Rumah Ruqyah

thumbnail

Penjelasan Metode Membaca Al Qur'an Al Qori | Rumah Ruqyah Indonesia

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-19



Apa sih Metode Al Qori itu? Nah, daripada bikin penasaran. Mending langsung aja dengar penjelasannya langsung dari penulisnya, Ustadz Akhmad Sadzali Lc (Wakil Direktur Rumah Ruqyah Indonesia. ***** Jangan lupa hadiri Pelatihan Perdana Metode Al Qori, Sabtu 22 Februari 2020 di Aula Rumah Ruqyah Indonesia. Info : 0851-0503-5459


RRIAds - Sabun Bidara Cair (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


February 19, 2020
thumbnail

Fenomena Anjing manusia di Barat

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-17


Fenomena anjing manusia di Barat !!

  Jumlah mereka melebihi 10.000 anjing manusia di Inggris dan telah menjadi fenomena yang menyebar dengan cepat di negara-negara Barat seperti Kanada, Amerika dan Australia, kebanyakan dari mereka melakukannya untuk tujuan seksual atau untuk uang.

 Psikiater telah mengklasifikasikan mereka sebagai gangguan kepribadian sementara, yang dimanifestasikan oleh penghinaan diri dan penyiksaan diri (masochism).

  Di salah satu saluran, mewawancarai seekor anjing manusia bernama Colin yang ternyata adalah seorang penulis dan akademisi di sebuah universitas.

  Collin mengatakan kepada pembuat program bahwa ia suka bertindak seperti anjing, Karena perilaku ini membantunya melepaskan diri dari tekanan yang dihadapinya dalam pekerjaan dan kehidupan.

Ini adalah tren terbaru di Barat !!

Di mana mereka memakai topeng anjing dan berjalan di jalan-jalan Nbhin !!

Sekelompok besar berpakaian seperti anjing, berperilaku seperti anjing, makan makanan anjing, berjalan di empat jalan dan menawarkan diri mereka untuk diadopsi selama ribuan tahun sebesar $ 70.000.

Balya Aqsa
February 17, 2020
thumbnail

Bahaya Dibalik Kalimat "Mantul"

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-16



Kelatahan "Mantul" Dalam Memuji

- Pertama, tulisan ini untuk mengingatkan saya sendiri yang kadang juga ikut latah mengucapkan atau menulis "Mantul, mantap betul, paten" dan sejenisnya.

- Ekspresi dengan kata "Mantul" menunjukkan bahwa kita ikut senang atau kagum dengan prestasi atau kelebihan yang dimiliki oleh saudara kita, baik kelebihan fisik, pikiran, seni, harta, keluarga dan sebagainya.

- Nabi Muhammad, teladan kita mengatakan (lebih kurang) bahwa siapa yang melihat kelebihan pada diri saudaranya, hartanya dan sebagainya, maka ucapkan lah "tabrik". Tujuannya agar saudara kita terhindar dari gangguan 'ain.

- Sabda Rasulullah tentang pentingnya mengucapkan "tabrik" tersebut disampaikan setelah adanya peristiwa Sahl bin Hunaif yang tiba-tiba terjatuh dan demam tinggi ketika dipuji oleh Amir bin Rabi'ah saat melihat kulitnya yang putih.

- Nabi merespon kejadian itu dengan mengatakan "Atas dasar apa, kalian ingin membunuh saudara sendiri?". Artinya, memuji dan mengagumi kelebihan saudara kita tanpa menyebutkan "tabrik" bisa menyebabkan kematiannya, setidaknya jatuh sakit.

- Dalam salah satu hadits juga disebutkan "Kebanyakan Orang yang mati di kalangan umatku - setelah ketentuan dan takdir Allah - disebabkan oleh 'ain".

- Banyak orang yang tidak percaya dan menganggap enteng masalah ini, padahal bisa saja penyakit yang diderita olehnya dan sanak keluarganya disebabkan oleh 'ain. Karena memang secara zhahir, tidak ada perbedaan efek 'ain dan efek penyebab sakit lainnya.

- Ada orang kecelakaan disebabkan oleh tabrakan atau ngantuk dan sebagainya, padahal bisa saja ada orang lain yang hasad atau kagum dan memujinya tapi tidak mengucapkan doa keberkahan (tabrik).

- Ada yang mengalami penyakit jantung, kanker, stroke dan sebagainya, tapi dia menganggap penyebabnya adalah sesuatu yang bersifat medis. Ya, keyakinan itu sah-sah saja. Tapi jangan sampai mengabaikan sebab-sebab yang tidak biasa seperti hasad dan pujian.

