisi kotoran manusia dari jendela rumah mereka, tempat pembuangan terbuka umum dijumpai, penyakit merajarela, dan banyak orang meninggal dijalan.

 Wabah plak/korela terjadi dan banyak orang meninggal karena buruknya sanitasi situasi di Eropa mengikuti pola yang serupa secara mengherankan cukup lama dalam sepanjang sejarah manusia. Baru sistem sanitasi dan hygienis di rombak besar-besaran setelah melihat kebersihan dan keindahan kota Cordoba Spanyol Muslim yang di rebut Pasukan Kristen Spanyol dan Inggris Giblaltar = Jabal Tariq 

Saat pasukan Islam memasuki kawasan Eropa lewat Spanyol dan Prancis pada abad ke-8, mereka semua dikisahkan harus sering-sering menutup hidung jika berjumpa dengan orang-orang di sana, karena bau badan akibat jarang mandi. 

Ada pula yang badannya tak terlalu bau, yaitu dari kalangan istana seperti pangeran, putri, serta para petinggi kerajaan. Bukan karena rajin mandi, tetapi karena mereka menutupi bau badannya dengan wewangian yang khusus dipakai hanya oleh kalangan istana.

 Lalu, saat orang-orang Eropa berkunjung ke beberapa negeri Muslim pada abad pertengahan, mereka sangat heran kenapa orang-orang di negeri Muslim tersebut tidak bau badan, termasuk juga warga masyarakat biasanya. 

Bahkan saat orang Eropa ini menemui para petani Muslim di sekitar Baghdad, Mesir, Turki, dan Maroko yang tengah bertani di kebun, tak tercium sedikit pun bau keringat seperti yang biasa tercium dari rakyat kelas bawah Eropa yang mengerjakan aktivitas serupa. 

Setelah digali lebih jauh oleh orang-orang Eropa tersebut, terungkap rahasia bahwa orang-orang Muslim di negeri Muslim tidak bau badan karena mereka mandi minimal 2 kali sehari dan juga bertaharah (membersihkan diri atau bersuci) 5 kali dalam sehari. 

Orang-orang Muslim melakukan cara hidup sehat dan higienis ini karena sesuai dengan ajaran Islam dan seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam. Invasi Muslim ke Eropa membawa perubahan bagi Orang Eropa untuk hidup bersih 

Invasi umat Muslim ke kawasan Eropa ternyata membawa dampak pada peradaban hidup bersih dan sehat. Pada masa itulah, untuk pertama kalinya orang Eropa mengenal aktivitas mandi. Tak hanya itu, Muslim pun mengenalkan orang bule tersebut untuk menggosok gigi setelah makan dengan memperkenalkan siwak yang dibuat dari ranting pohon miswak yang cukup wangi sekaligus dijadikan bahan pasta gigi. 

Salah satu bagian ujungnya dipukul-pukul sampai membentuk mata sapu kecil dan bagian itulah yang dipakai untuk menyikat gigi. Perlu diketahui bahwa sebelumnya, orang-orang Eropa membersihkan mulut sesudah makan hanya dengan cara berkumur. 

Adapun produksi sikat gigi dalam jumlah yang banyak baru dilakukan pada abad ke-18. Itulah sejarah bangsa Eropa mengenal aktivitas mandi yang sebelumnya tak pernah dilakukan . 

Kembali ke pembahasan mengenai Spanyol, pada Abad ke-7 itu, Andalusia telah memiliki sistem perairan dan irigasi yang baik, namun bangsa Eropa bahkan belum mengenal istilah mandi. Ketika Andalusia sudah memiliki dokter-dokter ahli, bangsa Eropa menilai sakit itu adalah kutukan. 

Andalusia telah menciptakan kamar mandi dan wc, Inggris malah masih 'BAB' membuangnya dijalan. Orang Muslim Spanyol mereka dapat mengambil air dari atas gunung dan membawanya turun dari gunung menggunakan pipa air, kanal, dan dikanalkan ke seluruh penjuru kota, sehingga setiap rumah dapat mengakses air. 

Dan mereka melakukan itu semua tanpa menghancurkan, membendung, atau menyumbat sesuatu, mereka mendesainnya dengan sangat lihai, mereka menggunakan gravitasi, ini cara yang alami untuk melakukan sesuatu. 

