Rumah Ruqyah

thumbnail

Serial 3 Alam Jin: Setan dan Iblis Bukan Malaikat

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-22



  Setan banyak dibicarakan dalam Al Qur’an dan ia termasuk bagian dari alam jin. Saat awal penciptaan, ia taat pada perintah Allah dan ia menghuni langit bersama para malaikat, bahkan ia berada di surga. Kemudian ia durhaka pada Rabbnya ketika ia diperintah sujud pada Adam, ia sombong sehingga ia pun terusir.

Setan dan Namanya

  Setan dalam bahasa Arab berarti sombong atau congkak. Ia disebut demikian karena kecongkakan dia di hadapan Rabbnya. Ia pun disebut thoghut sebagaimana terdapat dalam ayat,

الَّذِينَ آَمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

 “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” (QS. An Nisaa’: 76). 

  Setan disebut thoghut karena ia telah melampaui batas dengan kesombongan dan kecongkakan di hadapan Rabbnya, serta ia rela disembah oleh makhluk lainnya.

  Setan juga termasuk makhluk yang putus asa dari rahmat Allah. Oleh karenanya ia dinamakan pula iblis. Iblis dalam bahasa Arab berarti tidak memiliki kebaikan apa-apa dan artinya berputus asa.

  Jika kita menelaah Al Qur’an dan hadits, kita akan tahu bahwa setan adalah makhluk berakal, punya keinginan dan bergerak, bukan seperti anggapan sebagian orang yang menyatakan sebagai ruh jelek saja.

Setan Bagian dari Jin

  Sebagaimana telah disebutkan bahwa setan adalah bagian dari jin. Namun perkara ini terus jadi perselisihan sejak masa silam hingga saat ini. Dalil yang jadi pegangan adalah firman Allah Ta’ala,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

  “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS. Al Baqarah: 34). 

  Ayat ini dan semisalnya menunjukkan bahwa Allah mengecualikan iblis dari para malaikat, sekaligus menunjukkan bahwa keduanya sejenis.

  Dalam kitab tafsir dan tarikh telah dinukil berbagai pendapat ulama yang menunjukkan bahwa iblis dulunya adalah bagian dari malaikat. Namun sebenarnya yang tepat adalah bahwa pengecualian yang disebutkan di atas tidak menunjukkan bahwa iblis dan malaikat secara tegas itu sejenis. 

  Karena ada kemungkinan istitsna (pengecualian) dalam ayat itu terputus dan menunjukkan berbeda jenis. Bahkan inilah yang benar dan dibuktikan dalam ayat lain,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ

  “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Rabbnya.” (QS. Al Kahfi: 50).

  Dan kita juga punya dalil pendukung yang shahih bahwa jin bukanlah malaikat dan bukan manusia sebagaimana dalam hadits,

خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

  “Malaikat diciptakan dari cahaya. Jin diciptakan dari nyala api. Adam diciptakan dari apa yang telah ada pada kalian.” (HR. Muslim no. 2996).

  Al Hasan Al Bashri berkata, “Iblis bukanlah malaikat sama sekali.” (Al Bidayah wan Nihayah, 1: 79). Ibnu Taimiyah juga berkata, “Setan sebelumnya bagian dari malaikat dilihat dari sisi bentuknya. Namun dilihat dari sisi asli dan kesamaan tidaklah sama.” (Majmu’ Al Fatawa, 4: 346)

Apakah Setan Aslinya dari Jin?

  Apakah setan aslinya dari jin atau satu golongan dengan jin, maka tidak ada dalil tegas yang mendukung hal ini. Namun yang nampak lebih kuat adalah setan itu satu golongan dengan jin sebagaimana disebutkan dalam ayat,

إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ

“Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Rabbnya.” (QS. Al Kahfi: 50).

  Adapun Ibnu Taimiyah rahimahullah berpendapat bahwa setan aslinya dari jin sebagaimana Adam adalah asal dari manusia.

  Demikian sedikit penjelasan tentang setan dan pembahasan lanjutan akan ditindaklanjuti berikutnya dengan berharap kemudahan dari Allah.

Hanya Allah yang memberi taufik dan kemudahan.

Referensi:

‘Alamul Jin wasy Syaithon, Syaikh Prof. Dr. ‘Umar bin Sulaiman bin ‘Abdullah Al Asyqor, terbitan Darun Nafais, cetakan kelimabelas, tahun 1423 H.

Sumber : Muslim.or.id
October 22, 2019
thumbnail

Bermimpi Keranda Hitam

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-21



Kisah Sebelumnya...

  Pada malam berikutnya, tepatnya malam Kamis, saya bermimpi melihat keranda hitam dengan bunga-bungaan yang biasa dipakai untuk orang mati. Keranda itu diangkat empat orang hitam dan badannya berlumpur. Lalu mereka berhenti di depan rumah tepat di tempat ditanamkannya rajah itu.

  Ustadz Fadhlan kemudian melakukan ruqyah kembali. Waktu itu ia memberikan air sirih dan daun bidakara (daun kelor) yang dibacakan ayat dan do’a  untuk diminum dan mandi.

  Dan ketika hari Jum’at pagi, mulai jam 08.00 saya melihat keranda di pintu masuk. Seakan saya sedang menghadapi sakaratul maut!

   Mulai dari kaku terasa roh sedang berjalan keluar ke atas. Setelah sampai tenggorokan terasa ada beton yang keras, sehingga rahang saya kaku.

  Namun setelah saya bacakan laa ilaha illallah baru terasa lemas. Proses seperti ini saya rasakan sampai tujuh kali. Bahkan saya sudah sampai berwasiat kepada suami untuk segera menikah lagi dengan wanita Shalihah agar anak-anak saya nanti diasuh oleh ummi yang baru.

  Namun mas Rohib malah bicara: “Saya tidak memperdulikan omonganmu. Urusan mati bukan urusan kamu. Urusan mati itu urusan Allah. Tak akan mati seseorang tanpa kehendak Allah.”

  Seketika itu keranda hitam menghilang berganti dengan kabut hitam. Namun, ketika terdengar Adzan Jum’at dari Masjid berkumandang, tiba-tiba kabut itu menghilang.