- Nah, kembali kepada budaya ungkapan "Mantul, mantap betul, paten" dsb, tidak salah jika ditambahkan "tabrik" yaitu "Masya Allah Tabarokallah".

 Wallahul Musta'an.

Medan, 14 Februari 2020

Musdar Bustamam Tambusai

(Founder MATAIR Int.)

February 16, 2020
thumbnail

Bekam Malam di Jakarta | Rumah Ruqyah Indonesia

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-14



Alhamdulillah, sekarang mau bekam gak terkendala waktu lagi.

Gak bisa pagi, bisa siang. Gak bisa siang, bisa sore. Gak bisa sore, bisa malam.

Eh, beneran malam bisa? Bisa donk.

[NEW] Bekam Malam Di Jakarta | Rumah Ruqyah Indonesia

Solusi anda yang sibuk di siang hari, tapi ingin tetap sehat. Dan bisanya hanya di malam hari.

Setiap hari, dari Senin hingga Ahad. Dari 16.30 Wib - 19.30 Wib.

Reservasi Order : 0851-0503-5059

Bekam Malam ~ Solusi Bagi yang Sibuk di Siang Hari.

Rumah Ruqyah Indonesia

February 14, 2020
thumbnail

Nabi dihina, santai aja

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-09


Nabi dihina, santai aja
  Assalamualaikum Ustadz.. Bolehkah kita marah saat Al Quran dihina..? Nabi di hina..? Mohon penjelasannya..? Ada sebagian ustadz mengajarkan seperti ini... Sejarah telah mengajarkan kepada kita, nabi ketika da'wah di katakan majenun orang sesat dan di lempar batu-batu sampai berdarah dll apakah waktu itu Nabi membalas semua hina'an itu??, 

Bahkan ketika orang yahudi itu mengolok-olok Nabi tidak ada lagi(sakit) nabi muhammad menjenguknya,,,,, begitulah ahlaq Nabi. (0819-0609-2xxx)

*****
Wa'alaikumussalam, Bismillah wal Hamdulillah ..
  Boleh, bahkan wajib marah, sebagaimana penjelasan ulama (nanti saya sampaikan). Itu bagian dari hasasiyah imaniyah (kepekaan iman) seorang Muslim.
  Ada pun peristiwa yang dialami Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, mesti melihatnya dari A sd Z sejarah Nabi. Yang hanya mengajarkan "kelembutan" tanpa ketegasan telah zalim terhadap sejarah kehidupan Nabi, begitu juga sama zalimnya yang mengajarkan "ketegasan" tanpa kesabaran. Kelembutan tanpa batas adalah banci, dan ketegasan tanpa batas adalah ekstrim. Keduanya tercela.
  Kisah awal sejarah Nabi, penuh dengan hinaan, cacian, bahkan percobaan pembunuhan, tapi Nabi tidak membalas, tetap bersabar, sabar, sabar, dan berda'wah. Ini sangat terkenal, seperti kisah Yahudi yang melemparinya dengan kotoran unta, dll.
  Kisah selanjutnya, fase Madinah ... masa-masa kaum Muslimin saat itu kuat dan berwibawa, yang ada adalah ketegasan bagi para pencela Islam.
  Ka'ab bin Asyraf, Yahudi Madinah, penyair yang selalu menghina Nabi, dipenggal kepalanya oleh pemuda Muslim, Muhammad bin Maslamah setelah minta izin kepada Nabi. Sehingga Al Hafizh Ibnu Hajar, Imaj As Suyuthi mengatakan hukuman mati bagi siapa pun pencela Nabi ..., bagaimana tidak? Pencela sahabat Nabi saja, seperti yang dilakukan sekte syiah, juga divonis hukuman mati oleh para tabi'in?
  Lalu .., Imam Bukhari dan Imam Muslim, dalam Shahihnya, menceritakan perintah Nabi untuk menghukum kaum 'Ukl atau Urainah dengan cara mencungkil mata mereka, memotong tangan dan kakinya, mereka sudah minta ampun tapi Nabi tidak memaafkan mereka, dan menjemurnya diterik matahari sampai mati, padahal bukan dalam keadaan perang .., tapi disebabkan mereka telah membunuh secara sadis dan kejam beberapa penggembala Nabi ..
  Pasca Perang Ahzab, Nabi mengambil keputusan menghukum mati para pembesar Yahudi Madinah yang telah berkhianat atas perjanjian Piagam Madinah, dengan mengepung Madinah dalam perang Ahzab .. ratusan jumlah yang dieksekusi ..
Dan lain sebagainya ...
  Semua sikap keras ini sama sekali tidak mengurangi kenabiannya, kemuliaannya, keadilan, dan keluhuran akhlaknya. Sebab, semua sikap ada latar belakang masing-masing. Maka, sangat keliru, ceroboh, dan ngawur, yang mengajarkan kelembutan pada saat harus tegas dan keras, dan mengajarkan sikap keras padahal bukan pada tempatnya dan waktunya.
Syaikh Abu Bakar bin Jabir Al Jazairi berkata:
واستثنى اهل العلم من سب الله تعالى أو رسوله فإنه يقتل فى الحال ...
Para ulama membuat pengecualian bahwa orang yang menghina Allah atau RasulNya, dibunuh seketika itu juga .. (Minhajul Muslim, Hal. 379. Cet. 4. Maktabah Al 'Ulum wal Hikam. Madinah)
Imam Muhammad bin Abi Zaid Rahimahullah berkata:
وأما من لعن المصحف فإنه يقتل هذا
Ada pun jika ada yang mengutuk mushaf/Al Quran maka dia wajib dibunuh. (Imam An Nawawi, _At Tibyan,_ Hal. 164)
Inilah penjelasan ulama, bukan badut-badut sok bijak yang mencari muka dihadapan orang kafir dan media, Hadaanallah wa iyyaahum ...
Wallahul Musta'an wa Ilaihi Musytaka ..
Ustadz Farid Nu'man Hasan