 Dan jika kita pergi ke Granada sekarang, kita akan melihat saluran airnya sudah digunakan sejak waktu umat Muslim, air mengalir ke segala penjuru dan inilah prestasi luar biasa yang mereka ciptakan! Matematika, astronomi, botani, sejarah, filosofi, dan yurisprudensi dikembangkan di Spanyol, dan hanya di Spanyol saja! 

Semua yang mendorong kemakmuran dan kemajuan suatu bangsa, semua yang mendorong perkembangan dan peradaban, ditemukan di Muslim Spanyol update : Maafkan ya jika ada yang merasa tersinggung , tersindir dan terpojokan dengan tulisan saya tentang sejarah Toilet di Eropa/Barat yang mnggunakan Toilet paper daripada air 

Bukan saya memojokan apalagi menghina kebiasaan orang Eropa, suami saya juga asli Bule Eropa , ya Takdir Allah, lahir di Eropa jadi memang itu kebiasaanya dulu sambil saya lakukan riset meneliti sejarahnya sekarang sudah Muslim, bule Muslim ☺ Alhamdulillah 

Kenapa toilet di Eropa menggunakan Tisu padahal air banyak ? 

Uraian fakta itu ya awalnya saya tau dari beliau juga yang memang diajarkan disekolah plus saya tinggal di Inggris ngikut suami, syukuri semua baik dan buruknya negri orang, dengan melihat, merasakan , mengamati , meneliti, bukan hanya omongan orang atau melamun berangan-angan tanpa fakta semua saya ungkapkan dengan sumber terpercaya dari Sejarah THE DARK AGES Of Europe masa kegelapan Eropa (silahkan baca lagi).

Bagi saya tulisan itu bukan untuk menjelek-jelekan , menghina Budaya Eropa bule , First and foremost " We Are Muslim " pertama dan utama kita adalah Muslim yang punya aturan, adab The way of life, in every single thing it has been recorded semua aturan Islam itu rapi tertulis secara detail, even untuk urusan kamar mandi 

Bersih lahir batin, bab Taharah, masuk ke toilet kaki kiri, baca doa ta' awudz berlindung dari setan yang memang tempatnya di kamar mandi, jangan lupa setelah BAK bersuci dengan air, kecuali kalau ga ada air karena kemarau boleh dengan Toilet paper, kertas, kayu tapi air kan banyak masa pake kertas toilet ? 

Dan tahukah hukuman bagi orang yang tidak bersuci / cebok setelah buang Air kecil a.k.a pipis? Di siksa di dalam kubur.

 Berikut hadis shahih nya, jadi bukan masalah penghinaan, budaya kembali lagi fitrah awal menjadi Muslim tunduk dan patuh pada yang menciptakan langit, bumi dan seisinya ... 

No matter what culture, language , habitual it doesnt matter put aside all of these things if you are MUSLIM 

Hadits berikut disebutkan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Bulughul Marom saat membahas bab “Buang Hajat”.

 وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – اِسْتَنْزِهُوا مِنْ اَلْبَوْلِ, فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْهُ – رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيّ وَلِلْحَاكِمِ: – أَكْثَرُ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْ اَلْبَوْلِ – وَهُوَ صَحِيحُ اَلْإِسْنَاد ِ 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersihkanlah diri dari kencing. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas kencing tersebut.” Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni

Diriwayatkan pula oleh Al Hakim, “Kebanyakan siksa kubur gara-gara (bekas) kencing.” Sanad hadits ini shahih

Beberapa faedah dari hadits di atas: 

 1- Wajibnya membersihkan diri dari bekas kencing. Hendaknya kencing tersebut benar-benar dibersihkan dari badan, pakaian atau tempat shalat. Tidak boleh menggampang-gampangkan dalam hal pembersihan ini. Karena terlalu bergampang-gampangan sebab datangnya siksa kubur. 

Jadi, jika ingin kencing hendaklah mencari tempat yang membuat kita tidak mudah kena cipratan kencing. 