  Saat itu saya sempat berdialog dengan jin yang ada dalam tubuh saya tentang Nabi Muhammad dan Ketuhanan. Tapi karena saya dulu pernah kuliah di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga maka saya tahu kelemahan mereka dan saya jelaskan dengan ayat-ayat Al Qur’an. [Bersambung]

  
Kisah Selanjutnya...

October 21, 2019
thumbnail

11 Tahun Usai Pertanyaan "“Yang Jadi Istrimu Nanti Harus Perempuan ya, Zal?" [Bag.2]

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-19


Kisah sebelumnya...

Hari Sabtu kami kumpul di kampus untuk berangkat bareng. Kami bawa tiga motor. Aku berboncengan sama Fahmi. Anehnya, saat Fahmi duduk di jok motorku, empat teman lain tiba-tiba berseru, “Cieee… Rizal dipepet Fahmi, ciyeee…”

Aku tak paham dengan apa yang mereka ‘ciye-ciyekan’. Tak ambil pusing, aku meminta teman-teman agar segera berangkat.

Di perjalanan menuju lokasi riset, aku dan Fahmi ngobrol ngalor-ngidul. Hingga pada suatu titik ia bertanya,

“Rizal sudah punya pacar?”

Sembari nyetir motor, aku jawab, “Belum.”

“Masa’ mahasiswa ganteng dan rajin kayak kamu belum punya pacar?”

Aku nyengir, “Belum waktunya mungkin, Mi. Nanti aja mikir cewek kalau udah lulus kuliah. Sekalian langsung nikah, biar enak.”

“Wah, selain ganteng sama rajin, kamu juga sholeh ya, Zal?”

“Biasa aja, Mi.”

“Beruntung banget yang bisa jadi pasanganmu nanti.” Lalu muncullah kalimat aneh itu, “Yang jadi istrimu nanti harus perempuan ya, Zal?”

Deg! Aku refleks menurunkan gas, berusaha mencerna baik-baik perkataannya.

“Gimana, Mi?” aku memastikan. Barangkali tadi salah dengar.

“Eh, gak kok. Sudah jangan dipikirin. Tuh, lokasi risetnya sudah dekat.” Fahmi menunjuk kearah depan.

***

Tentang riset itu sudah berlalu beberapa bulan lalu. Alhamdulillah kami dapat nilai memuaskan. Tapi kejadian ketika aku membonceng Fahmi itu memiliki kepingan kisah lain. Dan untuk itulah aku mengisahkan ini pada kalian semua. Rela begadang, berfikir panjang, mengorbankan waktu tidur, agar semua dapat mengambil pelajaran.

Di suatu siang, sembari menunggu jam mata kuliah ketiga, aku berkumpul dengan mahasiswa sejurusan. Kongkow biasa. Ngobrol tak tentu arah. Dan hukum itu berlaku; bila anak cowok kumpul sama cowok, yang dibahas pasti cewek. Sebaliknya bila cewek kumpul sama cewek, yang diobrolin sangat pasti terkait cowok.

Itulah yang terjadi siang itu.

“Eh, si Laksmi itu cantik ternyata, ya?” ucap salah seorang teman.

Ditimpali sama yang lain, “Lebih cantik Rini tau. Laksmi mah judes.”

“Laksmi judesnya sama kamu doang. Soalnya kamu jelek.”

Kami tertawa.

“Eh, si Rizal tuh cocok loh ya sama Laksmi. Satunya ganteng, satunya cantik. Sama-sama pinter lagi,” timpal yang lain.

Loh, kenapa sekarang malah bawa-bawa namaku? Sebenarnya aku hendak protes, tapi keduluan oleh Fahmi yang seketika menyahut,

“Hey, enak aja. Aku duluan yang pingin jadi pacarnya Rizal. Jadi Laksmi minggir dulu, ya.” Gestur Fahmi genit sekali saat itu.

Aku terhenyak dengan perkataan Fahmi, tapi teman-teman malah tertawa mendengarnya.

“Ciyeee… kalau beneran mau jadi pacarnya Rizal, joget dulu hayo.” Begitu tantang Rudi, salah satu teman dekat Fahmi.

Tak disangka, Fahmi benar-benar berjoget. Berlenggak-lenggok macam penari ular. Beneran. Teman-teman kegirangan melihat hal tersebut. Goyangan Fahmi seketika terhenti ketika bel jam kuliah ke-3 berdering. Kami bubar, dan berjalan menuju kelas.

Tatkala aku bersiap menenteng tas, Rudi berbisik di telingaku, “Fahmi suka kamu, Zal.”

Saat itulah aku langsung berkesimpulan; ADA SESUATU YANG SALAH DALAM DIRI FAHMI!

***
Semua misteri ini akhirnya terjawab ketika kami praktek lapangan. Praktek lapangan ini berbeda dengan KKN. Kalau KKN pesertanya bisa dari berbagai jurusan dikumpulkan jadi satu kelompok, Praktek Lapangan hanya diikuti oleh satu jurusan saja.

 Satu jurusan dibagi 4 kelompok. Total satu kelompok ada 12 mahasiswa. Dan qadarullah aku satu kelompok lagi dengan Fahmi. Kami ditempatkan di satu desa di kaki gunung, selama satu bulan.

Di suatu malam, selesai makan dan mengumpulkan data lapangan. Kami terbiasa menghabiskan waktu dengan nonton film India di laptop, atau ngobrol. Beberapa yang lain sibuk nyari sinyal buat teleponan dengan pacar.

Nah, tersisa 5 orang, termasuk aku dan Fahmi tak ada kegiatan. Hingga salah satu teman cewek, Rani, mengajak kami bikin mainan. Dia menyuruh kami segera duduk melingkar. Kami menurut.

“Ini ada botol,” ucap Rani, “Nanti aku putar botol ini. Dan kalau botolnya sudah berhenti berputar, kita lihat mengarah ke siapa bagian tutup botolnya. Orang yang berada persis di arah tutup botol, dia harus mau jawab dengan jujur sesuai pertanyaan. Paham?”

Kami mengangguk. Ini seperti permainan di salah satu adegan film “Mujhse Dosti Kagore”. Ternyata film India yang telah merasukimu, Kawan.