RRIAds - Sabun Bidara Cair (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


February 09, 2020
thumbnail

Hati-hati Ain Bisa Menyerang Diri Sendiri

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-08



Hati-hati Nafs ('Ain Diri) Menyerang Diri Sendiri

  Selama ini, yang kita pahami dari gangguan 'ain adalah ketika seseorang menyimpan hasad (dengki) kepada orang lain yang menjadi sasaran kedengkian tersebut disertai adanya keinginan agar karunia Allah yang dimilikinya berpindah kepada si pendengki.

 Atau ketika seseorang terkagum-kagum pada seseorang karena kelebihan yang dimilikinya disertai keinginanan untuk memiliki hal yangg sama tanpa berharap hilangnya kelebihan yang ada pada orang lain. Tapi kekaguman itu tidak diutarakan dengan iringan tabrik (doa keberkahan).

  Artinya, penyakit 'ain terjadi karena ada interaksi dua orang atau lebih. Bisa juga antara orang dengan benda, baik yang wujud atau yang abstrak.

 Saya baru tau, ternyata seseorang dapat menimbulkan 'ain terhadap dirinya sendiri. Hal itu yang disebut Syaikh Sa'ad dengn istilah NAFS.

  Antara 'ain dan nafs ada persamaan dan perbedaan, yaitu :

1. Akibat yang ditimbulkan oleh nafs lebih dahsyat dan kontan. Sedangkan akibat 'ain tidak begitu dahsyat dan tidak kontan.

  Kisah Qarun merupakan dalil ketika ia membanggakan hartanya yang ia anggap merupakan buah dari ilmu dan usahanya. Seketika, Allah tenggelamkan hartanya ke dalam bumi.

  Begitu juga kisah pemilik 2 kebun yang Allah ceritakan dalam surah Al-Kahfi ayat 35 - 36 dan 42. Silahkan dilihat tafsirnya. Artinya, membanggakan diri atau menganggap diri hebat karena kelebihan tertentu, bisa menyebabkan musibah. Itu disebut nafs.

   Kalau 'ain, akibatnya bisa terjadi dalam beberapa waktu atau hari, tidak langsung saat itu seperti efek nafs.

2. Keselamatan dan Kesembuhan dari gangguan 'ain, mungkin bisa dicapai jika dilakukan terapi. Tapi keselamatan dari efek nafs, sulit terjadi.

   Kenapa efek nafs sulit diatasi? Karena efeknya langsung dan cepat sebelum ada upaya mengatasinya. Sedangkan efek 'ain bisa diatasi sebagaimana yang terjadi kepada Sahl ibn Hunaif.

3. 'Ain bisa bersumber dari orang baik (shalih) dan juga orang jahat (thalih). Sedangkan nafs bersumber dari jiwa yang buruk saja.

4. Pelaku 'ain menyebabkan gangguan 'ain pada orang lain karena kelebihan yang tidak dimilikinya. Sedangka pelaku nafs (an-naafis) menyebabkan gangguan terhadap dirinya sendiri.

   Seseorang memandang wajahnya di cermin, lalu ia bangga dengan ketampanannya sebagai laki-laki. Kemudian ia berkata "Muhammad seorang Nabi, Abu Bakar adalah ash-Shiddiq, Umar adalah al-Faruq, Usman adalah seorang pemalu dst. Sedangkan aku adalah seorang raja yang masih muda". Tidak sampai sebulan, ia pun mati. Ini diceritakan oleh Yahya al-Ghassaniy dalam Tarikh al-Khulafa'.

  Ternyata banyak istilah yang kelihatan sama tapi ternyata berbeda seperti Hasad, 'Ain, Nafs, Nazharoh dll. Itulah perlunya seorang peruqyah terus belajar.

  Pembahasan tentang Hasad dan sejenisnya akan disampaikan oleh Syaikh Sa'ad pada Dauroh Ruqyah Syar'iyyah di Sabah dan Selangor pada April 2020 nanti. Jom hadir bersama !

Medan, 5 Februari 2020
Musdar Bustamam Tambusai

(Founder MATAIR Int.)
February 08, 2020
thumbnail

Torehan Kayu Bidara Untuk Ruqyah | Rumah Ruqyah Indonesia

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-07



Lengkingan terdengar jelas di video ini tatkala Ustadz Akhmad Sadzali Lc menorehkan kayu bidara kecil saat meruqyah. Torehan yang sejatinya tidak melukai, tapi berefek luar biasa bagi jin dzolim yang mendiami manusia.


RRIAds - Sabun Bidara Cair (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


February 07, 2020
thumbnail

Program Baca Al Qur'an | Metode Al Qori

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-06



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah. Telah Hadir Buku dan Program Pelatihan Membaca Al Qur'an Metode Al Qori. Ditulis langsung oleh Wakil Direktur Rumah Ruqyah Indonesia ; Ustadz Akhmad Sadzali Lc. Sebuah program membaca Al Qur'an yang telah teruji keampuhannya.

Kami mengundang antum semua untuk hadir di Pelatihan perdana di Aula Rumah Ruqyah Indonesia (Keterangan lebih lengkap pada gambar). Ditunggu ya

Nb : Mengingat tempat terbatas, diharapkan segera mungkin untuk mendaftar sekarang juga.
February 06, 2020
thumbnail

Kejadian di Jam 2 Malam

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-04



Terkisahkan, seorang wanita ditinggal pergi oleh suaminya karena suatu sebab.

Suatu ketika puteri kecilnya semata wayang sakit keras disertai demam meninggi. Ia pun duduk sambil menangis di samping puterinya yang sedang berbaring.

Mereka ini keluarga tak berpunya. Bagaimana bisa memanggil dokter atau membeli obat untuk puterinya sementara mereka ini sering tertidur tanpa makan malam?

Ia menuturkan:

“Tepat jam 2 malam, ada yang mengetuk pintu. Aku bertanya, ‘siapa?’”

Pengetuk pintu bersuara: “dokter”

“Aku membuka pintu setelah mengenakan hijab. Ayahku berdiri di sampingku dan aku sendiri gemetar.”

Dokter itu segera masuk sambil menenteng tas dan berkata:

“Mana anak kecil yang sakit itu?”

Wanita itu berkata: “Itu dia.”

Sang dokter memeriksa si kecil dan menuliskan resep obat. Setelah itu, ia duduk menunggu dekat pintu. Dan ternyata menunggu amplop sebagai upahnya -dan ini adalah hal yang wajar-

Ibu itu terkejut dengan apa yang terjadi bagaimana dokter itu bisa bertandang ke rumahnya dan siapa yang menghubunginya, sekaligus bingung bagaimana ia harus membayar upah untuk dokter.

Dokter berkata:

“Maaf, saya pamit, ada lagi yang harus kami lakukan?”

Sang wanita paham dengan pertanyaan tersebut.

“Saya minta maaf dokter. Kami tidak memiliki apa-apa.”

Dokter itu menukas:

“Bukankah anda memiliki rasa malu? Anda mengeluarkan aku dari rumahku malam-malam begini dan mengatakan tak ada upah?”

Wanita itu menangis dan berkata:

“Demi Allah. Saya tidak pernah menghubungi anda wahai dokter karena memang kami tidak memiliki handphone.”

Dokter itu berkata:

“Bukankan ini rumah saudara fulan?”

Wanita itu berkata:

“Bukan, dok. Kami tetangga beliau langsung. Rumah beliau di sebelah.”

Dokter itu sangat tersentak mendengar jawaban tersebut. Dia pun bertanya kepada wanita tersebut mengenai kehidupannya sehari-hari. Lalu ia pun keluar menuju mobilnya untuk mengambil uang, obat dan hal lain untuk diberikan kepada keluarga wanita tersebut.

Hikmah:

Alamat boleh saja tertukar namun tidak untuk rizki dan rahmat Allah. Allah tak akan melupakan para hamba-Nya yang beriman.

Pula, tak perlu terlalu banyak memikirkan tapi banyak-banyaklah berdoa dan beristighfar kepada Allah. Dengan doa dan istighfar, Allah membuka pintu-pintu yang tak bisa terbuka dengan banyak berpikir.

Banyak masalah tak terselesaikan dengan kecerdasan otak, kuat fisik dan melimpahnya harta namun justru terselesaikan dengan lirih do’a dan istighfar.

Sumber: akun Isham Busaid

Alih bahasa: Yani Fahriansyah (2018)

RRIAds - Sabun Bidara Cair (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


February 04, 2020
thumbnail

Video Ruqyah Singkat Ustadz Aris Fathoni | Rumah Ruqyah Indonesia

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-03



Cukup 30 detik. Durasi pendek untuk menggambarkan kedahsyatan Ruqyah Syar'iyyah atas Izin Allah.

RRIAds - Sabun Bidara Cair (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


February 03, 2020
thumbnail

Hai Jin, Keluarlah dari Bagian Tubuh Mana Saja

Posted by rumah ruqyah on 2020-02-02




  Di sela Upgrading Team RRI langsung dibawah petunjuk Ustadz Achmad Junaedi Lc, dan kita menyebutnya Obras RRI (Obrolan Santai Rumah Ruqyah Indonesia), Ust Jun menceritakan hikmah seorang kliennya yang baru saja diterapi.

  Seorang istri ditemani suaminya. Masih muda. Reaksi unik. Tersangkut di leher, gak bisa keluar hingga mengakibatkan sang istri tercekat gak berdaya.

  Lalu Ust Jun berujar. 'Hai Jin, kalo mau keluar silahkan lewat kepala, telinga atau mana saja. Jika lewat mulut (muntah) terasa susah.'


Dan Alhamdulillah, tak lama bisa pulih tanpa ada perlawanan berarti.

  Sebuah ilmu baru, buat saya khususnya. Selama ini jika menemukan kasus sama, selalu 'memaksakan' lewat mulut. Nyatanya, bisa diarahkan dengan cara lain.

  Fyi, ternyata si ibu arahan dari klinik lain -yang mungkin- pada kasus yang sama, mentok maka mengarahkan ke Rumah Ruqyah Indonesia. Wallahu'alam.

Ardy Erlangga


RRIAds - Sabun Bidara Cair (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


February 02, 2020
thumbnail

Do'a Perlindungan dari Virus Corona

Posted by rumah ruqyah on 2020-01-31



DOA MOHON PENJAGAAN DARI SEGALA ARAH 

Di antara do’a yang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sering baca yaitu dalam memohon penjagaan dari Allah pada seluruh sisi kehidupan :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu ‘afiat (keselamatan dari segala keburukan) di dunia dan di akhirat.”

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي

“Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu pemaafan dan ‘afiat pada agamaku dan kehidupan duniaku, keluarga, dan hartaku.”

اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي

“Ya Allah tutuplah aurat-auratku, berikan rasa aman padaku.”

اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

“Ya Allah jagalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri, dari atas, dan aku berlindung pada keagunganMu agar aku tidak tersambar dari bagian bawahku/ketarik ke bawah/terperosok.” (HR. Abu Daud)

Ustadz Achmad Junaedi Lc

Direktur Rumah Ruqyah Indonesia

RRIAds - Sabun Bidara Cair (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


January 31, 2020
thumbnail

Semburan Sang Peruqyah 2

Posted by rumah ruqyah on



Semburan sang peruqyah bukanlah semburan biasa. Karena terbalut dengan kalimatillah yang menggetarkan setiap kejahatan yang dengan pongah menantang. Allahu Akbar!

RRIAds - Sabun Bidara Cair (Order via Tokopedia / KLIK GAMBAR) 


January 31, 2020