2- Tidak membersihkan diri dari kencing ketika buang hajat termasuk dosa besar, termasuk pula orang yang tidak menutupi diri saat buang hajat sebagaimana disebutkan dalam riwayat lainnya. Baca di Rumaysho.Com 10 Adab Ketika Buang Hajat

Jadi dilema cerita toilet paper terjawab sudah siksa kubur menanti bagi yang tdk membersihkan diri setelah BAK dengan air ketika air banyak tapi memilih tisu /toilet paper 

Sumber : 

- https://rumaysho.com/3768-banyak-siksa-kubur-disebabkan-ken… 

Wallahu alam bis shawwab 

Source / refrensi : 

http://www.lampuislam.org/…/masa-keemasan-islam-di-andalusi… 
http://penulispro.com/orang-bule-jorok-jarang-mandi-dan-…/…/ 
http://jaribandel.blogspot.co.uk/…/sejarah-asal-mula-toilet… 

Refrensi dalam bahasa inggris Muslim spain and Europian culture 
http://www.sunnah.org/history/moors.htm 
http://www.toiletpaperhistory.net/to…/history-of-sanitation/ 

Rahma Binti Nasril 

Saat Bertemu Ular Di Rumah

Written By Rumah Ruqyah on 2017-04-15 | 7:28:00 PM

Ular Dari Kalangan Jin
Sabtu, 18 Rajab 1438 - 15 April 2017

 

Apakah ular yang memangsa dan menelan utuh seorang warga beberapa pekan yang lalu adalah jelmaan jin?

Seseorang, dengan tombaknya, di masa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bertarung dengan seekor ular di rumahnya hingga yang bersangkutan tewas dan ular tersebut pun mati.

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya, dari Abu as-Saaib:

دخلت على أبي سعيد الخدري. فوجدته يصلي. فجلست أنتظره حتى يقضي صلاته. فسمعت تحريكا في عراجين في ناحية البيت. فالتفت فإذا حية. فوثبت لأقتلها. فأشار إلى: أن اجلس. فجلست. فلما انصرف أشار إلى بيت في الدار. فقال أترى هذا البيت؟ فقلت: نعم. فقال: كان فيه فتى منا حديث عهد بعرس. قال فخرجنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى الخندق. فكان ذلك الفتى يستأذن رسول الله صلى الله عليه وسلم بأنصاف النهار فيرجع إلى أهله. فاستأذنه يوما. فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم "خذ عليك سلاحك. فإني أخشى عليك قريظة" فأخذ الرجل سلاحه. ثم رجع فإذا امرأته بين البابين قائمة. فأهوى إليها الرمح ليطعنها به. وأصابته غيرة. فقالت له: اكفف عليك رمحك، وادخل البيت حتى تنظر ما الذي أخرجني. فدخل فإذا بحية عظيمة منطوية على الفراش. فأهوى إليها بالرمح فانتظمها به. ثم خرج فركزه في الدار. فَضطربت الحية في رأس الرمح. وخر الفتى ميتًا. فما يدري أيهما كان أسرع موتا. الحية أم الفتى؟ قال فجئنا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فذكرنا له. وقلنا: ادع الله يحييه لنا. فقال "استغفروا لصاحبكم" ثم قال

“Aku masuk menemui Abu Sa’id al-Khudriy di rumahnya yang saat itu sedang melaksanakan shalat. Aku pun duduk menunggu sampai ia menyelesaikan shalatnya. Lalu aku mendengar bunyi sebuah gerakan di pelepah kurma di pojok rumah, lalu aku menoleh. Ternyata ada seekor ular, maka aku melompat untuk membunuhnya. Abu Sa’id al-Khudriy memberiku isyarat agar aku duduk saja. Akupun duduk kembali.

Setelah Abu Sa’id selesai shalat, ia menunjuk ke sebuah rumah di komplek itu, lalu ia bertanya : “Kamu lihat rumah itu? ”. Aku menjawab : “Ya”.

Abu Sa’id berkata : “Di rumah itu ada seorang pemuda dari keluarga kami yang baru saja menjadi pengantin baru”.

Abu Sa’id melanjutkan : “Kami berangkat bersama Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa sallam menuju peperangan Khandaq. Ketika itu pemuda tersebut memohon ijin kepada Rasulullah di tengah hari untuk pulang menemui istrinya.

Maka ia pun meminta ijin di hari itu. Beliau bersabda kepadanya : “Bawalah senjatamu, karena aku khawatir orang-orang Yahudi Quraidhah menyerangmu”.