Rani memutar botol. Dan saat botol itu berhenti, kami mulai bertanya jawab. Pertanyaannya terserah. Entah yang lucu atau yang serius.

Hingga tibalah saat tutup botol itu mengarah pada Fahmi. Lalu Rani bertanya,

“Mi, jujur, sejak kapan kamu suka sama cowok?”

Pertanyaan itu membuat ruangan jadi hening seketika. Bagiku, itu pertanyaan yang tak terduga. Jadi benar selama ini Fahmi punya ‘penyakit’?

Lantas tanpa membuang waktu, Fahmi mengangguk. Lelaki besar itu pun berucap, “Benar.”

“Sejak kapan?”

“Sejak kecil.”

Kisah Selanjutnya....
October 19, 2019
thumbnail

Jin Baghdad dan Terompah Imam Ahmad

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-18


Dialog utusan lmam Ahmad dengan jin Baghdad dalam tubuh seorang wanita

 “Ketika beliau berada di Masjid Al-Mutawakkil (seorang Khalifah atau Amirul Mukminin) mengutus seseorang untuk menemuinya. Utusan tersebut memberitahukan bahwa anak wanita Mutawakkil -atau budaknya- kesurupan. 

 Ia meminta Imam Ahmad agar berdo’a kepada Allah untuk kesembuhan wanita tersebut. Kemudian lmam Ahmad mengeluarkan dua sandal kayunya (terompah) dari tempat wudhu, lalu diberikan kepada utusan tersebut seraya berpesan:

 ‘Pergilah ke rumah Amirul Mukminin dan duduklah disisi kepala anak wanita yang kesurupan’

  Katakanlah kepada jinnya: ‘Ahmad berpesan kepadamu; mana yang lebih kau sukai, keluar dari anak wanita ini, atau digampar tujuh puluh kali dengan terompah ini?!’.

  Utusan tersebut melaksanakan pesan lmam Ahmad. Dan jin tersebut berkata melalui lisan anak wanita yang kesurupan: ‘Saya patuh dan taat, seandainya lmam Ahmad menyuruh kami agar tidak tinggal di lraq, niscaya kami tidak akan tinggal di lraq. 

  Sesungguhnya dia (Ahmad) mentaati Allah, sehingga Allah menjadikan segala sesuatu taat kepadanya’. Lalu jin itu keluar dari anak wanita tadi. Akhirnya ia sembuh dari penyakitnya. Dan di kemudian hari ia dikaruniai Allah anak yang banyak.” (Akamul Marjan: 15).



Tim Rumah Ruqyah Indonesia
October 18, 2019
thumbnail

Dari Pintu Surga Yang Mana?

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-17


Dari Pintu Surga Yang Mana?


   Tak ada yang lebih indah dari Surga. Setiap Mukmin pasti mengharap Surga. Pada tulisan seri ini, akan dibahas tentang pintu-pintu Surga. Sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah.

  Jumlah Pintu Surga, ada delapan. Begitulah Rasulullah menjelaskan, seperti dalam sabdanya, dari Sahl bin Sa’d yang dirwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya.

   Salah satu dari pintu itu, bernama Pintu Ar Rayan. Pintu tersebut merupakan pintu khusus orang-orang yang biasa berpuasa. Perhatikanlah penjelasan Rasulullah berikut.

  “Sesungguhnya di Surga itu ada pintu bernama Ar-Rayyan. Yang masuk melalui pintu itu adalah para Ahli Puasa. Tidak ada yang melalui itu kecuali mereka.

  Pada waktu itu akan dikatakan; “Manakah mereka yang biasa berpuasa?” orang-orang yang biasa berpuasa itu pun berdiri, lalu memasuki Surga melalui pintu Ar-Rayan tersebut.

  Sesudah mereka masuk, pintu itu pun ditutup, dan tidak ada lagi yang masuk lewat pintu itu.” (HR. Bukhari)

  Selain itu, dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Imam Bukhari, juga dijelaskan selain pintu Ar-Rayyan, ada juga Pintu Shalat, untuk masuk mereka yang biasa melakukan Shalat.

  Sebagaimana para Mujahid akan dipanggil untuk masuk Surga melalui Pintu Jihad. Adapun yang biasa bersedekah, akan dipanggil dari Pintu Sedekah.

  Ketika mendengar penjelasan tersebut, Abu Bakar bertanya kepada Rasulullah; “Wahai Rasulullah, mungkinkah seseorang dipanggil dari keseluruhan pintu itu?”

  Rasulullah menjawab : “Ya, mungkin. Dan aku berharap engkau di antaranya.”

   Kelak, bila manusia telah dihisab, dan para penghuni Surga sudah berangkat menuju Surga, maka yang pertama kali mengetuk Pintu Surga, adalah Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam.

  Imam Muslim meriwayatkan, bahwa kelak di Hari Kiamat, Rasulullah adalah Rasul yang paling banyak pengikutnya, dan dialah yang pertama kali mengetuk Pintu Surga.

  Lebih lanjut, dalam hadits yang lain dikabarkan dari Anas bin Malik, bahwa nanti Rasulullah meminta dibukakan Pintu Surga, lalu sang penjaga bertanya, “Siapa engkau?”

Rasulullah menjawab : “Muhammad”

  Sang penjaga pun menjawab; “Aku memang telah diperintahkan untuk tidak membukakan pintu ini kepada siapa pun selain engkau.” (HR. Muslim)

  Namun, meskipun Hari Pembalasan itu belum tiba, ada waktu-waktu dimana Pintu Surga dibuka. Yaitu pada hari Senin dan Kamis.

  Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam Bersabda: “Sesungguhnya Surga itu dibuka pitunya pada Hari Senin dan Kamis. Pada hari itu, hamba-hamba Allah yang tidak Musyrik diampuni dosanya.

  Kecuali seseorang yang sedang bermusuh dan berseteru dengan saudaranya. Dikatakan kepadanya, tundalah untuk kedua orang ini sampai mereka berdamai, tundalah untuk kedua orang ini sampai mereka berdamai, tundalah untuk kedua orang ini sampai mereka berdamai.” (HR. Bukhari)

   Pada hari Senin dan Kamis itu pula, sesungguhnya amal manusia dibawa ke atas menghadap Allah. Pada hari itu Allah mengampuni hamba-hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun.

  Kecuali – seperti dalam penjelasan sebelumnya – seseorang yang bermusuhan dengan saudaranya. Dikatakan, tinggalkan atau tangguhkan orang itu sampai mereka berdamai kembali. Demikian Imam Muslim meriwayatkan, juga dari Abu Hurairah.

  Maka, jelaslah bagi kita. Betapa Maha Mulia dan Maha Sayangnya Allah, yang memberi kita kesempatan untuk mengharap SurgaNya. Bila masih ada Iman di dada, adalah sudah semestinya bila kita memperbanyak amal pada hari Senin dan Kamis, serta menjauhi permusuhan dengan saudara.

Sumber : Majalah Ghoib  Edisi No 1 | 2002

October 17, 2019
thumbnail

11 Tahun Usai Pertanyaan "“Yang Jadi Istrimu Nanti Harus Perempuan ya, Zal?"

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-16



Ini adalah kisah dari seorang teman yang memintaku untuk menuliskannya. Dia sangat berharap semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari kisahnya.

Untuk memudahkan dalam penulisan, aku menggunakan Point Of View (POV) alias sudut pandang orang pertama.

POV Rizal.

Pertengahan September, 2008.

Agak tergopoh aku berjalan masuk ke lorong Fakultas Sosial. Hari ini ada mata kuliah Antropologi di kelas lantai dua, dan sialnya aku telat. Tadi di perjalanan tiba-tiba ban motor bocor, membuatku harus menuntun motor sekira lima ratus meter untuk sampai di tukang tambal ban. Sambil menaiki anak tangga fakultas aku menatap jam di pergelangan tangan. Duh, sudah lima belas menit aku terlambat.

Dosen Antropologi terkenal disiplin, aku tidak berani menyebut ‘killer’. Telat 5 menit, boleh masuk kelas tapi tidak akan diceklist di daftar kehadiran. Bagi mahasiswa yang ‘bener’ ia memilih masuk, meski tidak diabsen lumayan dapat ilmu, tapi kebanyakan langsung balik ke kosan atau nongkrong di kantin, buat apa di kelas kalau tidak dipresensi?

Yang penting itu presensinya kok. Karena tidak masuk tiga kali, alamat tak bisa ikut ujian semester. Ilmu mah, nomor sekian. Bahkan untuk hal ini, mahasiswa rela titip tanda tangan kehadiran ke teman, dianya sendiri bolos.

Akhirnya aku sampai di depan kelas. Nampak pintu sudah tertutup. Di dalam, samar-samar terdengar seorang lelaki paruh baya menerangkan sesuatu. Aku nekad mengetuk pintu sembari membuka pintu perlahan.

“Assalamualaikum,” aku mengangguk tatkala dosen tiba-tiba berhenti berbicara dan menoleh padaku.

“Waalaikumsalam,” jawab dosen dingin.

“Maaf, tadi ban saya bocor, Pak.”

“Sudah dua mahasiswa yang pakai alasan ban bocor, lain kali janjian dulu sama temanmu kalau mau alasan, biar gak sama. Silakan keluar.”

Ucapan dosen itu seketika membuat kelas riuh oleh tawa teman-teman. Aku nyengir getir, mundur teratur dan menutup pintu perlahan.

Ah, padahal tadi beneran ban motorku bocor. Aku segera mencari tempat duduk di lorong lantai dua. Mengambil air yang kubawa dari rumah lalu meminumnya. Air itu membasahi tenggorokan yang kering. Segar.

“Kamu ikut kelas Antropologi, bukan?”

Tiba-tiba seseorang menyapaku. Saat aku mengangkat pandangan nampaklah lelaki yang rambutnya tersisir rapi dan tubuhnya agak gempal.

“Iya,” aku menimpali.

“Kenapa gak masuk?” ucapnya.

“Telat. Disuruh keluar.”

Dia tersenyum, “Hehe. Sama.”

Sebenarnya aku merasa ada yang aneh dari cara bicara lelaki ini. Karena meski tubuhnya besar, tapi cara sikapnya ‘girly’ banget.

“Boleh kenalan? Aku Fahmi.” Dia menjulurkan tangan.

Aku menyambut uluran tangannya, “Rizal. Kamu angkatan 2008 juga?”

“Iya. Loh, kita kan satu kelas di mata kuliah Antropologi?”

“Eh, iya kah? Aku gak tau, maaf, baru dua minggu kuliah. Jadi belum hafal betul sama teman kelas.”

“Gak masalah.” Dia kembali tersenyum.

Memang kuliah beda dengan sekolah. Karena mahasiswa nyari jadwal sendiri, berpindah-pindah kelas sesuai jadwal, dan jadwal mahasiswa satu dengan yang lain sering berbeda. Jadi aku tidak seberapa memperhatikan mahasiswa lain.

Lalu, kami mengobrol tentang dari mana berasal, tinggal di mana, dan topik lain sampai tak terasa bel tanda jam mata kuliah pertama usai. Aku dan Fahmi berpisah, karena harus lanjut kuliah jam kedua.

Teman, nanti awal perkenalanku dengan Fahmi ini akan begitu terekam kuat di memori otak setelah peristiwa memilukan itu terjadi… Dan sampai sekarang aku tidak menyangka, segala firasatku tentang dia benar-benar menjadi nyata.

***

Semester satu telah berlalu. Seusai liburan cukup panjang aku dan mahasiswa lain kembali masuk kuliah. Di satu mata kuliah ternyata aku satu kelas lagi dengan Fahmi. Cara bicara dan tingkahnya tak berubah. Tetap ‘girly’.

Suatu saat dosen memberi tugas lapangan kepada kami. Satu kelompok terdiri 6 mahasiswa. Qadarullah, aku satu kelompok dengan Fahmi. Saat itu kami harus mencari data terkait pemberdayaan perempuan di suatu desa.

Kami memilih komunitas bantaran sungai sebagai tempat riset. Kami lakukan riset itu selama 4 minggu. Rencananya, tiap satu minggu kami hadir di lapangan sebanyak 2 kali. Surat izin dari pihak akademik dan RT setempat sudah kami pegang.

“Zal, aku gak punya motor. Boleh aku nebeng kamu ke lokasi riset?” Fahmi berucap padaku.

Aku mengangguk, “Oke.”


Kisah selanjutnya baca disini...
October 16, 2019
thumbnail

Ditemukan Penyebab Penyakit Yang Diderita hampir 1 Tahun

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-14



   Ini bukan bentuk mainan anak yang sengaja tergeletak , tapi salah satu hewan fasik penghantar sihir yang tetiba tewas usai terapi Ruqyah Syar'iyyah yang kami lakukan. Allahuakbar..!!

  Vinka gadis muda 21 tahun ini terkena sihir (buhul luar) yang bertujuan merusak kejiwaannya, sudah berbagai cara di tempuh untuk menyembuhkan penyakitnya selama kurang lebih 1 tahun namun tak jua membuahkan hasil.

Alhamdulillah dalam sekali terapi ruqyah yang kami lakukan sudah mulai terlihat kesembuhan..

1. Pasien sudah bisa di ajak berkomunikasi yang sebelumnya diajak bicara sulit nyambung.

2. Pasien sudah tak meluapkan emosi kepada ibunya.

3. Pasien sudah mau mendirikan solat.

Bagi saudaraku yang masih di rundung dan bergelut dengan sihir, bersabarlah dalam menapaki jalan kesembuhan bersama Ruqyah Syar'iyyah..

Tanamkan keyakinan bahwa sihir itu lemah,dan katakan tak akan pernah menang tukang sihir darimana pun mereka datang..!!

Ustadz Syuhada Hanafi
October 14, 2019
thumbnail

Dibohongi Jin Saat Meruqyah

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-13


Kisah sebelumnya...

  Pada pertengahan 2001 anak menantu KH Zainal Mahmud memperkenalkan saya dengan seorang sahabat dakwahnya yang tinggal di Pondok Pesantren Al Hikmah, Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah.

  Namanya Ustadz Fadhlan Abu Yasir, yang katanya biasa melakukan terapi ruqyah. Namun saat saya kesana, Allah belum bisa mempertemukan kami. 

  Nah, ketika Ustadz itu mengisi pengajian di Pesantren Sabilul Khairat, Butuh, Tengaran, milik KH Zainal Mahmud, saya bersama adik menuju kesana dan meminta waktu untuk diterapi.

  Sambil menunggu Ustadz Fadhlan selesai memberikan ceramah, saya membaca wirid Al Matsurat yang ditulis Hasan Al Banna. Tapi anehnya, ketika lagi membaca ayat kursi, buku itu terpental sejauh setengah meter ke depan saya.

  Akhirnya, begitu selesai ceramah Ustadz Fadhlan menerapi saya di Masjid. Waktu itu Ustadz membacakan ayat kursi dan do’a dengan bahasa Arab. Kemudian Ustadz memukul punggung saya dengan hardikan juga pakai bahasa Arab. Anehnya dari mulut saya waktu itu juga ngomong bahasa Arab yang saya tidak tahu. 

  Setelah itu bekas pukulan Ustadz itu menjadi merah kehitam-hitaman. Bahkan merata seluruh tubuh, layaknya seperti terkena demam berdarah, padahal saya tak merasakan apapun. Dan saat adzan berkumandang rasanya takut, dan tubuh terasa hangat, tetapi mulut saya berteriak, “panas…panas…”

  Pada ruqyah kedua, saya datang ke Pondok Pesantren Al Hikmah Karanggede, Boyolali. Waktu itu Ustadz Fadhlan memberikan saya minum air yang sudah dibacakan do’a dan dengan pukulan sekali lagi.

  Dan sesampainya di rumah, saya putarkan kaset Terapi Serangan Sihir dari Ustadz dengan keras. Lalu saya diare banyak sekali, sampai nggak bisa ditahan, sudah keluar sebelum masuk kamar mandi.

  Padahl tak ada penyebab umumnya orang diare. Kemudian adik dan suami saya melanjutkan ruqyah. Jika capek dilanjutkan dengan memperdengarkan kaset.

  Suatu kali saat mereka berdua meruqyah, jin sempat menipu melalui mulut saya. Saya bilang, “Itu ada Ustadz Fadhlan naik motor mau ke sini, tapi nggak tahu rumah sini, maka lewat saja dia di depan rumah.”

  Maka diruqyah distop dan keduanya memperhatikan ke luar. Memang saat itu terdengar motor melintas di depan rumah.

  Dan ketika ruqyah diteruskan, jin berkata lagi lewat mulut saya, “Ini Ustadz Fadhlan balik lagi ke Masjid untuk shalat dan mau ke sini lagi. Tapi dia terus ke sana, mungkin bingung,”

Dan barusan itu memang ada motor lewat lagi. Dan setelah suami saya bertanya ke Ustadz Fadhlan di kemudian hari, ternyata itu adalah tipuan jin. [Bersambung]

October 13, 2019
thumbnail

Pasang Susuk Agar Kuat Dalam Bekerja

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-11


Bismillaah...

  Dari Desa terpencil di pegunungan datanglah beberapa orang untuk meruqyahkan anaknya. Bukan anak kecil yang kami ruqyah tapi dia sudah beristri dengan usia sekitar 27 tahun. Dengan pekerjaan sebagai penjahit yang bekerja pada konveksi.

  Sebut saja namanya Ade (bukan nama sebenarnya) bekerja siang dan malam seperti tidak pernah merasakan capek. Hal ini tentu membuat teman-teman kerjanya menjadi iri, karena dalam pekerjaan mereka semakin banyak barang yang dikerjakan semakin banyak pula pemasukan yang didapatkan. 

  Terbukti setelah beberapa lama bekerja di tempat tersebut, Ade sering sakit-sakitan. Namun setiap kali berobat belum sembuh-sembuh juga. Akhirnya karena belum mendapatkan kesembuhan Ade sering terlihat seperti orang bengong. 

  Pernah suatu kali Ade berjalan jauh pulang dari kota dengan berjalan kaki padahal ia punya uang dan cukup untuk transport serta bekal di perjalanan, tapi ketika ditanya, mengapa ia melakukan itu, ia menjawab "tidak tahu"

  Akhirnya ruqyah pun dimulai, pertama kali di bacakan ayat-ayat ruqyah sudah terlihat reaksinya, tangan dan kakinya bergerak terus bagaikan orang gelisah. Kami pun meminta bantuan orang-orang, hingga Ade dipegang oleh empat orang, dua orang memegang di bagian kaki dan dua orang memegang di bagian tangan. 

  Ruqyahpun kami lanjutkan, kali ini Ade tidak sadarkan diri alias kesurupan. Akhirnya kami tanya jin yang merasuk pada tubuh Ade tersebut:

Kami: "Siapa namamu?"

Jin: "Arrggghhh..." tidak menjawab tapi mengerang kesakitan

Kami: "Mengapa kamu masuk ke tubuh ini?"

Jin: "Saya disuruh"

Kami: "Apa tujuanmu?"

Jin: "Saya akan membuatnya MATI, kalau tidak mati dia supaya menjadi GILA"

Kami: "Kenapa demikian"?

Jin: "Karena ia jika bekerja tidak pernah TERASA CAPEK sehingga mendapat upah yang banyak, dan kami menjadi iri"

Kami: "Ok, sekarang kami perintahkan kamu keluar dari tubuh ini karena TAAT kepada Allah"

Jin: "Saya tidak maauu.."

Kami: "Baiklah..."

  Ruqyah pun kami lanjutkan, jin semakin kepanasan dan melakukan perlawanan dengan kuat. Empat orang yang membantu kami memegangi, kewalahan. Tubuh Ade semakin kuat, tangan dan kaki yang dipegangi menjadi kaku seperti besi begitu pula badannya, kini tubuh Ade TIDAK lagi berbaring di lantai, tapi berada diatas lantai bagaikan melayang dengan dipegangi oleh kami. 

Akhirnya Ruqyah pun kami hentikan, pasien yang masih kesurupan pun kami sadakan terlebih dahulu.

Kami: "Jinnya sangat kuat, kami kewalahan untuk memegangimu. Bagaimana kalau kaki kamu kami ikat?"

Ade: "Ya. Ga apa-apa silahkan"

Ruqyah kami lanjutkan kembali, Ade pun kembali kesurupan. Kali ini kami dapat lebih konsentrasi meruqyahnya.

Kami: " Kami peringatkan sekali lagi, KELUAR hai musuh Allah..!"

Jin: membandel "tidak mauu"

Kami cari tempat tinggal jin tersebut dan Alhamdulillah jin tinggal di belakang pundak, kemudian kami tekan dengan keras..

Jin: "Yaaa..saya keluaaar" sambil kesakitan.

Alhamdulillah, akhirnya jin keluar dengan muntah-muntah. Setelah sadar kami tanya Ade, "Apa yang membuatmu kuat bekerja sehingga membuat teman-temanmu iri?" tanya kami.

"Saya PAKAI SUSUK"

Oalaahhh..satu sudah selesai masih ada PR lainnya, BUANG SUSUK. Nashrum minalloh wa fathun qoriib..laa haula walaa quwwata illaa billaah..

Cilacap Ruqyah Centre
October 11, 2019
thumbnail

Jin Menangis di hadapan Syekh Wahid Abdussalam Bali

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-10



Dialog Syekh Wahid Abdus Salam Bali dengan jin yang merasuki seorang wanita

Ketika beliau meruqyah seorang wanita dengan membaca beberapa ayat ruqyah, wanita tersebut bergetar tubuhnya. Maka dia pun bertanya: ‘Siapa ini?’ 

Ia menyahut: ‘Syekh Muhammad’

‘Apa sebabnya kamu masuk ke tubuh wanita ini hai Muhammad?’, tanya Syekh Wahid.

 Jin menjawab: ‘Ia menginjakku di kamar mandi’

‘Tinggalkan dia karena taat kepada Allah’, bentak Syekh Wahid. ‘Tidak, saya tidak akan meninggalkannya’, bantah Jin.

Syekh Wahid menimpali, ‘Kalau begitu, dengarkan bacaan ini! (dia membaca surat ash-Shaffat), 

Lalu jin itu menangis seraya berkata: ‘Saya akan keluar’.

 Syekh Wahid membentak ‘Keluar sekarang juga’ (tapi jin itu membandel). 

Syekh Wahid menyahut: ‘Kalau begitu dengarkan ini’ (dia membaca permulaan surat al-Jin).

 Jin itu berkata: ‘Biarkan saya keluar sekarang’ (ia keluar seraya membaca Assalamu’alaikum’

Dan jin itu pun keluar, Alhamdulillah. (Wiqayatul lnsan: 92).


October 10, 2019
thumbnail

Di datangi Pasukan Berkuda di Malam Hari

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-07




Ditanam Rajah, Tiba-tiba Rumahku Penuh Ulat [Bag.2]

  Setelah peristiwa itu benjolan di leher saya semakin membesar. Saya minta suami untuk mengantarkan ke dokter terdekat. Namun, dokter menyuruh saya rontgen ke RSU Salatiga.

  Dan akhirnya dokter itu memvonis saya untuk operasi. Tapi saya ragu, dan akhirnya tak memenuhi saran dokter tersebut.

  Akhirnya saya memilih pengobatan cara sinse di Ambarawa. Selama 2 bulan (8 kali) saya bolak-balik berobat ke sana. Namun tak menunjukkan hasil. Kemudian ada yang menawarkan pijat refleksi, di belakang kolam renang Tamansari Salatiga.

  Tapi ia malah menyarankan berobat ke seorang dukun di Tutang, Jelok Bringin, Jawa Tengah. Dan saat saya ke sana, kok justru disuruh membawa bunga-bunga sesaji.

  Maka saya membatalkan keinginan kesana, karena takut terkena Syirik. Dan akhirnya saya hanya Shalat Tahajud dan pasrah mohon petunjuk pada Allah.

  Hingga suatu malam, saya bermimpi seakan-akan ada banjir dan airnya meluap sampai setinggi rumah. Saya naik sajadah dan di depan saya ada kitab tua dan Al Qur’an.

  Malam berikutnya saya bermimpi lagi dikeroyok ular yang banyak sekali. Dan malam lainnya saya seperti melewati sebuah lorong jalan yang asing dan aneh.

  Maka segera saya berkonsultasi dengan KH. Zainal Mahmud di Butuh, Tengaran, Semarang. Dan beliau menyarankan untuk Shalat Hajat dua rekaat kemudian membaca Al Qur’an.

Namun yang  terjadi justru serangan yang saya alami semakin hebat.

  Untunglah adik saya Tri Joko Susanto (Totok) yang sedang kuliah di  ITN Malang kebetulan pulang. Karena ia punya pengalaman melakukan terapi ruqyah bersama seorang Ustadz bernama Ustadz Ibrahim.

  Ia meminta saya untuk mau diruqyah. Saya pun bersedia. Tapi baru saja ia membacakan ruqyah, tiba-tiba kaki saya naik-naik dan gerak-gerak sendiri. Esok harinya ketika saya diruqyah lagi, tiba-tiba saya melakukan gerakan-gerakan silat untuk menyerang adik saya itu.

  Dan kadangkala saya menari, bergerak seperti ular untuk menyerang. Namun serangan, cekikan dan gerakan ular yang saya arahkan ke adik saya tidak satu pun yang menyentuh tubuhnya.

  Padahal serangan itu telah mengarah beberapa daerah mematikan seperti leher, jantung. Bahkan terkadang kedua jari telunjuk saya menyilang seperti membentuk sebuah salib.

  Di saat lain, kadang saya sangat lancar menirukan bacaan Al Qur’an yang sedang dibacakan adik saya. Seakan-akan telah hafal di luar kepala.

  Pada malam berikutnya, saya mendengar rombongan pasukan berkuda dari arah Timur ke Barat dan berhenti di Masjid Al Hikmah Kemiri.

  Saya langsung membangunkan suami saya karena terlihat kain gorden di jendela bergerak-gerak. Padahal jendela masih tertutup rapat.

  Sementara saya melihat anak saya Ziyad (4,5 th) dan Firdaus (1,5 th) tampak kedua wajahnya memerah. Maka saya segera berdo’a : “ Ya Allah, jangan timpakan musibah kepada anak saya.”

  Lalu tiba-tiba tangan saya sakit tak terkira. Sepertinya setiap ruas sel-sel rasanya ditarik-tarik Jin yang ada dalam tubuh saya. Saya sempet bicara ngacau, kadang ngomong jumlahnya seratus, seribu, sepuluh ribu.

  Bahkan jin itu telah mengaku menzinahi dan menghadiahi saya sperma saat perzinaan di kamar mandi sambil menginjak-injak Al Qur’an. (Naudzubillahi min dzalik).

  Tapi menjelang Maghrib, anak saya Ziyad melihat tubuh hitam keluar dari tubuh saya. [Bersambung]

October 07, 2019
thumbnail

[Tips Ruqyah] Sadarkan, Jangan Biarkan Dikuasai Jin (Kesurupan)

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-06


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Ikhwafillah, Insya Allah secara bertahap di web tercinta kita ini akan kami bagikan [Tips Ruqyah]. Suatu pembahasan yang akan dibagikan khusus oleh terapi ruqyah untuk sesama peruqyah. Tujuannya untuk berbagi pengalaman dan harapannya bisa diterapkan dalam praktik menerapi ruqyah.

[Peringatan]. Tips ini hanya untuk peruqyah yang berpengalaman dan sudah mendapat sertifikasi ARSYI, adapun yang coba-coba tanpa bimbingan, kami berlepas diri!

***

[Tips Ruqyah] Sadarkan, Jangan Biarkan Dikuasai Jin (Kesurupan) 

  Mungkin aneh rasanyan jika bicara kesurupan karena jin, tapi disuruh jangan kesurupan (kondisi sadar). Tapi begitulah kenyataannya. Dan tips ruqyah kali ini akan diberikan langsung Ustadz Achmad Junaedi Lc (Direktur Rumah Ruqyah Indonesia). 

Contoh kasus : Seorang Hafidzoh (Penghafal Al Qur'an wanita)

Tips Ruqyah : Sadarkan, Jangan Biarkan Dikuasai Jin (Kesurupan)

Kronologis :

   Dalam 2 pekan ini menangani kasus Ustadzah hafizhoh yang sudah mengajar santri putri disebuah Pesantren Tahfizh. Alhamdulillah beliau sangat baik dalam mengajar, santri-santri yang dibimbing sangat suka kepadanya. 

  Ada satu, dua santri yang terkena gangguan jin maka dia cepat menolongnya. Pernah ada santrinya yang saat diruqyah sama dia berada pandangan mata cukup lama, bermula dari situ dia mengalami hal-hal yang aneh, kakinya terasa ringan dan berjalan keluar dari pondok ke tempat yang sepi pada tengah malam. 

  Lalu pimpinan pondok meruqyah ustadzah ini beberapa kali, selama kurang lebih dua pekan sering terganggu dan badannya terasa berat, sakit-sakit selesai diruqyah. Kondisi demikian ini belum dikabarkan kepada orang tuanya. Karena sebelumnya orang tuanya ingin agar anaknya belajar mandiri dan jauh dari orang tua. 

 Setelah orang tuanya tahu beliau dibawa pulang. Istirahat di rumah sambil ruqyah mandiri. Keluarganya sangat agamis, bapaknya soleh juga ibunya sholihah keturunan orang orang sholih. Dua adiknya juga sudah Hafizh, yang satunya menuju ke hafizhah.

  Mulai ketemu saya, diawali setelah ikutan Ruqyah massal, awalnya masih bisa bertahan tidak kesurupan, hanya merasakan berat dan nyeri di punggung. Lalu setelah ditanganii oleh terapis ya terjadi kesurupan yang sangat, belum sadar 100% sampai malam hari. Akhirnya bapaknya memutuskan untuk berkunjung ke rumah saya. 

  Karena jarak yang lumayan jauh, sampai ke rumah saya Jam 22:30. Pasien dalam keadaan tertutup matanya, mirip pingsan, bukan tidur. Dalam menghadapi situasi seperti ini saya panggilan nama pasien dan Pijit jari  kelingking kakinya bagian dalam.

   Pasien terbangun dan mulai bisa diajak komunikasi. Untuk melatih kemandiriannya saya suruh jalan sendiri walau masih sempoyongan, dan berhasil naik tangga ke lantai dua tempat terapi.  Setelah panjang lebar dengar kronologi kejadiannya dari bapaknya, baru saya ajak ngobrol dia. 

   Ternyata ada kekecewaan yang dalam dalam jiwanya, campur aduk ada kecewa ke kyainya, ke bapaknya karena nggak ditengok tengok selama kurang lebih satu bulan. Setelah ada seperempat jam orang tuanya cerita, saya tanya ke pasien, belum bisa jawab secara jelas, seperti orang kelelahan. Saat seperti ini saya terus semangati untuk berani melawan bisikan-bisikan yang kerap mendatanginya.

[Tips dan Praktik] Saat kesurupan tidak ingat dirinya.

Ini point penting dalam terapi lanjutannya. Buat pasien sadar akan dirinya.....

Sempat akan bereaksi keras, namun ana sarankan untuk SADAR.  Artinya kita tidak fokus pada jinnya. Tapi fokus pada mental pasien, kekuatan tauhidnya, tawakkalnya...

"Anti (anda untuk wanita, edt)  qur'annya hebat, namun itu tidak cukup. Periksa psikis anti... Kenapa marah, emosi, takut, khawatir...."

Akhirnya pada pertemuan ke3 sudah sadar dan mampu meruqyah dirinya sendiri dan tidak panik, tidak kesurupan,... Dan keluhannya berangsur-angsur hilang. Alhamdulillah

Kesimpulan :

- Pentingnya menjaga kondisi yang diruqyah tetap sadar, memberikan motivasi dan keyakinan akan percaya dirinya.

Sampai bertemu di tips selanjutnya

*Sebagaimana yang disampaikan Ustadz Achmad Junaedi kepada Admin.
October 06, 2019
thumbnail

Siram Air Panas, Hati-Hati Kena Jin?

Posted by rumah ruqyah on 2019-10-05


Siram Air Panas, Hati-Hati Kena Jin?

[27/9 12.20] +62 896-7784-xxxx:

Apa benar, menyiram air panas bisa melukai jin? Dan jin bisa membalasnya dengan mengganggu orang yang menyiram? Sahabat Ummah adakah yang memiliki pengalaman terkait hal ini?

***

Bismillahirrahmanirrahim ..

Jin memang menempati tempat-tempat tertentu. Di antaranya di lubang-lubang:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْجُحْرِ وَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوا السِّرَاجَ فَإِنَّ الْفَأْرَةَ تَأْخُذُ الْفَتِيلَةَ فَتَحْرِقُ أَهْلَ الْبَيْتِ وَأَوْكِئُوا الْأَسْقِيَةَ وَخَمِّرُوا الشَّرَابَ وَغَلِّقُوا الْأَبْوَابَ بِاللَّيْلِ
قَالُوا لِقَتَادَةَ مَا يُكْرَهُ مِنْ الْبَوْلِ فِي الْجُحْرِ قَالَ يُقَالُ إِنَّهَا مَسَاكِنُ الْجِنِّ

  Dari Abdullah bin Sarjis bahwa Nabi Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian kencing di lubang, apabila kalian tidur maka matikanlah lampu, karena tikus akan menarik sumbu dan hingga membakar penghuni rumah, ikatlah tempat-tempat minum kalian, tutuplah air minum dan pintu-pintu kalian di malam hari." 

  Orang-orang bertanya kepada Qotadah; "Kenapa kencing di lubang di makruhkan?." Dia menjawab; "Karena tempat tersebut sebagai tempat tinggalnya jin." (HR. Ahmad no. 20775, Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan: para perawinya terpercaya. Lihat Ta'liq Musnad Ahmad, 24/372)

  Dan, Lubang sering menjadi tempat favorit manusia untuk buang air kecil, buang sampah, dan juga membuang air panas.

Dalam hadits lain:

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

  Dari Zaid bin Arqam dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya tempat buang hajat itu dihadiri oleh setan-setan, maka apabila salah seorang dari kalian mendatangi WC, hendaklah dia mengucapkan; 'Aku berlindung kepada Allah dari setan jantan dan setan betina'." (HR. Abu Daud no. 6. Imam An Nawawi mengatakan: shahih. Lihat Khulashah Al Ahkam, 1/149)

  Sehingga kita dianjurkan untuk berdoa, membaca membaca ta'awudz (dzikir perlindungan), saat kita berada ditempat yang ditengarai sebagai tempatnya mereka seperti lubang, kamar mandi, dll. Agar kita tidak terganggu oleh mereka.

Termasuk juga saat kencing, atau membuang air panas, di tempat-tempat tersebut.

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhullah mengatakan:

فإن بعض أهل الخبرة في الرقية الشرعية يذكر أن من أسباب تسلط الجني أن يرمي الإنسان ماء حارا فيصيب الجني ويتأذى منه فيحرص الجني على أذى الإنسي، ولكن المسلم إذا حافظ على التحصينات الربانية والأذكار المأثورة صباحا ومساء وعند دخول البيت والخروج ومنه والدخول للحمام فإن الله سيحفظه من أذى الجان ويكفيه شرهم.

  "Sesungguhnya para pakar dan praktisi ruqyah syar'iyah mengatakan bahwa diantara sebab jin dapat menguasai manusia adalah karena manusia menyiram air panas dan mengenai jin, lalu mereka tersakiti karena itu lalu mereka mengganggu manusia. 

  Tapi, seorang Muslim yang senantiasa merutinkan doa perlindungan dengan dzikir pagi dan petang maka Allah akan melindunginya dari gangguan jin, baik saat dia masuk ke rumah atau keluar, atau saat masuk ke kamar mandi." (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 112405)

  Jadi, hal itu memang bisa terjadi, oleh karenanya hendaknya seorang Muslim berlindung kepada Allah dengan membiasakan doa dan dzikir harian, pagi dan petang.

Demikian. Wallahu a'lam

🖋 Ustadz Farid Nu'man Hasan
October 05, 2019