Laki-laki itu mengambil senjatanya, lalu ia pulang. Tiba-tiba didapatinya istrinya sedang berdiri di tengah pintu, lalu ia arahkan tombaknya untuk menikam istrinya (karena cemburu istri berada di luar rumah -ed).

Istrinya mengatakan kepadanya : “Tahanlah tombakmu dan masuklah ke rumah agar kau tahu apa yang membuat aku keluar”.

Laki-laki itu masuk. Ternyata seekor ular besar melingkar di atas tempat tidur. Ia menikam ular tersebut dengan tombak.

Lalu ia bergembira karena itu dan menancapkannya di halaman. Selanjutnya ular tersebut menggeliat di ujung tombak dan mematuk sang pemuda hingga tewas. Tidak diketahui mana yang lebih dahulu mati, ular tersebut atau si pemuda.

Hal ini dilaporkan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda :

"إن بالمدينة جنا قد أسلموا. فإذا رأيتم منهم شيئا فآذنوه ثلاثة أيام. فإن بدا لكم بعد ذلك فاقتلوه. فإنما هو شيطان".

“Sesungguhnya di Madinah ini ada sekelompok jin yang telah masuk Islam. Apabila kalian melihat sebagian dari mereka (di rumah kalian -ed), maka berilah ia ijin untuk tinggal selama tiga hari (untuk keluar/pergi). Jika ia masih terlihat setelah itu, maka bunuhlah karena ia adalah syaithan”. [1]

Kesimpulan

1. Di antara jenis jin adalah ular. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

الجن ثلاثة أصناف : صنف لهم أجنحة يطيرون في الهواء. وصنف حيات وعقراب، وصنف يحلون ويظعنون

“Jin itu ada 3 macam : 

(1) Jenis yang mempunyai sayap dan terbang di udara, 
(2) jenis ular dan kalajengking, dan 
(3) jenis yang menetap dan berpindah-pindah ”. [2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

والجن يتصورون في صور الإنس والبهائم فيتصورون في صور الحيات والعقارب وغيرها وفي صور الإبل والبقر والغنم والخيل والبغال والحمير وفي صور الطير وفي صور بني آدم. هــ.

“Jin bisa menyerupai wujud manusia dan binatang. Mereka bisa menjelma dalam bentuk ular, kalajengking, dan lainnya. Dan pula dalam bentuk onta, sapi, kambing, kuda, bighal, keledai, burung, ataupun dalam bentuk anak Adam/manusia ”. [3]

2. Bisa jadi ular yang kita temui baik di rumah atau di sawah -dan dimanapun- termasuk jin. Hanya saja pada dasarnya, kita tidak bisa memastikan apakah termasuk jin atau bukan dan kita tidak dibebani oleh syariat untuk mengetahuinya.

3. Di antara jerat-jerat syaithan adalah melakukan pembunuhan terhadap anak Adam.

Catatan:

Apakah semua ular yang ada adalah jelmaan jin berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam?

الحيات مسخ الجن كما مسخت القردة والخنازير من بني إسرائيل

“Ular-ular adalah jelmaan jin sebagaimana kera-kera dan babi-babi adalah jelmaan Bani Israaiil”.[4]

Tidak. Hadits tersebut tidak bermakna semua ular yang ada adalah jelmaan jin. Ahli ilmu menyebutkan, makna hadits tersebut bahwa ada sebagian ular yang merupakan jenis jin. Dengan kata lain, tidak semua ular adalah jelmaan jin sebagaimana tidak semua kera dan babi adalah jelmaan Bani Israil.

Catatan Kaki:

[1] HR Muslim
[2] HR ath-Thabarani, al-Haakim, dan al-Baihaqiy. Dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam Shahiihul-Jaami’ (no. 3114).
[3] Risalah al-Jin, hal. 32
[4] HR Ibnu Hibban, ath-Thabaraniy, dan Ibnu Abi Haatim. Dishahihkan oleh al-Albaniy dalam ash-Shahiihah (4/439 no. 1824)

Penyusun: Yani Fahriansyah Asrama, April, 2017
 
Support : Public Relation Rumah Ruqyah Indonesia
Copyright © 2011. Rumah Ruqyah Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger